
James yang memiliki tranformasi yang gila menggantung Mia melalu rambut pirang kuncir kudanya.
"Ahhh..."
Mia berteriak kesakitan, tubuhnya menggantung di udara seperti jemuran yang di gantung di luar ruangan, wanita manapun akan kesakitan saat bagian rambutnya tertarik.
Yang tidak menjomblo pasti mengerti, kalian bisa menarik satu helai rambut pasangan kalian lalu tanyakan padanya. Apakah sakit? Jika tidak sakit itu berarti pasangan kalian mengunakan rambut palsu dan jika kalian mendapatkan tamparan wajah atau tendangan di bagian bawah sangat jelas tidak perlu di tanyakan lagi, jika di tanyakan lagi kemungkinan besar kalian bisa berpisah.
"Ah... Lepaskan..."
Sambil merintih kesakitan Mia berusaha melepaskan genggaman tangan James yang sangat kuat.
Dengan berat badannya yang menggantung, Mia yang merasakan rasa sakit yang luar biasa tidak tinggal diam. dirinya mencoba untuk mengambil pisau yang ada di pahanya, lalu memilih untuk memotong rambut yang membuatnya kesakitan.
Mia jatuh ke lantai kemudian menusukkan pisau ke telapak tangan James yang berniat menangkapnya lagi.
"Aaaargh..."
James kesakitan, tangannya memiliki pisau tajam yang menancap lalu dengan kesal mencabutnya dan melemparkan pisau tersebut ke lantai.
"Hahaha... Mainan seperti tidak lagi ancaman bagiku..."
James sangat senang saat melihat telapak tangannya yang terluka meregenerasi kembali sel kulit yang terbelah. darahnya yang merah perlahan menguap menjadi asap.
Mia melakukan lompatan yang berputar ke belakang 360° beberapa kali lalu berdiri di atas mobil yang ada di sana.
Mia... Yang melihat jika James begitu kuat sangat tertekan dan juga menyesal, mengapa sebelumnya tidak membunuh James di saat memiliki kesempatan.
Sekarang setelah James beradaptasi dengan Serum bloody kekuatannya naik berkali-kali lipat dari kekuatannya yang sebelumnya.
Berdiri di atas mobil Mia memiliki gaya rambut pendek hanya sebahu dan itu tidak mengurangi kecantikan dirinya.
"Hahaha... Mia, dengan penampilanmu yang seperti ini membuatku semakin menginginkanmu..." James menjilati bibirnya sendiri.
Mia melihat James dengan jijik lalu mendengus dingin. Sekarang dirinya kehilangan kedua pistolnya karena di hancurkan oleh James.
Dengan mengandalkan pukulan jelas tidak mungkin, karena lawannya memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Menghilang..."
Mia yang melihat James menghilang di tempat menjadi waspada, Di atas...
"Guaaar..."
Mia menghindari pukulan James dengan berguling ke belakang, jika dirinya terlambat beberapa detik saja pasti akan mengalami luka berat.
Melihat kembali ke arah mobil Mia dapat melihat Mobil yang sebelumnya di gunakan sebagai tempatnya berpijak. sekarang mobil itu hancur cukup parah dengan James yang berasa di atasnya.
Mia memiliki rasa ngeri di hatinya, dirinya berasa berterimakasih terhadap Lisin jika bukan karena obat yang dikonsumsi sebelumnya yang meningkatkan semua indahnya pasti dirinya akan berakhir.
"Hahaha... "
James tertawa gila... tubuhnya tidak hanya kuat namun juga memiliki kecepatan yang luar biasa.
"Ahhhhh..."
Mia yang berniat menghindar sedikit terlambat, dirinya tidak bisa bernafas Karena tangan James mencekiknya dengan kuat.
"Mia... aku tidak akan membunuhmu sebelum aku membuktikan jika aku bisa bertahan lebih dari 5 menit..." James dengan satu tangan mencekik Mia sedangkan tangan lainya menarik pakaian Mia hingga robek.
