Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 53


__ADS_3

"Berhenti... " Seorang polisi yang mengarahkan sebuah pistol ke arah Mercedes benz yang melaju kencang.


"Sial... Bro menghindar pengemudi tidak menghentikan mobilnya" polisi lain yang ada di samping jalan berteriak.


Polisi yang berdiri di tengah jalan langsung melompat ke samping dan Sebuah tabrakan terjadi.


Lisin yang mengemudikan Mercedes benz tidak panik saat seseorang polisi mengarahkan pistol kearahnya, dia tahu polisi tidak akan membunuh tersangka secara langsung.


Seperti dugaan Lisin polisi tersebut melompat kesamping jalan dan membiarkan Mercedes benz melewati Lamborghini, kemudian bagian depan Mobil membentur bagian depan dua mobil polisi yang menutup jalan secara berlawanan.


Kinar yang duduk di samping Lisin sangat bersemangat jantungnya berdegup kencang saat Mercedes benz mengalami benturan, Kinar merasa seperti berada di wahana permainan yaitu roller coaster, dia sangat menyukai tantangan dan ini pertama kalinya dia berada dalam tabrakan.


Kinar melihat ke arah Lisin kembali, dia melihat pemuda tampan, pakaian biasa, tidak ada hal yang istimewa namun kenapa dia sangat senang dalam situasi seperti ini, Kinar tidak menyesal karena pengalaman ekstrim bisa dia rasakan saat seperti ini.


Pangeran yang tertekan hendak turun dari Lamborghini namun siapa sangka jika Mercedes benz milik Lisin tidak berhenti melainkan melaju sangat cepat hampir menabrak polisi yang menghadang di depannya, kemudian dengan keras terjadi tabrakan.


Pihak polisi sangat terkejut dia seperti nostalgia karena saat kecil dia pernah bermain Need For Speed Most Wanted PS2 dan itu salah satu game balap yang sangat di gemari nya, jika dia bukan seorang polisi pasti dia akan melompat dengan semangat.


Dua mobil Mitsubishi Galant tipe V6 terdorong beberapa meter dari posisi awal kemudian keduanya menghantam pembatas jalan. kerusakan dapat terlihat dari kedua mobil tersebut seperti bagian depan mobil yang terlepas, pecahan kaca lampu ada di mana-mana.


Mercedes benz juga mengalami kerusakan namun tidak separah kerusakan yang di miliki kedua mobil polisi tersebut. karena Mercedes benz GL 400 memiliki bagian depan sedikit hancur.


Mercedes benz tidak berhenti mobil itu dengan cepat menghilang di kejauhan. Pangeran tidak melepaskan kesempatan dia mengemudikan Lamborghini kemudian menghilang di kejauhan yang menyisakan suara Knalpot yang bisa di dengar dari kejauhan.


Dua mobil polisi baru saja datang, karena mobilnya yang tidak bisa mengejar ketinggalan dari Lamborghini dan Mercedes benz mobil itu berhenti.


Kedua mobil dengan kecepatan yang sama berjalan secara sejajar, Pangeran tersenyum melihat kearah Lisin sedangkan Lisin juga membalas dengan senyuman.


"Ikuti aku... " Pangeran berkata sedangkan Lisin mengangguk sebagai jawaban.


Kedua mobil berhenti di depan gerbang besar, tidak lama setelah itu gerbang tersebut terbuka Lalu Lamborghini dan Mercedes benz memasuki gerbang setelah cukup jauh Lisin dapat melihat rumah sebesar istana dengan halaman rumah yang luas.


"Ini rumah apa istana... " Lisin berkata pelan.


"Apakah kamu pernah melihat istana sebelumnya?" Kinar yang dari tadi diam angkat bicara.


"Hanya di sinetron... " jawab Lisin.


"Sinetron... Yang ada di sinetron itu hanya istana setingan kenapa kamu percaya hal sepeti itu"


"Hehe... iya juga" Lisin memarkir mobilnya kemudian turun.


"Tuan muda... " Seorang pelayan mendatangi pangeran.


"Tolong buka Garasi... " Perintah Pangeran.


