Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 220


__ADS_3


Lisin mengerutkan keningnya, saat mendengar kata - kata Pak Salim.


Ingin merebut Nadya di depan dirinya apakah Lisin pernah kehilangan wanita dalam perjalanan hidupnya. jikapun merebut pacar orang lain maka itu harus Lisin sendiri dan bukan orang lain.


Nadya juga kesal dengan tawaran dari Pak Salim, jelas - jelas dirinya sudah menolak Pak Salim sejak lama. namun mengapa dia masih bersih kuku ingin mengejar dirinya.


"Bagaimana?..." Tanya Pak Salim.


Ayahnya Pak Salim juga menyeringai, ternyata putranya sedang mengejar wanita ini. baiklah tidak masalah, sepertinya putranya memiliki selera yang bagus.


Sebelum Nadya menjawab, Lisin langsung memotong. "Ada pepatah yang mengatakan katak ingin makan daging angsa. sepertinya aku memahaminya secara langsung melalui kejadian hari ini..."


Arti lainnya adalah Suatu keinginan yang tidak mungkin terpenuhi.


Pak Salim langsung marah dengan kedua matanya memerah, siapa yang tidak memahami pepatah tersebut. walaupun dirinya terlanjur kurang tampan, setidaknya dirinya masih layak mendapatkan wanita cantik seperti Nadya.


Lisin ini terlalu sombong, batin Pak Salim.


"Sialan... Cepat pergi dari sini..." Teriak Pak Salim.


"Bisakah kamu sedikit tentang, Aku akan menggunakan ponselku dalam beberapa menit dan kalian akan memahami apa itu penyesalan..." Kata Lisin dengan santai.


"Hahaha, Siakan saja aku yakin tidak akan ada Dewan kamar dagang yang akan membantumu..." Kata Ayahnya Salim dengan menggeleng.


Walaupun Lisin ini pemilik PT. Angkasa namun keduanya yakin Lisin tidak memiliki akses pada kamar dagang.


"Siapa bilang aku akan menghubungi Dewan kamar dagang..."


Setelah mendengarkan perkataan Lisin, Pak Salim dan Ayahnya semakin yakin jika Lisin ini hanya besar bicara saja.


"Gunakan waktumu..."


Sungguh membiarkan dirinya merugi sendiri. jika keduanya tahu Lisin akan menggunakan pengaruhnya untuk memberikan perintah terhadap Perusahaan Shanghai beauty. mereka pasti akan menyesal.


Lisin langsung mengeluarkan ponsel miliknya di bawah tatapan semua orang, setiap tindakannya sangat santai seolah tidak menganggap keduanya sama sekali. Nadya yang berdiri di dekat Lisin hanya berdiri dengan gugup.


Apakah Lisin benar - benar memiliki koneksi?

__ADS_1


Lisin sangat yakin jika seharusnya PT. Angkasa sudah berhubungan dengan Perusahaan Shanghai beauty. dalam serah terima kepemilikan saham perusahaan. tentunya PT. Angkasa hanya akan mengambil Deviden dan tidak mengganggu perkembangan perusahaan.


Namun wewenang sesungguhnya masih berada pada keputusan PT. Angkasa.


"Hallo..." Suara Nazwa dapat di dengar melalui sisi lain panggilan telepon.


"Nazwa, apakah kamu di perusahaan?..." Tanya Lisin dengan santai.


"Bos, Saat ini saya sedang berada di luar negeri untuk melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Perusahaan Shanghai beauty yang baru - baru ini diakuisisi. Jika anda membutuhkan hal yang mendesak saya akan menghubungi asisten lainnya untuk membantu anda..." Kata Nazwa dengan hati - hati.


Luar Negeri! Lisin tidak menyangka jika Nazwa akan berada di sana. mengapa sangat kebetulan sekali.


"Nazwa, Kalau begitu aku akan langsung saja. Buat pesanan untuk Direktur Utama Perusahaan Shanghai beauty untuk memutuskan kontra berjangka mereka dengan PT. Basuki sekarang juga..." Perintah Lisin.


"Di mengerti..." Nazwa langsung menutup telepon.


Tentu saja perkataan Lisin di dengar semua orang. terutama Pak Salim dan Ayahnya, rasanya kedua telinga mereka serasa kemasukan sesuatu atau mungkin keduanya salah mendengarkan.


Apakah yang Lisin maksud adalah Perusahaan Shanghai beauty yang memiliki kerja sama dengan PT. Basuki? Dan Lisin sepertinya memiliki wewenang yang cukup berpengaruh pada Perusahaan Shanghai beauty.


Tunggu dulu, keduanya langsung berkeringat dingin. bagaimana jika perkataan Lisin benar - benar terjadi, mengingat PT. Angkasa cukup banyak mengakuisisi perusahaan - perusahaan Domestik. tidak mungkinkan PT. Angkasa juga mengakuisisi perusahaan Shanghai beauty?


