
Lisin tidak peduli dengan apa yang di alami Pasha dan Bibinya, dia juga sudah menyuruh Pak Manajer untuk mengurus masalah yang Lisin tinggalkan.
"Apakah kamu khawatir dengan mereka berdua?" Lisin bertanya sambil mengemudi pelan.
"Tidak juga... Bude selalu seperti itu, ku harap pelajaran ini dapat membuka kedua matanya... "
"Oh ya... kamu anak mana?" Lisin bertanya.
"Aku anak malang dan di bali udah 3 bulan kerja" Siska saat ini masih dalam kejutan besar, dia tidak menyangka jika orang yang dia anggap sebagai Mas ojol teryata Bosnya di perusahaan, dan itu membuat hatinya gelisah.
"Aku anak Banyuwangi... Kamu malang mana? " Lisin menjawab jujur.
"Aku malang Batu Bos... " Suasana di dalam Lamborghini menjadi canggung.
"Jangan panggil aku Bos... Panggil saja seperti sebelumnya... "
"Kalau begitu Pak Lisin Terima Kasih atas Bantuannya... Aku tidak menyangka jika kamu adalah Bos di tempatku kerja... ku kira kamu hanya Mas ojol" Siska berterima kasih dengan tulus.
"Jadi tukang ojol hanya iseng... Apakah hanya terimakasih aja ni..." Lisin mencoba memecah kecanggungan di dalam mobil.
"ini... " Siska tidak mengerti pemikiran Seorang Bos perusahaan, dia kaya banyak uang ada mobil sport dan kenapa hanya iseng jadi tukang ojol.
"Pak Lisin ingin apa dari Siska? pak lisin tidak ingin hal yang macam-macam kan... " Siska bertanya dengan waspada.
Sial... ini si Siska kenapa kamu berpikir aku meminta begituan... ada banyak hal yang bisa di berikan sebagai tanda terimakasih seperti di beliin permen kek atau sesuap nasi padang, juga traktir es dawet kenapa mikirnya ke sono apa tampang ku ingin meminta begituan.
"Ehm... Siapa juga yang ingin macam-macam, kalau begitu anterin beli HP baru ya... apakah kamu punya tempat rekomendasi?" Lisin merasa harus ganti Ponselnya karena posenya sudah menemaninya cukup lama dan terkadang suka error ketika di gunakan.
"Kalau begitu bapak bisa pergi Ke Seluler Word itu salah satu Pusat pembelanjaan Ponsel terbesar di Bali... " Siska menyarankan.
"Langsung saja kita ke sana... " Lisin berniat mencari jalan untuk putar arah, Sial aku tidak tau di mana itu.
"Pak Lisin... karena kita ke arah nusa dua bapak bisa langsung lewat Tol Mandara ambil jalur kirim itu cukup dekat dengan jalan Tengku Umar" Lisin mengikuti arahan yang Siska berikan.
Ni Siska kenapa dari tadi panggil aku Pak terus si apa aku seperti bapak-bapak.
"Siska jangan lah panggil saya Pak panggil saja Mas seperti sebelumnya... "
"Iya Mas Lisin... "
Tak perlu waktu lama Lamborghini dengan cepat melewati Jalan Tol Mandara kemudian sampai ke tempat tujuan, Seluler Word saat ini cukup meriah belum lagi ada banya promo besar-besaran, Musik dapat di dengar dari tempat parkir.
Keberadaan Lamborghini menarik perhatian semua orang, Lisin yang tidak peduli dengan Jeritan wanita kelaparan membawa Siska dari kerumunan menuju ke tempat pembelian ponsel.
"Mas Lisin ingin membeli yang mana?... Apakah ada Brand yang udah menjadi pilihan"
"Aku tidak begitu mengerti beli saja yang fiturnya komplit untuk masalah harga tidak masalah mahal atau murah..." Dalam Seluler Word banyak sekali Brand HP dari yang paling murah hingga yang termahal.
Ada Vivo, Oppo, Samsung, Xiaomi, Realme, IPhone, Asus, Lonovo, Infinix, Huawei, dan masih banyak lagi Brand HP seperti Nokia yang cukup tenggelam di pasaran.
"Kalau begitu... Mas Lisin Kita Lihat dulu Oppo ada produk keluaran terbaru Oppo Reno 6 yang katanya udah 5G..." Tatapan Siska cukup tertarik dengannya di bandingan dengan Oppo a37 yang dia punya itu sudah ketinggalan warna.
"Kamu Siska kan kamu ingin beli HP apa? " Seorang pria dengan stelan rapi menghampiri Lisin Dan Siska.
"Mas Paijo... " Siska tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu pengejar.
__ADS_1
"Siska aku belikan Oppo Reno 6 yah... asalkan kamu mau jadi pacar aku... "
Siapa si... Magrib ini kenapa main nyelonong aja, jelas-jelas ada aku yang menemaninya. mau beliin HP segala emang aku tidak bisa membelikan Siska.
Magrib sebutan untuk si kulit gelap.
