Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 327


__ADS_3


Kedatangan Semangka-Man mengejutkan semua orang. Baik para warga sipil dan tiga perampok bank bersama - sama menertawakan kedatangan Lisin.


Bahkan diantara mereka lupa antara sandra dan penjahat. Karena Semangka-Man ini sangat lucu. Bukan hanya memiliki pakaian ketat yang norak, tetapi kedatangannya hanya sebagian bahan tertawaan.


"Hahaha... Sumpah, perutku sakit..."


"Aku tidak pernah tahu jika ada pahlawan Semangka-Man di kota kita..."


"Sepertinya dia sudah gila karena ingin menjadi superhero gadungan..."


Bukannya bersyukur mendapatkan pertolongan, Para warga sipil menertawakan kedatangan Lisin. Ini membuat Lisin semakin tidak tahan lagi. Kesabarannya ada batasan.


"Tolong untuk warga sipil yang tidak berguna untuk diam. Diam kalian adalah anugerah..." Jawab Lisin sebagai tanggapan.


"Dan untuk tiga pelaku perampokan, harap menyerah agar kalian tidak merasakan rasa sakit..." Lisin semakin melangkah ke depan.


"Di depanku, perlawanan kalian tidak akan merubah apapun..." Lisin menambahkan.


Diam, para warga sipil terdiam karena tertekan. Sedangan tiga perampok menjadi marah setelah mendengar perkataan dari Lisin.


Ketiganya memiliki tatapan dingin saat bertemu dengan pria yang sok megah ini. Memangnya dia pikir dia itu siapa? Manusia laba - laba? Batman?


"Nak, hentikan kepura - puraanmu menjadi pahlawan kesiangan. Kami memiliki tiga orang bersenjata dan peledak. Kamu benar - benar berpikir terlalu percaya diri!..." Siapa yang akan percaya dengan sosok pahlawan DC atau Marvel benar - benar ada?!


"Para warga sipil, apakah kalian percaya jika pria bodoh ini dapat menyelamatkan kalian semua?..." Tanya salah satu dari ketiganya.


"Kami tidak percaya..."


"Kami lebih baik menunggu kepolisian dari pada percaya dengan pahlawan bertopeng..."


Melihat reaksi dari para warga sipil. Ketiga pelaku perampok tertawa terbahak - bahak dengan wajah mengejek. Dia menganggap Lisin sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang hanya bisa menggertak.


"Terimakasih karena ingin membantu..." Kali ini Rong Yue berkata dengan rasa syukur.


Dia tahu pria bertopeng ini akan berakhir dengan buruk. Hal itu memberinya sedikit kelonggaran dan rasa empati terhadap nasib pria bertopeng.


"Karena kalian tidak mendengarkan, maka aku harus menegakkan keadilan dengan tinjuku..." Lisin benar - benar membuang waktu jika dia terus berbicara.


Dia berjalan santai kearah ketiga perampok bank.


"Haha, dia benar - benar melakukannya. Mungin satu tembakan pistol akan membuatnya menyesal karena sudah datang..." Ketiganya mengarahkan senjata kearah Lisin kemudian menarik pelatuknya.


"Dor..."


Semua orang sangat yakin jika Lisin akan berakhir dengan satu tembakan. Siapa sangka detik berikutnya membuat semua orang terdiam dan terkejut.


Apa!!!

__ADS_1


"Bagaimana mungkin?!..."


"Mengapa dia tidak mati..."


"Tembak dia..."


"Dor..."


"Dor..."


"Dor..."


Ini diluar harapan semua orang. Pahlawan bertopeng menangkap semua peluru yang datang dengan tangannya.


Lisin terus mendekat sambil menangkap semua peluru yang mengarah kepadanya.


"Sialan, kita kehabisan peluru..."


"Jangan mendekat, Kami memiliki bahan peledak..."


"Benar, aula ini akan hancur jika aku menekan pemicu peledak..."


Keberadaan peledak dibalik baju mereka. Membuat semua warga sipil sangat panik. Ini adalah trik terakhir untuk menghadapi kedatangan pihak kepolisian.


Walaupun itu palsu, mereka dua kali telah mengecoh kepolisian dan membuat mereka melarikan diri.


"Ledakan saja jika peledak itu benar - benar sungguhan..." Suara Lisin sangat datar namun di mata orang lain itu pernyataan yang mengejutkan.


Sedangkan ketiga pelaku perampok bank berkeringat dingin setelah mendengarnya.


