Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 203


__ADS_3


Lisin melihat Ratih sudah kembali normal merasa lega. Kemudian menyadari tatapan tidak percaya dari Sultan, Sindi dan Jihan.


"Kenalkan, Dia pacarku yang lainnya..." Kata Lisin kepada Yang lain, dan hanya Vita yang tidak terkejut.


"Sial... Sepertinya aku mulai bingung, Apakah aku mengenalmu dengan baik atau tidak..." Kata Sultan dengan tersenyum kecut.


"Mas, Lisin... Kamu selingkuh di depan Mbak Vita..." Kata Sindi dengan cemberut.


"Benar..." Jihan mengangguk.


"Sebenarnya, Aku tidak mempermasalahkannya..." Kata Vita dengan tersenyum.


Vita kamu sakit!?


Vita sadar jika Lisin akan memiliki banyak wanita, walaupun enggan namun dirinya harus kuat menerimanya. Setidaknya jika Lisin banyak istri di masa depan, Vita akan memiliki banyak teman.


Sungguh Calon Istri yang hakiki, semua wanita harus mencontoh Vita agar mereka semakin pintar dan tidak dibodohi oleh pria tidak bertanggung jawab.


Shock!


Apakah ketiganya salah, dengar Vita ini cantik dan jelas dia bisa mendapatkan pria lain dengan mudah, namun dia masih bertahan dengan Lisin yang jelas - jelas memiliki wanita Lain.


Mungkin akhir dunia sudah dekat sehingga, otak wanita cantik sedikit bergeser dari posisi awal atau juga bisa berputar.


"Aku Ratih... Calon istri Mas Lisin, Aku juga tidak masalah, Jika Mas Lisin menambah istri lagi..." Kata Ratih, sambil mendekati Vita, dan keduanya saling memahami satu sama lain.


Diam... Pola pikir macam apa ini, Apakah tidak ada pria lain selain Lisin? Terutama Sultan yang saat ini Menjomblo, dirinya hanya bisa rendah diri di depan Lisin yang sudah menjadi Penakluk Wanita.


Sindi dan Jihan, tidak ingin membahas lagi, karena ilmu miliknya terlalu dangkal. jika keduanya mengikuti Ratih dan Vita pasti akan berakhir menjadi wanita rusak juga. Setidaknya di antara mereka masih ada yang berpikiran normal.


"Lisin, Mengapa dia diam saja?..." Tanya Sultan dengan bingung.


Kali ini Lisin teralihkan kepada Pak Aryo begitu juga yang Lainnya, termasuk Ratih yang marah. Hampir saja dirinya tidur dengan orang lain selain Lisin, juga dirinya mulai kesal karena terlalu mudah percaya dengan orang lain.


Sekarang bagaimana? Orang yang terlihat baik di luar ternyata busuk di bagian dalamnya.


"Mas, Lisin... Maaf, aku hanya ingin mengembangkan Ratih chicken dangan melakukan kerja sama dengan PT. Angkasa namun tidak berharap akan berakhir seperti ini..." Kata Ratih dengan sedih.


Vita, yang ada di dekatnya memeluk Ratih yang polos kemudian berkata, "Ratih, Mungkinkah kamu tidak tahu, jika PT. Angkasa adalah milik Lisin?... Itu berarti Pria hidung belang ini karyawan mas Lisin..."


Apa!!!


"Jadi, PT. Angkasa adalah milik Mas Lisin?..." Kata Ratih dengan tidak percaya.


Begitu juga, dengan Sindi dan Jihan.


"Kakak, Apakah benar jika PT. Angkasa milik Mas Lisin?..." Tanya Sindi.


"Apakah kakakmu ini tidak mengatakannya, ataukah kamu tidak mendengarkannya?..." Tanya Sultan dengan kesal.

__ADS_1


Sebelumnya dirinya sudah menjelaskan tentang Lisin yang kaya dan memiliki perusahaan dan menamainya PT. Angkasa.


"Hehe... Lupa..." Kata Sindi tersenyum konyol. Sepertinya jika mendengarkan sesuatu, akan masuk dari telinga kiri kemudian keluar dari telinga kanan.


Sedangkan Jihan, dia mulai memahami sumber kekayaan Lisin dari mana, Karena sekarang PT. Angkasa sedang aktif mengakuisisi banyak perusahaan swasta hampir di penjuru Indonesia.


"Mungkin kalian bertanya - tanya, mengapa dia hanya diam saja. Saat ini dia berada di dalam pengaruh sugesti ku... Kalian bisa menyebutnya sebagai Hipnotis..." Kata Lisin secara perlahan.


"Wow... Mas Lisin memang luar biasa, kemarin yang lalu bisa sulap sekarang bisa hipnotis. berbeda sekali dengan kakakku yang hanya bisa makan..." Kata Sindi dengan bersemangat.


"Aku..." Sultan tidak bisa berkata - kata. ternyata Adik satu - satunya menjual kakaknya sendiri.


"Haha... Jangan seperti itu Sindi, dia tetaplah kakakmu. sebenarnya Bro Sultan adalah orang yang berbakat, hanya saja tidak bisa melakukan apapun selain makan..." Kata Lisin dengan tertawa. entah mengapa rasanya cukup memuaskan saat menjatuhkan Sultan.


Mungkin ini yang di maksud dengan balas dendam. melalui kata - kata serangan balik.


Diam... awalnya, Sultan bahagia mendengarkan Lisin yang menyangkal perkataan Sindi. namun bait terakhir dari perkataannya membuat Sultan terluka.