"Mas Paijo tidak usah... Aku menemani pacar aku beli HP baru... " Siska berinisiatif memeluk lengan Lisin.
"Pacar... " tatapan Paijo melihat ke arah Lisin Lalu melihat pakaian yang di ke kenakan.
"Ini pacar kamu... Ya ampun Siska pasti kamu kena guna-guna kamu lihat apa yang dia kenakan... jam tangan saja tidak punya ingin beli HP segala apa pacar kamu bisa beliin kamu Hp baru... " Paijo sangat puas menghina Lisin, hatinya sangat sakit saat melihat gadis pujaan hatinya sudah memiliki pacar.
Sekarang dia bekerja di Seluler Word dengan upah bulanan 4juta, orang lain pasti sangat iri dengannya.
"Bro kalo ngomong sopan dikit napa... kamu belum pernah tau jika HP ini bisa masuk di dalam perut kamu" Lisin sangat marah niatnya ingin beli HP baru jadi kurang semangat.
Bikin kesel aja ya si... Magrib ini apa perlu gue borong seluruh Brand HP di tempat ini, sepertinya kulit gelapnya menjadikannya buta warna.
"Begini ya Bro... saya berbicara fakta di sini... orang kampung seperi kamu pasti bisanya beli HP yang nominalnya di bawah 1juta... Sedangkan Oppo Reno 6 ini varian termurah aja 5juta apa lagi varian termahal yang udah 5G itu seharga 8jutaan"
"Cukup Mas Paijo... Jangan Menghina Mas Lisin lagi" Siska berteriak kesal membuat orang-orang di sekitarnya menatap mereka.
"Ada apa itu... "
"Sepertinya ada yang bertengkar... "
"Ya... sepertinya ada anak dusun yang ingin beli HP tapi tidak punya uang... "
"Sepertinya di sini hanya liat-liat aja tidak beli... "
Melihat Orang sekeliling yang membuat suasana semakin memanas Siska semakin tertekan. Dia melihat ke arah Lisin Dan menyalahkan dirinya sendiri karena memilih tempat ini sebagai tujuannya untuk membeli ponsel.
"Udahlah putus saja dengannya dan jadilah pacarku... " Paijo tidak membiarkan kesempatan pergi begitu saja.
"Mas Paijo aku tidak akan putus dengan Mas Lisin hanya karena HP semata dan keputusanku yang selama ini terus-menerus menolak mu adalah tepat karena sekarang aku tau sifat Asli mu begitu sombong, ingatlah masih ada langit di atas langit" Siska mencaci maki Paijo di depan semua orang.
"Bro... dukun mana yang kamu gunakan ampuh banget... " salah satu karyawan sekaligus teman Paijo bertanya ke arah Lisin.
Dukun... Emang sialan semua karyawan di tempat ini siapa juga yang menggunakan guna-guna, Siska juga bukannya kita sedang pacaran palsu kenapa kamu begitu mendalami peranmu, baiklah aku juga akan mendalami peranku.
"Apa kalian buta mana ada istilah dukun, dia dan aku berpacaran murni karena cinta suci, Tuhan akan menyatukan kita berdua walaupun seribu rintangan" Lisin mengulurkan lengannya memeluk Siska dengan erat, Siska dapat merasakan bau bandan Lisin begitu juga sebaliknya Lisin bisa merasakan wewangian yang digunakan Siska.
Sontak pemandangan ini membuat Paijo semakin marah banyak orang yang melihatnya hanya bisa iri dan cemburu.
Siska melihat Lisin dengan wajah memerah, Mas Lisin kenapa kamu memeluk ku...
Lisin juga melihat Siska, Maaf Siska bukan maksud ku mencari kesempatan dalam kesempitan ini demi nominasi Oscar sebagai pasangan terbaik.
"Siska kenapa kamu tidak mendengarkan ku jelas-jelas kamu suka dengan HP ini pacar kamu mana bisa membelinya... " Paijo berkata dengan marah.
"Mas Lisin tidak bisa membelinya? bahkan jika Mas Lisin membeli tempat ini Siska masih percaya" Semua orang tertawa mendengar ini. Sungguh pasangan yang lucu pasti akan memenangkan Piala Oscar sebagai pasangan terlucu.
"Siska sepertinya aku memang harus membeli tempat ini... " Bukannya Lisin tidak bisa, hanya saja dia ingin satu ponsel untuk dirinya sendiri dan ponsel lain untuk Siska sebagai hadiah, buat apa membeli Toko Seluler word.
"Tidak perlu Mas Lisin masih banyak tempat untuk membeli HP di tempat lain... " mendengar ini suara tawa semakin jelas.
__ADS_1
Siska menarik Lengan Lisin meninggalkan Seluler word di bawah tatapan semua orang yang menertawakannya.
"Kenapa kita tidak beli saja tempat ini... Aku bisa memberi mu HP yang sebelumnya kamu sukai" Lisin bertanya sekali lagi.
"Aku tidak tertarik sekarang... " Siska berkata malu-malu.
"Kalau begitu aku harus menunda untuk mengganti Ponsel Baru... " Seorang kenalan datang Menghampiri Lisin di tempat parkir.
