
Mobil BMW melaju dengan kecepatan tinggi, kendaraan apapun yang ada di depan aku terabaikan.
Pan Ju yang duduk di sebelah Lisin bergetar ketakutan. dia tidak pernah takut jika berurusan dengan dengan kecepatan, namun kali ini berbeda. Jika kamu berfikir ini suting film fast furious maka kalian salah besar. ini bukan efek khusus ataupun aksi - aksi yang memiliki keamanan yang terjaga, melainkan pengemudi gila.
"Aaaaa..."
Pan Ju memiliki jantung hampir copot. itu karena selain mengejutkan layaknya film horor, sensasi berkendara seperti ini akan membuat siapapun akan trauma.
Akhirnya Pan Ju bisa bernafas dengan lega, saat Mobil BMW berhenti di depan restoran milik keluarga Mo.
Nampak dari luar, restoran tersebut cukup biasa, namun memiliki area bawah tanah yang biasa digunakan sebagai bisnis prostitusi.
Lisin keluar dari mobil kemudian dengan cepat mengikuti rute alternatif yang Pan Ju katakan.
Tepat saat Lisin menghilang di kejauhan, Pan Ju dapat melihat rombongan mobil polisi yang datang dari kejauhan. Salah satu pengemudinya adalah polisi wanita yang berselisih dengan Lisin sebenarnya. Entah berkah atau musibah, sepertinya Lisin ini diikuti oleh nasib buruk.
.....
Sedangkan itu, di dalam sebuah ruangan dengan pencahayaan merah terang. Di iringi oleh musik yang mengantarkan suasana riang.
Siapapun yang akan memiliki masalah akan terabaikan, mulai dari kredit kipas angin, masalah panu membandel dan lain sebagainya. Selama kaum laki - laki mendatangi tempat yang satu ini pasti akan sangat bahagia. Apalagi yang suram karena memiliki beban kehidupan pastinya akan sirna dan digantikan menjadi sukacita.
Benar, tempat tersebut adalah pelayanan prostitusi. selama kalian memiliki banyak uang kalian di sarankan mengunjungi tempat yang satu ini. juga di wajibkan untuk membawa pasangan masing - masing.
Kesampingkan hal yang kurang penting, saat ini terdapat seorang kakek tua yang selalu mengunjungi tempat prostitusi untuk menemukan cucunya yang hilang. pada ruangan tersebut.
Tentunya hal tersebut hanyalah kedok, walaupun sudah lanjut usia. dia sangat bersemangat dalam mengunjungi tempat - tempat prostitusi.
Kakek Su Gio adalah warga negara yang taat hukum dan rajin membayar pajak. Saat ini dia mencuri waktu di saat istrinya tertidur, pria tua bernama Su Gio ini tidak ketinggalan untuk melakukan Ceck-in.
Kakek Su Gio cukup bersedih, karena istrinya sudah tidak bergairah seperti saat malam - malam pernikahan, kini di usianya 80 tahun. Kakek Su Gio lebih memilih tempat prostitusi untuk menemukan tujuan hidup. Tawaran main film sudah dirinya abaikan karena terlalu memaksakan tubuhnya yang sudah tua.
Di tambah, Shanghai Foot Spa harus ditutup pihak polisi belum lama ini. membuta Kakek Su Gio menemukan tempat lainnya. Siapa sangka dirinya akan bertemu Wanita mudah yang terlihat seperti cucunya yang telah lama hilang.
Akhirnya setelah puluhan tahun, dia merawat cucunya tersebut akan di pertemukan kembali. Cucu yang berbakti yang selalu dia inginkan akhirnya tepat berada di depannya. Walaupun harus mengeluarkan uang lebih banyak dari biasanya, Kakek Su Gio rela mengeluarkan uang hanya karena ingin dekat dengan wanita yang mirip dengan cucunya tersebut.
Wanita kurang beruntung karena mirip dengan cucunya kakek Su Gio adalah Wang Xia yang baru saja di datangkan langsung dari chanel sebelah.
Wang Xia tidak berharap jika sosok pria tua yang seharusnya tinggal di panti jompo akan memesan dirinya. Sirna harapannya untuk memiliki pria yang akan menjadi suaminya. Sekarang karena dia sudah di pesan maka tidak ada pilihan lain selain melakukannya.
__ADS_1
Dalam hati kecilnya, Wang Xia berharap bisa melakukannya dengan Lisin yang sekarang berada di kantor kepolisian. Entah kemana jalan hidupnya di masa depan. dia hanya perlu melayani kakek Su Gio yang ada di depannya.
"Cu... Cucu kakek..."
Dengan semangat juang yang tinggi, Kakek Su Gio melepaskan pakaiannya. dia sangat menyukai saat - saat cucunya tersebut memandikan dirinya. Hanya saja sebelum hal tersebut terjadi Suara ledakan terjadi.
"Duar..."
