Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 174


__ADS_3


"Gulp..." Lisin menelan seteguk ludah.


Wanita yang ada di depannya, memiliki semangka bulat dan sangat besar, mungkin yang terbesar dari semua wanita yang pernah bertemu dengan Lisin sampai sekarang.


Selain dewasa dan memiliki bentuk tubuh yang panas, Wanita tersebut memiliki senyuman yang ramah dan menghipnotis siapapun yang melihatnya.


"Apakah kamu sakit? sepertinya kamu berkeringat..." Tanya wanita panas tersebut.


"Saya... Saya tidak sakit tante..." Jawab Lisin.


Dari segi usia pasti wanita panas tersebut lebih tua dari Lisin, setidaknya kepala Tiga. namun penampilannya berkata lain, jika Lisin tidak menggunakan analisa sistem pasti tidak akan percaya jika wanita tersebut memiliki usia berkepala tiga.


Dengan analisa sistem, Lisin memahami siapa wanita panas tersebut. Namanya Maya, sudah kehilangan suaminya satu tahun yang lalu karena mengalami kecelakaan, juga Memiliki seorang putri kecil.


Tante Maya, Janda anak satu...


Lisin tidak peduli walaupun wanita panas tersebut Janda anak satu, selamat itu wanita cantik dirinya pasti tertarik.


Belum lagi kondisinya saat ini berada dalam pengaruh Afrodisiak, Jelas Lisin tidak dapat berfikir dengan jernih. karena kontrol dirinya berada di bagian bawah bukan pada otaknya.


Penjaga sebelumnya melihat Lisin dengan tatapan menghina.


Apakah kamu tergoda saat pertama kali bertemu dengan Tante Maya? Bagaimana denganku yang sudah melihatnya sejak lama.


"Jadi, apakah kamu memiliki kepentingan dengan seseorang yang tinggal diasrama?..." Tanya Maya.


"Tidak, juga..." Jawab Lisin secara langsung.


Penjaga sebelumnya sangat tertekan saat mendengar jawaban Lisin. Sebelumnya mengaku sebagai sebagai pacar Vita, saat di tanya wanita lain bilang tidak. Katakan saja jika kamu berbohong, dasar munafik.


"Bohong, kamu tadi mengatakan sebagai pacar Vita dan ingin bertemu dengannya..." Kata penjaga dengan jujur.


"Pacar Vita!!?..." Maya jelas mengenal Vita, maka dari itu dirinya terkejut. lalu melihat Lisin dari atas kebawah.


Maya mendengar jika pacar Vita sangat kaya, namun pemuda yang ada di depannya tidak mencerminkan hal tersebut. melainkan berpenampilan sangat mencurigakan.


"Jika kamu ingin bertemu dengan Vita, maka kamu salah tempat... Sekarang Vita telah pindahan dan memilih tinggal di apartemen tertentu. Untuk alamat pastinya aku tidak tahu, kamu bisa menghubunginya karena aku tidak punya nomor ponsel milik Vita" Maya menjelaskan.


Pindahan? Lisin sedikit frustasi, awalnya berniat meminta Vita untuk menghabiskan malam bersama, namun ternyata telah pindahan. tidak ada keterangan alamatnya, dan tidak ada nomor yang dapat di hubungi.


Lisin harus menggunakan siapa lagi untuk malam ini. Tatapan mata Lisin kembali berbinar saat melihat Tante Maya.


Janda anak satu ini boleh juga...

__ADS_1


"Sebenarnya, Aku tukang pijat... Tante apakah kamu menginginkan pijat khusus" Kata Lisin dengan berbohong.


Penjaga sebelumnya merasa ingin muntah, Sandiwara Lisin sangat jelek dan terlibat sangat dipaksakan.


"Pijat, Sayangnya aku tidak tertarik dengan laki - laki yang lebih muda..." Tante Maya menyadari niatan Lisin yang tergoda dengan dirinya.


Maya meninggalkan Lisin yang membisu kemudian menggunakan mobil miliknya dan menghilang di jalan raya.


Lisin terkejut, sebagai penjahat kelamin sejati, dirinya memiliki poin pesona Delapan dan Tante Maya tidak tertarik sama sekali.


Sangat memalukan, ini kali pertama Lisin di tolak oleh targetnya setelah mendapatkan sistem.


Lisin tersenyum, sepertinya mendapatkan Janda lebih sulit dari pada mendapatkan perawan.


"Hahaha... Kamu di tolak-" Sebelum Penjaga sebelumnya menyelesaikan perkataannya Lisin memukulnya dan membuatnya pingsan, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


.....


Lisin tanpa daya berjalan kaki dengan tanpa tujuan. berhenti di sebuah persimpangan jalan Lisin melihat sisi kanan dan sisi kiri dengan depresi berat.


Ratih... Benar, aku masih memiliki dia, saatnya pulang.


Lisin tidak menyerah, walaupun banyak wanita acak yang Lisin temui setiap persimpangan jalan. Lisin tidak akan merugikan mereka, lebih baik mencari yang sudah pasti dari pada nantinya bertemu dengan wanita perawan rasa janda.


Hanya saja Taksi tidak berhenti melainkan terus berjalan walaupun dengan pelan.


