Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 178


__ADS_3


Lisin yang tidak memahami tentang apa yang menimpa Risma terus mengemudikan mobil taksi.


(DING...)


(Peringatan, tuan rumah melalaikan tugas sistem. jika tuan rumah tidak melindungi kesucian Risma dari Penjahat kelamin. maka tugas akan gagal)


Sial... Apanya yang gagal, saat ini Aku jauh dari Risma. Juga tidak mungkin aku mengambil kesuciannya.


Tunggu dulu, Mungkinkah ada Penjahat kelamin selain diriku?


Lisin dengan panik dan kesal langsung membalikkan mobil taksi kemudian menuju ke rumah Risma yang belum cukup jauh.


"Bang..."


Lisin yang baru saja turun dari mobil taksi langsung menendang pagar berwarna hijau.


Suara tersebut mengganggu Petugas rentenir yang akan mengeksekusi Risma, belum lagi bagian bawahnya yang sebesar jari kelingking di perlihatkan sangat jelas.


Risma yang ketakutan dan menutup matanya juga terkejut saat mendengar suara barusan.


Lisin dengan ganas memasuki ruangan tempat petugas rentenir akan mengeksekusi Risma, Lisin yang sudah kehilangan akal sehatnya. langsung memukul Petugas rentenir dan membuatnya tidak dapat bangun lagi.


"Bang..."


Semua kekesalan Lisin terhadap sistem, tenang kesialannya kemarin malam Lisin gunakan petugas rentenir sebagai korban pelampiasan amarahnya. Tidak lupa, Lisin juga menghancurkan bagian bawahnya.


"Mas Lisin... Terima kasih..." Risma sangat senang karena yang datang adalah Lisin.


Juga sekali lagi Lisin membantu dirinya, Risma dengan senang hati memeluk Lisin dari belakang. dan tanpa sadar tangannya menyentuh Joni Agung yang meronta - ronta.


"Mas Lisin, Bagian bawah kamu sangat besar..." Kata Risma dengan malu - malu.


"Ah... Risma, kamu tidak perlu memperdulikan hal itu..." Lisin dengan cepat menjelaskan.


"Mas Lisin mengapa kamu tidak gunakan tubuh Risma ini..." Risma ingin menangis lagi.


Risma sudah menyadarinya sejak kemarin malam saat di peluk oleh Lisin, bagian bawah Lisin sudah dalam keadaan membengkak sejak lama, namun mengapa tidak mau mengambil kesucian dirinya.


Hanya satu yang Risma pikirkan yaitu, Lisin sangat baik bahkan tidak memanfaatkan dirinya.


Lisin ingin menangis, siapa yang tidak ingin melakukannya. Dirinya sangat ingin dan frustasi karena tidak melakukannya. Ini semua gara - gara sistem, andaikan sistem tidak memberikan tugas seperti sekarang ini. pasti Risma sudah di makannya.


Kedua mata Lisin berbinar kemudian memiliki sebuah rencana. untuk mengelabui sistem yang menyebalkan.


Hehehe... Sistem tunggu saja.


"Ehm... Risma, saat ini bukan waktunya..." Kata Lisin dengan tersenyum.


Risma mengangguk, karena bukan waktunya, maka ada kesempatan di masa depan.


Waktu berlalu, pihak kepolisian langsung mengurus petugas rentenir dan menangkapnya dengan tuduhan tindakan pemerkosaan. dan akan mendekam kedalam penjara. Petugas rentenir tidak hanya memiliki luka lebam namun juga akan di penjara. sungguh nasib yang tragis.


"Mas Lisin... Apakah kamu akan pergi?..." Tanya Risma dengan enggan.


"Kamu akan memahaminya nanti..." Kata Lisin dengan senyuman misterius.


Menggunakan mobil taksi, Lisin langsung pergi meninggalkan kawasan tersebut. Dalam perjalanan pulang, Lisin membuka menu antar sistem.


.....


Nama: Amar Lisin


Level: 3 (307/400)

__ADS_1


Pesona: 8


Keterampilan: Mekanik Super, Mengemudi Super, Seni Beladiri Kuno, Dukun Kuno, Master Pedang, Master Musik, Master Olahraga, Pengobatan Modern, Peretas Super, Memasak Super.


Inventori: keperluan tuan rumah


Tokoh: akses tingkat 2


Lotre: 5 kali


Saldo: Rp 17.351.135.754.000


Dana: 0


Tugas:


-Membantu PT. Mulia agar memiliki produk yang unggul di pasar domestik.


-Melindungi kesucian Risma dari Penjahat kelamin.


.....


Lisin tersenyum misterius entah apa tujuan yang di milikinya.


"Sistem, Melindungi kesucian Risma dari Penjahat kelamin. sudah terselesaikan, mengapa sekarang aku tidak mendapatkan hadiah sistem..." Tanya Lisin.


(Ding...)


(Tidak ada hal khusus...)


"Apakah ada Penjahat kelamin lainnya yang akan merugikan Risma?..." Tanya Lisin sekali lagi.


(Juga tidak ada...)


"Kalau begitu cepat berikan hadiah yang harus aku dapatkan..." Kata Lisin dengan sedikit menekan.


(Mendapatkan 25 poin sistem)


(Mendapatkan uang 1 Miliyar)


Mendengar suara sistem akhirnya Lisin bisa bersemangat lagi, ini adalah celah yang Lisin temukan dari tugas sistem.


Karena tugas sistem selesai maka tidak ada lagi halangan untuk Lisin mengambil kesucian Risma. juga dirinya tidak lagi terikat dengan karangan jika Lisin mengambil kesucian Sindi dan Jihan. tentu saja tidak akan kehilangan sistem.


