
Lisin mengikuti Jendral Xue ke ruang CCTV, Karena sistem mengatakan jika Lin Tian berada di kediamannya. Maka pastinya berada di kediamannya. Hanya saja, mengapa sistem tidak mengatakan langsung letak akurasi posisi keberadaan Lin Tian.
"Dasar Sistem tidak berguna..."
(DING...)
(Tuan rumah juga tidak berguna, di mana - mana seorang guru tidak akan memberikan jawaban kepada siswa yang mendapatkan tugas, Sistem juga seperti itu)
"Mengapa kamu tidak memberikan sedikit bocoran..." Tanya Lisin dengan tidak puas.
(Baiklah, jika tuan rumah tidak cepat - cepat bertindak menemukan keberadaan Lin Tian. Mungkin seseorang akan di rugikan)
"Sialan, itu bukan bocoran. Lama - lama aku ingin menjual sistem tidak becus ini..." Lisin tidak bisa berhenti mengutuk Sistem.
Lisin yang memiliki suasana hati yang buruk langsung melihat Layar komputer yang di tunjukkan oleh Jendral Xue.
"Rekaman ini diambil satu jam sebelumnya, itu berarti bertepatan sebelum penyergapan di lakukan. Salah satu dari anggota Departemen Naga, menyakini jika wanita ini orang kepercayaan Lin Tian..."
Lisin membulatkan kedua matanya, dia jelas mengenali wanita yang satu ini. Mengingat jika dirinya tidak memiliki masalah setelah menyinggung Lin Tian, Lisin sangat yakin jika Kamila melakukan sesuatu untuknya.
Rekaman CCTV itu menunjukkan Kamila yang berjalan menuju ke tempat yang menjadi titik buta, kamera pengintai.
Pertanyaannya, jika Kamila ada di sana sebelum kedatangan pasukan Departemen Naga yang melakukan penggerebekan. Lalu kemana Kamila saat ini berada?
Detektif apanya, Lisin sangat membenci permainan teka - teki. Dia bukan Detektif Conan yang akan menemukan kasus pembunuhan pada ruangan tertutup.
"Kamila, Tidak salah lagi, itu pasti dia..." Lisin mengingat jika belum lama ini dia mendapatkan peringatan dari Sistem, jika dirinya tidak menemukan Lin Tian dengan cepat. Mungkin seseorang akan dirugikan.
Jangan bilang!!!
Sialan... Lisin menggertak giginya. Dia sangat tertekan, mengapa dia tidak menyadari jika kemungkinan Kamila akan berada dalam bahaya, dan mengapa Kamila ini sangat bodoh, karena tidak menghubungi dirinya.
Yang lebih bodoh dari semuanya adalah sistem itu sendiri.
"Saudara Li, kemana kamu pergi?..." Jenderal Xue bertanya saat melihat Lisin yang pergi dengan tergesa - gesa.
"Kita pergi ke tempat yang memiliki titik buka dari kamera pengintai..." Jawab Lisin tanpa melihat kebelakang, Jendral Xue dan Kapten Rong langsung mengikutinya.
Sepanjang jalan beberapa anggota Departemen Naga langsung memberikan jalan dengan tatapan penuh hormat. Mereka tidak berani menghentikan langkah kaki Lisin.
Tempat yang menjadi titik buta kamera pengintai cukup biasa, tidak memiliki perbedaan dengan tempat lainnya. Namun dalam pandangan Lisin yang mencakup secara keseluruhan dia menyimpulkan jika terdapat ruang tersembunyi di sana.
"Tidak ada apapun di tempat ini..." Kata Kepala Rong dengan heran, tentu saja beberapa orang sudah melakukan pemeriksaaan pada tempat tersebut, tetapi tidak menemukan apapun.
"Menurut kalian, di mana keberadaan Lin Tian?..." Lisin tersenyum misterius, seolah sudah memecahkan teka - tekinya.
__ADS_1
Karena keduanya tidak ada yang menjawab, Lisin menambahkan. "Jawabannya di balik dinding ini..."
Jari telunjuk mengarah ke dinding. Menurut Lisin, Jika sesuai dengan rekaman CCTV. Maka Kamila berjalan kearah dinding kemudian menghilang. Tentu saja rekaman tersebut tidak mungkin editan, Lisin sangat yakin Kamila menghilang setelah berjalan mendekati dinding tersebut.
"Akan aku tunjukkan kepada kalian..." Lisin menggunakan pemindai sistem untuk menemukan bagian dinding yang menjadi mekanisme pintu ruang rahasia. Dan seperti dugaannya. Saat dia menekan Sisi atas bagian kirinya.
"Krakkkk..."
Setelah Lisin menekan mekanisme tertentu pada dinding. Seketika dinding bergerak dan memperlihatkan Sebuah Lift yang Sangat mengejutkan siapapun yang melihatnya.
"Pintu Rahasia?!..." Seru Jendral Xue dan Kepala Rong secara bersamaan. Akhirnya keduanya mulai memahami, di mana keberadaan Lin Tian sekarang.
"Lift!!!..."
Karena kediaman tersebut hanya memiliki lantai dua, tidak mungkin akan membutuhkan Lift untuk sampai keatas. Di tambah mengapa harus di ruang tersembunyi?Jawabannya adalah Bungker yang ada di dalam bawah tanah.
