
Lisin sedikit termenung sambil merasa bersalah kepada Mimin.
Saat ini Lisin memikirkan tentang siapa Nengah dan dilihat dari penjelasan Mimin, sangat jelas jika pihak lain adalah seorang bajingan.
Lisin kembali tenang dirinya pasti memberikan pelajaran terhadap Nengah namun tidak sekarang. Lisin akan fokus untuk membantu Mimin sekaligus menyelesaikan tugas dari sistem.
"Bro... untuk sekarang apa yang akan kamu lakukan?..." Lisin bertanya sambil mencari ide agar Mimin menerima bantuan darinya.
"Seperti sebelumnya aku akan jualan nasi goreng di dekat jalan raya Thamrin..." Mimin menjawab dengan jujur.
"Bro... sebenarnya aku ingin membantumu..." Lisin berterus terang.
"Tidak, Bro... kamu sudah terlalu banyak membantuku... Aku tidak bisa membalas mu dengan memberikan imbalan..." Mimin dengan serius menolak.
"Bro, kamu lihat istrimu... apakah kamu tidak ingin memiliki tempat yang lebih baik dan penghasilan yang melimpah untuknya" Lisin mencoba untuk memancing Mimin kedalam perangkapnya.
"Bro, aku tau apa yang kamu maksudkan... hanya saja, Aku tidak tau harus berbuat apa lagi... jualan nasi goreng adalah satu-satunya yang bisa aku lakukan..." Mimin berkata dengan tertekan.
"Mas Lisin, walaupun kita tidak berkecukupan setidaknya kita masih bisa berusaha... dan kami tidak ingin terus merepotkan Mas Lisin" Juleha yang dari awal terdiam angkat bicara.
"Kalian salah paham... sebenarnya aku ingin membuka rumah makan dan secara kebetulan membutuhkan seorang karyawan... Apakah kalian berdua tertarik berkerja denganku?..."
Keduanya terdiam karena merasa tidak bisa berkata-kata.
Sangat jelas jika membuka tempat usaha tidaklah murah, Dan Mimin tidak menyangka jika temannya yang cukup biasa akan memiliki banyak uang.
Mimin mengingat kembali saat dirinya dan Lisin bertemu di dalam pesawat jelas di luar negeri Los Angeles, Jelas Lisin tidak mendapatkan tiket liburan dengan cuma-cuma. pasti Lisin memiliki bisnis tertentu sehingga membuatnya kaya.
"Baiklah bro... Kita akan melakukan kerja sama, kamu dengan uangmu aku dengan tenaga dan waktu ku..." Mimin berkata dengan tersenyum.
Sepertinya memiliki teman sebaik Lisin adalah anugerah yang di berikan Tuhan kepada dirinya.
Sebelum bertemu dengan Lisin di pesawat, Mimin bertemu dengan berbagai macam orang. baik itu teman lama atau pun teman baru, bahkan saudara jauh atau dekat dirinya.
Setelah jatuh kedalam keterpurukan di dalam kehidupan yang cukup keras, di tambah tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Mimin berusaha mencari pekerjaan melalui kerabat dan beberapa teman lainnya.
Hasilnya seperti apa yang sudah terjadi, baik itu teman, kerabat semuanya orang seolah menutup mata mereka, Inilah Alasan mengapa Mimin membuka bisnis nasi goreng di jakarta.
Kemudian dengan masalah yang cukup memalukan untuk dirinya yaitu bagian bawah tidak normal, Mimin berniat mencari seseorang untuk menghamili istrinya, mungkin ini terdengar bodoh dan sulit untuk dipercaya.
Namun inilah kebenarannya, Mimin menyesal karena dirinya kecanduan bermain sabun sambil menonton film jav tante Anri. Mimin menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berguna menjadi suami.
Di saat dirinya membutuhkan teman yang bersedia untuk menghamili istrinya, tanpa perlu di katakan. teman-temannya berdatangan seperti ngengat mendekati nyala api.
