Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 196


__ADS_3


Lisin menerima panggilan dari Sultan kemudian mengingat tentang Sindi dan Jihan. Keduanya belum di mangsa karena berhasil lolos. rasanya seperti sudah mendapatkan ikan ditangan. namun di lepaskan kembali kedalam air, sungguh disayangkan.


"Halo bro..." Kata Lisin sambil menghentikan mobil taksi miliknya.


"Bos... Akhirnya dapet juga nomornya. Bos, terima kasih sudah membatu adikku Sindi..." Kata Sultan dengan tulus.


Sindi jelas sudah memberitahukan tentang kejadian di Villa Solong juga tentang Ginuk dan trio penjahat kelamin kepada Sultan. juga tentang Lisin yang menjadi pemilik Villa dan lain sebagainya.


Sultan sangat marah saat mendengar cerita melalui sindi. Jika Sultan tidak sedang dalam kepengurusan resepsi pernikahan dan banyak lagi yang harus di tangani, pasti akan langsung menemukan trio penjahat kelamin lalu memakamkannya.


Adik satu - satunya akan di gambang bagaimana Sultan tidak marah, jika Lisin yang melakukannya? Apakah akan bereaksi seperti ini juga? semoga saja tidak.


Untung saja ada Lisin yang sangat baik dan suka menolong, jadinya Sultan bisa tentang. Rasanya Sultan seperti terus menerus di tolong oleh Lisin.


"Sudahlah bro... Sindi juga sudah aku anggap adik sendiri..." Kata Lisin.


Adik sendiri apanya, jika bukan karena sistemnya eror dan mencegah Lisin pasti diembat juga Sindi dan Jihan.


"Oh, iya... Sindi bilang kamu juga meminum Aforsidiak. dan karena kamu sangat baik jadiannya tidak memakan adikku dan temannya. Bos, Kamu memang yang terbaik..." Kata Sultan dengan salut atas pengontrolan bagian bawahnya Lisin.


Lisin merasa ingin menangis, saat mengingat kejadian tersebut. Nasi sudah menjadi bubur andaikan di ulang lagi juga proses dan hasilnya akan sama.


"Haha... Tentu saja aku tidak akan melakukannya bro... Kita kan teman..." Kata Lisin dengan tertekan.


Bisa di ulang lagi tidak, kali ini tidak akan menolaknya. Sayangnya waktu tidak dapat di putar dan penyesalan selalu datang terlambat.


"Lisin, Kamu kan tidak punya pacar dan masih saja jomblo... Kamu tidak bermain sabun kan, Untuk menghilangkan pengaruh afrodisiak. sejarah kamu juga tidak dekat dengan wanita. dan pengalaman dengan wanita kamu tidak punya, kasian sekali kami bro, Tampan dan Kaya tapi jomblo..." Kata Sultan sambil menggoda Lisin yang polos.


Diam, Lisin membisu saat mendengarkan perkataan Sultan. rasanya dia sangat tertekan mendengarkan perkataan temannya tersebut, masak penjahat kelamin sejati dikasihani dan dibilang tidak memiliki pengalaman dengan wanita.


Sultan ini sangat sombong hanya karena akan menikah, Apakah Lisin tidak bisa? Sangat bisa, hanya saja tinggal salah waktu untuk Lisin melakukan resepsi pernikahan.


"Sultan, bisakah kita tidak membahasnya lagi?..." Lisin langsung depresi. Sultan ini sepertinya minta di pecat atau pensiun paksa.


"Maaf Bos, Tidak di sengaja..."


"Lupakan saja..."


"Bos, Aku tidak menyangka jika Villa Solong yang biasanya menjadi tempat kamu aku jadikan obat nyamuk, sekarang menjadi milikmu. Pasti karena menyimpan kenangan indah yang tidak terlupakan jadinya kamu membelinya..." Kata Sultan sambil menahan tawa.


