
Wanita cantik yang menggangu kesenangan Lisin dan Nadya adalah Gadis yang dulu sempat bertemu dengan Lisin dalam insiden pembajakan pesawat.
Dia adalah Diana mantan pramugari yang berniat memberikan Lisin sebuah servis, namun gagal karena Hati Lisin tidak mudah tergoda oleh pelakor karena yang ada di hatinya hanya ada istri sah.
Lisin tidak berharap jika Diana akan bekerja di PT. Mulia sebagai seorang karyawan.
"Diana Apakah kamu karyawan di sini?..." Lisin berkata dengan heran.
"Tidak, Mas Lisin, Diana di sini menjadi Manajer baik itu produksi maupun pemasaran..." Diana berkata dengan jujur.
Karena ketiganya bukan orang asing, Diana menceritakan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Lisin, menjelaskan jika dirinya sangat tertolong dengan keputusan Lisin, seperti memberikan uang dan juga menyembuhkan Ibunya yang lumpuh.
Setelah mendengar penjelasan singkat dari Diana, ketertarikan Nadya tentang Lisin semakin besar, Menurutnya Lisin itu seperti pahlawan yang melakukan penyelamatan.
Setelah perbincangan kedua wanita yang panjang kali lebar kali tinggi, Lisin dapat mengetahui alasan dan kenapa Diana bisa bekerja di PT. Mulia.
Hampir satu bulan yang lalu tepatnya setelah kejadian pembajakan pesawat Lisin memberikan kesempatan kepada Diana untuk mendapatkan pekerjaan di bawah perusahaan PT. Angkasa.
Diana yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya sebagai pramugari mendatangi Alamat perusahaan PT. Angkasa. karena di rekomendasikan langsung oleh Lisin, Ningsih yang saat itu membuat keputusan memberikan pilihan tempat pekerjaan kepada Diana.
Secara kebetulan Diana dan Nadya bertemu di PT. Angkasa di mana Nadya berniat melakukan kerja sama dalam pemasaran produksi. setelah serangkaian pembicaraan dan kecocokan satu sama lain, Diana memutuskan bekerja di PT. Mulia milik Nadya.
Alasan yang membuat Diana mengambil keputusan tersebut karena kampung halaman Diana Ada di Jakarta Pusat dan cukup dekat dengan PT. Mulia, di tambah lagi ibunya juga menginginkan kembali ke rumah lamanya.
Nadya dan Diana mulai menyadari jika diri mereka mengabaikan Lisin dan asik dalam pembicaraan antara dua wanita.
"Maaf, Mas Lisin bisakah kita memulai pembicaraan produk yang Mas Lisin katakan" Diana berkata dengan malu.
"Kalau begitu mari kita lakukan..." Lisin yang tidak berdaya berjalan pergi ke sebuah tempat yang di gunakan sebagai pembuatan produk perusahaan.
Selusin waktu dan energi yang di gunakan, Lisin menggunakan Resep Kecantikan dan Resep Parfum yang di dapatkan melalui sistem.
"Nadya, Berapa saham yang kamu miliki dalam PT. Mulia?..." Lisin yang baru saja menyelesaikan dua produk bertanya.
__ADS_1
"PT. Mulia, tidak menjual saham jadi kepemilikan saham sekitar 100% miliku" Nadya menjawab dengan bingung, mengapa Lisin menanyakan kepemilikan saham.
"Lisin, Aku akan memberikan 50% saham PT. Mulia kepadamu" Nadya menjawab dengan tulus.
Lisin tidak menginginkan kepemilikan saham, tujuan dirinya bertanya adalah untuk melihat apakah ada seseorang yang memakan gaji buta.
Dua produk yang dirinya ciptakan melalui resep dari sistem sangat terjamin akan menjadi populer di pasaran. dan jika kedua produk berhasil di edarkan dan menghasilkan keuntungan besar. bukankah pemegang saham yang lain seperti ikut menaiki kereta api tanpa membeli tiket.
Di saat dirinya berhasil membuat keuntungan besar dan ada orang lain menerima manfaat secara cuma-cuma bagaimana Lisin tidak kesal, oleh karena itu Lisin merasa lega karena Nadya tidak menjual saham perusahaan.
"Aku tidak masalah dengan kepemilikan saham, hanya saja aku akan mengambil 40% saham dan 10% Akan aku berikan kepada Diana, dan Nadya akan menjadi pemegang saham utama dengan 50% saham" Lisin berterus terang.
"Aku!... Aku tidak melakukan apapun, mengapa kamu memberikan kepemilikan saham kepadaku juga..." Diana yang berada di dekat Nadya berkata dengan heran.
