Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 276


__ADS_3


Panggilan antara dua pengangguran banyak acara masih berlangsung.


"Saudara Lou, Aku dengar Jika Lou Corporation mengadakan pesta amal?..."


Pesta amal!!!


Kali ini Lou Ming yang terkejut. Dia sudah dengan seksama mendengarkan permintaan dari Lisin, namun Lisin hanya menanyakan tentang Pesta amal yang tidak penting sama sekali.


"Benar, Jika tidak salah di langsungkan malam ini bertempat di Sky Hotel..." Lou Ming jelas terlalu malas menghadiri pesta amal. dan tidak menganggapnya penting sama sekali, karena dia tidak pernah menghadiri pesta amal tersebut.


Semuanya telah di urus oleh putranya, dan banyak asisten lainnya yang akan menangani masalah finansial perusahaan. Dia bahkan lupa kapan terakhir kali mengunjungi pesta amal. Dia hanya bermain dengan wanita sepanjang hidupnya.


"Saudara Lou, Aku ingin meminta kartu undangan pesta amal. Tidak lebih dan hanya itu saja..." Lisin berkata dengan serius.


Diam, Lou Ming terdiam karena tidak menyangka, hanya untuk permintaan yang sederhana Lisin akan berbelit - belit tanpa mengatakannya secara langsung.


"Saudara Li, Aku tidak menyangka jika kamu ingin datang. Kalau begitu tunggu sebentar..." Lou Ming langsung menanyakan kepada asistennya yang kebetulan ada di dekatnya. Asisten tersebut secara langsung mengkonfirmasi dan menemukan jika kartu undangan Lou Corporation telah habis dibagikan kesemua tamu undangan yang terpilih.


"Apa?! Surat Undangan sudah habis?..." Tanya Lou Ming dengan kesal kepada asistennya. Jika dia tahu lebih awal, Dia pasti akan mengirimkannya secara pribadi kepada Lisin.


Lisin sedikit mengerutkan kening. Sentuhan kekecewaan muncul di wajahnya, saat mendengarkan perbincangan Lou Ming dengan asistennya.


"Saudara Li, apakah undangan ke pesta amal sangat penting bagimu?..." Lou Ming bertanya.


"Saudara Lou, Aku benar - benar membutuhkan surat undangan ini. Jika memungkinkan memilikinya, tolong beri satu saja untukku..." Dengan mata yang tulus, Lisin mengatakannya melalui panggilan telepon.


"Undangannya sudah habis. Sangat di sesalkan, Tapi Saudara Li, bisa tenang. Bukannya aku memberimu kartu Hitam Lou Corporation beberapa hari yang lalu, dan dengan kartu itu, Seharusnya kamu bisa memasuki pesta amal dengan bebas..." Lou Ming tertawa karena dia baru mengingat tentang kartu hitam yang sudah dia berikan kepada Lisin.


Lisin memutar matanya dengan semangat, mengapa dia lupa jika dirinya memiliki kartu hitam Lou corporation. Sepertinya karena Lisin sedang bucin dia bisa berfikir kurang jernih.


"Hahaha... Sangat pelupa, Aku lupa jika memiliki kartu hitam..." Lisin tertawa konyol.


"Hahaha... Sepertinya, Saudara Li harus memperbanyak bermain keindahan, agar daya ingatnya menjadi lebih dalam..." Lou Ming juga tertawa.


Sungguh Saudara Yang saling pengertian satu sama lain.


"Hahaha... Aku tidak pernah tahu jika bermain keindahan akan memperdalam daya ingat. Saudara Lou berapa banyak wanita yang tidur denganmu selain istri - istrimu?..." Tanya Lisin dengan memancing daya ingat Lou Ming.


"Karena terlalu banyak, aku lupa... Hahaha..."

__ADS_1


Lisin hanya bisa mengutuk di dalam hatinya, tadi bilang dapat memperdalam daya ingat, mengapa sekarang lupa.


"Saudara Li sendiri berapa banyak?..." Tanya balik Lou Ming.


"Aku juga lupa... Hahaha..."


"Hahaha..."


Dua orang pelupa saling tertawa satu sama lainnya.


Panggilan langsung diakhir begitu saja. Lisin keluar dari mobilnya, melalui panggilan dengan Lou Ming. Dia menyadari jika pesta amal Lou corporation akan berlangsung malam ini. Lisin tidak mungkin diam saja.


Lisin keluar dari mobilnya, dia kembali ke Villa untuk berbicara dengan Zhang Fei.


"Sayang, Mengapa kamu tidak siap - siap..." Lisin melihat Zhang Fei yang kebetulan berada di ruang tamu langsung bertanya.


"Kamu?!..." Zhang Fei jelas hangat saat Lisin memanggilnya sayang, hanya saja sebelumnya dia sedang bertengkar dengan Lisin, mengapa sekarang dia menjadi begitu baik.


Apakah Lisin salah minum obat.


"Apa maksudmu dengan tidak bersiap - siap..." Tanya Zhang Fei dengan dingin. Walaupun kedua matanya terlihat bengkak karena menangis, namun hal itu tidak menutupi kecantikannya.