"Hahaha... Sangat luar biasa-"
"Bang..."
Sebuah tendangan kaki menghantam wajah James...
__ADS_1
"Aaaargh..."
James berguling beberapa kali sebelum mendarat pada sebuah dinding dan karena dinding tersebut tidak cukup kuat menahan dirinya, dinding tersebut hancur berkeping-keping membuat lubang besar.
"Siapa... siapa yang ingin mati dengan mengganggu kesenangan ku..."
James dapat melihat pemuda tampan mengenakan kemeja putih dengan jas hitam sedangkan telapak tangannya memiliki sarung tangan hitam.
"Kamu... siapa kamu..."
James sudah berada dalam mode bloody yang memiliki kekuatan super dengan kecepatan yang luar biasa, namun pemuda biasa menendang dirinya hingga berpindah cukup jauh, bahkan menghancurkan dinding yang cukup tebal.
"Aku?... Jangan bilang setelah tau siapa aku kamu akan menanyakan nomor ponselku juga... Maaf saja aku tidak tertarik dengan laki-laki..."
Lisin melihat Mia yang memiliki pakaian bagian depannya robek. Lisin juga melihat rambut pirang Mia yang sebelumnya kuncir kuda menjadi sebahu.
"Sialan... bukan itu yang aku tanyakan, aku hanya ingin tau siapa kamu karena akan mati di tanganku..."
Hampir setengah tubuh james terkubur puing-puing bata dari dinding yang hancur sebelumnya. James berusaha berdiri dengan menyingkirkan apa yang menghalanginya.
"Mia bisakah kamu pergi ke tempat Elena..." Lisin berkata tanpa melihat kearah Mia.
"Tapi..." Mia sangat ingin membunuh James.
Mia sangat bersyukur karena Lisin datang tepat waktu jika tidak dirinya akan di tanam paksa oleh orang yang paling di bencinya, yaitu James.
"Apakah kamu tidak menginginkan hukuman?..." Lisin bertanya dengan tidak berdaya.
"Baiklah aku akan pergi... Tolong jangan biarkan dia hidup..." Mia melihat kearah James yang baru saja berdiri dengan kebencian. kemudian melihat ke arah Lisin lalu dengan bahagia pergi kearah pintu keluar.
Mengapa kamu sangat senang jika mendengar kata hukuman, sepertinya Elena dan Mia sama-sama memiliki saraf yang terputus.
"Siapa yang bilang kamu bisa pergi..."
Melihat Mia yang akan pergi bagaimana James bisa membiarkannya begitu saja. Dengan cepat James pergi menuju ke arah Mia.
"Aku yang menyuruhnya pergi apakah kamu tidak punya telinga..."
Lisin secara instan menendang James pada bagian perut, James yang tidak siap memuntahkan seteguk darah kemudian berguling menghancurkan dinding bata yang ada di belakangnya.
Mia berhenti melihat Lisin yang menendang perut James. Mia sangat terpukau, apakah dia manusia?
Mia sangat bersemangat karena Lisin begitu kuat, James aja yang membuat dirinya kesulitan tidak bisa melakukan apa-apa di depan Lisin.
Kedua mata Mia bersinar, Lisin ini tidak hanya kuat di atas ranjang namun juga kuat saat bertarung.
"Mengapa diam... Cepat pergi..."
"Ok..."
Setelah melihat kepergian Mia menghilang di kejauhan, Lisin entah mengapa sedikit tenang, kali ini lawannya cukup kuat jadi Lisin tidak ingin ada orang lain yang akan menghalangi dirinya.
"Sialan... aku akan membunuhmu..." James meraung dengan marah.
"Sistem pindai dia..."
Lisin dapat melihat penampilan James yang memiliki warnah kulit sedikit merah, Tidak hanya itu giginya juga tumbuh taring. pupil matanya juga berwarna merah dan sedikit tumbuh cakar yang memanjang.
