Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 38


__ADS_3

Keesokan paginya Lisin bangun pagi-pagi sekali Sedangkan Shizuka masih lelah tertidur karena pertempuran semalam.


Lisin Yang Joging mengelilingi Alila Villa Uluwatu, aktivitasnya di hentikan penjaga yang datang dari kejauhan.


"Ya ada apa... " Lisin yang bermandikan keringat bertanya.


"Di depan katanya ada paket yang harus di Terima atas nama Amar Lisin... "


Paket... Amar Lisin... Bukannya ini namaku, tapi aku kan tidak pesan online apakah ada yang pesan atas namaku, atau mungkin ada yang mengirim barang kepadaku.


"Turunkan saja di depan Villa... jangan lupa suruh makan dan minum sebelum pergi... "


"Siap bos... "


Dari arah pintu masuk Lisin dapat melihat jika itu Mobil barang kemudian selang waktu berlalu dan petugas pengiriman paket telah pergi Lisin dapat melihat jika banyak bungkusan paket dari berbagai ukuran di tumpuk di depan pintu Villa.


"Sial... pak Sudra tidak main-main... " Lisin membaca surat permintaan maaf dari Pak Sudra yang isinya hanya sanjungan kemudian Lisin memindahkan paket tersebut ke dalam.


"Lisin-sama Apa ini?... " Shizuka yang berbicara dengan bahasa Indonesia terdengar lucu.


"Shizuka bantu saya membuka semua paket ini aku tidak tau apa isinya, ini tanda permintaan maaf dari seseorang"


Satu jam kemudian...


Selain membuka semua paket Shizuka juga mencatat semua barang beserta harga yang dia dapatkan dengan menggunakan internet.


"Sial... ini semua Smartphone Android, dan ini bukannya yang sebelumnya di lihat Siska juga ini aku tidak terlalu paham dangan Brand HP... " Lisin Bingung harus menggunakan ponsel yang mana semuanya tidak ada yang jelek apa lagi yang murah.


"Lisin-sama totalnya 20 unit Smartphone Android untuk yang termurah harganya 5 juta sedangkan yang termahal 25 juta berdasarkan harga yang tertera di internet harga dari semua Unit ponsel sekitar 250 jutaan"


"Sial... 20 unit 250 juta, itu hanya untuk permintaan maaf, terus buat apa ponsel-ponsel ini palingan aku pakai satu aja... " Lisin memegang dagunya dengan bingung.


"Shizuka kamu bisa ambil satu, untuk Satu Oppo Reno 6 5G ini kirim ke alamat yang ini... hm... kenapa jenis ini ada Lima Unit, Simpan saja di mobil siapa tau di lampung merah ada orang minta-minta" Tentu saja itu alamatnya apartemen Siska.


"Ya... Lisin-sama... " Kemudian Shizuka mengurus pengiriman ponsel.


"Karena sebelumnya aku menggunakan Xiaomi bekas aku menggunakan Xiaomi lagi aja karena operasionalnya sama maka tidak terlalu bingung" Ponsel yang di gunakan Lisin untuk mengganti ponsel lamanya adalah Ponsel dari Brand Xiaomi dengan tipe Xiaomi Mi 11 Ultra.


Xiaomi Mi 11 Ultra Smartphone flagship ini merupakan varian tertinggi dari keluarga Mi 11 Series. Layarnya menggunakan E4 AMOLED 6.81 inci quad-curved DotDisplay dengan refresh rate 120Hz serta touch sampling rate hingga 480Hz.


Di bawah kap mesinnya, Xiaomi menjejalkan chipset premium 5G Qualcomm Snapdragon 888. Chipset (5nm), RAM 12 GB dan memori internal 256 GB. Dibekali baterai 5.000 mAh, HP Xiaomi terbaru ini mendukung teknologi pengisian daya 67W untuk pengisian daya.


Di atas kertas, smartphone ini menawarkan kamera yang terlihat powerfull. Susunan kamera belakangnya terdiri dari pro-grade 50MP wide angle, 48MP ultra wide angle, dan 48MP telephoto yang membuatnya menempati peringkat pertama di DXOMARK.


Tentunya Lisin tidak tau tentang spesifikasi dari ponsel yang dia gunakan, Xiaomi Mi 11 Ultra di bandrol dengan harga 17 juta.


"Benar juga simpan aja di mobil buat bagi-bagi ke orang lain" Karena Lamborghini memiliki tempat penyimpanan yang sempit Lisin hanya dapat menyimpan 5 box ponsel.

