Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 118


__ADS_3


Lisin menggunakan Pajero Sport milik Ningsih pergi ke arah utara dimana Wolf sedang menunggu kedatangan dirinya.


Dalam kejadian kemarin malam Wolf mencoba untuk membunuh dirinya. Namun, Lisin tidak membunuh Wolf karena dalangnya bukan dia melainkan Nengah dan ayahnya.


Lisin bukan orang yang mudah tersinggung namun jangan sekali-kali menyinggung dirinya, jika tidak ingin bernasib sama seperti Nengah dan ayahnya.


Lisin menjanjikan kebebasan terhadap Wolf, selama Wolf membunuh Nengah dan ayahnya maka Lisin akan melepaskan pihak lain, Jika menghitung waktu dari kemarin malam. Wolf ini, sepertinya sudah menyelesaikan tugasnya dengan cepat.


Setelah beberapa belokkan Lisin berhenti di tepi jalan kemudian turun dari mobil.


"Tuan Lisin..." Wolf menyapa kedatangan Lisin.


"Bagaimana?..." Lisin bertanya dengan datar.


"Ada di dalam bagasi belakang..." Wolf membuka bagasi belakang, dan Lisin dapat melihat dua kepala Nengah dan Ayahnya tanpa badan utuh. Jelas Wolf memenggal pihak lain secara langsung tanpa kesulitan.


"Kamu sudah melakukan tugasmu dengan benar, Seperti janjiku kamu bebas pergi kemanapun kamu mau..." Lisin berbalik berniat pergi ke mobilnya.


"Bruk..."


Lisin menghentikan langkah kakinya kemudian melihat Wolf yang berlutut di atas permukaan tanah. dapat dilihat noda kotor memenuhi bagian lutut Wofl.


Entah apa tujuan Wolf ini yang jelas membuat Lisin bingung.


Sial... Apakah kamu ingin meminta imbalan karena sudah membunuh mereka berdua untukku? Jika tau seperti ini lebih baik aku melakukanya sendiri.


"Apa yang kamu lakukan..." Lisin bertanya.


"Tuan Lisin... Jadikan aku pengikut mu..." Wolf berkata dengan sungguh-sungguh.


Ada apa dengan dia, mengapa ingin menjadi pengikut ku?... Apakah dia sudah gila?


Tunggu dulu... Benar juga mengapa aku tidak memikirkannya, bukannya wajar jika aku memiliki banyak pengikut...


Hahaha... Jika aku punya banyak pengikut, bukannya urusanku akan lebih mudah.


Lemot... baru sadar...


"Wolf... Karena pekerjaanmu sangat bagus, aku akan mengangkat mu menjadi pengikut ku..." Lisin berkata dengan sedikit senyum.


"Ya Tuan..." Wolf sangat senang walaupun pihak lain lebih mudah darinya, namun kehormatan bukan di pandang melalui umur melainkan kekuatan.

__ADS_1


Yang kuat di hormati dan yang lemah di injak itulah yang Wolf pelajari dalam kehidupan.


"Wolf, Besok temani aku untuk menghadiri pertarungan menantu... Kamu yang membawa mobil aku akan menunggumu besok" Setelah itu keduanya berpisah.


Lisin menggunakan Pajero sport untuk perjalanan pulang. dalam perjalanan Lisin terus memikirkan tentang seorang pengikut, selain Gatra yang menjadi pengikut pertamanya, Wolf adalah orang yang kedua.


Sepertinya memiliki Banyak pengikut adalah hal baik. Lisin berniat menyuruh Wolf mencari mantan pembunuh bayaran atau mantan pasukan khusus, dan Lisin akan membuat pasukan bayangan yang kuat. jika perlu jutaan pengikut dengan begitu sekali dirinya memindahkan tangannya negara, sekte, atau apapun yang menyinggung dirinya akan dihancurkan.


Tentu saja ini hanyalah sebuah rencana. namun, dengan sistem dan kekayaan yang Lisin miliki dirinya bisa membuat pasukan bayangan dimana meraka semua akan mengikuti semua perintahnya.


Lemot... mengapa tidak terpikirkan sejak lama...


Lisin ingat jika jalan ini melewati salah satu perusahaan miliknya, Dealer mobil yang menjadi tempat Sultan bekerja.


"Permisi Mas apakah mobilnya ingin servis apa hanya parkir?..." Seorang karyawan dealer berkata dengan kesal.


Karyawan tersebut sangat kesal jika ada orang yang parkir mobil begitu saja, namun jika ada orang servis mobil ceritanya akan berbeda.


"Bagaimana jika ingin servis..." Lisin mencium sesuatu yang tidak semestinya, mengapa karyawan ini sangat kesal apakah salah jika parkir disini.


"Jika ingin servis harus antri terlebih dahulu Mas..." Karyawan tersebut sangat senang melihat pihak lain berniat untuk menservis kendaraanya.


Lisin melihat sekeliling dan menemukan jika banyak mobil sedang melakukan antrian panjang, juga dapat di lihat jika semua karyawan sangat sibuk.


