
Semua orang yang kebetulan ada di sana dan mencaci maki Lisin langsung berhamburan setelah mendengar suara tembakan.
"Tembakan! Lari!..."
Entah siapa yang mengatakannya, semua orang tidak peduli, dan lebih memilih melarikan diri. Wajah mereka menjadi pucat dan mereka semua mulai menjerit dan lari begitu mereka mendengar tembakan.
Mereka semua penghuni yang tinggal di kota yang damai. Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar suara tembakan. Mereka semua takut dan berusaha berlari sejauh mungkin untuk menghindari bahaya. terutama untuk peluru yang tidak memiliki mata.
Terkadang memang keren dan mendebarkan saat mengalami bahaya, tetapi kehidupan seseorang lebih penting daripada perasaan yang diutamakan.
"Apa yang sedang terjadi?!..." Mei Lan bingung saat ini. Dia terus mengedipkan matanya dan seluruh tubuhnya menggigil dalam pelukan Lisin.
"Sepertinya kamu terjebak dalam upaya pembunuhan lagi..." Lisin memandang lelaki tua itu dari kejauhan dan berbisik.
Lisin mengingat tentang peringatan dari Lou Ming sebelumnya. jika pun Mei Lan tetap tinggal di rumah keluarga Lou mungkin, hanya menunggu waktu untuk para pembunuh tersebut membunuh Mei Lan.
Mei Lan sendiri selain cantik tidak memiliki kelebihan apapun, keluarganya juga terlilit banyak hutang. Apakah dia menyinggung orang yang berkuasa? Sepertinya tidak.
Pembunuhan!... Mei Lan bahkan tidak bisa menutup mulutnya. Saat Dia melihat bekas tembakan pada tempat dirinya berdiri sebelumnya. dia menatap Lisin dengan bingung dan bersyukur. Jika Lisin tidak meremas semangka miliknya dua kali pasti dirinya akan tertembak.
Mei Lan berprasangka buruk terhadap Lisin. ternyata Lisin tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. tindakannya murni untuk menyelamatkan dirinya dari pria tua yang berusaha menembak dirinya.
Tapi mengapa harus meremas dua kali? Apa lagi tidak dilepaskan setelahnya.
Sungguh penyelamatan yang luar biasa.
Mei Lan sangat gugup juga menggigil dan ketakutan, dia akan merasa aman saat berada dalam remasan Lisin. juga ini kedua kalinya dirinya mengalami insiden penembakan di jalan.
Hidupnya entah kenapa dalam bahaya.
Jika bukan karena tembakan, dia tidak akan percaya bahwa dia dan Lisin dalam bahaya. awalnya dia berpikir kejadian penembakan tempo hari yang lalu mengincar Lou Ming. namun sekarang dia percaya jika dirinyalah yang menjadi target pembunuhan.
Terima kasih kepada Lisin yang telah menyelamatkan hidupnya dengan mendorongnya. sekaligus meremas semangka miliknya sebanyak dua kali. Dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Lisin tidak bergerak cepat.
Memikirkan Lisin yang baru saja menyelamatkan hidupnya, Mei Lan terus mengedipkan matanya dengan ekspresi rumit di wajahnya.
__ADS_1
Pembunuh bayaran yang menyamar sebagai pria tua awalnya sangat percaya diri dan tidak akan gagal saat melakukan penembakan dalam jarak jangkauan beberapa meter. jika dirinya gagal maka lebih baik pensiun dari dunia bawah. Sayangnya pada detik berikutnya dia tercengang karena seorang pria melindungi target sehingga dia gagal melakukan pembunuhan.
Target hanya gadis cantik dengan latar belakang biasa, namun seseorang memberikan 1 juta yuan untuk kepalanya. Walaupun harganya cukup umum, Dia harus melakukannya, karena pekerjaan pembunuhan sedikit sepi akhir - akhir ini.
Pembunuh bayaran tidak langsung bertindak, karena dia ingin mengetahui siapa pria yang menyelamatkan targetnya. mengapa dia bisa menyadari jika dirinya membawa pistol di balik bajunya.
Saat Pembunuh Bayaran melihat Lisin dan Mei Lan berpelukan dia hanya bisa mengutuk di dalam hatinya. terutama saat tangan Lisin meremas semangka tersebut, hanya membuat dirinya iri.
Sial... Mungkin pembunuhan kali ini gagal dan tidak hanya itu, bahkan seseorang menggunakan kegagalannya dengan menciptakan maaf untuk meremas semangka milik target.
Pembunuhan bayaran sangat marah, kali ini dia akan menjadikan Lisin sebagai targetnya juga. Jangan salahkan dirinya karena membunuh pria yang bukan targetnya, melainkan salahkan tangannya yang bermain tepat di depan dirinya.