Teman yang sebelumnya menutup mata di saat dirinya susah, kini berbondong-bondong merayu Mimin agar bisa menghamili istrinya. apa lagi teman Mimin yang jomblo akut, hanya melihat kecantikan istri Mimin mereka pingsan karena bahagia.
Apakah Mimin akan percaya dengan teman seperti ini? Bajingan yang datang jika itu menguntungkan dan pergi jika itu merugikan.
__ADS_1
Jelas Mimin menolak mereka semua, Mimin percaya jika dirinya bisa sembuh dengan melakukan pengobatan ke luar negri. namun harapannya sirna di saat dokter luar negeri tidak bisa berbuat apa-apa, juga uang yang sudah dirinya habiskan untuk perjalanan ke luar negeri dan biaya pengobatan tidak menuai hasil apapun.
Mimin hanya mendapatkan kata-kata klasik dari dokter luar negeri ataupun dokter ikan terbang yaitu, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin.
Orang yang sakit setelah mendengar kata-kata dokter ikan terbang akan langsung istirahat dengan tenang, sungguh dokter yang luar biasa.
Sungguh kata-kata yang sangat menghibur dan juga di penuhi dengan makna yang mendalam. sudah menghabiskan banyak uang dan waktu hasilnya, hanya ucapan Kami sudah berusaha semaksimal mungkin.
Saat Mimin dalam perjalanan pulang dari luar negeri, dirinya tidak berharap bertemu dengan seorang kenalan lama yaitu Lisin.
Mimin masih ingat jika Lisin polos dan tidak mengigit, juga dia terlihat belum berubah dengan saat terakhir bertemu, walaupun sekarang Lisin memiliki tubuh kekar di bandingkan dulu yang kurus.
Mimin hanya bisa meminta bantuan kepada Lisin untuk menghamili istrinya dari pada temannya yang lainnya. Namun siapa yang menduga jika Lisin menolak menghamili istrinya.
Apa yang salah apakah selama ini Lisin kelainan...
Ternyata bukan seperti itu, Lisin jauh lebih baik dari teman Mimin lainya. Lisin tanpa berkedip atau berpikir dua kali membantu dirinya untuk melunasi tunggakan uang kos, hal yang lebih mengejutkan berikutnya Lisin dapat menyembuhkan kelainan bagian bawah miliknya, Mimin hanya bisa berterima kasih tanpa bisa memberikan imbalan yang setimpal.
Sekarang Jelas Lisin ingin membantu bisnis nasi goreng miliknya dan itu membuat Mimin kesulitan untuk menolak. Menurut Mimin Lisin adalah teman terbaik yang di miliknya, Karena tanpa memikirkan timbal balik, Lisin dengan tulus membantu dirinya.
Apakah semua temannya yang lain ada yang seperti Lisin? jelas tidak, apa lagi untuk mereka yang Jomblo pasti akan mengincar istrinya, sungguh teman makan teman.
"Baiklah... pertama aku akan melihat hasil nasi goreng olahan kalian..." Lisin tersenyum, jelas inilah yang dia tunggu.
Lisin ingin merasakan rasa nasi goreng buatan Mimin...
"Silakan..."
"Ok..."
Lisin melihat kedua pasutri, Mimin dan Juleha yang sangat gugup, apa lagi saat Lisin hendak memasukkan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya. keduanya melihat tindakan Lisin sambil menelan ludah masing-masing.
Sial... ada apa dengan kalian, apakah kamu pikir ini acara master chef Indonesia dan aku menjadi pengganti chef Juna, chef Arnold atau chef Renata.
Setelah memasukkan sesuap nasi goreng kedalam mulutnya Lisin langsung meletakan sendok yang ada di tangannya.
"Rasanya..."
Mimin dan istrinya menunggu perkataan Lisin berikutnya dengan gugup. bahkan suara detakan jantung Mimin dapat di dengar dan ada suara hati istri milik Juleha.
