
Dalam beberapa menit semua stok yang ada di kios kecil tersebut langsung habis tanpa sisa, sedangkan itu masih banyak pembeli yang kecewa karena tidak dapat membeli Skincare dan Parfum.
Nadya hanya bisa tercengang dengan kedua mulut terbuka lebar, dirinya sangat percaya dengan dampak mengejutkan dari kedua produk. namun tidak pernah berharap akan laku keras secepat ini.
Kios - Kios lainnya hanya bisa menatap dengan iri, mengapa kedua produk dari PT. Mulia bisa laku keras namun produk mereka tidak. perbedaannya dimana dan bagaimana mereka bisa laris manis.
"Mengapa sangat sedikit yang di jual, Kita semua bahkan belum membelinya..."
"Punya uang namun tidak dapat membeli kedua produk, sungguh di sayangkan..."
"Benar, Pacarku sangat menginginkan kedua produk PT. Mulia jadi tolong tambahkan lagi..."
"Benar, Aku tidak akan pulang sebelum mendapatkannya..."
Semua kerumunan sangat mengeluh dengan habisnya jumlah produk yang di jual hari ini. Walaupun banyak kios yang menjual produk kecantikan, namun tidak sebagus kedua produk PT. Mulia.
Andaikan mereka semua tahu jumlah produknya sangat terbatas, mereka tidak akan mengantri dan lebih memilih untuk menerobos antrian.
Festival produk Domestik langsung menjadi kegaduhan dan semakin banyak orang yang mengetahui tentang produk tersebut.
"Bapak dan Ibu sekalian tolong bersabar ini ujian..." Karyawan PT. Mulia langsung menjelaskan.
"Sekali lagi meminta maaf karena kami hanya membawa stok terbatas. Kalian bisa kembali besok karena sisa dua hari lagi Festival produk Domestik akan berlangsung..."
"Hari ini Kios hanya menyediakan 1000 sampel masing - masing, begitu juga dengan besok dan lusa. namun tenang karena kedua produk akan segera di pasarkan dalam beberapa hari ke depan..." Melihat antusiasme pembeli yang begitu banyak. Semua karyawan hanya bisa berkata dengan penuh penyesalan.
"Habis... Sayang, hari ini aku harus mendapatkan Skincare ajaib... Jika tidak kita putus..."
"Tidak... Jangan lakukan itu, aku akan mendapatkannya..."
Karena tidak ingin putus dengan pacar mereka, beberapa pria langsung menemukan para pembeli sebelumnya agar menjual hasil dua produk yang mereka beli dengan harga 10 kali lipat.
Wow... Beberapa orang yang memiliki kedua produk dalam genggaman tangan mereka cukup sulit untuk memutuskan, satu sisi ingin mendapatkan untung sisi lain juga menginginkan kedua produk tersebut.
"Lisin... Kita bisa menambahkan stok produk secepat mungkin karena pembeli sangat banyak..." Nadya yang melihat kerumunan yang sangat kecewa langsung mengusulkan.
__ADS_1
"Nadya, kita akan melakukannya sesuai rencana, sebut saja metode kelaparan. Semakin banyak barang yang kita berikan maka akan menurunkan nilai dari barang tersebut, akan berbeda jika kita menjualnya dalam bentuk terbatas..." Kata Lisin dengan santai.
Nadya jelas memahami apa yang Lisin maksudkan, jadi dirinya akan mengikuti perkembangan sesuai rencana awal.
Lisin tidak langsung menjual semua stok produk yang dimiliki PT. Mulia karena dirinya sangat yakin dengan kedua produk tersebut akan banyak di cari orang. untuk itu lebih baik menggunakan pemasaran kelaparan yang akan meningkatkan nilai kelangkaan pada kedua produk tersebut.
Kabar munculnya kedua produk menentang langit langsung menduduki posisi teratas untuk semua produk yang di nantikan oleh semua orang baik kalangan wanita atau pria.
.....
"Sial... Mengapa dua produk PT. Mulia sangat laris..." Pak Salim berteriak pada ruang tertentu.
"Aku tidak bisa membiarkan hal ini terus berkelanjutan, kios PT. Mulia harus di tutup agar tidak ada lagi pembeli..." Pak Salim langsung menemukan Ayahnya dan membuat sedikit kebohongan.
Kebohongan tersebut, tentang PT. Mulia yang melanggar ketetapan dalam aturan Kamar dagang dan merugikan anggota kamar dagang lainnya.
Kamar dagang adalah sejenis jaringan usaha yang dibentuk oleh para pemilik usaha untuk mewakili kepentingan mereka. Sebagai institusi non - pemerintah, kamar dagang tidak berwenang membuat undang - undang yang berdampak terhadap usaha.
Hanya saja terdapat ketentuan - tertentu dalam melakukan pemasaran. seperti halnya Festival produk Domestik yang diselenggarakan oleh kamar dagang secara langsung.