"Dokter Lisin aku melihat mobil mu dan ternyata benar itu kamu... " Orang tua ini adalah Pak Sudra yang sebelumnya memiliki masalah dengan genderuwo.
"Pak Sudra aku tidak menyangka kita bertemu secara kebetulan seperti ini, bagaimana kabar istrinya pak Sudra? " Lisin bertanya dengan nostalgia dia mengingat Si genderuwo yang samawa dengan mbak kunti.
"Hahaha... semua berkat Dokter Lisin, sekarang istriku sudah bisa aktivasi kembali, pohon beringin sudah di tebang, banyak pelayan dan supir lamaku kembali bekerja" Sudra sangat bahagia sekarang beban di pundaknya menghilang karena pertolongan Lisin.
"Kenapa kalian di tempat parkir kenapa kalian tidak masuk pilih saja ponsel yang kalian suka aku akan memberikan untuk Dokter Lisin dan juga pacarnya" Sudra tidak tau apa yang terjadi di dalam karena dia baru saja datang.
Siska sangat terkejut ternyata pak tua yang menyanjung pacar palsunya ternyata pemilik dari Toko Seluler word, seperti yang di harapkan dari Bosnya.
"Sepertinya aku harus menolak yang satu ini... " Dari nada kecewa Lisin, Pak Sudra dapat merasakan perasaan Dejavu, ini mirip dengan apa yang terjadi di Discovery Shopping Mall.
"Katakan Saja dokter Lisin aku akan memecat orang itu... " Pak Sudra sangat marah, Lisin sekarang dermawan nya yang sangat dia kagumi namun karyawan di tokohnya menyinggung Lisin bagaimana dia tidak marah.
"Pak Sudra bisa berbicara ke karyawan Seluler word, aku ada kepentingan yang harus ku selesaikan... " Pas Sudra tidak bisa tenang dia berniat menghentikan kepergian Lisin namun Lisin Memilih pergi dengan pacarnya menggunakan Lamborghini.
"Satpam usir para pengunjung sekarang..." Pak Sudra dengan Marah pergi ke kantornya.
Semua pengunjung sangat bingung kenapa harus di suruh pergi, mereka semua ingin membeli ponsel dan ketika mereka sudah bertemu dengan ponsel tersebut eh tidak boleh di beli bagaimana mereka tidak sedih.
Pak Sudra menahan Amarahnya dia mengumpulkan semua karyawan seluler word di kantornya. Malam ini Seluler word tutup sementara.
"Apakah kalian tau kenapa kalian ku kumpulan di sini semua? " Sudra berkata pelan.
"Tidak Bos... " Semua karyawan kebingungan pelanggan di usir, toko seluler word di tutup dan karyawan di kumpulan dan ini belum jam 9 malam situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Kalian menyinggung seorang dermawanku, jika tidak ada yang mengaku aku akan melihat rekaman CCTV" Mendengar ini beberapa karyawan mengingat pasangan yang sebelumnya mereka tertawa kan namun tidak yakin.
Paijo berkeringat dingin di sekujur tubuhnya dia tidak yakin siapa yang di maksud oleh bosnya namun dia memiliki firasat jika dia akan kehilangan pekerjaannya. apakah itu pacar Siska...
"Karena tidak ada yang mengaku aku akan melihat CCTV" Pak Sudra memutar rekaman CCTV dari awal Lisin memasuki Pintu masuk toko.
15 menit berlalu Pak Sudra memahami segalanya, menurutnya pantas kenapa Lisin tidak menjelaskan masalah ini, itu karena kesalahan ada di pihak karyawannya.
Tatapan Pak Sudra melihat Paijo si Magrib, dia ingin menelannya hidup-hidup jika tidak karena dia yang ingin merebut pacar Lisin semua ini tidak akan terjadi.
"Paijo kamu ku pecat dan semua karyawan akan mendapatkan pemotongan gaji tunjangan baiklah sekarang pergi... "
"Ya bos... " Semua orang sangat menyesal karena menertawakan pasangan sebelumnya, teruntuk Paijo dia lebih menyesal dari yang lainnya, Sudah tidak mendapat Siska sang pujaan Hati Malahan kehilangan pekerjaan.
"Karyawan... bungkus kan beberapa Ponsel Dari semua Brand terutama keluaran terbaru tidak peduli berapa harganya kirimkan ke Alamat Alila Villa Uluwatu" Sudra harus menyenangkan Lisin kembali.
Lisin tentu tidak tau tentang apa yang di alami Paijo dan semua karyawan seluler word, saat ini dia mengantarkan Siska pulang.
"Terima kasih untuk malam Ini Mas Lisin, dan Maaf karena aku Mas Lisin tidak bisa membeli HP baru" Siska yang turun dari Lamborghini berkata.
"Tidak... ini bukan salahmu Siska... sampai jumpa lagi di pertemuan berikutnya" Lisin kemudian menggunakan Lamborghini menghilang di kejauhan.
__ADS_1
Bersambung...