"Baiklah aku akan jujur... pasti tempat usaha kalian cukup sepi dan orang yang makan nasi goreng ini, tidak akan kembali lagi..." Lisin sebenarnya mengatakan jika rasa nasi goreng kurang sesuatu namun dengan cara halus.
"Bro, seperti katamu..." Mimin dan istrinya mengakui dengan jujur.
"Bisakah aku menggunakan dapur kalian... Aku akan membuat nasi goreng juga..." Lisin langsung menuju dapur.
Kesan pertama Lisin saat berada di dapur hanya bisa mengangguk, walaupun dapurnya kecil dan sederhana yang jelas sangat bersih dan ini sebuah nilai lebih untuk masakan.
__ADS_1
Seenak apapun masakan seseorang jika bagian dapurnya kotor maka akan mengurangi nilai dari masakan itu sendiri.
"Sistem gunakan keterampilan memasak super..." Sebenarnya saat mendapatkan keterampilan memasak super Lisin tidak terlalu peduli dan sekarang hanya bisa bersyukur.
(Ding..)
(Keterampilan memasak super berhasil di kuasai)
(Tuan rumah dapat memasak segala masakan yang ada di dunia dan juga membuat eksperimen masakan jenis baru)
Lisin langsung memiliki semua jenis keahlian memasak apapun.
Dalam selusin menit ke depan, Lisin memasak dua piring nasi goreng dan dengan cepat meletakkannya di depan Mimin dan juga istrinya.
"Silakan menikmati..."
"Ok..."
Baik Mimin dan juga istrinya tanpa sadar tergiur, terutama saat menghirup aroma nasi goreng yang baru saja selesai Lisin buat.
Nasi goreng memiliki penampilan yang sama dengan nasi goreng pada umumnya, namun entah kenapa itu membuat keduanya merasakan rasa lapar yang kuat.
Keduanya dengan cepat memasukkan satu sendok nasi goreng di ikuti kedua, ketiga lalu selusin sendok nasi goreng dan dengan cepat nasi goreng di atas permukaan piring lenyap seketika.
"Enak... Bro, aku tidak menyangka kamu sangat jenius memasak nasi goreng, di bandingkan dengan nasi goreng buatan ku seperti langit dan bumi..." Mimin dengan semangat berkata lalu dengan cepat bersedih saat melihat nasi gorengnya sendiri.
"Benar... aku belum pernah merasakan rasa nasi goreng yang seenak ini..." Juleha tidak bisa menyembunyikan perasaan setelah memakan nasi goreng.
Apa yang keduanya rasakan adalah rasanya yang enak, rendah minyak seolah nasi goreng tanpa minyak, tekstur nasi yang begitu lembut terutama membuat ketagihan lagi dan lagi.
Keduanya memiliki pertanyaan. Apakah nasi goreng ini dimasak dengan bahan yang sama yang ada di dapur belakang?
Nasi goreng jika di makan meningkatkan rasa lapar itulah yang di rasakan keduanya, jika nasi goreng seperti ini di jual bukankah satu orang tidak hanya beli satu melainkan beli selusin, lalu berapa omset pendapatan jika ada seratus orang yang membeli.
Membayangkan saja membuat keduanya bersemangat.
"Bro, Apakah aku bisa membuat nasi goreng seenak ini?..." Mimin bertanya dengan gugup.
"Tentu saja Aku akan mengajari kalian sampai kalian bisa membuat nasi goreng yang sangat enak dan membuat omset ratusan juta..." Walaupun didepan Lisin ratusan juta hanya sebuah angka namun tidak untuk Mimin dan juga istrinya.
"Aku akan membuat nasi goreng yang terkenal di seluruh indonesia tidak tapi di seluruh dunia..." Lisin berkata dengan serius.
Bersambung...
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN dengan skill ONE PUNCH MAN episode ke 23"
*Terimakasih.
__ADS_1