"Diana, Kamu bisa menerimanya karena Lisin mengatakannya seperti itu..." Nadya tersenyum.
Mungkin saham PT. Mulia tidak terlalu besar ataupun kue besar di mata pebisnis besar. Namun Lisin yakin dengan produk miliknya, Setelah kedua produk tersebut berhasil diedarkan di pasaran maka PT. Mulia akan meningkat di ketinggian baru.
"Baiklah, Aku akan menerimanya" Diana merasa bersyukur karena Lisin membantu dirinya sekali lagi.
Sangat Sangat di Terima...
"Kalian masing-masing bisa menggunakannya, sedangkan sisanya akan melalui uji BPOM..." Lisin juga menyimpan beberapa untuk dirinya sendiri.
"Aku mengerti..." Nadya dan Diana mengangguk secara bersama.
"Aku ingin kalian untuk mengatur ulang karyawan perusahaan, agar resep produksi tidak di ketahui pihak luar dan pastikan hanya orang-orang yang dapat di percaya yang mengetahui resep pembuatan kedua produk" Lisin berkata dengan tegas.
Lisin yakin setelah kedua produk ini beredar di pasaran pasti akan membuat gejolak di pasar domestik. dan saingan perusahaan lain akan berusaha menggali karyawan perusahaan dengan berbagai cara. jadi apa yang Lisin lakukan adalah sedia payung sebelum hujan.
Terutama Dari pihak Perusahaan Luar Domestik yaitu Shanghai Beauty. pasti orang yang berada di balik perusahaan ini tidak akan tinggal diam.
Jika kita tidak siap menerima serangan dari pihak lain maka hanya kehancuran yang akan menunggu si masa depan.
Nadya dan Diana jelas mengerti apa yang Lisin khawatirkan, Mereka tidak dapat membalas Lisin maka dari itu mereka tidak akan mengecewakan Lisin dalam mengelola perusahaan.
__ADS_1
Lisin Langsung menelpon Ningsih guna mengatakan apa yang dirinya lakukan seperti mendapatkan 40% Saham PT. Mulia.
Nadya dan Diana merasakan khasiat kedua produk sangat terkejut, karena memiliki efek langsung tanpa harus menggunakan berulang kali.
Kemudian menggunakan produk parfum dan di kejutkan lagi, karena parfum tidak hanya harum namun memiliki efek relaksasi dan kesejukan yang sangat baik untuk tubuh.
Mereka berdua Akhirnya mengerti mengapa Lisin begitu percaya diri dengan kedua produk tersebut.
Nadya lebih terkejut di bandingkan Diana, itu karena Nadya melihat sendiri Bagaimana proses terciptanya kedua produk tersebut.
"Lisin, Kita membutuhkan Nama baru untuk kedua produk tersebut tentunya kamu harus memberikan nama" Nadya berkata dengan semangat.
"Nama!... Baiklah, untuk Produk kecantikan akan aku berikan nama Skin Keajaiban dan untuk parfumnya akan di sebut Parfum Surgawi" Lisin memberikan nama tanpa memikirkan secara langsung.
"Nama yang bagus..."
"Benar, Kedua nama ini sangat cocok..."
Sekarang Lisin menyerahkan sisanya kepada kedua wanita yang ada di depannya. Karena banyak hal yang harus di urus, Lisin tidak mengganggu kesibukan keduanya.
Lisin tanpa daya pergi meninggalkan PT. Mulia, dirinya memilih tidur di perumahan No. 1 yang ada di Komplek Pondok Indah. Malam ini Lisin tidur sendiri tanpa ada yang menemani.
Ku menangis...
Lisin yang tidur perlahan membuka mata karena merasakan hawa membunuh yang kuat.
Perumahan No. 1 memiliki tingkat keamanan yang canggih siapa yang berharap seorang pembunuh berhasil menyelinap kedalam kamar tertidurnya.
"Siapa kamu?..." Lisin tidak bergerak namun dapat melihat dengan jelas didalam kamar yang begitu gelap.
Pihak lain mengenakan pakaian kamuflase malam dengan sebuah pisau tajam di tangannya.
Jelas pihak lain datang untuk membunuh dirinya, namun siapa pihak lain? Lisin jelas tidak tau karena begitu banyak orang yang Lisin singgung baru-baru ini.
"Aku, Orang yang akan membunuhmu" Pembunuh tersebut tersenyum lalu mengayunkan pisau yang ada di tangannya.
__ADS_1
Bersambung...