Lisin bertanya-tanya apakah dia ini manusia?...
(DING...)
(Pindai berhasil di akses)
(Nama: James)
__ADS_1
(Catatan: Tranformasi iblis, James menggunakan serum bloody ke dalam tubuhnya sendiri sehingga membuat tubuhnya mengalami peningkatan kekuatan dan kecepatan)
(Serum bloody di ciptakan oleh seseorang dengan niat jahat, bertujuan untuk membuat seseorang memiliki kekuatan besar namun akan menjadi iblis seiring berjalannya waktu)
(Serum bloody di ciptakan menggunakan perjanjian dengan iblis, karena menggunakan darah iblis sebagai bahan dasar dan membutuhkan bubuk dari batu tak bertuah untuk mengekstraknya)
(Tidak semua orang bisa beradaptasi dengan Serum bloody karena Seseorang harus memiliki sisi jahat yang kuat, kondisi tubuh yang cukup kuat agar kesuksesan adaptasi dengan Serum bloody berhasil di lakukan. jika tidak... hanya kematian yang akan menunggu)
Lisin yang melihat diskripsi dari sistem sangat marah, dirinya bertanya-tanya Siap dalang di balik Serum bloody dan Apakah Iblis ada di dunia ini.
Lisin merasa cepat atau lambat dirinya akan berhadapan dengan orang-orang yang berada di balik serum bloody ini.
"Panas... panas..."
James kepanasan tubuhnya menguap dengan asap keluar dari pori-pori kulitnya. James menginginkan sesuatu untuk di minum dan itu bukan air namun darah manusia.
James dengan cepat mendekati jasad temannya lalu menghisap darahnya, kemudian secara bertahap asap yang berhamburan keluar dari tubuhnya secara perlahan berhenti.
Tubuhnya semakin mirip dengan iblis.
"Hahaha... Aku tidak akan terkalahkan, dan kamu aku akan membunuhmu..." James menyeringai.
"Sial..."
Lisin memiliki seribu pertanyaan dalam benaknya, siapa orang yang dengan sengaja membuat serum bloody?... apakah iblis benar-benar ada... lalu di mana mereka?... Apa tujuan dari orang-orang yang membuat serum bloody.
"Sepertinya di dunia ini masih banyak hal yang tidak aku ketahui..."
Lisin mengambil pistol melalui Inventori sistem kemudian melakukan beberapa tembakan.
"Dor..."
"Dor..."
"Dor...
Sebanyak apapun peluru mengenai James itu tidak dapat menembusnya.
"Hahaha... kamu membuatku gatal..." Suara James tidak seperti suara manusia karena suaranya sedikit menggema.
Aneh... mengapa dia menjadi lebih kuat.
"Jika peluru tidak mempan maka aku akan memotong mu..." Lisin mengeluarkan katana yang baru saja di dapatkan dari Robert.
"Kraak..."
Cahaya dingin berkelebat Lisin yang berpindah secara instan di belakang James, langsung melakukan tebasan namun Katana yang digunakannya patah menjadi dua bagian saat bersentuhan dengan kulit James.
"Ini tidak mungkin..." Lisin berkata dengan heran, padahal dirinya sudah menggunakan tebasan yang terlapisi dengan energi batin.
"Guak..."
James yang dalam mode bloody meninju Lisin tepat pada pelipis matanya, dan membuat Lisin terpental cukup jauh bahkan menghancurkan beberapa dinding di belakangnya.
Setelah meminum darah kekuatan yang di miliki James sengat meningkat drastis.
Sejak debutnya Lisin... ini kali pertama dirinya di buat tidak berdaya... sepertinya terlalu mengandalkan Joni Agung membuat Lisin menjadi tumpul.
Bersambung...
*Like dan komentar yang banyak agar bisa up sehari 2kali.
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"
__ADS_1
*Terimakasih.