__ADS_1


(DING... )


Lisin yang secara tiba-tiba mendengar suara sistem hanya bisa mengutuk dalam hati. Sial... sistem kenapa lama sekali tidak ada tugas nganggur ni di Villa, masa tiap hari Bergoyang Ria dengan Shizuka baiklah... tugas apa yang menunggu ku.


(Karena tuan rumah telah menjadi anak durhaka selama 3 tahun, maka tuan rumah harus meminta maaf kepada kedua orang tua dalam waktu 10menit)


Tatapan Lisin menjadi sedih, dia mulai mengingat saat dia kabur dari rumah memilih kerja di bali, Walaupun dia menyimpan nomer telpon orang tuanya namun orang tuanya tidak memiliki nomer ponsel dirinya.


Setelah lulus SMK Lisin tertarik untuk magang kerja di bali bersama dengan beberapa temanya dan itu membutuhkan biaya perjalanan 250ribu.


Ayahnya yang seorang tukang bangunan dengan upah minimum 80 ribu perhari tidak mengijinkannya untuk magang kerja di bali, di tambah dia satu-satunya anak di keluarga, Ayahnya lebih memilih agar Lisin untuk kuliah saja tidak perlu memikirkan biaya.


Jelas keputusan kuliah di tentangnya, Lisin Tidak ingin kuliah dia memilih untuk ikut magang kerja di bali, kemudian Lisin membuat alasan menggunakan amanat Kedua orang tuanya, di mana Lisin harus kerja setelah itu baru bisa berpacaran, benar... dari sana Lisin lebih memilih kerja dari pada kuliah. dengan memiliki pekerjaan Lisin bisa memiki seorang pacar, menurutnya Kuliah itu pasti mahal dan melihat kembali ekonomi keluarganya Lisin tidak ingin ayahnya kesulitan.


Ayahnya tetap ingin Lisin kuliah karena itu impian ayahnya, Walaupun sebagai keluarga yang ekonominya menengah ke bawah dengan pekerjaan tukang bangunan, sebagai seorang Ayah ada keinginan agar anaknya Kuliah seperti anak-anak orang lain, dan tidak perlu memikirkan biaya kuliah, Karena sebagai orang tua maka harus siap menanggungnya, bahkan jika itu harus kerja di bawah terik matahari.


Ibunya Lisin mengijinkannya, Tidak seperti ayahnya seorang ibu akan selalu mendukung keputusan anaknya bahkan harus merelakan kepergian satu-satunya anak yang mereka miliki untuk pergi merantau ke Bali.


Sebelum kepergiannya ke Bali Lisin menggunakan tabungan miliknya untuk kabur dari Ayahnya dan pergi magang ke Bali. Selama di bali Lisin pernah memiliki keinginan untuk pulang ke kampungnya, karena merasa bersalah dengan ayah dan ibunya, namun mengingat dia tidak memiliki apa-apa dia menguatkan diri untuk bertahan, di tambah dia harus diporotin oleh pacarnya yang saat itu dalam hubungan LDR dengan Rahayu.


Lisin menguatkan hatinya untuk menelpon seseorang yang sangat dirinya rindukan yaitu ibunya.


"Hallo siapa ini... " Suara wanita paruh baya dapat di dengar dari speaker ponsel.


"Ma... Ini aku Lisin... " Lisin berbicara dengan bibir bergetar dan matanya tanpa disadari memerah.


"Lisin... bagaimana kamu di sana Nak?"


"Apakah kamu tidak telat makan?"


"Bagaimana dengan tempat tinggalnya?"


"Apakah kerjaan di sana berat?"


"Jangan terlalu capek... "


"Jangan sering bergadang... "


"Apakah kamu masih punya uang?"


"Jika tidak... Bilang saja Nak, Mama akan mentransfer uang agar kamu bisa pulang... " Lisin hanya mendengarkan ibunya yang terus berbicara di sisi lain telepon.


"Ma... Lisin Minta maaf... " Untuk kali pertama Lisin meneteskan air mata setelah masa kanak-kanak.


"Tanpa kamu meminta maaf, Mama dan Papa sudah memaafkan mu Nak... Kapan kamu pulang" Di sisi Lain telpon Ibunya juga menangis, momen ini sudah sangat lama mereka rindukan.


"Tidak perlu mengirim uang, Lisin punya banyak uang... bagaimana dengan Papa... " Dengan tangan kirinya Lisin mengusap air mata yang tidak mau berhenti.