Sial, supir taksi ini mengapa kamu tidak berhenti, apakah perlu bagiku untuk membeli mobil taksi mu. Lisin dengan cepat berlari kemudian menghentikan Taksi dengan berdiri di depannya.


"Sialan apakah kamu ingin mati?..." Supir taksi turun dari mobil kemudian berteriak kearah Lisin yang nekat menghentikan mobil taksi.


"Tentu saja aku tidak ingin mati..." Jawab Lisin dengan tersenyum, Wanita yang tidur dengan dirinya sangat sedikit jadi dirinya tidak ingin mati terlalu dini.


"Apa yang kamu inginkan?..." Kali ini Supir taksi ketakutan, karena penampilan Lisin sangat mencurigakan. bagaimana jika Lisin memiliki pisau atau bom yang ada di balik jaket besarnya.


Sayangnya bukan bom tapi bagian bawah yang siap meledak kapan saja.


"Katakan saja berapa harga mobil taksi yang kamu miliki?..." Tanya Lisin dengan santai.


Supir taksi terdiam... Bukannya kamu ingin merampok mobil mengapa menanyakan harga mobilnya.


"Ini pak, kuncinya ambil saja aku lebih sayang dengan nyawaku..." kata supir taksi dengan ketakutan.


Baru - baru ini semarak, kasus perampokan mobil di tengah malam, dan kejadian saat ini mengingatkan supir taksi dengan cerita temannya.


"Cepat, katakan saja harganya..." Lisin bingung, dirinya hanya ingin membeli mobil taksi yang kebetulan lewat, mengapa supir taksi ketakutan.

__ADS_1


Supir taksi ketakutan setengah mati, dirinya tidak ingin di rampok. jadi lebih baik memberikan mobilnya secara cuma - cuma. karena hidup lebih penting dari pada mobil yang masih bisa di cari lagi.


"Tiga puluh juta pak..." Supir taksi menjelaskan dengan jujur, mobil taksi tersebut jenis toyota lama. dirinya membeli bekas sekitar 25 jutaan, dan melakukan Reparasi mobil dengan dana tambahan sebesar 5 jutaan.


"Ini 50 juta, kamu bisa mengambil sisanya..." Lisin mengambil uang dari Inventori sistem dan meletakkannya di atas kap mobil taksi. lalu Lisin mengambil kunci mobil taksi tersebut.


"50 juta..." Supir taksi memeluk semua uang tersebut dengan bersemangat, dirinya sendiri seolah - olah sedang bermimpi dan waktu yang dirinya habiskan sebagai supir taksi cukup lama, Supir taksi tidak menyangka akan ada seseorang yang baik membeli mobilnya dengan harga tinggi.


Menerima juga surat - surat mobil, Lisin tidak peduli. saat ini tujuannya pulang untuk menemukan Ratih.


Lisin dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut. Supir taksi akhirnya menyadari jika dirinya melupakan sesuatu yang tidak dikatakannya kepada pembeli mobil.


"Aku lupa mengatakan jika di dalam mobil ada penumpang yang belum diturunkan..." Kata Supir taksi sambil melihat mobilnya menghilang di kejauhan.


.....


Lisin akhirnya merasakan hal lega, sambil mengemudikan mobilnya.


"Apakah kamu orang kaya?..." Sebuah pertanyaan muncul dan membuat Lisin kebingungan.


Apakah dirinya berhalusinasi? mengapa ada suara wanita lain di dalam mobil taksi.


"Mas, Apakah kamu orang kaya?..." Pertanyaan tersebut terulang lagi dan Lisin menyempatkan dirinya untuk melihat kebelakang.


"Kamu, Bagaimana kamu bisa berada di dalam mobil taksi?..." Tanya Lisin dengan bingung.


Penumpang taksi tersebut adalah seorang wanita setidaknya seumuran dengan sindi dan salah satu keindahan. namun cara pakaian yang terbuka dan riasan berlebihan membuat Lisin sedikit mempertimbangkan kembali.


Harus di akui jika wanita tersebut cantik tapi mengapa memiliki lipstik belepotan, setiap riasan tersebut terlalu dipaksakan. atau mungkin dia tidak bisa merias dirinya sendiri.


"Aku sudah di dalam sini sejak lama..." Jawab wanita cantik tersebut.


Apa lagi pakaiannya yang terbuka seorang menyuruh orang lain untuk melihatnya.


"Maaf, Aku tidak mengetahui jika kamu ada didalam dan sedang bepergian juga..." Kata Lisin dengan tulus.


"Tidak masalah, apakah kamu orang kaya?..." Wanita cantik tersebut mengulangi pertanyaan yang sama.


"Kaya! Tentu saja, Apakah kamu sedang membutuhkan uang?..." Lisin langsung menggunakan analisa sistem dan langsung memahami alasan pihak lain berpenampilan seperti itu.


"Aku berniat menjual keperawanan ku, apakah kamu ingin membelinya?..." Kata wanita cantik tersebut dengan datar.


Dapat di lihat jejak kesedihan terlintas di matanya, entah kesulitan apa yang dia miliki. yang pasti, pilihan sulit tersebut sudah dipikirkan matang - matang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2