Lisin terdiam, jelas banyak motor dan mobil sedang mengantri, mengapa karyawan ini ingin menangani mobil yang baru datang di bandingkan dengan mereka yang datang lebih awal.


Lisin sebenarnya tidak ingin menservis Pajero Sport milik Ningsih hanya saja, dirinya ingin melihat penanganan seperti apa yang di miliki perusahaan Dealer yang di urus oleh Sultan.


"Maksudnya gimana pak?..." Lisin tidak mengatakan jika keputusan pihak lain salah atau mengatakan jika dirinya pemilik Dealer tersebut.


Lisin ingin melihat, apa yang akan di lakukan karyawan yang ada di depannya.


"Jadi seperti ini Mas... Menunggu itu kan capek, dan pastinya ingin mobilnya terselesaikan dengan cepat kan?..." Karyawan tersebut tersenyum.


Lisin mengangguk... kebanyakan orang pasti setuju dengan yang satu ini, dan pasti tidak akan menolak tawaran yang cukup menguntungkan ini.


"Tentu saja pak... Siapa yang tidak ingin mobilnya terselesaikan dengan cepat..." Lisin berpura-pura bahagia.


"Eh... Karena Masnya menginginkan mobilnya terselesaikan dengan cepat, masnya bisa menggunakan jalur khusus" Karyawan tersebut berkata dengan pelan.


Ini adalah hal biasa yang karyawan tersebut lakukan dan pemilik kendaraan pasti akan senang dengan tawaran tersebut.


"Masnya harus mengeluarkan uang pelicin dan memberikannya kepada karyawan yaitu saya agar mobilnya langsung di kerjakan" Karyawan tersebut tersenyum dari telinga ke telinga.

__ADS_1


"Jika tidak, Masnya hanya bisa mengantri..." Karyawan tersebut menambahkan sambil menggeleng.


Diam... Lisin terdiam, Apakah Sultan yang mengajarkan hal ini pada setiap karyawan perusahaan. tapi jika di pikir lagi sepertinya tidak mungkin.


Memang benar, untuk beberapa montir yang merugikan perusahaan akan berusaha untuk mencari uang pelicin namun tidak harus seperti ini juga.


Tindakan seperti ini ada tiga pihak yang di rugikan, pertama dari pihak pemilik mobil yang datang lebih awal, di saat sedang mengantri dirinya akan didahului oleh orang lain. bagaimana mereka tidak kesal.


Yang kedua, adalah pemilik kendaraan yang harus memberikan uang pelicin, di mana mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan mereka yang mengantri.


Yang ketiga, Perusahaan pasti akan merugi karena akan ada beberapa pelanggan yang melarikan diri ketempat lain karena penanganan seperti ini.


Untuk orang yang memiliki banyak uang mungkin tidak keberatan tapi bagaimana dengan mereka yang punya uang pas?


"Apakah semua karyawan dealer melakukan hal ini?..." Lisin bertanya.


"Hahaha... Tentu saja tidak, karena aku kepala bengkel di sini..." karyawan dealer tersebut mengakui dengan bangga.


Lisin tidak bisa berkata-kata, jika kepala bengkel seperti ini bukannya akan banyak karyawan lainnya akan mengikuti jejaknya.


"Sepertinya hari ini harus membatalkan rencana servis mobilku..." Lisin berkata dengan datar, jelas dirinya tidak puas dengan pelayanan karyawan Dealer.


"Sial... jika tidak ingin memberikan uang pelicin bilang saja dari awal, jangan membuatku berbicara panjang kali lebar kali tinggi..." Karyawan tersebut menjadi kesal.


"Pak... Bisakah kamu berbicara dengan sopan..." Lisin berkata dengan dingin.


"Siapa kamu... Mengapa aku harus berkata dengan sopan, jika tidak punya uang pelicin, kamu bisa mencari tempat lain..." Karyawan tersebut tersenyum sambil mengejek Lisin.


"Aku adalah pemilik dealer ini..." Lisin mengatakan dengan jujur.


"Hahaha... Jika kamu pemilik Dealer ini maka aku pemilik semua perusahaan yang ada di bali..." Karyawan tersebut tertawa dengan keras.


"Baik apakah kamu masih bisa tertawa setelah ini..." Lisin sangat marah kemudian mengeluarkan ponselnya berniat memanggil Sultan.


"Hahaha... mengeluarkan ponsel, kamu ingin menelpon manajer kemudian memecat diriku?... Apakah kamu pikir ini novel online..." Karyawan tersebut tertawa semakin keras.


Menurutnya pihak lain berlagak seperti karakter bos perusahaan yang ada di dalam novel online, karyawan tersebut merasa jika pihak lain terlalu banyak membaca novel online.


"Sultan... Turun kebawah sekarang juga... Aku ada di depan..." Lisin menelpon Sultan tanpa menjelaskan lebih lanjut, kemudian langsung menutup telepon.


"Sudahlah Mas... pergi saja jangan berkhayal di sini..." Karyawan tersebut berniat mengusir Lisin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2