Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 164


__ADS_3


Komandan baru akhirnya memahami mengapa Lisin mengatakan jika tersangka Faisal yang melakukan pencurian tidak bersalah.


Ternyata dibelakang berkas laporan yang ada ditangannya adalah palsu dan rekaman video hasil dari melakukan pengeditan yang di lakukan keduanya.


Malu... Komandan baru merasa ditampar wajahnya, itu karena dirinya mengatakan berkas laporan tidak memiliki kesalahan, namun dirinyalah yang salah.


"Tuan Lisin... Anda tidak perlu membayar penebusan, Karena berkas laporan dan rekaman video tidak kuat. maka tersangka Faisal akan dibebaskan dari tuduhan pencurian..." Komandan baru langsung menindak lanjuti di tempat, semuanya harus di perjelas agar Lisin puas.


"Sedangkan kalian bertiga, terutama penggugat apakah kalian pikir Kepolisian adalah tempat untuk mendapatkan uang?..." Kali ini giliran Bibi dan Pamannya Siska yang mendapatkan tekanan Mental karena ketakutan.


Keduanya hanya meringkuk ketakutan setengah mati, Jelas mereka tidak menyangka jika situasinya akan berubah seperti ini.


Terutama siapa Lisin sebenarnya?... Mengapa seorang Komandan Kepolisian harus menyenangkan Lisin?


"Kalian bertiga akan di penjara atas tindakan Pencemaran nama baik dan Penyuap kepada Aparat kepolisian" bagaimanapun ketiganya telah melakukan hal yang salah, hampir saja orang yang tidak bersalah harus mendekam di penjara karena berkas laporan palsu. juga hampir saja Lisin mengeluarkan uang untuk melakukan penebusan.


"Tidak... Tidak... Pa... Mama tidak ingin di penjara..." Wanita gemuk ketakutan setengah mati, jelas tidak ada seseorang pun menginginkan mendekam di penjara.


"Ini semua ide Mama... Andai saja Mama tidak mempersulit Siska, Mungkin semua ini tidak akan terjadi..." Pria Gemuk lebih frustasi lagi, dirinya hanya mengikuti perkataan Istrinya tidak lebih. Andaikan dirinya bijak dan menolak ajakan istrinya mungkin Dirinya tidak akan di penjara Juga.


Beberapa Petugas polisi lain datang dan langsung meringkus Bibi dan Pamannya Siska.


"Siska... Tolong Bibi dan paman. Kita berdua sangat menyesal..."


"Kami tidak akan mengulanginya lagi..."


Akhirnya Siska tersadar dari lamunannya, Sejak dirinya mengikuti Lisin ke dalam kantor Kepolisian. Siska berulang kali terkejut, dirinya menduga jika Lisin memiliki latar belakang yang kuat, namun siapa sangka jika akan sekuat ini.


"Pak Polisi kalian bisa memenjarakan keduanya..." Siska tidak ingin naif karena tindakan keduanya sudah kelewatan, Mungkin mendekam dipenjara sangat pantas untuk keduanya.


"Tidak... Aku tidak bersalah..."


"Lepaskan, Aku tidak ingin mendekam kedalam penjara..."


Sebanyak apapun keduanya mencoba untuk melepaskan diri, Pihak kepolisian langsung membawa keduanya pergi. termasuk juga Petugas polisi yang menerima suap sebelumnya.


"Komandan... Tolong, Bukannya aku sudah menjelaskan dengan jujur. Aku akan menjadi polisi baik mulai sekarang..." Petugas polisi korup ketakutan.


Biasanya dirinya selalu memenjarakan orang lain, mengapa sekarang dirinya yang harus mendekam di dalam penjara.

__ADS_1


Sekarang dirinya sangat menyesal jika tau seperti ini lebih baik kehilangan jabatan kepolisian dengan tidak hormat.


Memiliki jabatan sebagai polisi jelas tidak mudah, karena kesulitannya tidak dapat di pungkiri. seperti syarat kesehatan, tinggi badan, Hafal dengan pasal - pasal KUHP, dan Masih banyak tuntutan lainnya. belum lagi setelah semua itu, ratusan juta akan di habiskan untuk membeli jabatan tersebut.


Jelas setelah menjadi polisi dirinya sangat ingin mendapatkan kembali apa yang dirinya keluarkan saat dirinya mencapai posisi tersebut, tidak heran banyak polisi menjadi korup dan menginginkan suap, yang jelas semuanya hanya untuk uang.


Sebanyak apapun petugas polisi meminta keringanan, yang namanya salah tetap salah. jika orang yang seperti ini diberi kemudahan maka apa gunanya hukum tindak pidana?


Lisin dan Siska membebaskan Faisal dari ruang penahanan. kemudian pergi meninggalkan Kapolres kota Malang.


Mobil Nissan Skyline melaju dengan kencang di jalanan kota malang.


"Mas Lisin... Terima kasih telah membantu kebebasan Faisal..." Kata Siska yang duduk di bagian depan dengan tulus.


"Terima kasih Mas Lisin..." Kata Faisal.


"Sudahlah... Semua ini tidak banyak... Sudah kewajiban kita untuk membantu sesama tanpa pamrih..." Lisin mengemudi sambil beralasan.


