
Lisin yang melihat Song Han memegang serum bloody menjadi tidak tenang. Saat di Los Angeles Dia sudah melihat dan mengetahui, Dampak dari kegunaan Serum bloody tersebut.
James adalah orang saat itu menggunakan Serum bloody dan hasilnya adalah peningkatan kekuatan yang sangat luar biasa. Hanya saja memiliki efek samping yaitu harus mengkonsumsi darah manusia. Jika tidak, maka akan lenyap menjadi kepulan asap dan menghilang tanpa jejak.
Sekarang Serum tersebut berada di tangan Song Han, Mana mungkin Lisin membiarkan Song Han menggunakan Serum bloody yang nantinya akan mempersulit dirinya.
Lisin bukan maniak pertarungan, yang akan senang saat mendapatkan lawan tangguh. Dari awal dirinya ingin memiliki kehidupan yang tidak merepotkan, sayangnya dia harus berurusan dengan Kultivator dan Mantan Pengguna sistem.
Lisin ingin mengetahui siapa yang membuat Serum bloody tersebut, apakah memiliki hubungan dengan mantan pengguna sistem?
Lisin mengarahkan satu jarinya dengan niatan memotong tangan Song Han yang berniat menggunakan Serum bloody. Tetapi gerakan Lisin harus terganggu oleh kedatangan seseorang.
"Jangan bergerak. Angkat tanganmu, Jika tidak aku akan menembak mu..." Suara lembut terdengar dari belakang. Seorang polisi wanita cantik berseragam muncul. Pistolnya di tangan menunjuk ke arah Lisin dan Song Han.
Akhirnya beban kedua yang telah di tunggu - tunggu datang juga.
Lisin berbalik untuk menemukan bahwa polisi wanita cantik itu tidak lain adalah Rong Yue.
Lisin sangat kesal, bukannya dia sudah meninggalkan Mobil lalulintas yang Rong Yue gunakan jauh di belakang. Bagaimana dia bisa berada disini?
"Kamu, apa yang kamu lakukan di sini?..." Lisin mengerutkan keningnya saat bertanya dengan kesal.
"Jadi kamu adalah orang yang mengemudikan mobil BMW putih? Sekarang kamu tidak akan bisa melarikan diri lagi..."
Rong Yue tidak menyangka akan bertemu dengan Lisin lagi. Sebelumnya dendamnya belum terbalaskan, dan dia harus menjaga jarak dengan Lisin. jika tidak, dia akan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendaknya.
Dia masih ingat saat melakukan ciuman panas dengan Lisin baik di dalam ruang interogasi maupun di dalam mobil polisi. Rong Yue menduga jika Lisin memiliki trik khusus yang membuat dirinya melakukan hal tersebut.
Dengan bukti di sekitar dan banyak korban yang berserakan, pasti Pria sialan ini menganggu ketenangan pemilik kediaman yang ada di kaki gunung Jiajao. Alasan ini sudah cukup untuk Rong Yue menangkapnya dan memasukannya kedalam ruang penahanan.
Rong Yue sangat yakin jika kali ini dia akan menangkap Lisin dengan pasti tanpa kegagalan.
"Melarikan diri?..." Tanya Lisin dengan bingung.
"Kamu kebut - kebutan namun tidak pelan - pelan. Kamu melanggar aturan lalu lintas di mana orang kebut - kebutan harus melajukan mobilnya dengan pelan - pelan..." Sekarang Rong Yue memiliki alasan kuat untuk menangkap Lisin, bagaimana dia tidak senang.
Sialan, Aturan macam apa ini. Jika pelan - pelan mana bisa dibilang kebut - kebutan. Lisin tidak berharap ada aturan lalulintas yang begitu aneh.
__ADS_1
"Sudahlah, menyerah saja kamu dan jangan menggunakan sihir hitam untuk memperdaya diriku lagi..." Rong Yue mengambil kaca mata hitam lalu menggunakannya. Dia percaya jika menggunakan kaca mata hitam tidak akan terperdaya lagi.
Sihir hitam!
Song Han sangat berterimakasih dengan kedatangan polisi wanita cantik ini. kemudian dengan perkataannya tentang sihir hitam. Song Han menduga jika Lisin adalah pelaku dari kegilaan putra Mo Huan.
Namun dia sangat yakin tidak akan terperdaya dengan hal seperti itu, karena dirinya memiliki pemikiran yang tidak mudah dikendalikan oleh orang lain.
"Apakah kamu pemilik kediaman?..."
Melihat Lisin yang diam, Rong Yue mendekati Song Han sambil bertanya tanpa khawatir. Jelas dia tidak mengetahui tentang siapa Song Han yang sebenarnya.
"Benar..."
Song Han yang belum menggunakan Serum bloody mengakuinya.
