Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 200


__ADS_3


Sultan yang melihat wanita yang akan dinikahinya di buat terdiam, begitu juga para tamu undangan dan keluarga mempelai pria seperti Sindi beserta keluarganya.


Kedatangan Lisin memang mengejutkan semua orang, namun ada apa dengan sikap Susan terhadap pria yang terseret tersebut. dan siapa dia? dan juga siapa pasangan yang baru saja datang dengan menggagalkan proses akad pernikahan?


Penghulu juga terdiam kemudian melihat jika Lisin ini nampak familiar, Tapi dimana dirinya pernah bertemu dengan Lisin? Oh, Benar juga. Saat resepsi pernikahan Juragan Suryo juga digagalkan oleh Lisin ini. Penghulu berkeringat dingin karena tidak ingin menyinggung Lisin yang menghancurkan Keluarga Juragan Suryo, jadi lebih baik diam saja dan jika ada kesempatan harus menyenangkannya.


Kembali kepada Susan yang bersedih kemudian dirinya menyadari jika berada ditengah berlangsungnya akad nikah. Susan dapat melihat ayahnya yang marah dan tertekan, juga melihat sekelilingnya seperti para tamu undangan. Tatapan Susan mengarahkan kepada Lisin dengan benci kemudian melihat Sultan.


"Susan, Kalian masih berhubungan, jangan bilang jika janin di dalam perutmu adalah hasil dari hubunganmu dengannya..." Kata Sultan dengan kecewa, marah menjadi satu.


Sultan pernah menaruh kecurigaan jika Susan ini pernah terbelit - belit saat ditanyakan keberadaannya, dan siapa sangka jika Susan masih berhubungan dengan Rizal. Juga di mata Sultan, Rizal ini adalah teman sejak kecil jadi dirinya tidak berharap akan ditikung dari belakang.


"Tidak, Kita sudah lama putus, kamu harus percaya janin yang ada di dalam perut ku adalah milikmu..." Susan berusaha membelah.


"Apa buktinya, Kita hanya melakukannya sekali dan setelahnya kita hanya berhubungan jarak jauh saja..." Kata Sultan dengan frustasi.


Sekarang resepsi pernikahan yang seharusnya di penuhi oleh kebahagiaan menjadi kekacauan dan perdebatan antara Sultan dengan Susan.


"Sultan, kamu yang menghamili putri ku bukan Rizal..." Kata ayah Susan.


Sebagai orang tua jelas lebih mendukung putrinya tanpa memperdulikan antara benar atau tidak. Apa lagi sekarang Sultan sudah sukses, dan di bandingkan dengan Rizal, calon menantu seperti Sultan lebih baik untuk putrinya yang bodoh.


Sultan mulai goyah, antara percaya atau tidak. kemudian dirinya melihat kearah Lisin dan cukup sulit untuk mengambil tindakan selanjutnya. Satu sisi ingin bertanggung jawab dan menjadi seorang Ayah, namun bagaimana membuktikan jika janin di perut Susan milik dia atau tidak.


"Bro Sultan, Kita sudah lama berteman entah kamu percaya atau tidak kamu bisa memutuskannya setelah melihat rekaman ini..." Lisin tersenyum kemudian mengambil ponsel milik Vita lalu memutar rekaman tentang perbincangan antara Rizal dan kedua temannya.


Lisin dengan sengaja meninggikan volume speaker agar semua tamu undangan mendengar perkataan Rizal dan kedua temannya.


Selusin menit berlalu, akhirnya semua orang mengetahui segalanya, dan rekaman tersebut sudah menjelaskan pengakuan Rizal sebagai ayah dari janin yang ada di dalam perut Susan.


Susan yang shock dan malu langsung berlutut dengan penuh penyesalan, air matanya mengalir dan menangis langsung di tempat. kemudian keluarga mempelai wanita hanya bisa mengakuinya. jika mereka sudah mengetahuinya sejak awal.


Sultan terdiam kaku, entah kenapa semuanya menjadi seperti ini. namun dirinya merasa bersyukur kepada Lisin karena sudah membantu mengungkapkan kebenaran kepada dirinya.


Sultan melepaskan jas pengantin yang dikenakannya, lalu melemparkannya kearah Rizal yang lumpuh. Ternyata Teman yang di kenalnya sejak kecil hanya memanfaatkan dirinya.


"Pak, Penghulu kamu bisa menikahkan mereka berdua. Karena aku bukan mempelai pria yang harus menikahinya..." Kata Sultan dengan berusaha menguatkan hatinya.


Sultan melihat kearah Susan untuk terakhir kalinya, "Aku doakan jika kalian bisa menjadi keluarga yang bahagia, dan terima kasih atas kebohongan mu selama ini..."


"Aku pamit..."


Sultan langsung pergi di ikuti oleh keluarganya meninggalkan tempat resepsi pernikahan. Sindi dan Jihan juga mulai pergi begitu juga Lisin dan Vita.

__ADS_1


Hari ini, Keluarga Susan harus menahan malu yang luar biasa, tidak hanya terungkapnya kehamilan putrinya, tetapi juga melakukan pernikahan yang egois. namun berakhir dengan kegagalan.


(DING...)


(Selamat tuan rumah sudah menyelesaikan tugas sistem, Menghentikan Pernikahan Sultan dan ungkapkan kebenarannya)


(Mendapatkan 25 poin sistem)


(Mendapatkan Kartu keterampilan Hipnotis Super)


Lisin yang berjalan sambil melihat panel sistem sedikit bingung, untuk apa hipnotis super. Abaikan saja tidak berguna.


.....


Di tempat parkir, Sultan menunggu Lisin yang mengikuti dirinya dari belakang.


"Lisin... Terima kasih, jika bukan karena bantuan darimu aku akan menikahi wanita yang salah..." Kata Sultan dengan sedih.


