Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 217


__ADS_3


Lisin dengan suasana hati senang memilih untuk duduk di atas batu yang tidak jauh darinya berdiri. saat ini dirinya melihat semua orang yang kesakitan dengan tenang.


"Apakah kalian sudah mengakuiku?..." Tanya Lisin.


"Ya Tuan..." Walaupun mereka semua tidak dapat berdiri, namun mereka semua masih dengan tegas mengakui Lisin sebagai tuan mereka.


Lisin mengambil keputusan untuk membeli seratus pill reinkarnasi dan menghabiskan 100 Miliyar saldo pribadinya.


"Wolf, bagikan kepada mereka semua satu persatu..." Kata Lisin dengan santai, walaupun menghabiskan 100 miliyar dalam satu tarikan nafas, Lisin tidak berkedip sedikitpun.


Wolf awalnya bingung saat menerima kantong yang berisikan butiran - butiran seperti kelereng. namun tidak bertanya dan memilih untuk melakukan tugasnya dengan benar.


Seratus orang yang tergeletak tidak berdaya langsung menerima masing - masing Pill reinkarnasi. walaupun mereka tidak tahu apa kegunaan dari butiran kelereng tersebut, setidaknya mereka semua yakin jika hal tersebut bukanlah racun.


"Benda itu sangat berharga setidaknya tidak mungkin kalian temukan di tempat lain. setelah kalian mengkonsumsi Pill tersebut. cacat fisik yang kalian miliki akan menghilang..." Jelas Lisin.


Semua orang langsung bersemangat, pertama Lisin sudah sangat kuat dan sekarang memiliki benda ajaib. walaupun belum dapat membuktikannya. setidaknya tidak ada untungnya bagi Lisin untuk berbohong hanya untuk menyenangkan mereka semua.


Kemudian satu persatu dari mereka langsung mengkonsumsi Pill reinkarnasi tanpa penundaan lagi. Bagi mereka semua hal terpenting dalam hidup adalah sehat dan tidak memiliki cacat fisik.


"Mataku... Mataku bisa melihat lagi..."


"Kelumpuhan telingaku yang tidak dapat mendengar dengan normal bisa mendengar lagi..."


"Hidungku bisa bernafas lagi..."


"Saudara, memangnya jika bukan dari hidung dari mana lagi saat bernafas?..."


"Dari insang..."


"Hahaha... Kalian jangan bercanda, aku tidak menyangka panu yang aku miliki langsung menghilang..."


"Chi... Cacat fisik kok panu... nih kudis milikku menghilang..."


Mereka semua berdebat dengan sukacita. sekarang mereka melihat sosok Lisin yang sangat muda dengan cara pandang yang berbeda.


Wolf, mengangguk dengan sangat menyadari karena momen sebuah kesembuhan sangat berharga. di antara mereka ada teman seperjuangan, yang telah berobat demi kesembuhan panu miliknya di seluruh dunia dan akhirnya bisa sembuh juga. Wolf yang hanya sebagai teman juga merasa senang.


Lisin tertekan, mengapa mereka semua lebih bahagia saat mengetahui panu kalian menghilang, dari pada cacat fisik kalian yang lain. Apakah semua orang akan bereaksi seperti ini juga?


"Ehm... Ehm..." Batuk yang Lisin lakukan langsung menarik perhatian semua orang.


"Semua orang berkumpul, Wolf Kamu juga..." Perintah Lisin.


Mereka semua tidak asing dengan peraturan baris berbaris. jadi mereka semua dengan cepat membentuk beberapa sap di depan Lisin.


"Baiklah, Kalian mungkin sudah memahami apa tujuanku untuk mengumpulkan kalian semua. pertama ada sesuatu yang harus aku lakukan jadi kalian harus menatapku dengan seksama..." Perintah Lisin.

__ADS_1


"Tatap Mata saya... Lebih dalam dan lebih dalam lagi..."


"Klik..." Lisin langsung membuat mereka semuanya berada di dalam pengaruh Hipnotis super.


"Dalam hitungan ketiga, kalian semua akan menganggap diriku lebih berharga dari siapapun dan apapun dalam hidup kalian, kalian semua juga akan mengikuti semua perintahku..." Lisin memberikan sugesti.


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Tatapan mata semua orang langsung kembali normal, kemudian mulai memiliki pemikiran yaitu kesetiaan mutlak kepada Lisin.


"Tuan..." Bersama dengan Wolf mereka semua langsung membungkuk di depan Lisin.


(DING...)


(100 % Kesetiaan terdeteksi)


(100 % Kesetiaan terdeteksi)


(100 % Kesetiaan terdeteksi)


.....


Lisin mengangguk dengan puas saat melihat semua orang. membuat mereka semua menjadi setia adalah keharusan, karena kesetiaan adalah hal mutlak.


Kultivator!


Tentu saja mereka semua mengetahuinya untuk itu masing - masing dari mereka langsung bergidik ketakutan. Mereka semua langsung mengingat kenangan pahit saat melihat rekan mereka yang mati di tangan seorang kultivator.


"Aku akan membuat kalian semua menjadi kultivator kuat, apakah apakah kalian paham?..." Kemudian Lisin membeli pill pemurnian jiwa untuk masing - masing semua orang.


Semua orang tercengang, dan tidak lagi bisa tenang. Jika kesembuhan mereka seperti mimpi maka menjadi seorang kultivator akan membuat mereka semua seperti ekstasi dalam khayalan.


