Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 307


__ADS_3


Berdiri dengan santai sambil melihat sekelilingnya, Lisin menatap kearah empat kultivator yang tersisa.


Berbeda dengan para kultivator yang pernah dia lawan, mereka semua memiliki pengalaman tempur yang cukup tinggi. Hal ini membuat Lisin bertanya tanya tentang sekte aliran hitam yang ada di belakang mereka semua.


"Sepertinya, sekte aliran hitam kalian cukup dalam..." Lisin ingat jika mereka sebelumnya mengatakan sedang menjaga perbatasan.


"Hmph, kamu hanya beruntung sedikit lebih kuat..." Mereka berempat meningkatkan energi Qi mereka ke kondisi puncak, dan mempersiapkan diri untuk membunuh Lisin dengan satu pukulan.


Wajah Lisin setenang permukaan air, dan tatapannya tajam. Jika dia menghadapi hanya satu kultivator saja, maka dia akan memiliki keyakinan penuh untuk membunuh mereka semua, tetapi ketika dia menghadapi sekelompok kultivator kuat yang bekerja bersama, maka itu akan menjadi sangat sulit.


Tetapi bukan Lisin namanya jika dia kalah. Dia belum menggunakan semua trik yang ada di balik lengan bajunya.


"Haha... Ayo, biarkan aku melihat siapa yang lebih kuat!..."


Lisin tertawa keras. Dia menggerakkan lengannya, lalu sebuah katana muncul di tangannya. Katana tersebut segera menghasilkan suara mendengung saat muncul, menyebabkan udara mulai bergetar.


"Sialan..."


Mereka berempat langsung mengutuk di dalam hatinya, Seorang kultivator akan bangga dengan tinjunya tetapi bukan dengan senjata. Senjata sejenis katana hanya bisa digunakan jika tidak memiliki cara lain.


"Slassss..."


"Ahhhh..."


Salah satu dari keempatnya kurang beruntung, ia langsung terpenggal oleh cahaya dingin dari tebasan katana yang Lisin lakukan.


"Dasar tidak tahu malu... kamu menggunakan senjata untuk melawan kita yang hanya memiliki tangan kosong..." Tiga yang tersisa langsung mengutuk dengan keras. Teman mereka terpenggal di depan mata mereka. Jika diri mereka kurang beruntung, maka akan terpenggal di waktu berikutnya.


Mereka juga heran, dari mana katana tersebut datang dan sejak kapan berada di tangan lawannya.


"Kalian mengatakan aku tidak tahu malu karena menggunakan katana. Lalu kalian sendiri apa? Jika kalian memang memiliki keyakinan untuk menang, mengapa harus datang bersama..." Lisin tertawa, dia tidak peduli jika Lawannya datang bersama atau satu persatu. Selama dia bisa menang, maka prosesnya tidak terlalu penting.


"Sialan..."


Menyisakan tiga orang kultivator, mereka semua menjaga jarak dari Lisin, kemudian saling menatap dan mengangguk.


"Jurus kaki seribu..."

__ADS_1


"Wooossss..."


Dengan cepat mereka semua melarikan diri masuk kedalam hutan bambu. Mereka tidak ingin mati konyol jadi lebih baik mencari keselamatan diri sendiri. Dengan begitu mereka bisa mencari kesempatan untuk melakukan pembalasan.


"Haha... Kemarilah kailan, jangan lari. Aku akan memenggal kepala kalian, kemudian kalian bisa pergi..." Lisin tertawa seperti orang gila, dia memiliki katana di tangannya. Sesekali dia mengayunkan katana secara acak dan membuat beberapa batang bambu terbelah dan terpotong.


"Sialan..." Tiga yang tersisa, mengecilkan leher mereka. juga sesekali menelan ludah. Siapa yang akan percaya jika setelah terpenggal akan bisa melarikan diri.


Dengan semua kekuatan yang mereka miliki, Ketiganya berusaha untuk menjauh dari Lisin. Tanpa sadar hutan bambu berganti dengan pepohonan hutan perawan yang belum terjamah.


"Haha... Setidaknya kalian bisa meninggalkan kaki kalian jika tidak ingin terpenggal. Setelah itu kalian bisa lari..." Kata - kata Lisin seperti iblis dan itu membuat mereka bertiga ketakutan.


Jika mereka kehilangan kaki mereka dan terpotong. Lalu bagaimana mereka berjalan dan berlari?


"Slasssa..."


"Ahhhh..."


Lisin benar - benar menempati janjinya, Kultivator kuat yang berlari di urutan paling belakang tidak bisa melarikan diri dan kedua kakinya terpotong.


"Ahhhh..."


Darah berhamburan seperti air hujan, Kultivator tersebut langsung tersungkur saat dia tidak memiliki kaki lagi.