"Apakah benar?... Jika seperti ini, Ayah akan menutup kios dagang PT. Mulia secepatnya..." Kata pria tua yang memiliki kumis lebat.
Keduanya langsung mendatangi tempat Kios milik PT. Mulia di mana Lisin juga ada di sana sedang menemani Nadya.
Kerumunan yang awalnya tersebar di sepanjang kios - kios secara bertahap menghilang karena selama apapun mereka menunggu. PT. Mulia tidak akan menambahkan jumlah produk milik mereka.
Semua orang hanya bisa memikirkan hari esok yang akan datang. karena Festival produk Domestik akan berlangsung selama Tiga hari, mereka semua hanya bisa menunggu hari esok karena PT. Mulia akan mengeluarkan jumlah stok produk untuk sama yaitu masing - masing 1000 unit.
"PT. Mulia di harapkan untuk meninggalkan tempat ini secepatnya..." Kata Pak Salim yang datang dari kejauhan bersama dengan ayahnya dan beberapa orang lainnya.
Nadya menjadi panik, sedangkan beberapa Karyawan menghela nafas tidak berdaya. Seseorang yang memiliki kekuasaan seperti biasa akan menekan orang yang lebih lemah. Apalagi jika memiliki sedikit untung pasti mereka tidak akan senang.
Lisin mengerutkan keningnya karena tidak puas dengan PT. Basuki yang bertindak semena - mena. andaikan dirinya tidak menemani Nadya pasti akan di usir segera mungkin.
Dengan analisa sistem, Lisin langsung menemukan keberadaan kamar dagang yang saat ini menyelenggarakan Festival produk Domestik. dan Alasan mengapa PT. Basuki memiliki wewenang yang cukup besar adalah karena Perusahaan Shanghai Beauty!
Lisin langsung terdiam. bukannya perusahaan Shanghai beauty adalah perusahaan miliknya yang dirinya dapatkan dari hadiah sistem.
__ADS_1
Sungguh dunia yang sangat kecil. Sepertinya Pak Salim dan ayahnya akan memiliki nasib buruk. Batin Lisin.
"Mengapa kalian memutuskan sesuatu secara sepihak?..." Tanya Nadya dengan kesal.
"Sepihak!... Beberapa anggota kamar dagang lainnya melaporkan tentang tindakan PT. Mulia yang merugikan kios - kios mereka. Sebagai Dewan Kamar dagang yang baik maka aku akan membela mereka..." Ayah Salim berkata dengan dingin.
"Mengapa kalian tidak menunjukkan buktinya jika kami benar - benar merugikan mereka..." Kata Nadya.
"Bukti!... Benar juga, Putraku buktinya mana?..." Tentunya Ayah Salim hanya mengikuti hasutan dari putra mereka sehingga tidak mengetahui antara benar atau salah.
"Ayah, Buktinya akan menyusul nanti, jadi lebih baik mengusirnya lebih dulu..." Kat Pak Salim dengan berkeringat dingin.
"Kamu dengar buktinya akan segera menyusul jadi lebih baik PT. Mulia meninggalkan Kios kalian sebelum kita melakukannya dengan paksa..." Kata Ayah Salim.
"Bagaimana jika PT. Mulia tetap tinggal dan melakukan apa yang seharusnya di lakukan sampai Festival produk Domestik benar - benar berakhir..." Lisin tidak bisa tinggal dim lagi saat melihat Nadya yang terpojok.
"Bapak, Lisin senang bertemu denganmu, sayangnya PT. Angkasa bukan bagian dari kamar dagang, sehingga saya harus mengabaikannya..." Kata Ayahnya Salim.
"Oh..." Lisin mendengus, walaupun dirinya tidak memiliki akses pada kamar dagang setidaknya dirinya masih pemilik Perusahaan Shanghai beauty.
"Tolong segera melakukan perpindahan secepatnya..." Pak Salim menyeringai.
Rasanya sangat memuaskan, walaupun PT. Angkasa kuat, namun tidak memiliki kata - kata berbobot jika berhubungan langsung dengan kamar dagang.
"Apakah kamu percaya jika aku bisa membuatmu kehilangan posisimu saat ini?..." Kata Lisin dengan datar.
"Lisin, sudah cukup PT. Angkasa mu tidak memiliki wewenang pada kamar dagang, jadi lebih baik kita menurut saja..." Kata Nadya dengan menarik lengan Lisin.
Menurut saja! Tentu saja menurut bukan gaya Lisin, mengapa harus menurut jika ada pilihan lain.
"Hahaha, Sepertinya kamu sudah memahami posisimu Nadya..."
"Aku akan memberikan pilihan untuk kamu, Memutuskan dia dan pergi makan malam denganku atau kamu akan tetap berada pada jalur ini..." Pak Salim menatap dingin kearah Lisin, tentu saja dirinya masih ingat adegan Lisin mencium Nadya.
Jika Nadya putus dengan Lisin maka dia akan menjadi milik Pak Salim sepenuhnya.
Bersambung...
__ADS_1