"Ok... Bisakah tidak membahas diriku lagi?..." Kata Sultan dengan menyedihkan.


"Hahaha..."


"Haha..."


Semua orang tertawa, hanya Sultan yang menyedihkan. rasanya sudah jatuh tertimpa tangga. sudah kecewa dengan pernikahannya sekarang di ledek.


Lisin, mengeluarkan ponselnya, kemudian menghubungi Nazwa.


"Halo bos..." Kata Nazwa di sisi lain penelpon.


"Benar, perusahaan yang baru - baru ini di akuisisi memiliki karyawan seperti itu, apakah ada masalah bos..." Tanya Nazwa dengan hati - hati.


"Mulai hari ini keluarkan dia dari daftar karyawan PT. Angkasa kemudian lakukan kerja sama dengan Ratih chicken dan gunakan sumberdaya perusahaan untuk membuat cabang di seluruh penjuru Indonesia..." Lisin menambahkan.


"Juga, Pastikan meningkatkan kualitas karyawan dari padan kuantitas, yang ada di perusahaan cabang agar masalah seperti Pak Dani tempo hari yang lalu tidak terulang lagi..."


"Di mengerti Bos..." Nazwa menyanggupi.


Sebelum PT. Angkasa benar - benar Go internasional. Lisin harus mendatangi Kantor pusat PT. Angkasa Secara pribadi untuk melakukan pemeriksaan. Bukannya di sana di penuhi dengan banyak keindahan.


Hehehe... Sangat nyaman.


"Klik..."


"Pak Aryo... Dalam hitungan ketiga kamu akan mengungkapkan apa yang akan kamu pikirkan. kamu bisa mengeluarkan semua unek - unek yang kamu miliki..." Semua orang melihat Lisin yang memberikan sugesti sangat bersemangat.


Sindi tidak lupa mengeluarkan ponselnya untuk merekam pengakuan dari Pak Aryo.


"Satu..."


"Dua..."

__ADS_1


"Tiga..."


"Awalnya hanya coba - coba lama - lama kok enak, semuanya berawal sejak saya mengenal sabun. Di saat itulah saya mulai kecanduan dan tidak dapat lepas dari sabun, sampai akhirnya saya menggunakan semua merek sabun hanya untuk memuaskan keinginan biologis saya..." Di bawah pengaruh sugesti, Pak Aryo menjelaskan.


Iklan...


"Terima kasih kepada sabun karena sudah menemani perjalanan saya sampai detik ini. Sebenarnya saya tidak tertarik dengan wanita selain dengan sabun" Mengikuti Sugesti dari Lisin, Pak Aryo menjelaskan, jika dirinya tidak sepenuhnya melecehkan setiap korbannya, dia hanya menggunakan korbannya sebagai bahan saja sebelum akhirnya dirinya lebih memilih menggunakan sabun karena lebih enak.


Diam... Lisin dan semua orang tidak bisa berkata - kata. Hipnotis super yang sangat menakutkan, Pak Aryo menjelaskan dengan jujur alasan mengapa dia melecehkan banyak wanita. hanya untuk keinginan biologisnya terhadap sabun.


Sultan tertawa begitu juga keempat wanita yang ada di sana.


"Jadi, Kamu sangat suka bermain sabun?..." Tanya Lisin dengan kesulitan menahan tawa.


"Benar..."


"Apakah kamu ingin selamanya bermain sabun?..." Tanya Lisin lagi.


"Benar..."


"Kalau begitu, Aku akan membantumu. Pak Aryo, Mulai hari ini kamu akan bermain sabun, tiada hari tanpa sabun. Dalam hitungan ketiga kamu akan pulang dan melakukan keinginan kamu yang tertunda. dan kamu bisa bermain sabun selama sisa hidup Pak Aryo..." Kata Lisin memberikan Sugesti.


"Baik..."


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Tatapan mata Pak Aryo yang kosong kembali tersadar, kemudian dirinya berdiri lalu berjalan keluar restoran. Sangat jelas apa yang dia lakukan setelahnya.


"Hehehe... Mas Lisin, Aku tidak menyangka kamu sangat jahat..." Kata Sindi dengan tertawa.


"Siapa yang jahat, bukannya itu keinginannya sendiri dan aku hanya membantunya saja..." Kata Lisin sambil mengangkat kedua bahunya seolah tidak berdosa.


"Hahaha... Salahkan dirinya sendiri karena menjadi pria hidung belang..." Kata Vita.


"Dia pasti bersyukur karena cita - citanya terwujud..."


"Apa cita - citanya?..."


"Bermain sabun..."


"Hahaha... Dia pantas mendapatkannya, Lecet pasti Lecet tuh batang... Siapa yang suruh berurusan dengan Bos kita..." Kata Sultan dengan tertawa.


"Apakah semua laki - laki seperti itu?..." Tanya Ratih dengan polos.


"Ratih, tidak semuanya seperti itu namun tidak menyembunyikan kemungkinan seperti itu. karena sifat orang tidak mudah di tebak..." Lisin memberikan penjelasan tambahan.


Semua orang tertawa bahagia, sambil melanjutkan makanan mereka. Dengan bergabungnya Ratih, makan bersama menjadi meriah.

__ADS_1


Sedangkan Pak Aryo, saat ini dalam perjalanan pulang, dengan membeli banyak sabun untuk stok seumur hidupnya.


Bersambung...


__ADS_2