Siapa yang tidak ingin menjadi kuat? Terutama jika kuat seperti Lisin. kemudian mereka semua menduga jika Lisin seorang kultivator. pantas saja mereka semua bukan lawan Lisin.


"Terima kasih tuan..." Teriak mereka semua secara bersamaan.


"Kita semua tidak akan mengecewakan mu. jika tuan menyuruh kita semua pergi ke barat tentunya kita semua tidak akan berani pergi ke timur..."


"Benar, jika kita diperintahkan untuk membunuh anjing kita semua tidak akan berani membunuh kucing..."


Karena tidak lagi tenang, mereka semua langsung menjilat Lisin dengan kata - kata manis.


Lisin menyeringai, tentu saja kalian harus mengakui perintahku karena kalian semua berada di dalam pengaruh sugesti.


Masing - masing dari mereka semua langsung mengkonsumsi Pill pemurnian jiwa. kemudian menerima Pill kesengsaraan darah.

__ADS_1


Lisin harus memiliki bawahan yang kuat, untuk menjaga semua orang yang dekat dengan dirinya. Lisin menjadikan Wolf sebagai pimpinan kemudian Shizuka akan menjadi tangan kanan Lisin, jadi Wolf dan mereka semua harus mengikuti perintah Shizuka.


.....


Satu minggu berlaku, Pasukan bayangan berhasil di bentuk, walaupun saat ini masih berpusat di Bali. Setidaknya tidak akan lama sebelum berpusat pada setiap provinsi Indonesia.


Lisin setidaknya harus memiliki seribu bawahan seperti mereka untuk di tempatkan di berbagai belahan nusantara.


Karena kepengurusan Pasukan bayangan akan di urus langsung oleh Shizuka. Lisin akan fokus dengan tugas sistem yang cukup lama belum terselesaikan.


Dengan cepat Lisin melakukan penerbangan ke Jakarta, untuk bertemu dengan Nadya juga Diana yang sudah beberapa kali menghubungi dirinya sejak lama.


"Lisin..." Nadya memanggil dari kejauhan.


Saat ini Lisin baru saja keluar dari pintu keluar Bandara Soekarno - Hatta. Sebelumnya Lisin sudah menghubungi Nadya jika dirinya akan mendatangi PT. Mulia untuk melihat kondisi yang ada di sana.


"Lisin... Sebenarnya aku akan mengikutkan dua produk perusahaan dalam festival produk Domestik..." Kata Nadya saat bertemu langsung dengan Lisin.


Festival produk domestik adalah ajang penyelenggaraan yang di lakukan oleh perusahaan - perusahaan yang cukup ternama. dan biasanya dalam ajang tersebut akan digunakan sebagai kesempatan dalam mempromosikan produk baru.


Tentu saja hal tersebut hanya tujuan sederhana, dan tujuan yang sebenarnya adalah untuk melakukan kontak langsung juga bertemu dengan beberapa orang - orang penting. Misalnya perusahaan di bidang pemasaran. jadi jika bisa melakukan kontak langsung dengan perusahaan pemasaran maka akan mendapatkan manfaat yang sangat penting untuk perusahaan produksi.


"Tidak masalah, aku akan menemani mu..." Kata Lisin dengan mengangguk.


"Kalau begitu, kita akan langsung mendatangi Festival Produk Domestik. karena puncak acara akan di lakukan hari ini..." Kata Nadya dengan sukacita.


"Ngomong - ngomong, di mana Diana mengapa dia tidak bersama mu?..." Tanya Lisin.


"Diana! Dia tidak memiliki banyak waktu luang karena dia bertanggung jawab dalam mengurus kedua produk yang akan dipasarkan dalam beberapa hari mendatang..." Kata Nadya.


Lisin mengangguk kemudian memasuki mobil dan pergi dengan Nadya ke Festival Produk Domestik.


Karena Lokasinya cukup dekat, mobil tersebut tidak butuh waktu lama untuk melakukan perjalanan. setelahnya Nadya langsung memimpin jalan untuk ke kios PT. Mulia yang bertempat di tempat yang tidak terlalu mencolok.


"Mengapa kamu tidak memilih tempat lainnya saja, di sini tidak terlalu banyak orang karena cukup jauh dari tempat pintu masuk..." Kata Lisin setelah melihat kondisi kios jadi gunakan dalam mempromosikan produk PT. Mulia.


"Lisin, Sebenarnya aku sudah melakukannya namun sedikit menemukan kendala..." Kata Nadya dengan dengan tersenyum kecut.


"Kendala! bisakah kamu menjelaskan?..." Tanya Lisin karena seperti biasa dirinya akan bertemu dengan masalah.


"PT. Basuki menjadi donatur dalam penyelenggaraan Festival produk Domestik jadi, Pak Salim yang menyukaiku sebelumnya sedikit mempersulit PT. Mulia ku..." Kata Nadya dengan tidak berdaya.


Lisin mengingat tentang pemuda yang mengajar Nadya saat dirinya mengunjungi Pesta Amal perusahaan, dan saat itu Nadya menjadikan Lisin sebagai Pacar palsunya.


"Kamu lagi... Aku curiga jika kalian berdua hanya berpura - pura berpacaran sebelumnya..." Secara kebetulan, Pak Salim bertemu dengan Lisin yang sedang bersama dengan Nadya.


Lisin yang melihat pemuda kurang tampan ini dengan tidak berdaya, mengapa dirinya selalu bertemu dengan pesaing cinta, rasanya sangat klasik dan ujung - ujungnya akan terselesaikan dengan penderitaan pihak lain.


Mau bagaimana lagi namanya juga Plot cerita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2