Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 46


__ADS_3

"Kalian... " Lisin tidak berharap akan bertemu dengan mantan pacarnya di sini.


Lisin mengingat kembali jika selama 3 tahun dia di bodohi oleh rahayu dan hanya di manfaatkan saja. Jika di bandingkan karakter terbodoh yang ada di novel, komik, anime, atau film idiot Lisin akan menjadi sang juara dalam kelas Kebodohan karena dia percaya dengan kemunafikan seorang wanita yang baru di kenalnya melalui Facebook.


"Kamu jadi sopir sekarang... Apa kamu ingin mengejar ku lagi" Mendengar perkataan Rahayu membuat Lisin ingin menampar mantannya tersebut.


Tunggu dulu kenapa aku menganggapnya Mantan, bertemu juga belum baru kali ini kita bertemu, kemudian ke rumahnya juga belum ngapain ke rumahnya telponan aja baru satu kali saat akan putus. untuk pegang tangan, kita hanya berpacaran melalui akun Facebook mana mungkin pegang tangan apa lagi minta jatah pacar.


Sial... kamu itu bukan mantan tapi hanya orang asing yang beruntung karena mengenalku melalui akun Facebook, dan orang sial yang mengenalmu itu adalah aku.


Melihat kembali riasan tebal Rahayu itu membuat Lisin ingin muntah, jadi selama ini uang yang ku berikan ke Rahayu adalah untuk mempertebal bedak di wajahnya berapa centimeter kah itu.


"Bro berapa lama jadi supir... " Lisin kali ini melihat Pacar baru Rahayu.


Dalam panggilan pertama dan terakhir, Rahayu mengatakan jika dia bekerja di Showroom mobil jadi di sini tempatnya, dan jika bro Sultan tidak mengatakan tentang pacar baru Rahayu adalah Si Hasan ini Lisin terlalu malas jika ingin mengetahuinya.


"Ehm... Mbaknya saya tidak mengenal anda, Jadi jangan PD jika orang lain ingin mengejar mu, di antara kita adalah orang asing yang baru saja bertemu, bukan mantan pacar... Dan Mas Bro yang sempat satu kelas saat kita sekolah kejuruan, Entah aku seorang Supir atau tidak itu bukan urusanmu"


Rahayu sangat marah dia merasa jika dirinya telah di permalukan di depan pacarnya yaitu Hasan, walaupun Hasan tau jika Rahayu LDR saat Berpacaran dengan Lisin Namun Hasan tidak peduli dia hanya merasa senang menikung pacar Lisin karena dendam di masa lalu.


"Supir aja sombongnya segunung kamu bro... haaa... padahal aku berharap kamu akan marah saat tau jika pacarmu ku tikung tapi sayang sekali sepertinya kamu sudah move-on dengan cepat" Hasan hanya bisa menggeleng.


Lisin mungkin lupa namun tidak bagi Hasan, saat itu walaupun tidak terlalu akrab, Hasan pernah keluar bersama dengan Lisin. Hasan ingin menembak pujaan hatinya Cewek SMA yang bersebelahan dengan SMK dan secara kebetulan bertemu Lisin dan memintanya untuk menemaninya, namun keputusan tersebutlah yang membuat pengakuan Hasan berakhir dengan kegagalan.


Cewek SMA pujaan hatinya menolak Hasan dan lebih tertarik dengan Lisin yang hanya mengantarkannya, yang mana Lisin menolak cewek SMA tersebut dan Lisin bilang ke Hasan 'Sabar ya bro ini ujian' Bukannya terhibur jelas ini membuat Hasan semakin marah.


Ujian apanya jelas-jelas ini semua karena mu jika kamu tidak ikut datang pasti dia sudah menjadi pacarku. Hasan yang kesal karena kejadian masa lalu ingin menjatuhkan Lisin.


"Mas Lisin kenal dengan mereka... " Ratih yang keluar dari Lamborghini langsung memeluk lengan Lisin.


"Tidak... " Lisin mengangkat bahu, dia terlalu malas untuk berurusan dengan mereka berdua jadi dia berniat pergi ke Dealer Mobil Banyuwangi.


"Tunggu... " Hasan berteriak.