"Sialan, Serang dia..."


Reaksi ketiganya menandakan jika perkataan Lisin benar. Ternyata peledak tersebut palsu, Lisin dengan cepat dikelilingi oleh ketiganya.


"Whhooosss..."


Pimpinan perampok bergerak seperti harimau melompat dan, dengan kecepatan cepat, berlari ke arah Lisin.


"Mati..." Dia meraung dalam - dalam saat dia mengangkat tinju kanannya dan mengarahkannya ke arah Lisin. Gerakan itu disertai dengan suara yang sangat keras.


Pukulan itu memiliki kekuatan keras. Pria ini memang memiliki keterampilan yang kuat. Itu bisa dilihat dari satu pukulan itu. Sayangnya lawannya adalah Lisin pukul itu tidak memiliki dampak apapun padanya.


"Woosh!..."


Lisin, dengan kecepatan kilat, menendang dan memukul pria itu tepat di perutnya. Kecepatannya lebih cepat dari ketiganya.


"Bang!..."


"Kach!..."

__ADS_1


"Ahhhh..."


"Gukkk!..."


"Ahhhh..."


Tubuh ketiga pria itu, seperti peluru yang terbang keluar dari laras, terbang mundur. Mereka menabrak dinding dan meluncur. Hanya dari beberapa pukulan, ketiganya benar - benar kalah!


Ruangan menjadi sunyi.


Semua orang menatap Lisin dengan tidak percaya.


"Sudah aku katakan, Aku Semangka-Man penegak keadilan..." Kata Lisin saat melihat ketiganya terkapar tidak bergerak.


.....


"Terima kasih Semangka-Man..." Rong Yue berkata kepadanya, matanya dipenuhi dengan pikiran yang rumit.


Dia berlari dan memeluk Semangka-Man.


Rong Yue tidak pernah tahu jika pria yang dia peluk adalah Lisin yang dia benci. Dia berpikir bahwa Semangka-Man adalah sosok pahlawan sesungguhnya. Baru sekarang dia menyadari betapa luar biasanya pria bertopeng ini.


Dia tahu dengan jelas bahwa jika bukan karena Semangka-Man, dia akan diperkosa, dan kemudian dibunuh. Semangka-man ini tidak hanya menyelamatkan hidupnya tetapi juga melindungi martabatnya. Itu sebabnya dia sangat berterima kasih padanya.


Lisin tidak menyangka, Rong Yue yang selalu membuat masalah akan memeluk dirinya. Dia merasakan sentuhan lembut yang tak tertahankan. Lisin tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk menyentuh dua semangka lembutnya.


"En..." Rong Yue yang merasakan semangka miliknya tersentuh langsung terdiam. Mengapa Semangka-Man ini menyentuh miliknya?


Tunggu dulu, mengapa rasanya sangat familiar sekali!


Rong Yue langsung mengingat tentang Lisin. Dia mengingat saat Lisin meremas semangka miliknya. Hal itu membuat Rong Yue langsung sadar jika Semangka-Man tidak lain adalah Lisin.


Untuk memperkuat dugaannya, Rong Yue harus memastikan pemilik wajah dibalik topeng itu.


"Semangka-Man... Aku..."


"Di - wu, di - wu, di - wu..." Tepat sebelum Rong Yue memastikan dugaannya. Tiba - tiba sirene berbunyi.


Tentu saja seseorang memanggil polisi dan semua mobil polisi di sekitar daerah itu berdatangan. Sayangnya seperti biasa mereka akan datang terlambat.


"Baiklah, Rong Yue aku harus pergi..." Lisin dengan enggan melepaskan tangannya dari semangka milik Rong Yue kemudian pergi dengan kecepatan luar biasa.


Semua warga sipil yang tidak tahu malu langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Walaupun Semangka-Man telah menolong mereka, tetap saja mereka akan lebih aman jika petugas polisi berdatangan.


Rong Yue menatap para warga sipil dengan kebencian. Dia sangat malu karena melindungi orang - orang seperti mereka ini.


"Kapten, Maaf terlambat..." Polisi itu mengenali Rong Yue kemudian memberikan salam hormat.


"Lakukan tugas kali, aku akan mengurus diriku sendiri..." Kata Rong Yue dengan datar kemudian dia pergi.

__ADS_1


Saat ini dia ingin menemukan keberadaan Lisin yang mungkin masih ada disekitar lokasi kejadian.


Bersambung...


__ADS_2