__ADS_1


"Papamu... dia... " Mendengar Ibunya yang menangis tersedu membuat Lisin memiliki firasat buruk.


"Katakan Ma... kenapa dengan Papa... " Jika sampai ayahnya kenapa-napa Lisin tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


"Papamu mengalami kecelakaan kerja dan sekarang kakinya lumpuh, itu tepatnya satu tahun yang lalu " Dari nada bicara ibunya Lisin dapat merasakan jika apa yang di alami ibunya pasti berat.


"Apa kata dokter?... apakah Papa di rawat di bangsal terbaik... " Lisin semakin menyalahkan dirinya, jika dia tau lebih awal dia pasti bisa melakukan sesuatu.


Sebagai seorang anak Lisin tidak ada di saat orang tuanya mengalami kesulitan bagaimana Lisin tidak menyalahkan dirinya sendiri, Juga ayahnya mengalami kelumpuhan 1 tahun yang lalu itu berarti Lisin belum mendapatkan Sistem, apa yang bisa dia lakukan saat itu.


"Mama sudah menjual rumah yang ada di kampung untuk melakukan segala macam perawatan untuk Papamu namun hingga kini belum menemukan hasil yang memuaskan, Selama ini Papamu berada di bangsal umum dan saat ini terancam di pindah pulangkan karena belum membayar biaya rawat inap bulan ini"


"Lalu kenapa Mama berniat mengirimkan uang untukku dan tidak membayarkannya untuk rawat inap Papa saja"


"Papamu tidak ingin menggunakan uang ini, karena uang ini tabungan Papa untukmu kuliah, Sampai sekarang dia masih berharap jika kamu dapat kuliah"


Ini... kenapa Mam dan Papa tidak memikirkan kesembuhannya dulu, daripada memikirkan anak durhaka seperti ku... Apa istimewanya sih kuliah.


"Mama... gunakan uang itu terlebih dahulu dan aku mentransfer uang untuk mu... Berapa nomer rekeningnya... " Lisin dengan cepat mencatat nomer rekening dari ibunya.


"Sistem... Transfer uang 1 Triliyun... "


(Jumlah Saldo yang di transfer terlalu besar karena rekening pihak lain tidak dapat memadai, rekening pihak lain hanya dapat menerima 100 juta, Apakah tuan rumah mengirimkan 100 juta: Ya/Tidak)


"Kalau begitu kirim 100 juta... " Setelah membuka panel sistem, Lisin menghubungi Ibunya kembali.


"Ma... Aku sudah mengirim uang melalui rekening sebelumnya, Mama bisa mengambilnya kapan saja juga dapatkan bangsal VIP setidaknya jangan bangsal umum karena satu ruangan terdapat banyak pasien, juga setelah rumah di kampung di jual di mana Mama tunggal sekarang" Lisin bertanya dengan rasa khawatir.


"Selama Papamu tinggal di rumah sakit Mama Tinggal di rumah sakit juga, Lisin tidak perlu mengawatirkan keadaan ibu, apa kamu sudah makan... "


ini... Berapa lama aku tidak mendengarkan pertanyaan ini... Sejak kecil jika aku tidak makan Mama pasti menanyakan hal ini...


"Aku sudah makan Ma... banyak makanan disini... Lebih baik Mama makan dan tidur di penginapan terdekat atau Mama bisa mencari hotel" Lisin tidak kuasa menahan air mata, Lisin jelas mengerti jika ibunya tinggal di rumah sakit pasti tidak ada tempat tidur di sana, apakah rumah sakit itu tempat penginapan, tentu saja tidak, jadi selama ini Ibunya tinggal di emperan rumah sakit. jelas akan terasa dingin di malam hari.


"Ya... Jika kamu pulang hati-hati di jalan... Kalo pulang jangan naik Bis... Naik travel aja... Papamu di rawat di Rumah Sakit Blambangan Banyuwangi... " Setelah itu panggilan berakhir.


(DING...)


(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem untuk meminta maaf kepada kedua Orang tuanya)


(Mendapatkan 25 poin)


(Mendapatkan Pesona 1 poin)


(Mendapatkan 1 Tiket Lotre)


Lisin tidak terlalu peduli dengan Hadiah sistem, Setelah mencuci mukanya Lisin Langsung mengemasi beberapa pakaian, Kemudian mengemudikan Lamborghini meninggalkan Alila Villa Uluwatu tujuannya adalah pulang ke tanah Jawa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2