Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 290


__ADS_3


Anggota cabang Departemen Naga berdatangan, tujuannya untuk mengendalikan kondisi kantor pusat yang porak - poranda. Tikus - tikus di amankan untuk melakukan Interograsi. Sedangkan mereka yang terluka langsung mendapatkan perawatan intensif.


Tempat - tempat yang hancur secara bertahap kembali di perbaiki. Sekarang dengan kedatangan Jendral Xue Departemen Naga seperti dilahirkan kembali. tentu saja semua ini bisa tercapai berkat dari tindakan Lisin.


Sebuah kantor tertentu, Dengan Jendral Xue yang mengambil alih rapat darurat setelah terbentuknya Departemen Naga yang baru. Di sampingnya ada Lisin yang diam dengan tampang malas. di sisi lainnya ada Kepala Rong yang siap memberikan arahan.


Anggota lainnya ada Xian Li dan beberapa orang yang memiliki wewenang tinggi.


Tempat itu sunyi, setelah informasi kejahatan Lin Tian terbongkar, Jendral Xue dan Kepala Rong keduanya hanya memiliki satu tujuan yaitu menangkap Lin Tian.


Seseorang yang menjadi bagian dari Organisasi Iluminati berkeliaran dengan bebas, tepat dibawah hidung Departemen Naga. Bagaimana mereka semua tidak marah!


"Sekarang, Tikus - tikus sudah berhasil di amankan. Langkah selanjutnya adalah mengamankan Lin Tian..." Kata Jendral Xue dengan yakin.


"Tolong serahkan penangkapan Lin Tian kepadaku..." Kata Kepala Rong, "Masalah Lin Tian sangat memalukan untuk Departemen Naga, juga karena keteledoranku selama ini. Beberapa orang yang di rugikan oleh Lin Tian tidak mendapatkan keadilan..."


Semua orang menatap Kepala Rong yang sungguh - sungguh dengan perlahan mengangguk. Masalah Lin Tian juga termasuk Organisasi iluminati yang ada di belakangnya, menjadi informasi paling rahasia yang di miliki oleh pemerintah. Tidak mungkin pemerintahan akan mengungkapkannya di depan publik.


Hanya Lisin seorang yang menggeleng, di antara semua orang yang mengangguk. Kepala Rong ini terlalu percaya diri dengan kemampuannya, masalah kali ini bukan tentang gerbong terorisme yang hanya menggunakan pasukan khusus untuk mengakhirinya. Tetapi masalah mantan penggunaan sistem, yang memiliki kekuatan yang tidak terpikirkan.


Alasan mengapa Lisin menghubungi para petinggi dan orang - orang penting ini, bukan masalah menangkap Lin Tian. Tetapi masalah wewenang penangkapan. Lisin tidak ingin saat dia membunuh Lin Tian, dirinya akan di jadikan kambing hitam oleh seseorang tertentu, atas kematiannya.


Untuk itulah dia mengungkapkan tujuannya dan juga memberantas semua tikus dan menunjukkan semua bukti kejahatan Lin Tian kepada mereka.


Entah mengapa Kepala Rong ini mengingatkan Lisin dengan seseorang yang bertindak gegabah dan ujung - ujungnya menjadi beban.


Pantas saja rasanya sedikit Dejavu dengan langka yang Kepala Rong ambil, tenyata Dia adalah ayah dari Rong Yue. Lisin bingung, mengapa keduanya memiliki kesamaan dalam mengambil tindakan. dan ujung - ujungnya akan menjadi beban yang merepotkan.


"Saya setuju dengan Kepala Rong, karena semua bukti sangat kuat. Yang perlu kita lakukan adalah menangkap Lin Tian sebelum dia menyadarinya..." Kata salah satu petinggi negara yang mengikuti rapat.


Inilah yang membuat Lisin malas melakukan diskusi karena orang - orang seperti mereka yang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Setelah terungkapnya kejahatan Lin Tian, jelas para petinggi ini tidak ingin menjadi korban selanjutnya dari kejahatan Lin Tian.


Sekarang di mata para Petinggi, Sosok Lin Tian terlihat seperti hama yang harus di hancurkan. Hanya saja jika kamu tidak menyelidiki semua kekuatan musuh - musuhmu, hal berikutnya hanyalah kegagalan.

__ADS_1


Sepertinya mereka ini Lupa jika Lin Tian mungkin memiliki Serum Bloody juga tidak di ketahui target dan tujuannya.


"Tuan Li, bagaimana menurutmu..." Kata - kata Kepala Rong membangunkan Lisin dari lamunan.


"Oh, Ya sampai mana tadi..." Tanya Lisin dengan santai.


Semua orang langsung terdiam, Jika itu orang lain yang tidak fokus dalam rapat dewan yang sangat rahasia. Mereka akan langsung mengusirnya, namun Lisin memiliki identitas berharga sekarang. Dia seperti aset negara karena menjadi sosok penting dan juga sangat cakap.


