
Kuta selatan, Bali.
Di sebuah tempat tepatnya lahan kosong bekas kontruksi yang sudah di tinggalkan. Wolf berdiri di antara kerumunan orang - orang yang dia temukan dari berbagai macam tempat di seluruh dunia.
Mulai dari Brazil, Rusia, Jepang, Jerman dan masih banyak lagi dari belahan dunia lainnya. Mereka semua terdiri dari dua kelompok. yang pertama dari Mantan pasukan khusus. berjuang untuk negara namun pensiun karena memiliki kecacatan Fisik saat membela negara mereka masing - masing.
Bagi Pasukan khusus masa pensiun mereka yang indah dalam harapannya, namun nyatanya menjadi suram tanpa tujuan. Istri yang mereka nikahi dan juga mereka nafkahi dari cucuran keringat dan darah dalam melakukan tugas membelah negara.
Ternyata lebih memilih pria lain karena dirinya yang cacat dalam fisik semata, lebih dari itu banyak masyarakat yang memandang fisik untuk membedakan bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
Oleh karena itu mereka hanya bisa mengasingkan diri dari dunia luar dan menghabiskan masa pensiunan mereka dalam penyesalan. Mereka yang berjuang untuk negara, apakah harus berakhir menyedihkan seperti ini?
Di bandingkan mantan pasukan khusus, Mantan pembunuh bayaran lebih buruk dari itu. mereka juga memiliki kecacatan fisik karena terluka dalam mengambil pekerjaan. mereka juga harus berpindah - pindah tempat saat ketahuan jika identitas mantan pembunuh bayaran terungkap.
Kekurangan fisik mereka menjadikannya kesulitan dalam mencari perkejaan tetap, di tambah identitasnya harus di sembunyikan. para pembunuh bayaran juga memiliki masalah dengan istrinya yang tidak menginginkan suaminya lagi saat mengetahui jika mereka pembunuh bayaran.
Pada dasarnya mereka semua sama - sama memiliki kesulitan beradaptasi dengan masyarakat. dan kehilangan harapan dalam menjalani sisa hidup mereka dengan senyuman. Sekarang mendapatkan undangan dari Wolf seperti lelucon untuk mereka yang tidak lagi memiliki masa depan yang jelas.
"Wolf kawanku, Aku datang ke indonesia karena melihat kamu dan bukan orang lain, kita semua sudah menunggu lebih dari tiga hari. jika seperti ini, aku sangat menyesal harus memilih kembali ke rusia untuk menjalani kehidupan yang membosankan..."
"Benar, Dari pada di sini yang tidak memiliki kepastian, kita sudah menunggu lama..."
"Apa yang bisa dia lakukan untuk menyembuhkan kecacatan fisik yang kita semua miliki..."
"Di buai harapan palsu lebih menyakitkan dari pada harus hidup terabaikan oleh semua orang..."
"Aku tahu jika tidak ada harapan jika datang ke indonesia, hanya membuang waktuku saja..."
Satu persatu orang memiliki keluhan dan langsung melontarkannya. Mereka semua ada yang memiliki kaki diamputasi, kelumpuhan syaraf, kehilangan mata, kehilangan sebelah tangan dan masih banyak lagi kecacatan yang mereka miliki.
__ADS_1
Wolf mendapatkan perintah, untuk menemukan Mantan pasukan khusus atau mantan pembunuh bayaran. Awalnya dirinya bingung untuk apa namun dirinya tidak bertanya. Hal pertama yang Wolf pikirkan adalah teman - teman seperjuangan, juga beberapa orang baik yang pernah menjadi Sekutu atau juga musuh.
Jelas Wolf adalah yang terkuat diantara mereka semua, Wolf mendapatkan banyak pertanyaan dari mereka semua, namun dirinya juga tidak tahu alasannya. menurut dirinya Lisin berniat merekrut mereka semua menjadi bawahnya dengan gaji tinggi.
Penjelasan tersebut langsung menjadi bahan tertawaan semua orang, karena nilai uang di mata mereka tidak lagi berharga. Mantan pembunuh bayaran memiliki kekayaan yang cukup besar di akun bank Swiss mereka, begitu juga dengan Mantan pasukan khusus.
Rata - rata diantara mereka berumur 30 - 40 tahunan, jumlah mereka sekitar 100 orang tidak termasuk dengan Wolf. Jelas jumlah ini tidak banyak namun juga tidak sedikit. itu sudah semua yang Wolf kumpulkan dalam Dua bulan ini.
Menemukan mantan anggota khusus dan mantan pembunuh bayaran lebih sulit dari yang dirinya duga. Wolf juga memahami jika uang tidak berarti di depan mereka, oleh sebab itu pada awalnya dirinya kesulitan membujuk mereka semua.
Satu satunya pilihan Wolf adalah berkata dengan jujur di depan mereka, tentang apa yang dirinya alami saat bertemu dengan Lisin.