Wang Xia yang gugup menjadi terkejut, sedangkan Kakek Su Gio yang sangat menantikan momen yang di tunggu - tunggu terdiam.
Seorang pemuda tampan yang menghancurkan pintu kamar mereka tidak lain adalah Lisin. saat ini dia menjadi lega setelah menemukan keberadaan Wang Xia yang belum ternodai oleh Pelanggan.
Lisin langsung mendekati Kakek Su Gio dan membuatnya pingsan di tempat. kakek - kakek nakal yang satu ini memang layak mendapatkannya. sudah tua bikin iri kaum jomblo, bagaimana tidak membuat orang lain kesal.
"Li Shin..."
Wang Xia memanggil namanya, kemudian berlari dan memeluk Lisin dengan erat. tentunya Semangka kenyal miliknya tidak terhindarkan bersentuhan dengan Lisin.
Mantap!
"Wang Xia... Kamu tidak apa?..."
Lisin tersenyum sambil menikmati momen kenyal - kenyal tersebut, "Aku memiliki cara yang tidak bisa aku katakan. Yang jelas aku akan menempati janjiku kepadamu..."
Wang Xia langsung menitihkan air mata, walaupun hanya janji lisan. kedatangan Lisin sudah membuatnya bahagia. Apa lagi jika Lisin benar - benar bisa menyelesaikan hutang keluarganya dengan keluarga Mo.
Lisin melihat kearah Kakek Su Gio yang tergeletak dengan menggelengkan kepala. Kemudian melihat lagi Wang Xia, "Kamu tidak meminum minuman aneh kan..."
Yang Lisin maksud adalah Afrodisiak, tentunya Wang Xia menyadari apa yang Lisin maksudkan. Dia memiliki wajah merah merona, namun sayangnya dia tidak meminumnya.
"Aku tidak meminum hal seperti itu..." Jawab Wang Xia dengan malu.
Tidak meminum! Sayang sekalian pahlawan kita yang menyelamatkan keindahan harus bersabar dalam menjalankan kehidupan yang menyedihkan.
Padahal Lisin berharap jika Wang Xia meminum Afrodisiak dan dirinya akan menyerahkan sisanya kepada Joni agung untuk menyembuhkan Wang Xia.
"Kakak Li Shin, apakah ada masalah?..."
"Tidak... Bukan apa - apa, Aku hanya khawatir saja dengan kamu..."
Lisin tersenyum, sedangkan Wang Xia nampak kecewa. sepertinya dirinya harus meminum Afrodisiak agar Penyelamatan yang Lisin lakukan lebih afdol dan lebih mendalami perannya.
__ADS_1
Lisin semakin kesal, sudah tidak mendapatkan jatah di tambah ponselnya berbunyi.
"Halo, Pan Ju..."
"Tuan Li, Kepolisian melakukan penggerebekan disini, untuk itu anda harus cepat - cepat pergi dari sana..."
Polisi!
Mendengar kata Polisi mengingatkan Lisin dengan polisi wanita Rong Yue. benar dirinya belum melakukan balas dendam terhadapnya.
Lupakan saja, mungkin lain waktu. Lisin menyuruh Pan Ju agar pergi lebih awal jika tidak dia akan tertangkap kepolisian. kemudian Lisin langsung mematikan ponselnya.
"Wang Xia, Kepolisian akan datang sekarang kamu sudah aman..."
"Terima kasih, Atas bantuannya..."
Wang Xia sangat bersyukur, ternyata Lisin benar - benar menepati janjinya. Awalnya dia berfikir jika Lisin hanya membual dan bisa berbohong dengan mudah. namun sekarang berbeda kekhawatirannya sirna begitu saja.
"Baiklah, Aku harus pergi..."
Lisin dengan menyesal harus meninggalkan Wang Xia yang sudah aman.
.....
Di luar Restoran yang hanya menjadi kedok namun sejatinya adalah tempat prostitusi.
Puluhan pihak kepolisian langsung melakukan penggerebekan dengan cepat memberantas semua pelanggan dan pekerja prostitusi. Untuk beberapa wanita seperti Wang Xia dan beberapa wanita lainnya hanya menjadi korban kasus penculikan selebihnya akan langsung di bawah kekantor kepolisian guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Lisin pergi dengan aman menggunakan jalur alternatif, Namun dia tidak berharap setelah melalui jalur tersebut dirinya akan bertemu dengan seorang polisi wanita.
"Sepertinya, Kamu ingin di tangkap lagi..."
Rong Yue tidak melakukan penyergapan secara langsung, karena dia masih galau karena ciuman pertamanya hilang begitu saja. untuk itu dirinya terlalu malas untuk tugas malam ini.
Saat dirinya sedang asik menunggu, dia melihat Lisin yang baru saja keluar dari jalur alternatif yang cukup tersembunyi.
"Kamu lagi..."
Lisin hanya bisa mendesah Karena bertemu dengan Rong Yue lagi.
Bersambung...
__ADS_1