"Terima kasih..." Keluarga Sultan juga berterimakasih kepada Lisin sebelum akhirnya pergi.


Sekarang hanya menyisakan Lisin, Vita, Sultan, Sindi dan Jihan.


"Baiklah, Mengapa kita tidak pergi ke suatu tempat untuk mencari makan misalnya..." Kata Lisin dengan niatan mencairkan suasana.


"Ide bagus..." Sindi adalah yang paling bersemangat.


"Tunggu dulu mas Lisin... Siapa dia..." Kata Sindi sambil menunjuk kearah Vita yang dari awal terabaikan.


Sultan akhirnya sadar jika Lisin membawa seorang wanita. belum lagi wanita tersebut sangat cantik dan Sultan harus mengakuinya jika Lisin sangat beruntung.


"Dia, Pacarku..." Lisin mengakuinya.


"Bos... Kamu membawa Pacar?... Aku tidak menyangka Kamu tidak lagi menjadi jomblo..." Sultan tersenyum kecut.


"Sedangkan aku... Sekarang yang menjadi jomblo. Mungkin ini yang di maksud dengan karma..." Sultan merasa Lucu. karena Lisin sering dirinya ejek dengan sebutan Jomblo.


Siapa sangka jika suatu saat akan terbalik, di saat Lisin memiliki pacar dirinya akan menjadi jomblo.


Sepertinya tidak baik menghina seseorang yang jomblo. jika tidak, maka akan bernasib jomblo juga seperti Sultan.


"Sabar... Bukannya kamu playboy? Sultan lupakan tentang Susan... Masih banyak wanita yang lebih baik untuk mu dan Lebih layak untuk kamu miliki..." Lisin menyemangatinya.


"Terimakasih Bro... Maksudnya bos..." Kata Sultan.


"Lupakan tentang atasan dan bawahan, kita saat ini teman..."

__ADS_1


Hanya Jihan yang tidak terkejut saat mengetahui jika Vita pacar Lisin karena dirinya mengikuti akun youtube Vita.


"Pantas saja, Mas Lihat tidak mudah terpikat oleh wanita lain... Dia memiliki pacar yang begitu cantik..." Sindi mengakuinya dengan iri.


"Halo, Aku Vita..." Kata Vita dengan tersenyum.


"Mbak Vita... Aku Sindi, ini Jihan temanku dan ini Kakakku Sultan dan teman baik Mas Lisin..." Kata Sindi dengan bersemangat.


Sesama wanita, ketiganya langsung akrab dan membicarakan banyak hal. sedangkan Lisin dan Sultan hanya bisa terasingkan. jika sorang wanita sudah mulai bergosip dunia rasanya miliknya sendiri.


"Mbak Vita, Kamu sangat beruntung karena bisa berpacaran dengan Mas Lisin, karena Mas Lisin itu baik tentunya setia dengan satu wanita saja... Jika ada wanita lainnya pasti di Skip sama Mas Lisin..." Kata Sindi dengan bangga.


Skip apa Sikat?


Vita tersenyum kecut, bukan karena sedih hanya saja merasa aneh. karena Lisin yang memiliki wanita segudang sekarang di katakan sebagai pacar yang setia.


Sepertinya, Sindi dan Sultan ini sebelas dua belas.


"Baiklah, Bagaimana dengan makan - makan di restoran pinggir pantai Blimbingsari..." Kata Sindi menyarankan.


"Apakah Enak?..." Tanya Vita.


"Tentu saja, terutama ikan bakarnya yang memiliki citarasa yang khas, Mbak Vita pasti ketagihan nanti..." Kata Sindi dengan tersenyum.


"Benar, Aku bisa menjamin perkataan Sindi..." Jihan menyetujui.


"Baiklah... Kemanapun tidak masalah..." Kata Vita juga tersenyum.


"Ok... Sudah aku putuskan... Makan ikan bakar..." Sindi berteriak.


Lisin hanya bisa mengikuti keinginan Sindi yang tidak bisa diganggu gugat.


Lisin dan Vita menggunakan mobil taksi langsung pergi ke timur tepatnya arah pesisir karena restauran berada di sana. Di ikuti oleh Sultan dengan mobilnya sendiri dengan Sindi dan Jihan berada di belakang.


Tak butuh waktu lama, untuk Kedua mobil sampai di pesisir pantai Blimbingsari.


Suara sapuan ombak yang mendesis dapat di dengar, sedangkan terpaan angin kencang membuat rambut beterbangan. sayang sekali warna pasirnya harus hitam namun memiliki keunikan tersendiri.


Ada pilihan restoran di beberapa tempat yang ada di pesisir pantai Blimbingsari. Dan Lisin memilih memarkirkan mobilnya di dekat jalan keluar, begitu juga dengan Sultan. dan juga terdapat mobil sedan terparkir di sana.


Mengikuti Sindi yang berjalan di paling depan, mereka semua memilih restoran dengan nama Lestari. Saat Lisin memasuki tempat tersebut, Dirinya menemukan hampir semua tempat tidak memiliki pengunjung, dan hanya ada pasangan pria dan wanita yang sedang duduk di tempat paling ujung.


Lisin langsung terdiam membisu saat melihat wanita tersebut, karena cukup familiar, dan sedang tersenyum namun bukan kearah dirinya.


Wanita tersebut adalah Ratih dan dengan siapa dia duduk, Lisin tidak mengenalnya. hanya saja dari pakaian dan jam tangan miliknya, jelas tidak murah. belum lagi ada mobil sedan di luar, apakah dia generasi kedua? dan mengapa bisa bersama dengan Ratih? Apakah Ratih selingkuh? Apakah Lisin akan bernasib seperti Sultan berikutnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2