Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 291


__ADS_3


Keesokan harinya, Lisin tidur dengan Zhang Fei seperti pasangan suami istri pada umumnya, hanya saja tidak ada Villa bergoyang atau badai menerjang.


"Zhang Fei, Aku akan meninggalkan Shanghai karena ada bisnis di luar kota..." Kata Lisin setelah melakukan sarapan pagi bersama.


"Apakah akan lama?..."


"Mungkin..." Jawab Lisin.


Untuk sesaat, Zhang Fei sedikit terdiam. Dia menyadari jika suaminya akan menarik wanita manapun, setiap kali dia pergi. Dia juga merasakan jika Lisin memiliki beberapa wanita lain diluar sana, namun dia tidak bertanya. Karena dia yakin, Lisin akan mengatakan hal sesungguhnya suatu saat nanti.


Percuma mengekangnya karena Zhang Fei juga tidak bisa memberikan sesuatu yang selalu di dambakan oleh seorang suami, terutama untuk penjahat kelamin seperti Lisin.


Melihat Zhang Fei yang mengangguk yang berarti persetujuannya. Lisin beranjak pergi. Namun sebelum Dia melangkah lebih jauh lagi, Zhang Fei menghentikannya.


"Apa apa!..." Tanya Lisin.


Sejak kejadian di pesta amal, keduanya hanya beberapa kali bertemu dan menyapa, Lisin juga tinggal diam di rumah. Sedangkan Zhang Fei sibuk dengan perusahaannya, seperti melakukan kerjasama dengan Lou Corporation. juga dengan Shanghai Beauty dan masih banyak lagi lainnya.


Pada dasarnya, keduanya tidak banyak memiliki waktu kebersamaan.


"Kamu bisa menciumku..." Kata Zhang Fei dengan pipi merona.


Lisin sepertinya salah mendengar sesuatu, apakah matahari terbit dari barat? ataukah Zhang Fei salah minum obat. Walaupun hubungan keduanya sudah membaik, namun kedekatan keduanya tidak seperti itu.


Saat ini Lisin terdiam, dia tidak menyangka jika Zhang Fei meminta dirinya untuk menciumnya.


Entah mengapa, Lisin yang polos memiliki jantung berdegup kencang. Rasanya seperti akan melepaskan ciuman pertama setelah cukup lama menjomblo.


Lisin dengan malu - malu kucing mendekati Zhang Fei. Dia dengan semangat memberanikan diri untuk berdiri didepan Zhang Fei.


Wanita di depannya adalah istrinya, keduanya sudah berbagi satu ranjang yang sama. Namun hanya hubungan satu sisi mengingat Zhang Fei tidak mengingatnya. Sekarang saat keduanya akan berciuman, itu serasa tidak bisa di jelaskan dengan kata - kata.


Lisin memandang wajah cantik Zhang Fei yang menutup kedua matanya karena gugup. Kulitnya putih salju, alis matanya bergetar, bibir merahnya seperti di persiapkan hanya untuk Lisin.


"Cussss..."


Zhang Fei yang menutup matanya dapat merasakan sensasi lembut dari sentuhan bibir Lisin. Dia menerimanya dengan kaku karena dia belum pernah mencium pria lain. Tetapi secara perlahan dia seperti meleleh.


10 menit berlalu, Lisin memberikan ciuman prancis hingga Zhang Fei lemas tidak berdaya. Kemudian kedua bibir berpisah dengan enggan.

__ADS_1


Sayang sekali tidak melangkah ketahap selanjutnya, sehingga Lisin harus bersabar dalam kesulitan menahan keinginan Joni Agung yang bergerak - gerak.


Dengan cepat Lisin meninggalkan Villa pribadi milik Zhang Fei. Dia langsung melakukan penerbangan dengan rute penerbangan, dari Shanghai ke Beijing.


.....


Bandara internasional Beijing.


Kamila turun dari pesawat, tatapan matanya datar tanpa ekspresi. Namun jejak kesedihan dapat di lihat dari matanya, juga sedikit kemarahan. Penampilannya cukup cantik, dengan pakaian hitam ketat. Hari ini dia mempersiapkan waktunya untuk membunuh Lin Tian dengan kedua tangannya sendiri.


Sejak terlepas dari belenggu Lin Tian dan memiliki kesetiaan terhadap Lisin. Kamila memulihkan pecahan ingatan yang telah dia lupakan selama ini. Ingatan tersebut tentang beberapa orang yang tidak dia kenal, namun sangat dekat dan baik dengannya.


Dalam ingatan tersebut dirinya tersenyum hangat dan memiliki kebahagiaan yang cukup murni, tanpa kepalsuan apapun. Itu adalah ingatan lamanya sebelum bertemu dengan Lin Tian, atau lebih tepatnya sebelum kehidupan hangatnya berubah.


Keluarga Kamila asal Indonesia, menjadi salah satu keluarga kaya. Namun kurang beruntung karena menyinggung Lin Tian. Setelah keluarga dan semua bisnisnya hancur, Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan hingga mereka mati, kemudian dirinya dibawa pergi oleh Lin Tian dan sejak saat itu Dia mendapatkan ingatan palsu.