Hasan sangat terkejut dengan Kecantikan Ratih walaupun pakai yang di kenakan nya sangat biasa Hasan percaya jika Gadis cantik natural ini pasti pemilik mobil Lamborghini dan Lisin hanya sopir semata.


Melihat jika Lisin bisa mendapatkan Gadis cantik dan kaya raya bagaimana Hasan tidak cemburu, Di bandingkan Dengan Rahayu ini jelas seperti langit dan bumi.


"Apa lagi... " Lisin bertanya dengan kesal.


Bro... Aku hanya ingin beli mobil kemudian pergi aku tidak akan menganggu urusan kalian, walaupun aku ingin membalas si Rahayu sialan ini tapi aku terlalu malas lebih baik mengabaikannya saja.


"Bro aku tidak ingin berbicara dengan sopir aku ingin berbicara dengan gadis itu... " Hasan berkata sambil mengejek.


Ratih berkata, "Masnya... kenapa ingin berbicara denganku... "


Hanya berbicara dengan gadis cantik sederhana seperti Ratih membuat Hasan sangat bahagia apa lagi bisa memilikinya sungguh mimpi yang indah.


Jika Hasan tau Lisin menolak Ratih yang ingin mengajaknya pergi ke hotel, Hasan pasti akan membunuh Lisin di tempat, hanya orang bodoh sedunia yang menolak ajakan gadis cantik.


"Cantik bisa kita bertukar nomor Telepon... " Hasan bersikap keren Sambil mengeluarkan ponsel Oppo a37 nya.


Rahayu yang melihat jika pacarnya menggoda gadis lain sangat Marah belum lagi gadis itu milik Lisin, bukannya itu seperti mengatakan jika orang lain lebih baik darinya.


"Sayang kamu itu pacarku kenapa kamu meminta nomor dia sih... " Hasan lupa jika ada Rahayu di sampingnya.


"Kamu ini... kita sekarang putus... Aku buta jika berpacaran dengan gadis riasan tebal sepertimu, Di bandingkan dengan gadis ini kamu tidak layak di bandingkan" Hasan berfikir jika Gadis cantik sederhana ini bisa takluk dengannya itu seperti membunuh dua burung dengan satu batu.


Pertama gadis cantik ini sesuai tipenya di tambah kaya raya, kedua itu bisa membuat Lisin malu bukankah ini apa yang selama dia inginkan, Bro kamu akan tau apa itu pembalasan.


"Hasan... tegah ya kamu... kita sudah menghabiskan malam bersama tapi ini apa yang aku dapat.... " Rahayu menangis sedangkan bedak tebalnya hanyut terbawah tetesan air mata.


"Jelas-jelas kamu yang mengajakku duluan dasar wanita munafik... " Hasan mengejek dengan kesal.


"Minta nomer Telpon?... tapi Aku tidak punya nomer telpon, Mas Lisin baru memberikan Ponsel ini dan belum ada kartunya... " Ratih yang polos memperlihatkan ponsel barunya.

__ADS_1


"Ini... " Baik Hasan ataupun Rahayu yang sedang bersedih menjadi terkejut, Itu Oppo Keluaran terbaru harganya antara 5 sampai 8 jutaan, jika Lisin yang memberikannya itu berarti Lisin sangat kaya.


Kemudian melihat lagi Lamborghini yang ada di depannya keduanya menggeleng, apakah mobil ini milik Lisin itu tidak mungkin.


Hasan yang Malu tidak menyerah...


"Kalau begitu boleh berkenalan, Namaku Hasan Pemilik Showroom mobil yang ada di sana" Hasan menunjuk Gedung yang bersebelahan dengan Dealer mobil banyuwangi.


"Maaf saya tidak ingin berkenalan dengan orang lain karena takut di guna-guna seperti yang ada di sinetron-sinetron" Ratih berkata dengan polos.


Lisin yang melihat ini ingin tertawa namun di tahannya... Seperti yang di harapkan dari Ratih.


Hasan sangat malu dia sudah memamerkan Showroom mobil keluarganya jika itu wanita sekelas Rahayu mereka pasti akan tertarik, sayangnya orang itu Ratih yang sangat polos.


Rahayu melihat Lisin kembali bersemangat... dia tidak mengerti bagaimana Lisin bisa memliki mobil Sport yang jelas karena perkataan Ratih sebelumnya Rahayu mengambil kesimpulan jika Lisin pemilik Lamborghini.