"Di mengerti tuan muda... " Pelayan itu pergi untuk membuka garasi koleksi mobil Pangeran.


"Lisin apa kamu ada saudara di sini aku tahu kamu bukan anak Malang... "


"Aku dari banyuwangi... aku tidak punya kenalan di malang malam ini aku akan cari penginapan"


"Sekarang jam 2 pagi dan Penginapan banyak yang tutup kamu bermalam di sini saja-" perkataan Pangeran di potong Kinar.


"Aku tidak ingin tidur di rumahmu... Lisin anterin aku pulang..." Kinar Berkata sambil cemberut.


"Lisin bagaimana denganmu..."


"Aku memilih mencari penginapan saja... Setelah Mengantarkan Kinar" Jawab Lisin.


"Kalau begitu pilih salah satu koleksi mobil milikku karena aku kalah darimu... "


"Kamu masih memikirkannya aku masih memiliki Mercedes benz-" Lisin yang melihat Mercedes benz terkejut karena asap hitam Dan bau gosong dapat tercium dari mobilnya.


Sial... Mesin standar tidak akan kuat jika menggunakan Nos, untung saja mogok di sini, jika mogok saat di kejar polisi bisa bermasalah.


Walaupun Lisin bisa bebas kapan saja jika di penjara dia juga tidak ingin meminta bantuan ke Jendral kepolisian.

__ADS_1


"Baiklah aku terima tawaranmu... aku ambil yang biasa saja... " Saat Garasi di buka Lisin dapat melihat 7 Mobil sport yang sudah di modifikasi.


Sial apanya yang biasa jika semuanya seperti ini.


Jika itu orang lain yang di suruh memilih di antara satu dari 7 Mobil sport yang sudah modifikasi Pasti akan bingung memilih yang mana, sedangkan Lisin yang memiliki kesempatan untuk memilih juga bingung, sebaiknya tidak perlu memilih karena tidak ada yang biasa.


Mobil pertama Porsche 718 Cayman dengan harga sekitar 2,5 miliar.


Mobil ke dua Lamborghini Gallardo memiliki harga sekitar 5 miliar.


Mobil ke tiga Ferrari California T yang berharga sekitar 9 miliar.


Mobil ke empat Koenigsegg CCX Trevita yang memiliki harga 70 miliar.


Mobil ke lima Rolls Royce yang konon berharga 180 miliar.


Mobil ke tujuh Bugatti La Voiture Noire yang di kabarnya merupakan mobil termahal di dunia dengan banderol sekitar 262 miliar.


"Lisin pilih saja apa yang kamu suka... " Pangeran dengan bangga memamerkan mobil sport koleksinya.


Sedangkan Kinar melihatnya dengan tatapan menjijikan, menurut Kinar Pangeran ini orang yang boros dengan mengkoleksi mobil-mobil Sport namun tidak di gunakan melainkan hanya di simpan di dalam garasi.


"Pangeran apa tidak ada yang lebih murah..." Lisin yang menggunakan Sistem sangat jelas jika ke 7 mobil ini sangat mahal, Lisin bukannya tidak ingin namun jika di gunakan untuk kuliah akan menarik perhatian banyak orang.


"Lebih murah..." baik Pangeran dan Kinar sangat bingung, Jika itu orang lain pasti akan memilih yang termahal namun Lisin memilih yang termurah.


"Pelayan... kudengar ada mobil baru yang akan di gunakan untuk antar jemput tamu... " Pangeran yang terkejut kembali tenang dia sangat menghormati keputusan Lisin.


"Tunggu sebentar tuan muda... " Tak lama kemudian Mobil biru datang dari kejauhan.


"Bagaimana dengan yang ini... Nissan Skyline GT-R R34 harganya hanya 1.7 miliar awalnya akan di gunakan untuk mobil antar jemput tamu dan baru saja datang pagi tadi, jika cari yang lebih murah tidak ada lagi" Pangeran tidak berdaya menjelaskan.


"Kalau begitu aku ambil yang ini saja... "


"Bagus... Untuk mobil Mercedes benz biarkan pelayanan ku yang akan membawa ke bengkel Hengki dengan mobil derek... " Pangeran berjanji.


