
Siska Gadis cantik yang memiliki kaki panjang dengan tinggi badan di atas rata-rata, sebelumnya secara kebetulan menggunakan jasa Ojol dan bertemu dengan Lisin untuk mengantarkannya ke tempat kerja di Benoa square.
Siska adalah gadis cantik dengan banyak pengejar yang ingin menjadi pacarnya namun dia selalu menolak mereka, Aslinya dia orang Malang saat ini dia kerja di bali sudah lebih dari 3 bulan.
Beberapa hari yang lalu secara kebetulan dia bertemu dengan bibinya dan bibinya selalu ingin menjodohkannya dengan salah satu keponakannya, yang secara kebetulan juga salah satu pengejar dari banyaknya orang yang mengejar dirinya.
Namanya Pasha tapi bukan Pasha ungu yang itu, Pasha yang mengejar Siska memiliki tinggi badan lebih rendah darinya dan Siska tidak tertarik dengan orang pendek.
Pasha juga atasan kerja di bidang pemasaran yang ada di pusat pembelanjaan tempatnya berkerja di Benoa square.
Karena cukup kesal selalu di kejar oleh orang yang tidak dia suka di tambah bibinya yang selalu mencari cara agar bisa jalan berdua dengan keponakannya Siska dengan terpaksa bilang jika dia sudah punya pacar.
Bukanya mereka menyerah melainkan semakin mengganggunya, Bibinya selalu bertanya tentang orang seperti apa yang menjadi pacar Siska, dan bekerja di mana dia, berapa pendapatan bulanannya.
Siska jelas kebingungan dengan berbagai macam pertanyaan yang di lontarkan oleh bibinya, seolah tidak kenal lelah bibinya datang lagi dan datang lagi dan selalu menanyakan pertanyaan yang sama.
Setelah sekian lama menolak ajakan makan malam dengan bibi dan keponakannya Akhirnya Siska menyetujuinya, Dan sekarang dia bingung siapa yang harus dia perkenalkan sebagai pacarnya.
Bukannya tidak memiliki teman laki-laki tapi karena hampir semua teman laki-laki yang dia punya pasti akan mengejarnya, dalam kebingungan tentang siapa orang yang harus menjadi pacar palsunya Siska terpikirkan tentang Mas Ojol yang cukup tampan, jelas dia lebih tinggi dari Siska dan itu sudah cukup ideal sebagai pilihannya, untuk masalah pekerjaan Siska tidak begitu peduli.
Mengambil Smartphone Siska memanggil Mas Ojol yang pernah dia pesan sebelumnya.
"Hallo... dengan Lisin di sini... ada yang bisa di bantu... " Suara Lisin dapat terdengar dari sisi lain telepon.
"Mas OJol bisa Aku meminta bantuannya... " Siska dengan Malu meminta bantuan Mas Ojol.
"Ya Mbak minta bantuan apa ya... " Mendengar jika pihak lain tidak langsung menolaknya Siska sangat bersyukur.
"Bisakah kamu jadi pacarku?" Merasa jika pihak lain akan salah paham Siska menjelaskan dengan hat-hati.
"Mas Ojol maksudku... Berpura-pura menjadi pacar" Sisi lain terdiam.
"Oh... berpura-pura... tidak masalah... " Siska cukup senang walaupun pekerjaan orang lain Ojol itu tidak penting, yang jelas bibinya harus tau jika dia sudah memiliki seorang pacar jadi mereka pasti akan berhenti mengejar Siska lagi.
"Terimakasih... Datanglah Jam 8 malam di Benoa Square restoran dekat pintu..." Siska berkata dengan malu.
"Baiklah... " Pihak lain menyanggupi segera.
Siska masih dalam sip kerja jadi dia bisa langsung melakukan pertemuan tanpa harus pulang terlebih dahulu. "karena sekarang jam 3 sore maka masih ada 5 jam lagi sebelum makan malam"
.....
Alila Villa Uluwatu Bergoyang ria... Lisin melakukan beberapa kali putaran dengan Shizuka, dapat di lihat jika Shizuka pingsan di sampingnya.
"Shizuka aku akan pergi ada kepentingan yang harus ku lakukan, kamu bisa melakukan apa saja yang kau mau... " Lisin mengenakan pakaian biasa.
"Ledakan... " Suara Lamborghini berdengung... Lisin saat ini pergi menuju Benoa Square.
.....
Di dalam restoran lantai bawah dekat pintu masuk Utara, Siska menunggu kedatangan Lisin namun semua tidak sesuai rencana, karena yang datang terlebih dulu adalah Bibinya dan keponakannya yang sebagai atasan di bidang pemasaran.
"Malam Siska... " Bibinya datang di ikuti Pasha dari belakang.
"Silakan duduk BuDe dan Pak Pasha... " Keduanya duduk berdekatan.
"Nak Siska... kamu bilang pacar kamu datang" Bibinya langsung tancap Gas.
"Ya... dia mungkin masih di jalan... " Siska menjawab dengan sedikit jengkel.