"Cepat angkat tangannya, Kamu baru saja menyerang kediaman seseorang dan melukai beberapa orang..." Rong Yue melihat sekelilingnya tampak ngeri.
Lusinan orang terbaring di tanah, beberapa dengan tangan patah, dan yang lainnya patah kaki. Ini adalah cedera yang disengaja, sebuah kasus kriminal yang bisa memasukkan pria sialan ini ke dalam penjara.
Meskipun Rong Yue tidak tahu apa hubungan antara Lisin dan yang lainnya. Dia yakin bahwa orang - orang yang terluka pasti tidak bersalah, dan Pria sialan ini melukai mereka semua tanpa alasan.
"Aku akan memberimu 10 detik. Angkat tanganmu." Rong Yue memegang pistol dan mendekati Lisin.
Rong Yue harus mengakui jika Lisin kuat karena dapat melakukan semua ini. Namun menyalahgunakan kekuatan untuk menindas mereka yang lemah, tidak dapat dimanfaatkan.
"Sesuatu tidak dapat dibenarkan hanya dengan sebuah kesimpulan satu sisi. Kamu harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sebelum mengambil keputusan yang merugikan orang lain. Aku akan memberimu kesempatan untuk meletakkan pistol itu. Jika tidak, jangan salahkan aku memberimu pelajaran..." Lisin berkata dengan dingin.
Mendengar ancaman dari Lisin, sentuhan kemarahan muncul di wajah cantik Rong Yue. Seorang polisi seperti dirinya diancam. Apakah Dia tidak salah dengar. Dia akan ditertawakan orang lain jika kejadian ini diketahui publik.
"Bang!..."
Tangan kecil Rong Yue bergetar karena marah. Dia menarik pelatuknya dan pelurunya terbang keluar, mengenai dan membuat lubang di dinding yang ada di belakang Lisin.
Rong Yue dengan sengaja mengarahkan pistol tersebut ketempat lainnya. Dan dia berniat memberikan peringatan kepada Lisin. jika dia tidak main - main.
Lisin memutar matanya dengan amarah di hatinya. Polisi wanita yang dua kali bertemu dengannya benar - benar menarik pelatuk.
"Angkat tanganmu, atau tembakan berikutnya akan mengenai mu..." Wajah Rong Yue penuh dengan ketidakpedulian terhadap Lisin.
__ADS_1
Song Han menyeringai saat melihat perubahan situasi. Dia menduga jika polisi wanita ini memiliki perselisihan dengan Lisin. dan hal tersebut adalah keberuntungan di pihaknya. Song Han memiliki bahu kanannya yang terluka. Dia mulai merasakan jika darahnya mulai menipis. serangan yang Lisin lakukan sangat berbahaya, dia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan Serum Bloody.
"Kach!..."
Song Han menancapkan ujung jarum suntik pada pahanya. Dia menghabiskan seluruh cairan merah yang ada di dalamnya. kemudian dia menggertakkan giginya. Dia sudah siap menjadi pengkonsumsi darah segar setelah ini.
Lisin dan Rong Yue yang sedang berdebat tidak melihat tindakan yang Song Han lakukan. Saat ini Lisin sangat tertekan karena harus bertemu dengan Polisi wanita ini.
"Blink..."
Apa!
Lisin menghilang di depan pandangan Rong Yue itu adalah kecepatan yang luar biasa. dirinya tidak melihat bagaimana Lisin menghilang.
"Bahaya!..."
Rong Yue merasa dia menjadi sasaran. Dia merinding di seluruh tubuh, dan rambutnya terangkat.
Lisin muncul kembali, dia telah pergi ke belakang Rong Yue, meraih pinggangnya yang sempurna, dan berkata, tersenyum.
"Apakah kamu mencariku?..."
Tangan Lisin lainnya langsung meremas semangka milik Rong Yue dan dia menekannya dengan keras.
Saat ini Lisin berada di bawah pengaruh Hipnotis semangka sehingga dia lupa jika Song Han belum dia kalahkan sepenuhnya.
"Lepaskan tanganmu yang kotor itu. Jika tidak, Aku akan menembak mu!..."
"Bisakah kamu tenang?..." Tanya Lisin.
Rong Yue memerah seperti Tomat. Dia di suruh tenang, namun tangan Lisin terus meremas semangka miliknya. Jika seperti ini bagaimana dirinya bisa tenang?
"Hahaha..."
Tawa mengerikan datang dari arah lain. Lisin dan Rong Yue melihat kearah Song Han yang memiliki tranformasi bloody.
Sial, Aku lupa dengannya.
Saat ini Song Han memiliki tranformasi tubuh seperti James saat di Los Angeles. Walaupun Lisin pernah mengalahkannya sekali, tetap saja lawannya sangat merepotkan. Belum lagi dia memiliki beban.
__ADS_1
Bersambung...