Lisin dan Kinar pergi menggunakan Nissan Skyline melalui gerbang besar sebelumnya, lalu melaju dengan kencang ke jalan raya kota Malang.


"Jalan saja lurus setelah lampu merah ada alun-alun Batu Malang ambil jalur kiri sekitar 1 kilometer" Kinar menjelaskan sambil memainkan ponselnya.


"Wow... Itu apel besar sekali... " Lisin kagum melihat Patung buah Apel yang sangat besar.


"Itu tugu Apel... Kota Batu Malang di kenal dengan perkebunan Apelnya... Itu semua milik keluarga ku"


"Semua perkebunan Apel..." Sebelumnya Pangeran sangat kaya Lisin bertanya-tanya seperti apa keluarga dari Pangeran, sekarang Kinar mengakui jika keluarganya pemilik perkebunan Apel.


Lisin tidak menyangka jika dua orang yang baru saja dia temui adalah anak dari dua keluarga terkaya yang ada di kota Malang.


"Berhenti... Kiri... Kiri... " Seorang polisi menghentikan Mobil yang di kendarai Lisin.


"Tolong kerja samanya Pak... kami mengadakan rajia malam, bisa turun sebentar untuk melihat surat-suratnya pak... " Lisin terpaksa turun lalu menyerahkan Surat-surat yang dia miliki.


"Surat-surat aman... sedangkan mobil normal bisa kita pergi pak polisi... " Kinar merasa tidak puas ini kali pertama dia di hentikan oleh seorang polisi.


"Maaf anda harus kami tilang... " Polisi dengan perut buncit itu melihat temannya yang ada di dalam mobil.


"Pak polisi... kesalahan apa yang kami lakukan sehingga pak polisi melakukan penilangan terhadap kami... "


"Tolong kerjasamanya Mbak... Kami baru saja mendengar jika ada Geng anak mudah melakukan balap Liar... " Polisi berkata sambil menatap Lisin.


"Pak polisi menuduh kami ikut balap Liar..." Kinar berkata dengan nada tinggi.


"Tidak... hanya saja kendaraan kalian melaju terlalu cepat yaitu 60 km/jam" Polisi itu mengeluarkan kuitansi penilangan beserta pulpen.


Sial... ini jelas penipuan, sekarang jelas jam dua pagi juga tidak ada kendaraan lain selain kendaran kami, bahkan jika 100 km/jam untuk jalan bebas hambatan tidak melanggar hukum.


Penetapan batas kecepatan ditetapkan nasional dan dinyatakan dengan rambu lalu-lintas:

__ADS_1


Paling rendah 60 (enam puluh) km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus) km/jam untuk jalan bebas hambatan.


Paling tinggi 80 (delapan puluh) km/jam untuk jalan antar kota.


Paling tinggi 50 (lima puluh) km/jam untuk kawasan perkotaan.


Paling tinggi 30 (tiga puluh) km/jam untuk kawasan permukiman.


Kedua polisi berperut buncit itu sangat tidak senang keduanya sedang melakukan olahraga malam dengan masing-masing selingkuhannya, namun ada panggilan tugas yang mendadak yaitu Penggerebekan sekumpulan anak muda yang melakukan Balapan Liar.


Dengan tidak senang keduanya menuju ke tempat kejadian bersama dengan beberapa polisi lainya, dan hasilnya tidak satupun dari pemuda yang berhasil di tangkap, semua polisi di marahi habis-habisan oleh atasan mereka, dalam perjalanan pulang kedua polisi melakukan penilangan secara tidak resmi terhadap kendaraan yang lewat guna mendapatkan uang rokok.


Tindakan seperti ini sering mereka lakukan di malam hari agar tidak ketahuan atasan mereka, sekarang ada mangsa Mobil baru tidak ada masalah dengan pemeriksaan kendaraan beserta surat-suratnya, dan itu membuat mereka berdua bingung bagaimana menjelaskan kesalahan pihak pengemudi.


Dua polisi perut buncit jelas tidak akan melepaskan si pengemudi jadi mereka menggunakan alasan kecepatan pengemudi melewati batas yang di tetapkan secara nasional.