Lisin dilawan... Hahahaha...


"Sistem... Jika aku mengambil kesucian Risma, Sindi dan Jihan tidak ada masalah kan..." Tanya Lisin dengan tersenyum.


(Tidak ada masalah...)


Mungkin Sistem sedang depresi sekarang, berniat mencegah Lisin menjadi Penjahat kelamin yang merajalela. ternyata Sistemnya kecolongan.


"Apa? Aku tidak mendengarkan..." Lisin berpura - pura tuli.


(Tidak ada masalah...)


"Sistem, sebelumnya kamu menyulitkan diriku... Mungkinkah kamu punya dendam denganku?"


(Sedikit...)


Lisin mengangguk dengan penuh kemenangan, akhirnya dirinya bisa bebas melakukan apa yang dirinya ingin lakukan.


"Tentang Toko sistem yang tidak dapat di akses. mengapa kamu melakukannya?..."


(Suka - suka sistem...)

__ADS_1


(Toko sistem bisa di akses, Di butuhkan 10 juta untuk membeli obat penawar Afrodisiak. apakah tuan rumah ingin membeli obat penawar: Ya/Tidak)


"Hahaha... Tentu saja tidak, Sistem aku sudah muak dengan permainan mu..." Lisin mengemudikan mobil taksi dengan berputar arah kemudian menuju ke perumahan Risma berada.


Sistem tidak berani bersuara lagi, mungkin dia sedang kesal karena rencana meluruskan Lisin gagal total.


Dengan cepat dan singkat, Lisin kembali ke perumahan milik Risma.


"Mas Lisin, apakah kamu ingin melakukannya sekarang..." Kata Risma dengan tersenyum.


"Tidak perlu di tanya..." Lisin tersenyum.


(Ding...)


Sistem ini, apa lagi yang dia inginkan.


(Tuan rumah harap tenang, tidak ada tugas terpicu. Sistem hanya mengingatkan tolong jangan lupa menutup pintu)


"Hmph... Bukan urusanmu..." Kata Lisin dengan tegas.


"Bang..."


Suara pintu tertutup sangat keras, untung saja tidak rusak atau hancur seketika. jika tidak akan membuat lubang pada dinding.


Di dalam kamar Risma dengan gugup memandang Lisin yang mengenakan jaket tebal dan secara perlahan melepaskannya.


Lisin menampilkan seluruh bentuk tubuhnya dan dapat melihat Joni Agung seperti terbakar, karena bentuknya yang membara. Risma menelan ludah saat melihat Joni agung yang berkemauan keras.


Untuk beberapa saat Risma sedikit takut apakah benda tersebut akan membunuh dirinya setelah menusuk bagian bawahnya?


Jika mengingat punya Petugas rentenir dan membandingkannya dengan punya Lisin bagaikan gundukan pasir dengan Gunung terbesar di dunia. Sangat - sangat jauh berbeda.


Ini pertama kalinya Lisin mengunakan Afrodisiak yang membuatnya seperti ini. Jika itu orang lain pasti akan kehilangan pengaruhnya dengan cepat. sangat berbeda dengan tubuh Lisin yang seni bela diri kuno.


Tubuh yang di dedikasikan khusus untuk mengeksekusi wanita, akan kesulitan lepas dari pengaruh afrodisiak. Mulai hari ini Lisin harus berhati - hati dalam meminum sesuatu. jika tidak, kejadian seperti ini akan terulang kembali.


"Mas Lisin, Risma tidak tahu bagaimana caranya memulai..." Risma yang baru melepaskan pakainya merasa gelisah tanpa sebab.


Risma merasa malu dan tidak berguna, karena tidak tahu harus dari mana melayani Lisin yang memiliki pedang menjulang.


"Kita mulai dari ciuman, apakah kamu pernah berciuman sebelumnya?..." Tanya Lisin yang melihat tubuh berkembang Risma.


"Belum..."


"Kemarilah, aku akan mengajarimu cara berciuman..." Kata Lisin.


Risma yang gugup mendekat kemudian bibir harumnya bersentuhan.


"Mas Lisin, mengapa kamu menggunakan Lidahmu..." Risma melepaskan diri karena terkejut saat Lidah Lisin menjelajahi mulut Risma.


"Risma, apakah kamu suka permen?..."


"Permen!..."


"Benar, Kamu bisa menganggap lidahku seperti permen, namun kamu tidak boleh menggigitnya..."


"Aku mengerti, ayo kita mulai sekali lagi..."


Memang susah jika mengajari seseorang yang tidak mengerti seperti Risma.


Lisin, terus menerus membimbing Risma mulai dari ciuman, lalu ke tahap berikut dan seterusnya. Malam ini di bawah pengarahan Lisin, Risma menjadi wanita sesungguhnya.


Untuk kali pertama perumahan yang memiliki pagar hijau di bagian depan rumah bergoyang ria.


Bersambung...

__ADS_1


*Sebenarnya Author ingin merubah karakter Lisin dari penjahat kelamin menjadi karakter yang baik. dengan bantuan sistem Lisin tidak bercocok tanam lagi dengan wanita yang baru ditemuinya. namun setelah melihat banyak komentar yang tidak puas, Author kembali lagi membuat Lisin menjadi penjahat kelamin. Kalian bisa memutuskan dengan berkomentar antara Lisin tetap menjadi penjahat kelamin atau berubah menjadi baik tanpa bercocok tanam lagi. Terima kasih untuk yang sudah berkomentar dan maaf jika author tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu.


__ADS_2