Di bandingkan Hasan jelas Lisin lebih tampan dan tubuhnya di luar apa yang dia bayangkan selama ini, ini jelas sempurna, Rahayu sangat menyesal memilih Hasan ketimbang Lisin.


"Lisin... " Lisin melihat Rahayu yang memanggilnya.


"Aku minta maaf... selama tiga tahun ini kita tidak bisa melakukan apa yang seharusnya orang pacaran lakukan... kita bisa melakukan itu di hotel terdekat... Kita bisa balikan"


"Enggah... " Lisin tersedak mendengar perkataan Rahayu, melihat bedak tebal yang rusak sangat mengerikan, ini lebih membuatnya takut dari pada Genderuwo.


"Tidak... " Lisin sangat jijik dengan kedua orang yang ada di depannya, dia menarik Ratih memilih meninggalkan mereka berdua dan pergi ke Dealer mobil banyuwangi.


Melihat kepergian Lisin dan Ratih, Keduanya sangat sedih, tertekan dan malu. Rahayu hanya bisa menangis jika dia tau Lisin sangat kaya dia tidak akan memilih untuk bersama Hasan, sedangkan Hasan yang malu karena tidak dapat menaklukkan Ratih hanya bisa menyalahkan nasibnya kenapa Tuhan memberikan Lisin penampilan yang sempurna sedangkan dirinya kurang tampan.


Lisin tidak peduli dengan penyesalan keduanya, saat ini dia melihat-lihat mobil baru yang ada di Dealer mobil banyuwangi.


"Say kamu saja ya yang melayaninya" Resepsionis wanita senior itu menyuruh resepsionis wanita baru untuk melayani Lisin yang baru saja masuk.


"Baiklah... "


"Saya ingin membeli mobil terutama yang besar tipe SUV Merek apa pun boleh urusan harga tidak masalah... " Lisin berkata dengan santai.


"Tunggu sebentar ya pak... saya ambil brosur nya dulu... " Resepsionis itu dengan semangat pergi.


"Mas Lisin bukannya ingin tukar mobil yang lama kenapa ingin beli mobil baru... " Ratih bertanya dengan bingung.


"Ya lebih baik beli baru dari pada di tukar... " Lisin tidak berdaya... dapat berapa mobil baru jika Lamborghini edisi terbatas ini di tukar dengan mobil lain.


"Um... " Ratih mengangguk patuh.


Kembali ke resepsionis yang mengambil brosur, dia adalah pegawai baru jadi saat dia bertemu dengan pelanggan yang ingin membeli mobil dia sangat bersemangat.


"Say... palingan pelanggan itu nanya-nanya doang" Seniornya berkata sambil melihat Lisin Dan Ratih yang berpakaian biasa. jelas dia tidak percaya jika Lisin bisa membeli mobil.


"Say... setidaknya aku melakukan yang terbaik entah pelanggan membelinya atau tidak itu berarti bukan rezeki kita... " Resepsionis itu juga sedikit khawatir, bagaimana jika yang di katakan Seniornya itu benar.


"Ya... ya... Say semoga beruntung ya... " seniornya tertawa dalam hati.


Lisin dan Ratih mengikuti Resepsionis untuk melihat-lihat Mobil baru. Setelah berkeliling cukup lama Lisin tidak puas dengan harganya.


"Mas Lisin beli aja tu yang itu kan mirip dengan punyanya Pak Lurah... " Ratih berkata sambil menunjuk.


"Mbaknya itu adalah Kijang Innova keluaran terbaru Harganya 365 juta... " Resepsionis dengan sabar menjelaskan, dalam hatinya dia bersedih ternyata apa yang di katakan seniornya benar, pasti kedua pelanggan ini berfikir semua mobil yang ada di sini itu mahal, apa lagi Mbaknya tertarik dengan Mobil yang paling murah yaitu kijang Innova.


"Apa... 365 juta, ini mobil kok mahal... Mas Lisin kita cari di tempat lain aja di sini kemahalan kita cari yang harganya 1 sampai 5 jutaan aja... " Ratih menarik lengan Lisin.


Sial... 365 aja menurut kamu itu kemahalan bagaimana jika kamu tau mobil Lamborghini yang kamu pikir kurang bagus dari kijang Innova memiliki harga 22,5 Milyar pasti nangis kamu.