"Kalian melanggar pasal 21 ayat 1 yang tertulis, setiap jalan memiliki kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional, Paling tinggi 50 km/jam untuk kawasan perkotaan, karena kecepatan mobil kalian 60 km/jam kami harus menilang kalian"


"Pak polisi saya ingin melihat surat perintah penilangan di kawasan ini, kalian berdua pasti melakukan penilangan secara ilegal, ini jam 2 pagi mana ada polisi yang mendapat perintah penilangan saat seperti ini... " Kinar jelas tidak menerima jika di tilang oleh polisi.


"Kalian mempertanyakan tugas saya sebagai kepolisian?"


"Pak polisi berapa yang kalian inginkan..." Lisin yang dari awal diam mendengarkan bertanya.


"Ow... kamu ingin menyuap saya... begitu" polisi itu berkata sambil tersenyum. dia sangat senang saat pengendara yang ketakutan berniat menyuap nya.


"Lisin... kita tidak salah kenapa kamu ingin menyuap polisi tidak berakhlak seperti mereka berdua" Kinar memarahi Lisin.


Sial... aku bertanya karena aku tau motif dari kedua polisi ini, kenapa kalian berpikir jika aku ingin menyuap, juga Kinar tolong dong jangan memarahi ku juga.


"Hm... jika kalian melakukan persidangan kalian bisa datang ke Kapolres kota Malang, jika ingin berdamai kalian harus sediakan uang 10 juta" Polisi itu berkata sambil tersenyum.


"Pak banyak sekali 10 juta... " Kinar sangat tidak senang walaupun dia tidak peduli dengan uang 10 juta setidaknya dia tidak ingin jika uangnya di berikan terhadap orang seperti yang ada di depannya.


"Jika kalian tidak ada uang tunai 10 juta kami akan menyita mobil kalian..."


"Sial... aku tidak bisa telpon Papa" Jika Kinar menghubungi ayahnya pasti dengan koneksi ayahnya dia bisa meringkus kedua polisi yang ada di depannya.


Namun Kinar keluar secara diam-diam jadi jika Ayahnya tahu jika dirinya keluar secara diam-diam Kinar bisa mendapatkan omelan besar dari ayahnya.


"Pak polisi... bisa bertanya nama kalian berdua" Lisin berkata dengan santai.


"Nama... Aku Arya Kamandanu dan dia Arya Dwipangga" Polisi itu menunjukkan tanda pengenal yang ada di bajunya.


"Enggah..." Lisin tersedak, sebenarnya sudah mengetahuinya dari sistem namun dia tidak percaya karena namanya mirip dengan dua karakter yang ada di sinetron laga kolosal.


"Hallo... " Lisin menggunakan ponselnya menghubungi seseorang.


Di suatu tempat Jendral tua tidur seorang diri, tidur nyenyak nya di ganggu oleh suara panggilan telepon. saat dia tau jika pihak lain adalah Lisin kemarahan menjadi kesenangan.


"Lisin... ada yang bisa di bantu... "


"Pak tua maaf jika aku mengganggu tidur mu... "


"Tidak apa-apa, kebetulan malam ini banyak tugas jadi aku bergadang hahaha... " mendengar tawa pihak lain Lisin tetap tidak percaya.


"Pak tua, jam dua pagi ini aku terkena tilang karena kecepatan 60 km/jam pada jalur bebas hambatan"


"Apa... siapa nama polisi itu dan dari kapolres mana dia jika polisi itu tidak di pecat aku akan memecat pimpinan mereka... " Jendral tua sangat kesal ini pasti ulah oknum polisi yang mencari uang rokok.


"Kapolres kota Malang, namanya Arya Kamandanu dan Arya Dwipangga... "


"Lisin tunggu beberapa menit aku akan memarahi atasan mereka... "


"Terimakasih Pak tua... " Lisin mematikan telepon, kemudian melihat dua polisi itu dengan tenang.


"Lisin siapa yang kamu telepon?" Kinar bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


"Hanya kenalan... " Lisin berkata dengan sedikit senyuman, entah kenapa Kinar percaya akan rasa aman dari Lisin.


Bersambung...


__ADS_2