"Mas Lisin... Kamu memang baik, membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan. itu berarti imbalan yang sebelumnya Siska katakan, tidak jadi ya!..." kata Siska sambil melirik kearah Lisin.


Diam... Kali ini Lisin sangat tidak puas dengan perkataan Siska.


Sialan... Siska... Siska... PHP kamu, tadi bilangnya menghabiskan satu malam saja sebagai imbalan, mengapa sekarang tidak jadi.


"Imbalan apa yang kalian bicarakan..." tanya Faisal dengan Bingung.


"Ini..." Siska panik, jika dengan adiknya dirinya kesulitan untuk berbohong, namun tidak mungkin jika dia menjelang tentang janji sebelumnya.


Bagaimana ini...


"Oh... Siska sebelumnya berjanji untuk mentraktir makan siang..." Lisin langsung membuat alasan.


"Oh... seperti itu... Kak Siska, jika kakak sudah berjanji kakak harus menepatinya, tidak boleh menjadi orang yang suka mengingkari janjinya" Faisal mengangguk.


Sippp... Hahaha... Faisal kamu sangat bisa di andalkan dan adak yang pengertian.


Jika Faisal tahu yang di maksud janji tersebut bukan makan siang melainkan menghabiskan satu malam, pasti dirinya akan menyesali keputusannya.


"Baiklah... Kakak akan menepati janji kakak..." Siska menjawab dengan merona.


Sekarang Lisin berada dalam suasana hati yang berbunga, akhirnya malam ini dirinya memiliki Jatah. Lisin sudah menikah namun tidak melakukan malam pernikahan jadi sangat jelas dirinya merasakan kesepian.

__ADS_1


"Faisal... Aku dengar kamu tidak melanjutkan sekolahmu lagi, Apakah kamu tidak ingin melanjutkannya?..." Pertama Lisin harus menghilangkan Keberadaan Faisal agar dirinya memiliki kesempatan untuk bermalam bersama dengan Siska.


Hahaha... Faisal, kamu pulang saja dan tidur di rumah... Kakakmu Siska, Biarkan aku yang menjaganya.


"Sebenarnya, Faisal tidak ingin melanjutkan sekolah dan lebih memilih untuk mencari pekerjaan..." Kata Faisal dengan malu.


Pekerjaan!!!


Kedua mata Lisin berkelebat dengan pencerahan. Sekarang aku punya rencana untuk menyingkirkan adiknya lalu mendapatkan kakaknya.


"Siska... Bagaimana menurutmu?..." Lisin mencari pendapat Siska.


"Keputusan ada di tangan Faisal... Aku hanya akan mendukungnya" Jawab Siska dengan tersenyum.


"Sebenarnya... Jika Faisal ingin melanjutkan sekolah, Aku akan membantunya tanpa syarat. hanya saja karena Faisal menginginkan, pekerjaan Aku bisa mendapatkan satu untuk dirinya" Kata Lisin dengan menyakinkan.


"Mas Lisin... Terima kasih, kamu sangat baik..." Faisal berkata dengan bersemangat.


Waktu berlalu Mobil Nissan Skyline berhenti di depan pusat perbelanjaan yang ada di kota malang. tentunya tempat ini Pusat pembelanjaan yang sekarang menjadi milik Lisin.


"Mas Lisin... Pusat pembelanjaan ini! apakah milik mu juga?..." Tanya Siska.


"Ya seperti itulah..." Jawab Lisin dengan Jujur.


Tak butuh waktu lama Lisin bertemu dengan kepala manajer dan membuat Faisal memutuskan posisi pekerjaan apa yang diinginkannya.


"Mas Lisin... Kalian bisa pergi tanpa diriku, Dan Kak Siska... Ingat janjinya harus ditempati... Kalau bisa setiap hari traktir Mas Lisin makan siang..." Faisal berkata dengan senyuman.


Diam... Siska terdiam, bukannya dirinya hanya berjanji menghabiskan satu malam? mengapa Adiknya menyuruhnya setiap hari.


Hanya Lisin yang bahagia. Apa!... Setiap hari? Tidak masalah semua bisa di atasinya dengan bantuan sahabat baiknya Joni Agung.


Lisin dan Siska pergi meninggalkan Faisal yang saat ini sedang tahap pengenalan dan beradaptasi dengan posisi pekerjaan barunya.


"Siska kamu tidak masalah melakukanya denganku?..." Seperti biasa Lisin akan menjadi seorang yang munafik.


"Mas Lisin... Siska sudah berjanji dan harus Siska tepati... Walaupun masih siang hari setidaknya aku bisa mandi lebih dulu..." Dengan cepat Lisin langsung tancap gas dan mencari Hotel terdekat.


Di bawah bimbingan Lisin yang sedikit memiliki pengalaman dengan seorang wanita, Siska secara perlahan menjadi wanita Lisin yang sekian kalinya.


Siska juga sudah menguatkan hatinya, walaupun pada awalnya cukup menyakitkan namun seiring berlalunya waktu dia menjadi ketagihan.

__ADS_1


Tanpa sadar siang berganti malam dan keduanya terus berlanjut tanpa peduli dengan makan malam. atau mungkin bercocok tanam membuat tubuh tidak merasakan lapar.


Bersambung...


__ADS_2