Sebelum keduanya menanyakan kebenarannya, ponsel ayahnya Pak Salim bergetar hebat. rasanya bukan getaran ponsel melainkan panggilan dari malaikat pencabut nyawa.


Setelah beberapa menit menerima panggilan telepon, Ayahnya Pak Salim langsung memiliki kedua kakinya yang lemas dan dia tidak bisa berdiri dengan tegak.


"Ayah... Kamu tidak apa - apa..." Pak Salim berkata dengan panik. dia juga memiliki firasat buruk jika perkataan Lisin terbukti benar, dan panggilan tersebut dari Perusahaan Shanghai beauty yang memutuskan kontrak kerja sama dengan PT. Basuki.


Semuanya sangat terbukti saat melihat reaksi dari ayahnya. karena tidak mungkin ayahnya bercanda dengan dirinya.


Perusahaan Shanghai beauty adalah salah satu perusahaan besar yang ada di Shanghai China. dan perusahaan tersebut sudah menjadi milik Lisin, Bagaimana bisa?


"Ini semuanya gara - gara kamu..."


"Dasar, Anak jomblo..."


"Apakah, Kepala kamu isinya hanya wanita saja..."


"Andaikan kita tidak bersikeras untuk menyinggung bapak Lisin, pasti kita tidak akan kehilangan mitra bisnis kita..."

__ADS_1


Jika keluar dari kamar dagang mungkin tidak terlalu memiliki dampak besar untuk PT. Basuki. namun berbeda cerita jika Perusahaan Shanghai beauty memutuskan Kontrak mereka. karena bagi PT. Basuki keberadaan Perusahaan Shanghai beauty sama dengan sumber pendapatan mereka, jadi jika kehilangan itu maka sama dengan kebangkrutan.


Ayahnya Pak Salim membentak dan mencaci maki putranya di depan umum. kejadian tersebut sekali lagi menarik perhatian semua pengunjung Festival produk Domestik yang awalnya sudah pergi.


"Apa yang terjadi... Mengapa Pak tua itu memukul putranya..."


"Entahlah... Sepertinya karena strategi pemasaran PT. Mulia lagi..."


"Mungkinkah stok persediaan produk mereka bertambah?..."


"Benarkah, Sial... Aku sebelumnya telat datang jadi aku tidak berhasil membelinya..."


"Bro, kamu masih beruntung tidak seperti aku... Sebelumnya aku sudah mengantri hanya saja memiliki nomor antrian 1001 jadi saat tiba giliran ku. kedua produk PT. Mulia sudah kehabisan stok, bagaimana aku tidak kesal..."


"Sabar bro... Mungkin kesempatan akan datang besok..."


Semua pengunjung melihat pertunjukan dengan antusias karena Pak Salim berakhir dengan di pukuli ayahnya sendiri. Ayahnya Pak Salim memahami karakter putranya dengan baik dan dia pasti orang yang pertama menyinggung Lisin.


Sedangkan Lisin, Ayahnya Pak Salim juga memahami karakter Lisin seperti apa, pasti dia tidak akan memaafkan dirinya dan putranya walaupun keduanya bersujud di depan umum. jadi lebih baik pergi dan mengurus kesalahan walaupun tidak bisa di pertahankan lagi.


Setelah kepergian Pak Salim dan Ayahnya dari tempat kejadian, semua kerumunan memiliki tanda tanya yang tak terjawab pada wajah mereka masing - masing.


Lisin tersenyum dan berjalan maju untuk tidak melepaskan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kedua produk Domestik.


"Kalian pasti bertanya - tanya tentang kelakuan Bapak dan anak sebelumnya..." Kata Lisin dengan mengambil pusat perhatian.


"Jika kalian berpikir hal tersebut karena strategi pemasaran maka kalian salah besar. karena hal tersebut terjadi ketika sang anak membeli dua produk PT. Mulia lalu menjualnya lagi ke sang Bapak dengan harga 10 kali lipat..." Jelas Lisin.


Hmph... banyak pengunjung Festival produk Domestik langsung marah, memang benar kedua produk PT. Mulia sangat bagus dan cukup langka. namun sebagai seorang anak dia tidak seharusnya melakukan hal tersebut.


Dasar anak durhaka... Semua kerumunan hanya bisa mengutuk di dalam hatinya.


"Jadi saat sang ayah mengetahui anaknya telah menipu dirinya maka hal sebelumnya terjadi..."


"Saya yakin semua pelanggan memiliki hati nurani, hanya saja jangan memanfaatkan peluang yang ada sehingga harus merugikan orang lain, terutama kepada ayahnya sendiri..."


"Sekali lagi aku mewakili PT. Mulia meminta maaf karena belum bisa menambahkan jumlah produk. Jika kalian ingin membelinya maka hanya bisa membelinya besok. Dari saya cukup sekian dan terima kasih..."


Sungguh Lidah yang Licin, selalu memanfaatkan peluang walaupun di atas penderitaan orang lain.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2