Setelah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, Kamila memutuskan untuk membunuh Lin Tian di saat dia lengah. Walaupun dia tahu peluang keberhasilannya sangatlah kecil, namun itu satu - satunya cara untuk membunuh Lin Tian.


Alasan mengapa dia membantu Lisin hingga dia sangat mungkin di curigai, bukan karena dia memiliki kesetiaan terhadapnya. Dia melakukannya karena merasa sangat berterimakasih, karena berkat Lisin dia mendapatkan kembali ingatan lamanya, dan memahami siapa musuhnya yang sebenarnya.


Kamila memahami jika dirinya menjadi kultivator karena Lin Tian, namun bukan dirinya yang memintanya. Kamila akan melakukan balas dendam untuk mendiang kedua orang tuanya, kepada seseorang yang harus bertanggung jawab. yaitu Lin Tian.


"Tuan Lin menunggumu..." Kata seseorang yang berdiri di depan pintu masuk utama.


Kamila mengangguk tanpa melihatnya kemudian, dia memasuki ruang rahasia, dan di dalamnya terdapat pintu Lift tertentu.


Sangat jelas apa yang menunggunya adalah kekalahan mutlak, Lin Tian memiliki segudang keterampilan. Tidak mungkin dia akan kalah dengan Kamila, di tambah dia sudah mengetahui jika Kamila telah melakukan penghianatan, karena tidak mengikuti perintahnya dengan benar, dan lebih memilih untuk melindungi Lisin.


.....


Bandara internasional Beijing.


Selang beberapa waktu, Lisin turun dari Pesawat. Dia di sambut oleh orang - orang tertentu, lebih tepatnya Anggota Departemen Naga yang berpusat di Beijing.


Mereka tidak ada yang berani memandang rendah Lisin atau menyinggungnya. Tidak mungkin mereka tidak menyadari tentang apa yang terjadi di kator pusat Departemen Naga yang ada di Shanghai.


Mereka menyambut Lisin kemudian membimbingnya masuk kedalam mobil hitam. Di dalam mobil ada Kepala Rong dan Jendral Xue yang melakukan penerbangan lebih awal.


"Saudara Li, Apa rencana mu?..." Tanya Jendral Xue.


"Sudah aku katakan, niatku datang hanya untuk melihat - lihat. Departemen Naga akan mengurus segalanya..." Kata Lisin dengan santai.

__ADS_1


"Tuan Li, Terima kasih untuk tidak melakukan tindakan yang tidak perlu. Saya yakin Departemen Naga dapat dengan mudahnya membekukan Lin Tian dan orang - orangnya..." Kepala Rong berkata dengan yakin.


Lisin mengangguk, namun dalam hatinya dia berkata. Terserah kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, Jika kalian tidak dapat menyelesaikannya. Maka akan menjadi tugasku untuk mengakhiri segalanya.


Puluhan mobil militer yang dapat menampung puluhan pasukan langsung memimpin jalan, sedangkan Lisin dan Jendral Xue berada di urutan paling belakang.


Rombongan tersebut langsung menuju ke kediaman Lin Tian.


Pasukan Departemen Naga yang terdiri dari Kultivator kuat langsung melakukan penyergapan secara diam - diam mereka tahu jika target mereka bukan orang biasa, untuk itu mereka tidak akan bermain lembut.


"Aku menginginkan, dalam waktu satu Jam Semuanya sudah di bekukan..." Kata Kepala Rong.


"Siap..."


"Lakukan..." Perintah datang dari Kepala Rong dengan sangat yakin. Seketika, lebih dari dua ratus kultivator yang menjadi pasukan Departemen Naga, langsung memasuki bangunan yang di duga sebagai tempat tinggal Lin Tian.


Walaupun Lin Tian memiliki beberapa tempat tinggal di Beijing. Namun Tempat tersebut di katakan langsung oleh Lisin setelah mencari beberapa kemungkinan. Sebagian menggunakan hasil dari peretas. Sedangkan sebagian lainnya menggunakan hasil analisa sistem.


Di depan pintu masuk utama.


"Berhenti..."


Pertempuran tidak dapat di hindarkan, Anggota Departemen Naga dan Pengikut Lin Tian bertemu dan saling menjatuhkan.


"Ahhh..."


Pasukan Departemen Naga berusaha melumpuhkan para kultivator pengikut Lin Tian.


"Kach!..."


Sedangkan para pengikut Lin Tian berusaha melumpuhkan Pasukan Departemen Naga.


"Duar..."


Pertempuran terjadi di mana - mana, dan hampir terjadi di segala sudut tempat tersebut.


"Dor..."


Beberapa orang dari pengikut Lin Tian menggunakan pistol. Namun hanya bertahan untuk beberapa waktu saja. Karena keberadaan Pistol tidak terlalu dibutuhkan saat berhadapan dengan para Kultivator.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2