Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 124


__ADS_3


Seno sangat marah, dirinya tidak berharap jika pihak lain akan membohongi dirinya.


Melompat dari tempat duduknya, seharusnya Seno bisa mendarat dengan lancar di atas panggung arena.


Pihak lain mengatakan jika terhadap kulit pisang di tempat dirinya akan mendarat, jika kakinya menginjak kulit pisang jelas dirinya akan terpeleset oleh sebab itu Seno menarik kakinya kembali namun terlambat sehingga dirinya terpeleset.


Sial... Aku akan membalasnya...


Kedua petarung berdiri di atas arena, Lisin berdiri dengan tenang sambil melihat lawannya. sedangkan Seno juga berdiri secara berlawanan namun dengan keinginan untuk melumpuhkan lawannya.


Wayan telah memulai pertarungan namun keduanya belum bergerak satu sama lain.


Semua orang juga gugup melihat keduanya belum melakukan gerakan, terutama keluarga-keluarga seni bela diri yang sangat kesal dengan keberadaan Lisin.


Bagaimana tidak kesal, putra kesayangan meraka berakhir di rumah sakit entah bagaimana kondisinya sekarang yang jelas Lisin harus bertanggung jawab.


Keluarga Kalpanak, Panadol, Daktarin, Kapsida, Oskadon, Paramex dan lain sebagainya. putra mereka semua menjadi korban dari keberuntungan Lisin.


Tidak hanya menjadi korban fisik tetapi juga mengalami korban perasaan, Putra-putra mereka harus mendapatkan keadilan Agar perasaan putra mereka bisa tenang di sana.


Sekarang mereka semua hanya bisa mengandalkan Seno putra dari keluarga Sasongko yang terkenal jenius bela diri.


Mereka sangat yakin jika Seno adalah satu-satunya harapan yang bisa mengalahkan Lisin dan mengobati perasaan mereka semua yang terluka.


Kepala Sasongko awalnya sangat kesal karena putranya terjatuh setelah tertipu oleh perkataan Lisn, namun membayangkan jika putranya akan mengalahkan lawannya dan menjadi menantu keluarga irawan, Kepala Sasongko menjadi sangat-sangat bahagia.


"Putraku... Hancurkan dia... jangan kasih kendor..." Kepala Sasongko berteriak seperti sporter fanatik.


Tanpa malu Kepala Sasongko menjadi pusat perhatian karena dirinya berteriak seperti anak kecil.


Seno sendiri dengan malu melihat kearah ayahnya tersebut.


"Seno..."


"Seno..."


"Seno..."


Layaknya seorang cheerleader untuk mendukung olahraga tertentu, Kepala Sasongko seorang diri Meneriakkan nama putranya.


Sial... Ayah sepertinya Penyakitnya kambuh, dan aku harus memberikannya obat penenang kejiwaan.


Seno yang berdiri di atas panggung sangat tertekan melihat kelakuan ayahnya. Penyakit aneh ayahnya akan kambuh jika ayahnya terlalu senang apa lagi jika menyangkut tentang anaknya yaitu Seno.


Pernah dalam suatu pertandingan tertentu dimana Seno menjadi juaranya, Kepala Sasongko yang bertingkah seperti anak kecil tersebut menjadi Viral lantaran videonya di tonton oleh puluhan juta viewers.


Seno yang berbakti kepada orang tuanya sudah mendatangkan berbagai macam dokter namun tidak ada yang berhasil menangani penyakit aneh ayahnya tersebut. juga berkali-kali melakukan rehabilitasi kejiwaan namun tidak tersembuhkan.

__ADS_1


Seno hanya bisa menggunakan saran dokter ikan terbang, di mana Ayahnya Seno di larang untuk bahagia. jika tidak maka akan lepas kendali dan harus di berikan obat penenang kejiwaan.


Sungguh penyakit langkah yang cukup merepotkan...


"Maaf bisakah aku mengurus ayahku sebentar..." Seno bertanya kepada Wayan yang menjadi penenang dalam pertarungan, Lisin juga mengangguk.


Semua orang mengerti apa yang terjadi dengan Kepala Sasongko untuk itu mereka tidak berani menertawakan pihak lain.


Seno yang turun dari arena langsung mendatangi Ayahnya dan mengeluarkan obat penenang kejiwaan atas saran dokter ikan terbang.


"Ayah... Waktunya minum obat..." Seno dengan tertekan merayu ayahnya.


"Tidak mau... ingin lihat tendang-tendangan..." Layaknya anak kecil Kepala Sasongko berkata dengan cemberut.


"Ayah... Nanti Seno belikan permen kapas, Es krim, dan Balon udara..." Dengan tertekan Seno merayu ayahnya.


"Lima..." Kepala Sasongko dengan senyuman menunjukkan kelima jarinya.


"Ya... Seno akan membelinya Lima masing-masing..." Dengan tertekan Seno berjanji kepada ayahnya.


"Janji..." Kepala Sasongko menunjukkan jari kelingkingnya.