Diam... Padahal kekesalan Lisin sudah mereda namun Sultan mengungkit lagi tentang masalah Lisin yang kelam.

__ADS_1


Teman yang paling menyebalkan yang pernah ada. Pikir Lisin dengan kesal dan frustasi berniat ingin mematikan panggilan tersebut.


"Sultan, Apakah kamu pernah mendengar jika kipas angin bisa masuk kedalam perut?..." Tanya Lisin dengan dingin.


"Maaf Bos, saya tidak akan berbicara lagi..." Kata Sultan dengan ketakutan.


Jika kipas angin benar - benar masuk kedalam perutnya, bagaimana jika saat di dalam perut, kipas anginnya di hidupkan. Membayangkan saja membuat Sultan ketakutan apa lagi jika benar - benar terjadi.


"Bagus, sepertinya kamu lebih pintar dari kebanyakan orang yang pernah bertemu dengan ku..." Lisin mendesah dengan lembut.


Untung saja pihak lain masih teman dekat dan sudah dirinya anggap sebagai saudara, jika itu orang lain terutama musuhnya maka tidak ada permintaan maaf lagi.


"Bos, Kali ini aku tidak akan bercanda lagi..." Kata Sultan dengan mengambil nafas dalam - dalam.


"Katakan..."


"Dari kemarin - kemarin aku sudah menghubungi nomor lamamu namun tidak terhubung, sebenernya Aku terlalu gugup saat melakukan ijab dan kobul. Kamu harus datang menemaniku bos, acara pernikahan dilakukan siang ini bertempat di kediaman Susan" Sultan menjelaskan.


"Sultan, Aku akan langsung datang ke sana. kamu harus kuat bro. Setelah kamu melalui tahapan ini kamu akan menjadi seorang suami dan ayah dari anak yang ada di dalam kandungan Susan..." Kata Lisin dengan niat menenangkan. Terkadang orang sekuat apapun akan gugup dalam melangsungkan pernikahan.


"Terima kasih bos, Aku akan menunggu kamu hari ini, Kalau begitu panggilan akan aku matikan..."


"Tunggu dulu..."


"Sindi dan Jihan apakah akan datang juga?..."


"Tentu saja bos, apakah ada masalah?..."


"Tidak ada, Mereka belum memberikan imbalan sebagai ucapan terimakasih, Haha... Kamu tidak perlu khawatir, mungkin traktiran makan atau yang lainnya tidak lebih..."


"Ok, bos aku paham... Karena kamu tidak mungkin meminta jatah yang merugikan adikku dan temannya..."


"Iya dong, Seperti kamu tidak mengenal aku yang polos ini saja..."


Dengan berakhirnya panggilan telepon, Lisin langsung melajukan mobilnya. menuju kearah selatan melewati desa tempat dirinya tinggal, dengan arah tujuan Bandara Blimbingsari, karena rumah Susun ada di kawasan tersebut.


Mobil taksi melaju dengan tenang dan lancar tanpa ada hambatan. Juga Sesekali Lisin mendapatkan panggilan dari orang - orang tertentu seperti Nadya misalnya yang dengan bersemangat mengatakan dua produk PT. Mulia berhasil melalui uji BPOM'nya.


Lisin juga senang, setidaknya tugas sistem yang satu ini sudah berada dalam tahapan final dan akan segera memasuki tahap pengedaran dan penjualan di pasar domestik. hanya saja Lisin marasa Lucu, karena saingan dari Luar domestik sudah menjadi miliknya. Shanghai Beauty Lisin dapatkan melalui hadiah sistem, sepertinya kepergian Lisin ke nagara China tidak dapat di hindarkan.


Panggilan lainnya datang dari Ratih, Vita dan beberapa wanita yang dekat dengan Lisin. terutama Ratih rasanya dirinya sudah di anggap sebagai Bang Toyib. Namun berbeda dengan Vita yang masih pengertian.