"Ah... Tuan Li, Apakah Lembut?..."
Mei Lan bertanya sambil merintih kesakitan, Tangan Lisin bukan hanya meremas dua kali. sekarang dia berkali - kali meremasnya.
"Lembut! tentu saja sangat lembut sekali..." Jawab Lisin dengan jujur.
"Sampai kapan Tuan Li akan meremasnya?..."
"Maaf tidak sengaja..." Tangannya ingin dilepaskan namun sangat lengket seolah ada lem perekatnya. sangat sulit bagi Lisin untuk melepaskannya.
"Mei Lan, jangan berfikir jika aku mencari kesempatan dalam kesempitan, Itu tadi hanya reflek tidak sengaja. Tangan ini tidak bersalah karena semua kesalahan ada pada pria tua itu..." Kata Lisin sambil menatap pembunuhan bayaran.
Lisin dengan enggan melepaskan tangannya. karena kelembutan semangka, membuat Lisin yang awalnya pria polos menjadi ketagihan dan menginginkannya lagi. Saat ini Lisin harus bersabar, karena masih ada hari esok.
Alis Lisin sedikit terkunci dan dia melihat kearah pria tua itu dengan dingin. Tembakan sebelumnya benar - benar akan membunuh Mei Lan, jika Lisin tidak bertindak dengan cepat. Mei Lan akan menjadi mayat dingin.
"Hehe, kamu mungkin bisa menghindari yang pertama, tapi tidak untuk yang kedua. Awalnya Mei Lan harus mati namun sekarang kamu juga harus mati hari ini. untuk menemaninya..."
Pembunuh bayaran itu menyeka wajahnya dengan tangannya yang panjang, dan menyeka kulit wajahnya yang kuning, memperlihatkan wajah yang pria paruh baya dan kasar.
"Siapa kamu? Mengapa kamu ingin membunuhku?..." Mei Lan berdiri dari tanah dan mengerutkan alisnya. Wajahnya yang cantik tertutupi dengan ketidakpedulian.
"Mei Lan, Calon istri Tuan Lou. Seseorang menawarkan hadiah 1 juta yuan untuk kepalamu. Aku hanya mengambil uang dan membunuh mu sebagai gantinya..."
Dia tersenyum dingin dan mengarahkan pistol kearah Mei Lan lagi. lalu menarik pelatuknya.
__ADS_1
"Shiu!..."
Tubuh Lisin bergerak dan melindungi Mei Lan di belakangnya, walaupun dia bukan superman yang tidak mempan terhadap peluru, namun dia dapat dengan mudahnya menghentikan peluru yang datang menggunakan tangan kosong yang terlapisi dengan energi Qi.
"Dor..."
"Dor..."
"Dor..."
Mei Lan panik dan ketakutan, namun detik berikutnya dia tidak percaya, tangan Lisin bergerak dengan cepat menangkap ketiga peluru yang datang.
Apakah kedua tangan itu masih tangan yang sama saat meremas dua semangka miliknya?
Jika dia bisa melakukannya dengan cara seperti ini, mengapa sebelumnya harus mendorong dirinya dan meremas semangka miliknya?
Lisin terus menangkap peluru dan terus menerus menangkapnya sambil menunggu Pembunuh bayaran melakukan reload.
"Sialan..." Pembunuh bayaran tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, dia hanya memiliki kesimpulan jika Lisin seorang kultivator China yang bisa menggunakan energi Qi.
Saat pembunuh bayaran melakukan reload, Lisin menarik Mei Lan agar bersembunyi di balik mobil. "Mei Lan kamu tinggal di sini dan jangan keluar..."
Melihat bahwa Lisin melompat di depannya, wajah cantik Mei Lan berubah. Jantungnya berdetak kencang. Dia bertanya - tanya, mengapa Lisin begitu kuat.
Apakah dia atas ranjang dia akan sekuat ini juga?
Sungguh pertanyaan yang pintar.
Ya, pria di depannya adalah calon suaminya, tetapi keduanya belum menikah, Mei Lan tidak pernah menatap matanya. Dia tidak pernah berharap pria tersebut akan memperlakukannya dengan baik. karena dia berpikir pria seperti Lisin hanya menginginkan tubuhnya dan akan membuangnya jika bosan.
Tapi sekarang Mei Lan telah menemukan bahaya, dan pria yang dia pandang rendah masih melompat di depannya. dan melindunginya dari peluru yang datang.
Jelas Mei Lan mengetahui bahwa sebuah senjata, dengan peluru yang di tembakan dapat mengambil nyawa seseorang. Baginya, Lisin bisa kehilangan hidupnya.
Hatinya terjepit. Ada saat ketika dia bahkan ingin menangis. Mei Lan jelas tersentuh dengan tindakan yang Lisin lakukan.
Bersambung...
__ADS_1