Dua lainnya tercengang saat melihat kebelakang, Lisin ini memang moster. Mereka tidak seharusnya menyinggungnya.


"Pergi..."


Mereka berdua melanjutkan pelarian mereka dan berharap memiliki dua kaki tambahan agar bisa berlari lebih kencang dari kuda.


Mengapa orang tuanya tidak melahirkan mereka dengan empat kaki beserta dua sayap. Jika iya mereka bisa melarikan diri dari Lisin dengan cepat.


"Ayo... Lari... teruslah berlari, jika tidak kamu akan mati..." Lisin menyeringai. Dia sudah lama tidak menjadi eksekutor Squid Game dan dia mulai ketagihan.


"Sial..."


"Ahhhh..."


Satu orang lainnya terbunuh dengan pembunuhan instan dan menyisakan satu Kultivator yang tersisa. Dia seperti di kejar oleh malaikat kematian.

__ADS_1


"Hahaha... Larilah ke ujung dunia jika kamu bisa..." Teriak Lisin saat bermain kejar - kejaran.


Sebenarnya senjata katana tidak membuat mereka takut, tetapi Lisin memiliki kekuatan tebasan yang sangat mematikan. Baik akurasi dan juga kecepatan dia tidak memiliki lawan tanding. Dan mereka semua hanya bisa terbunuh dengan mudah.


"Sial, Jangan berpikir kamu akan bisa melarikan diri dari Sekte aliran hitam..." Teriak satu satunya kultivator kuat yang tersisa.


"Hehe... Aku yang mengejarmu mengapa kamu yang mengancamku?!..." Tanya Lisin dengan bingung sambil mengejar lawannya dari belakang.


"Haha, Jika kamu pikir aku melarikan diri tanpa tujuan maka kamu salah..." Kali ini kultivator kuat yang tersisa tertawa kejam, dia sangat yakin jika Lisin tidak akan bisa melarikan diri lagi.


Lisin semakin bingung, Lawannya jelas - jelas sedang tersudut, tapi mengapa dia seperti memiliki kemenangan di depan mata?


Detik berikutnya Lisin tercengang saat dia terdiam di atas pohon. Tatapan matanya melihat lahan yang begitu luas. Tempat tersebut adalah sekte aliran hitam yang tersembunyi.


"Sialan..." Lisin mengutuk di dalam hatinya, Di sepanjang tempat terdapat lebih dari 100 murid sekte aliran hitam. Dan mereka tidak lebih lemah dari pada kultivator kuat yang dia bunuh belum lama ini.


"Mengapa kamu terlihat sangat buruk?..." Senior tersebut bertanya dengan heran. "Bukannya kamu bertugas menjaga perbatasan, agar tidak ada orang asing datang?..."


"Senior, rekan yang lain terbunuh. Mereka semua di bunuh oleh orang asing dari dunia luar..." Mendengar penjelasan yang sulit di percaya membuat senior tersebut manjadi murka.


Penatua mereka melakukan kultivasi tertutup dan Senior tersebut bertanggung jawab atas kepengurusan sekte. Jika Penatua mengetahui beberapa murid sekte aliran hitam mati begitu saja, maka Dia akan disalahkan.


"Di mana dia? dimana Orang asing yang melakukannya..." Teriak senior tersebut dengan lantang.


Tidak mungkin mereka melepaskan masalah ini begitu saja, dia harus mengadili si pelaku dan membayar hutang atas kematian beberapa murid sekte aliran hitam.


Semua murid sekte aliran hitam menatap Lisin yang berada di atas pohon dengan niat membunuh.


"Semuanya, bunuh dia dan jangan biarkan dia melarikan diri..." Senior tersebut memerintahkan.


"Serang..." Semua murid sekte langsung mengelilingi pohon yang menjadi tempat Lisin berdiri.


"Hadeh..." Lisin terlalu malas untuk berbicara, awalnya dia tidak memiliki permusuhan apapun dengan sekte aliran hitam. Semuanya murni kebetulan, sekarang mereka semuanya menargetkan Lisin. Bagaimana dia akan berdiam diri saja.


"Mati..." Beberapa beberapa murid sekte langsung memberikan serangan terkuat mereka kearah Lisin. Tinju mereka mengandung kekuatan besar, jelas mereka semua tidak ada yang lemah. Tetapi mereka tidak menyadari jika di tangan Lisin terdapat katana.


"Sepertinya teman kalian lupa mengatakan untuk berhati - hati dengan katana yang ada di tanganku..."


Setidaknya ada enam murid sekte yang mengulurkan tinjunya kearah Lisin. Sebelum semua tinju mereka menyentuhnya, Lisin membungkus katana yang ada di tangannya dengan energi Qi.

__ADS_1


Gelombang pedang yang tak terhitung jumlahnya menebas dan memotong keenam murid sekte aliran hitam yang kurang beruntung.


Bersambung...


__ADS_2