"Tunggu dulu biar lebih bijaksana, mengapa aku tidak mengundang satu di antara keduanya untuk menemani ku dalam menghadiri resepsi pernikahan Sultan..." Lisin kebingungan saat mengambil keputusan antara Ratih dan Vita atau bawa saja keduanya sekaligus.

__ADS_1


Tidak, satu saja sudah cukup. Lisin tipe orang yang setia jadi dirinya tidak boleh membawa dua orang wanita. melihat jam yang ada di ponselnya masih ada dua jam lagi sebelum pernikahan dilangsungkan.


"Halo Mas Lisin..." Suara lembut dapat di dengar melalui loudspeaker ponsel.


"Vita apakah kamu sibuk?..." Tanya Lisin.


"Lisin kapanpun kamu meminta aku akan selalu punya waktu untuk mu..." Suara Vita jelas terdengar bersemangat. Sudah lebih dari dua bulan tidak bertemu dengan Lisin dan hanya sesekali melakukan panggilan.


Alasan Lisin lebih memilih Vita adalah, karena Ratih terlalu merepotkan jika harus menyangkut pautkan dengan sinetron ikan terbang.


"Ok, Aku akan menjemput kamu, Katakan saja dimana kamu sekarang..." Kata Lisin dengan santai.


Setelah mematikan ponselnya, Lisin memutar arah kemudian mengambil jalur lain. Saat ini Vita sudah tinggal sendirian di Vila tertentu yang ada di Kota Banyuwangi.


Mobil taksi berhenti di depan rumah besar. Dan terdapat dua penjaga di depan rumah tersebut. untung saja Vita langsung keluar dengan penampilan cetar membahana. jika tidak maka Lisin harus berurusan dengan hal klasik dengan dua penjaga keamanan.


"Lisin, Kamu membawa mobil taksi?..." Tanya Vita yang sangat cantik.


"Ya, begitulah... apakah kamu tidak suka bepergian dengan menggunakan mobil taksi karena kamu sudah terkenal seperti artis?..." Tanya Lisin dengan tersenyum.


"Tentu saja tidak..." Vita juga tersenyum, dan salut dengan kesederhanaan Lisin.


Jelas Vita sudah memahami apa yang Lisin lakukan di belakang dirinya, Walaupun dirinya sangat menyayangkan Jika Lisin Playboy dengan memiliki segudang wanita. Vita juga mengetahui tentang PT. Angkasa yang menjadi milik Lisin.


"Ayo pergi..." Seru Vita sambil masuk terlebih dahulu ke dalam mobil taksi.


"Oke..." Dengan begitu perjalanan langsung dilakukan.


Tak butuh waktu lama jika di tempuh dengan mobil taksi, dan dengan cepat Lisin dan Vita sudah sampai ketempat tujuan.


Tempat resepsi dapat di lihat dan juga banyaknya tamu undangan. Lisin memarkirkan mobilnya di dekat sekumpulan pemuda yang ada di tempat parkir. dan saat dirinya berniat turun tanpa sengaja dirinya mendengarkan perkataan dari salah satu pemuda tersebut.


"Sultan ini sangat bodoh, hanya karena sudah melakukannya sekali dia akan bertanggung jawab atas kehamilan Susan. Padahal dia tidak tahu saat LDR di bali, Aku beberapa kali tidur dengan Susan. Yang pasti Janin di dalam kandungan Susan adalah hasil dari benihku..." Kata pemuda tersebut.


"Haha... Bro Sultan kasihan sekali, harus menikahi wanita bekas kamu bro..." Kata pemuda lainnya.


"Ya, beginilah enaknya, kalau pacaran tanpa status. sudah dapat enaknya namun tidak di susahkan.... hahaha..."


"Sudahlah... Jangan keras - keras nanti ada yang mendengarkan..."


Lisin yang ada didalam mobil taksi jelas marah, apakah dia akan diam saja ataukah membatu Sultan dengan mengungkapkan kebenaran walaupun hasilnya akan menyakiti perasaan Sultan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2