Tentu saja, Jendral Xue menjelaskan jika kesembuhan kakinya karena bantuan Lisin. Sehingga hal tersebut membuat semua orang mengagumi dan menjadikan Lisin sebagai sosok penting.


"Tuan Li, Kita akan melakukan penyergapan..." Kepala Rong tidak marah, dia dengan hati - hati menjelaskan kepada Lisin, tentang strategi yang akan dia gunakan.


Markas Lin Tian sudah terbukti ada di kota Beijing. Hal itu, didapatkan melalui informasi yang terungkap berdasarkan hasil dari Lisin meretas sebelumnya.


Setidaknya, Lin Tian memiliki ratusan karyawan yang terlihat cukup aneh. Mereka semua terdiri dari beberapa kultivator kuat, sehingga Lisin menyimpulkan jika mereka semua adalah bawahan langsung Lin Tian.


"Saudara Li, sepertinya semakin cepat kita menangkap Lin Tian maka akan menjadi lebih baik..." Kata Jendral Xue menambahkan. Beberapa petinggi lainnya mengangguk.


"Baiklah, Aku juga akan datang ke Beijing untuk melihat..." Kata Lisin dengan serius.


Dengan begitu rapat tidak penting dengan para petinggi berakhir begitu saja.


.....


Di sebuah bangunan yang cukup megah di kota Beijing.


Lin Tian berniat mengunjungi Jian Chen dan juga menjadi tempat organisasi iluminati berada. Tetapi Jian Chen membatalkan pertemuan mereka, dan melarang Lin Tian untuk tidak mendatangi tempat organisasi tersebut berada.


Jelas hal tersebut membuat Lin Tian kebingungan, namun dia harus mengakui kesalahannya setelah dia membuka pesan yang ada di ponselnya. Itu adalah pesan langsung dari Jian Chen.


Dalam pesan tersebut, keberadaan mata - mata yang di tempatkan di Departemen Naga berhasil di berantas dan bukti kejahatan Dirinya terungkap. Mungkin cepat atau lambat Departemen Naga akan menangkap Lin Tian.


"Sialan, mengapa bisa ketahuan dengan begitu cepat?!..." Pesan tersebut belum berakhir, Lin Tian melanjutkan untuk membacanya sekali lagi.


Jelas Jian Chen memiliki sumber informan yang lebih canggih di bandingkan dengan Lin Tian. Hal tersebut terbukti dengan beberapa isi pesan selanjutnya.

__ADS_1


Lin Tian mendapatkan sebuah penghianat dari salah satu bawahannya sehingga tidak membunuh seseorang yang seharusnya di bunuh.


"Kamila..."


Lin Tian langsung marah, dia sudah menjadikan Kamila kaki tangannya yang paling terpercaya, dan sudah mencuci otaknya dengan ingatan palsu.


"Bagus... Sangat bagus, aku akan membuatnya menyesal karena telah menghianatiku..." Janji Lin Tian dengan tatapan mata dingin.


Hal yang terakhir dari pesan tersebut adalah keberadaan Lisin yang membuat Departemen Naga menjadi terlahir kembali tanpa memiliki tikus di dalamnya.


"Li Shin... Jadi itu dia, aku tidak menyangka jika dia akan menyinggungku hingga sejauh ini..." Lin Tian mendengus dingin.


Sebelumnya Lisin membuatnya malu seperti badut di depan semua pengunjung lelang amal, sekarang mengganggu bisnisnya lagi yang berhubungan dengan rencana masa depan miliknya.


Langkah pertama yang Lin Tian Ambil adalah memberikan hukuman kepada Kamila karena sudah mengkhianatinya. Dia menggertakkan giginya, sayang sekali dia sudah tidak memiliki sistem lagi, jika tidak kejadian seperti ini tidak akan pernah menimpah dirinya.


Lin Tian langsung menggunakan ponselnya untuk menghubungi Kamila.


"Hallo Tuan Lin..." Suara Kamila berada di balik telepon.


Dia tidak menyadari jika Lin Tian sudah menyadari tentang tindakannya yang melindungi Lisin tanpa mengirim kultivator untuk membunuhnya.


"Kamila, Bagaimana dengan tugas yang aku berikan terakhir kali..." Tanya Lin Tian dengan santai tanpa membuat Kamila menyadari hal janggal.


"Tuan Lin, Semuanya sudah beres. Pemuda yang menyinggung tuan Lin saat di lelang amal sudah berhasil disingkirkan..." Jawab Kamila dengan menyakinkan.


"Bagus, kamu memang orang kepercayaan paling menjanjikan..." Lin Tian marah dengan memperlihatkan giginya, namun dia tidak merubah nada bicara miliknya.


"Ini sudah menjadi tugasku, Tuan Lin..." Saut Kamila.


"Kamila, Datanglah ke Beijing. Aku memiliki hadiah untuk bawahan paling setiaku..." Kata Lin Tian.


"Terima kasih Tuan Lin, Saya akan segera melakukan penerbangan..." Panggilan di antara keduanya, berakhir begitu saja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2