"Kerja apa dia?... " Bibinya tidak mengasih kendor dan terus bertanya.
"Dia Kerjanya Ojol Bude... " Siska menjawab dengan jujur, karena apa yang dia tau tentang Lisin adalah tukang Ojol.
"Ojol... kamu bilang dia Ojol dan kamu kok bisa-bisanya punya pacar Ojol dan menolak Nak Pasha..." Bibinya menunjuk Pasha yang dari tadi senyum pepsodent.
"Lihatlah Nak Pasha... Sudah Mapan dia... kerjaan juga sebagai atasan kamu... Nak Pasha" Bibinya memanggil.
__ADS_1
"Ya Bude... "
"Punya rumah? "
"Satu Bude... "
"Punya Motor?"
"Dua Bude... "
"Punya mobil?"
"Satu Bude... "
Setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan bangga Pasha kembali tersenyum pepsodent.
"Jika kamu menikah dengan yang seperti ini... hidup mu akan damai sejahtera dan aman sentosa... " Bibinya berkata sangat bangga dengan air ludah yang terpancar ke mana-mana.
"Dari pada kamu bersama dengan Ojol Bude tidak dapat membayangkan kesengsaraan seperti apa yang menunggu mu di masa depan" Siska hanya diam mendengarkan.
Dari pintu masuk Seorang pemuda cukup tampan dengan pakaian biasa datang dan secara kebetulan Siska melihatnya karena cukup dekat dengan pintu.
"Mas Lisin... kesini " Siska memanggil Lisin yang baru saja datang.
Setelah Lisin cukup dekat Siska menggandeng tangan kanan Lisin, Lisin tentu saja mengerti jika dia harus berakting sebagai pacar palsu.
"Bibi... Paman... senang bertemu dengan kalian... " Bibinya hanya tertekan melihat Lisin bagaimana pun penampilannya seperti yang di harapkan.
Sedangkan Pasha yang sebelumnya memiliki senyum pepsodent menghilang dan di gantikan oleh kemarahan.
"Bro... Saya bukan paman Siska saya Pasha yang kepala pemasaran di Benoa square... " Pasha menjelaskan sambil tersenyum pepsodent.
Jadi nama cewek ini Siska, kenapa tidak bilang di telepon dan membuatku bertanya-tanya.
Dan yang tersenyum pepsodent adalah karyawan ku, kenapa kamu songong bro... Baiklah aku mulai mengerti situasinya, sepertinya Si pepsodent ini ingin di jodohkan ke Siska oleh bibi gemuk ini.
"Oh... ya tapi itu dulu bro... sekarang aku tidak Ojol lagi aku diam saja di rumah... " Lisin berkata dengan jujur.
Bukan Ojol melainkan pengangguran, Pasha dan Bibinya saling memandang kemudian tertawa dalam hati mereka.
"Enak sekali bro... kamu bisa diam di rumah, sedangkan aku harus ke sana kemari mengurus pemasaran... " Pasha berpura-pura tidak berdaya.
"Benar... di saat kamu diam di rumah orang lain harus bekerja keras sungguh menyenangkan hidup kamu" Bibinya tidak tinggal diam.
sedangkan Siska tidak kuat ingin memukul mulut bibinya agar tidak bisa lagi bicara.
"Ya... begitulah aku bingung mau kerja apa... " Lisin jelas bingung... Dia punya perusahaan Angkasa dan Ningsih yang mengurusnya dia hanya bisa menunggu tugas dari sistem namun sistem terlalu pelit sekarang.
"Jika aku tidak keberatan aku bisa memperkerjakan mu sebagai bawahan ku bro... "
Sialan ni orang... aku ini Bos kamu... kenapa kamu ingin aku bekerja sebagai bawahan mu.
"Terimakasih Bro... tapi aku harus menolak... " Lisin hanya bisa menolaknya.
"Bude dan Pak Pasha udahan bicaranya Sekarang kita pesan makanan saja... " Jika tau seperti ini Siska tidak akan menyetujui acara makan malam dengan Bude dan Pak pasha.
Siska melihat Lisin dengan tatapan Bersalah dia ingin meminta maaf setelah ini semua selesai.
"Siska benar ayo pesan makanan aku yang akan membayarnya... " Lisin berkata dengan tulus.
Apa... pengangguran ini yang membayar apa kita tidak salah dengar, Bibinya dan Pasha berbicara dalam hati seolah memiliki kemampuan telepati.
Karena kamu yang bayar jangan menyesal saat di kasir, Bibinya dan Pasha saling memandang kemudian mengangguk, Tuhan tau pasti mereka akan memesan makanan paling mahal.
"Mas Lisin... kenapa kamu bilang ingin membayar makanan segala... pasti habisnya banyak... " Siska menegur dengan pelan.
"Tidak masalah jika mahal... " Benoa square adalah miliknya walaupun dia tidak bawah uang itu bisa memotong uang Dividen, belum lagi ada beberapa triliyun di saldonya kenapa harus khawatir tidak bisa membayarnya.