Wolf menceritakan tentang Lisin, seorang pemuda awal dua puluhan dan dia sangat kuat sehingga Pembunuh bayaran nomor satu seperti Wolf tidak bisa membunuhnya. Wolf juga mengatakan jika dirinya bukan tandingan Lisin.
Shok! Tentu saja semua orang langsung terkejut dengan tidak percaya, siapa Wolf? Dia menjadi sosok yang dikagumi oleh mereka semua. juga Diri Mereka semua tidak berani mengklaim bahwa mereka bisa mengalahkan Wolf dalam satu lawan satu. namun Wolf mengaku kalah di depan pemuda awal dua puluhan.
Jika yang mengatakannya bukan Wolf sendiri, mereka semua pastinya tidak akan percaya dan menganggapnya sebagai omong kosong. namun mengingat kembali tentang Wolf yang tidak suka bercanda, mereka semua akhirnya mempercayainya.
Hanya saja cukup sulit untuk mempercayai perkataan Wolf, oleh karena itu. Mereka semua tergelitik akan minat mereka untuk melihat pemuda tersebut secara langsung.
Walaupun mereka semua tidak mengharapkan kesembuhan cacat fisik yang mereka miliki, setidaknya orang yang mendapatkan pengakuan langsung dari Wolf. patut untuk diperhatikan, Setidaknya mereka akan melihat perkataan Wolf benar atau tidak.
"Dari awal aku tidak memaksa kalian semua untuk datang, aku hanya memberikan kesempatan kepada kalian untuk menjadi bawahan Tuan ku dan menjadi mungkin jika dapat menyembuhkan cacat fisik kalian..." Kata Wolf dengan dingin.
Mereka semua langsung bergidik ketakutan, walaupun mereka memiliki kondisi puncak tanpa cacat fisik. jelas mereka semua tidak berani berurusan dengan Wolf.
"Tunggulah sebentar lagi, jika kalian ingin bertemu dengannya. atau kalian bisa pergi jika tidak ingin menunggu lama..." Wolf juga muak dengan mereka semua, andaikan saja menemukan mereka semua bukan perintah dari Lisin, dirinya tidak akan repot - repot bersikap baik kepada mereka semua.
Tidak jauh dari arah pintu masuk, mobil Ferrari melaju dengan perlahan. saat mereka semua melihat siapa yang ada di dalamnya mereka semua langsung kecewa.
Lisin tidak tahu atau pura - pura tidak tahu, saat mendapat panggilan telepon dari Wolf dan lebih memilih untuk mengunjungi Villa untuk menemukan Shizuka.
__ADS_1
Di dalam mobil Ferrari Lisin duduk dengan santai sambil melihat jalan raya kuta yang di penuhi berbagai macam kendaraan, juga cukup banyak pejalan kaki, terutama turis asing dari manca negara.
Sungguh perjalanan yang mencuci mata terutama turis asing yang tidak berakhlak. mengapa juga mereka hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sungguh surganya kaum Jomblo.
Pantas saja banyak jomblo melarikan diri ke pulau Bali, ternyata tiap hari mengunjungi pantai Kuta hanya untuk melakukan cuci mata.
Perjalanan Lisin harus berhenti saat mencapai tempat tujuan. dan menemukan Wolf dan banyak orang sedang menunggu dirinya.
Saat Lisin dan Shizuka turun dari mobil, mereka semua memandang Lisin dengan hinaan. menurut mereka semua, sosok Lisin terlihat seperti pemuda generasi kedua yang kaya raya. tentunya hanya bermain wanita tanpa memikirkan masa depannya. Jika Wolf kalah dengannya mungkin Wolf sudah tidak lagi sekuat yang dulu.
"Tuan..." Wolf membungkuk kearah Lisin.
"Wolf, Apakah hanya ini yang kamu temukan?..." Tanya Lisin sambil melihat mereka semua.
"Ya Tuan..."
Lisin mengangguk dan harus mengakui, jika Wolf telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Lisin melihat kearah Wolf dan menemukan jika 100 % Kesetiaan tidak terdeteksi, Lisin hanya bisa menggunakan Sugesti hipnotis untuk membuat Wolf lebih setia kepada dirinya.
Dari pada tertusuk pisau dari belakang lebih baik menusuknya lebih dulu. hanya saja karena memiliki hipnotis super Lisin tidak mungkin melakukannya.
"Apakah dia yang selama ini kita tunggu - tunggu?..."
"Sepertinya kita hanya membuang - buang waktu..."
"Sulit untuk percaya jika dia kuat..."
"Sepertinya, Bocah ini membayar mahal Wolf agar bisa mengumpulkan kita semua..."
"Sangat mengecewakan, lebih baik aku pulang dari pada menjadi bawahan seorang bocah..."
"Tidak mungkin kan bocah bau kencur ini bisa membantu menyembuhkan cacat fisik kita?..."
__ADS_1
Lisin yang mendengarkan perkataan mereka semua yang terdiri dari beberapa bahasa asing dapat memahami semuanya. Dirinya tidak marah hanya saja tertawa dalam hatinya. Sepertinya mereka semua meminta pemukulan.
Bersambung...