"Apa yang kamu katakan, jangan berbohong kepadaku. Surat undangan sudah kamu rusak sebelumnya. Bagaimana kamu bisa membuatku memasuki pintu masuk utama?..." Zhang Fei mengerutkan keningnya dengan tidak puas.


Walaupun dia cukup senang karena Lisin tidak marah lagi, namun dia menjadi kesal saat Lisin membual dan berbohong.


Zhang Fei tahu jika Lou Corporation adalah perusahaan raksasa yang lebih besar dari perusahaan miliknya. Sangat sulit mendapatkan kartu undangan. Suaminya tidak mungkin mendapatkannya surat undangan tersebut. belum lagi puncak acara nanti malam, jadi kemungkinan besar surat undangan akan habis dibagikan.


"Sayang, aku memiliki cara. Bisakah kamu percaya dengan perkataan ku untuk kali ini saja?..." Lisin tersenyum.


"Baiklah, hanya kali ini saja..." Melihat senyum percaya diri dari Lisin, entah mengapa Zhang Fei yang awalnya ragu - ragu ingin mempercayainya.


"Kalau begitu kamu bisa berganti pakaian..."


Pesta amal Lou corporation adalah pertemuan para selebritas yang sangat besar. Semua tamu akan berpakaian rapi. Penampilan Zhang Fei sekarang jelas tidak cocok untuk pesta itu.


"Tunggu sebentar..."


Zhang Fei sebenarnya tidak terlalu yakin, namun dia harus percaya dengan suaminya walaupun hanya sekali saja.


Lisin tersenyum samar saat menunggu Zhang Fei yang berganti pakaian, melihat kedatangan Zhang Fei yang cantik, hal tersebut membuat Lisin dengan percaya diri membukakan pintu mobil untuk Zhang Fei.

__ADS_1


"Silakan masuk..." Setelah Zhang Fei masuk. Lisin langsung duduk di tempat pengemudi, dia memutar kunci, menginjak pedal dan melajukan mobil BMW putih miliknya.


"Vroom!..."


BMW mengeluarkan raungan, Kemudian Lisin melajukan mobilnya, dan bergegas menuju tempat pesta amal Lou Corporation di adakan.


"Bagaimana kamu melalui penjaga tanpa harus menggunakan surat undangan?..." Tanya Zhang Fei. Jika Lisin hanya berbohong dia hanya mempermalukan dirinya sendiri.


"Rahasia..."


Lisin akan memberinya kejutan kepada Zhang Fei. Meskipun dia tidak punya undangan yang seharusnya, Namun dia punya kartu Hitam Lou corporation.


.....


Tanpa terasa sudah berganti malam. Lisin memarkir mobil di gerbang Sky Hotel yang menjadi tempat pesta amal di langsungkan.


Mobil mewah yang tak terhitung jumlahnya diparkir di gerbang bagian depan Sky Hotel, seperti Lamborghini, Ferrari, Porsche, Land Rover, Mercedes - Benz, Hummer, Audi, BMW, dan Rolls - Royce.


Zhang Fei yang melihat begitu banyaknya mobil menjadi sangat gugup. Dia merasa menyesal menyetujui tawaran Lisin untuk datang. Bagaimana jika dia tidak dapat masuk kedalam?


Zhang Fei tahu bahwa mereka yang datang ke Sky Hotel adalah raksasa bisnis, miliarder, dan CEO. jelas Orang biasa tidak bisa masuk.


Sky Hotel adalah hotel bintang lima paling terkenal di kota Shanghai. Memiliki banyak jaringan bisnis yang terlibat dalam industri makanan dan minuman, akomodasi, rekreasi, dan hiburan. Tentunya Sky Hotel menjadi milik salah satu bisnis terbesar keluarga Lou.


Lisin membuka pintu, menariknya keluar dan membawa Zhang Fei ke pintu masuk Sky Hotel.


"Apakah kita benar - benar bisa masuk?..."


"Jangan khawatir, semuanya adalah tanggung jawab ku..." Lisin menarik tangan kecil Zhang Fei, mengatakan padanya untuk tidak khawatir dan menyakinkan bahwa semuanya akan baik - baik saja.


Tamu pesta amal di penuhi oleh keindahan yang ingin berhubungan dengan pengusaha atau pengusaha yang ingin mencari kecantikan. Ini adalah permainan antara yang kaya dan yang cantik, tidak ada hubungannya dengan orang biasa. Pria tampan dan wanita cantik, yang kaya dan berkuasa, bintang dan penyanyi, semuanya berpakaian dan memenuhi setiap sudut aula utama.


Seluruh Kota Shanghai, pada malam hari di penuhi dengan lampu neon yang berkedip - kedip, penuh warna dan dilengkapi dengan pemandangan malam kota yang unik dan indah.


"Berhenti, Pesta amal hanya untuk tamu yang memiliki surat undangan..." Seperti biasa dua penjaga tidak penting akan selalu hadir di pintu masuk utama.


Zhang Fei menjadi sangat gugup, jika Lisin tidak memiliki surat undangan, keduanya hanya bisa kembali dengan malu.


"Aku tidak memiliki surat undangan..." Kata Lisin dengan tersenyum, tangannya memegang tangan putih salju Zhang Fei agar tetap tenang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2