"Lift hanya bisa menampung sedikit orang jadi, Biarkan aku sendiri saja yang turun kebawah..." Karena Lisin sudah mengatakannya, keduanya tidak mungkin merubah keputusan Lisin.
"Ting..."
Pintu Lift terbuka, Lisin langsung memutuskan untuk masuk dan menekan nomor untuk mencapai dasar paling bawah.
.....
Bungker lantai terbawah.
Di depannya terdapat Kamila yang sedang terikat, "Apa yang kamu lakukan?..."
Kamila bergidik ketakutan, walaupun dia siap mati kapanpun saja. Namun dia tidak ingin menggunakan Serum bloody. Di depannya Lin Tian memegang Serum bloody dengan memperlihatkan jarum suntik yang tajam.
"Karena kamu cukup banyak membantuku selama ini, Aku tidak akan langsung membunuhmu. Tetapi aku akan membuatmu menjadi bagian dari rencana ku..." Lin Tian menyatakan tujuannya. Dia berjalan mendekati Kamila yang tidak berdaya.
"Ahhhh..."
Jarum suntik menancap pada bagian lehernya, seketika itu cairan serum bloody terkuras habis. Kamila jelas memahami jika dirinya akan menjadi mahluk penghisap darah atau esensi darah manusia. Juga lebih tepatnya monster seperti Vampir.
Secara bertahap dia mengalami tranformasi yang besar - besaran. Mulai dari bagian tubuhnya, seperti kulit, mata merah, taring tajam, dan lain sebagainya. Dia sekarang berubah memasuki mode bloody.
.....
Di dalam lift yang bergerak turun secara lambat. Hal ini dengan sengaja di atur agar penumpang yang ada di dalamnya merasa nyaman.
Namun berbeda dengan Lisin yang sedang terburu - buru. Dia hanya bisa mengutuk di dalam hatinya. Lisin tidak tahu kapan liftnya akan berhenti dan sampai di lantai dasar.
(DING...)
(Kesetiaan 100% Milik Kamila di batalkan)
__ADS_1
(Kesetiaan 100% Milik Kamila di batalkan)
(Kesetiaan 100% Milik Kamila di batalkan)
Lisin menatap panel sistem dengan bingung, dia tidak berharap jika Kamila dapat membatalkan pengaruh dari Hipnotis Super.
"Sistem, mengapa pengaruh dari Hipnotis super dibatalkan?..."
(Seseorang yang mengalami tranformasi tubuh memiliki kemungkinan mempengaruhi daya ingatannya. Hal ini berlaku untuk siapapun sehingga, mempengaruhi hasil dari Hipnotis super)
Sialan... Lisin hanya memikirkan satu hal yaitu Kamila mengalami tranformasi tubuh mode bloody. Sepertinya Lin Tian benar - benar memberikan Kamila Serum Bloody.
"Sistem, apakah tidak ada Vaksin untuk serum bloody dan membuat Kamila menjadi manusia lagi?..."
(Di butuhkan serum bloody langsung untuk mengekstrak formula atau komposisi darinya, untuk membuat formula baru)
Masih ada harapan.
Lisin sangat bersyukur saat dilelang amal dia berhasil mendapatkan serum bloody dengan cuma - cuma dari Lou Shun. Dia langsung mengeluarkan serum bloody dari inventori sistem.
Dalam genggaman tangan Lisin, terdapat suntikan dengan cairan merah di dalamnya.
(Serum bloody terdeteksi, di butuhkan proses tertentu untuk membuat formula baru: Ya /Tidak)
"Ya..." Jawab Lisin.
(Proses sedang berlangsung)
(0%...)
Lisin mengutuk sekali lagi, setidaknya membutuhkan waktu sampai formula baru terselesaikan.
Dirinya tidak bisa terus menerus menunggu di dalam Lift yang memiliki kecepatan seperti perjalanan siput. Lisin harus bertindak dengan cepat. Dia melihat kearah langit - langit Lift kemudian memikirkan ide gila.
Memfokuskan energi pada jarinya, Lisin mengirim gelombang energi untuk membuat lubang pada bagian atas Lift. Dia dengan cepat menaikinya dan berdiri di atas Lift.
"Semoga saja ini bukan ide buruk..."
"Slassss..."
Lisin langsung memotong kawat besar yang mengait dan menggantung Lift tersebut. Lalu pada detik berikutnya, Ruang Lift yang ada di bawah kakinya jatuh dan terjun bebas dengan kecepatan gila.
Gaya gravitasi bumi memang sangat menakutkan, terutama jika mengalami kejatuhan dari tempat - tempat berkedudukan tinggi.
Orang kesandung saja bisa mati, apapun lagi jatuh dari ketinggian. Pasti akan lebih buruk dari itu.
Apa lagi jika seperti sinetron yang pada saat pemeran utamanya berjalan, pada jalan datar tanpa halangan atau rintangan. Kemudian jatuh dengan sendirinya dan berakhir di rumah sakit, pasti akan divonis hilang ingatan dan yang terburuk akan diamputasi.
__ADS_1
Bersambung...