"Mbak... emang segitu harganya di tempat lain tidak ada mobil harganya 1 sampai 5 jutaan... " Resepsionis itu tidak kuat melihat pelanggan yang seperti ini.


sedangkan resepsionis senior yang melihat dari jauh tertawa dalam hatinya, Dasar orang-orang dusun kamu pikir ini mobil remote.

__ADS_1


"Ratih lihat ini... " Melihat brosur yang ada di tangan Lisin Ratih ketakutan sepeti melihat hantu.


Dalam brosur tersebut adalah tipe SUV Kijang Innova tidak di antaranya.


Audi Q7 - Rp 1,9 miliyar


Mercedes Benz GL 400 - Rp 1,5 miliyar


New Lexus RX350 - Rp 1,6 miliyar


Range Rover Evoque - Rp 1,6 miliyar


Ini semua adalah jenis mobil SUV sesuai permintaan dari Lisin sedangkan Kijang Innova dan jenis mobil lainya belum termasuk di dalamnya.


"M-mas Lisin Ingin membeli mobil mahal ini mas... " Ratih kembali tenang kemudian bertanya.


"Ya... benar hanya saja harga ini terlalu murah Mas Lisin cari yang harganya 10 Milyar" Lisin hanya ingin menyelesaikan tugas sistem dengan cara membeli mobil namun tidak ada kendaraan yang harganya 10 Milyar.


Jika Lisin ingin membeli mobil 10 unit mobil mungkin bisa menyelesaikan tugas sistem namun buat apa mobil banyak dia hanya ingin beli satu aja.


"Sial... kurang 30 menit lagi dari waktu yang di berikan sistem... " Lisin mengeluh saat melihat jam dinding yang ada di tengah ruangan.


"Gimana Mas dan Mbaknya jadi beli yang mana... " Resepsionis itu tidak percaya jika semua mobil yang dia tawarkan di katakan murah, bukannya tidak percaya namun sulit untuk percaya.


"Kamu resepsionis baru apa kamu mengalami kesulitan?... " Seorang pria paruh baya mendatangi mereka bertiga.


"Bos... Ini Mas dan Mbaknya ingin mencari mobil tipe SUV namun harganya kurang mahal... " resepsionis itu menjelaskan dengan jujur.


"Apa... " Si Bos sangat terkejut kemudian menerima brosur dari resepsionis dan dia tau jika tidak ada yang salah dengan karyawannya itu berati ada yang salah dengan si pelanggan.


Jika itu bos lain pasti akan mengusir Lisin dan Ratih mengingat pakaian yang di kenakan nya namun tidak jika itu dirinya, dia sudah menjadi bos puluhan tahun jadi tau mana orang yang berbohong atau tidak.


Kesannya saat melihat Lisin bukanlah pemuda biasa lalu melihat Lamborghini di luar matanya langsung menyalah, Ini Edisi terbatas satu-satunya di Indonesia. Si Bos sekarang yakin jika Pemuda ini memang punya uang.


"Kamu tinggalkan pelanggan ini kepadaku... " resepsionis itu langsung pergi.


"Dengan bapak siapa?"


"Lisin... " si Bos mencari dalam ingatannya namun tidak dapat menemukan Anak Sultan dari mana Lisin Ini.


"Bapak Lisin ini adalah mobil Lamborghini tipe SUV terbaru dari pabrikan Itali, Namun harganya hanya 8,5 Milyar... Lamborghini Urus sebenarnya tidak di jual, karena ini baru keluar jadi Mobil ini akan di gunakan sebagai pameran selama satu minggu yang bertepatan Dengan launching di Indonesia"


Lisin Mengikuti Si Bos Dealer ke gudang penyimpanan Dan melihat Mobil Lamborghini Urus berwarna kuning namun kurang puas dengan harganya.


Sial... kenapa tidak 10 Milyar.


Spesifikasi Lamborghini Urus:


Kapasitas Tempat Duduk 5 Kursi.


Jumlah Pintu 5.


Kapasitas Tangki Bahan Bakar (liter) 85 L.


Tinggi 1638 mm.


Kapasitas Bagasi 616 L.


Berat bersih 2200 kg.


Panjang 5112 mm.


Jarak Sumbu Roda 3003 mm.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2