__ADS_1
Lisin Harus mengakui jika Siska ini cantik terutama kaki panjangnya, para jomblo pasti ngiler lihat kaki beginian.
"Nak Pasha karena Pacar Siska yang akan membayarnya kamu harus memesan makanan yang bagus... " Bibinya berbicara sambil mengedipkan mata.
"Ya Bude... " tentu saja Pasha mengerti apa yang di maksud Bibinya.
Kemudian beberapa hidangan mahal memenuhi meja, bahkan bibinya tidak tanggung-tanggung mendapatkan meja lain di sampingnya. makanan ini saja mungkin sekitar puluhan juta harganya.
"Nak Siska Bude bawah pulang sisanya tidak masalah kan... " Bibinya berbicara sambil melirik Lisin.
"Tidak maslah makanannya ada banyak serigala bahkan tidak sanggup memakan semuanya... " Semua orang memakan hidangan yang mereka pesan.
"Bro aku sangat iri denganmu... " Pasha berkata.
"Kenapa iri bro... " Lisin dengan bingung bertanya balik.
"Melihat mu diam di rumah... aku jadi ingin tinggal di rumah juga, kerja itu sangat melelahkan... aku bahkan sudah punya mobil, Rumah, dan masih banyak lagi, karena aku terus bekerja aku tidak bisa menikmati hasil kerja kerasku... " Pasha berkata dengan sedih.
"Benar... Nak Pasha karena kamu punya rumah dan mobil seharusnya kamu itu tinggal di rumah dan jalan-jalan dengan mobil mu tidak perlu bekerja karena bekerja itu melelahkan" Bibinya menasehati.
"Terimakasih Bude, Tapi karena banyak kerjaan aku tidak bisa tinggal di rumah apa lagi jalan-jalan"
Siska sangat marah mendengar obrolan keduanya sedang Lisin tetap diam.
"Karena kamu ingin tinggal di rumah Aku akan membantumu... " Lisin mengeluarkan ponsel murahnya dan menghubungi Manajer yang bertanggung jawab atas Benoa square yang sebelumnya menghubungi Lisin guna ingin memindahkan kepemilikan Pusat perbelanjaan tersebut.
Ponsel itu pasti tidak lebih dari 500ribu sedangkan makanan ini bernilai puluhan juta pasti dia tidak sanggup membayarnya. Bibinya berpikir dalam hati.
Kamu pasti berpura-pura di depan Siska kan... agar terlihat bisa di andalkan dasar pengangguran, emangnya kamu punya koneksi dengan siapa?... hahaha... kamu pasti menyesal tidak bisa membayar makanan.
Di kantor pusat perbelanjaan Manajer yang bertanggung jawab pusat perbelanjaan, sedang memilah beberapa berkas kemudian dia bisa melihat jika ponselnya bergetar.
"Ini... bukanya bos baru, kenapa dia meneleponku... Hallo Bos Ada yang bisa saya bantu... " Pak Manajer menjawab.
"Pak manajer apakah benar bapak Pasha adalah kepala di bidang pemasaran?" Baik Siska, Pasha dan bibinya dapat melihat jika Lisin menelpon seseorang.
"Benar Bos..." Pak manajer menjawab.
"Kalau begitu buatkan dia surat risen secepatnya, Pak pasha ingin tinggal di rumah dan jalan-jalan dengan mobilnya karena kerja itu melelahkan... " Lisin mengatakan apa yang di katakan Pasha sebelumnya.
"Engga... " di sisi lain telepon tersedak. Pak Manajer jelas memahami maksud bosnya.
"Bro... siapa yang kamu telpon?" Pasha bertanya.
"Dia manajer di Benoa square ini... "
"Hahaha... pengangguran tak tau diri... " Baik Pasha atau Bibinya tertawa tidak bisa berhenti.
"Mas Lisin... Apakah kamu membual?" Siska bertanya dengan prihatin.
"Kenapa aku membual bukanya dia bilang bekerja itu melelahkan jadi aku membantunya agar tidak lagi lelah akibat bekerja" Lisin berkata dengan santai dan Siska hanya bisa menggeleng.
Pasha yang terus tertawa terdiam dia merasakan firasat buruk saat melihat jika manajernya menelpon, "Hallo pak... "
"Pasha apakah kamu bodoh karena menyinggung Bos baru perusahaan, karena kau ingin tinggal di rumah dan tidak ingin lelah karena kerja aku sudah membuat surat risen untukmu" setelah panggilan itu berakhir ponsel pasha jatuh ke lantai...
"Bos... tolong jangan pecat aku... Rumah dan mobilku masih belum lunas... " Pasha berlutut di depan Lisin.
"Siska ayo kita pergi ke tempat lain... " Siska dengan linglung mengikuti Lisin dan pergi dengan Lamborghini.
Dari dalam Lamborghini Siska dapat melihat jika pak manajer datang dan mengusir Pasha dan Bibinya.
Bersambung...
*Entah kenapa aku lebih suka saat Lisin di Indonesia dari pada di Jepang.
*Like komentar terimakasih.
__ADS_1