"Ya... Seno Janji..." Seno dan Ayahnya melakukan janji kelingking, kemudian dengan cepat Seno memberikan kepala Sasongko obat penenang kejiwaan.


Orang-orang yang melihatnya tidak ada yang mengejek ataupun menertawakannya.


Lisin yang berdiri di atas arena tidak bisa berkata-kata, ingin menangis namu takut akan dosa. Dirinya dengan bantuan Sistem dapat melihat jika ada sesosok jiwa anak kecil yang mendiami tubuh Kepala Sasongko.


(Tugas sistem terpicu tuan rumah harus meyembuhkan kepala Sasongko dan kembalikan jiwa anak kecil yang mendiami tubuh kepala Sasongko ke tubuh asalnya)


(Ya/Tidak)


Lisin terdiam... Dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan Keluarga Sasongko, Jika bukan karena pertarungan menantu dirinya tidak akan bertemu dengan Keluarga Sasongko.


Juga, dirinya dan Seno mengalami persaingan dalam memperebutkan Nagisa mengapa dirinya harus membatu pihak lain. Lisin ingin menolaknya saja dari pada melakukan hal yang merepotkan.


Namun melihat kembali ketabahan Seno dalam menghadapi penyakit aneh ayahnya membuat Lisin tersentuh.


Sebenarnya bukan kejiwaan melainkan kesurupan, di mana Jiwa Kepala Sasongko akan di ambil alih oleh jiwa anak kecil yang mendiami tubuh Kepala Sasongko di saat sedang bahagia.


Pada dasarnya Seno ini bukan orang yang jahat, dia dan Lisin hanya terlibat dalam tujuan yang sama oleh sebab itu Seno membenci Keberadaan Lisin karena menjadi menantu Irawan.


Lisin di hadapan dalam dua pilihan yang cukup sulit, satu sisi dirinya tidak peduli dengan penyakit aneh yang di derita Kepala Sasongko, satu sisi dirinya ingin membantunya karena konflik dengan Seno tidak cukup dalam.


"Ya..." Lisin mengambil keputusan untuk menerima tugas sistem.


Ini bukan karena dirinya ingin mendapatkan imbalan dari sistem, dirinya melihat dua keluarga yang sedang kesulitan.


"Aku bisa membantumu menyembuhkan penyakit Ayahmu..." Lisin berkata dengan datar.

__ADS_1


Sebenarnya Lisin bisa saja tidak menerima tugas dan memilih untuk mengalahkan Seno dalam pertarungan menantu, namun dirinya memiliki hati nurani.


Semua orang terkejut saat mendengar perkataan Lisin teruntuk Seno, entah kenapa perkataan Lisin seolah menghina keluarga Sasongko.


"Tutup mulutmu... Jika kamu ingin menertawakan ayahku kamu bisa tertawa..." Seno berkata dengan kesal.


Seno juga malu memiliki Ayah yang sakit aneh seperti gangguan kepribadian seperti anak kecil, namun Kepala Sasongko tetaplah ayahnya dan Seno sebagai seorang anak harus menerimanya.


Setelah Ayahnya kembali tenang, Seno naik keatas panggung lalu berdiri di depan Lisin.


"Baiklah jika kamu tidak menginginkannya..." Lisin menggelengkan Kepala. jika tau seperti ini lebih baik menolak tugas dari sistem.


Seno sangat ingin menyembuhkan penyakit aneh Ayahnya, namun bagaimana mungkin Orang yang menjadi saingan dirinya bisa menyembuhkan penyakit aneh Ayahnya tersebut.


Dokter ikan terbang saja tidak bisa menyembuhkan penyakit Ayahnya apa lagi pemuda yang seumuran dengannya.


Kepala irawan dan beberapa orang yang mengenal Lisin hanya bisa menggelengkan Kepala, Jelas tidak ada penyakit yang tidak dapat Lisin tangani. dan Lisin mungkin berniat membantu Kepala Sasongko. namun, karena pihak lain menolaknya mengapa harus memaksa.


Sedangkan keluarga lainya seperti Kalpanak, Panadol, Daktarin dan keluarga lainnya. mulai bertanya-tanya dan menebak identitas Lisin sebenarnya.


Beberapa orang yang hampir menebak dengan benar memiliki keringat dingin.


Jangan bilang jika dia Dokter Ajaib yang menyembuhkan Vegetasi Pak tua irawan dan juga menjadi Dermawan keluarga irawan karena Melenyapkan Keluarga Wisesa.


"Kamu... Kamu... Kamu Dermawan Keluarga Irawan..." Seno yang menebak identitas Lisin lebih terkejut dari siapapun.


Demi menyembuhkan penyakit ayahnya, Dirinya berniat meminta bantuan Dermawan keluarga irawan namun tidak bisa memiliki kesempatan.


Sekarang orang yang ingin dirinya memintai bantuan untuk menyembuhkan penyakit ayahnya Adalah pesaingnya dalam mengejar Nagisa.


Seno sangat menyesal tidak mendengarkan Perkataan Lisin sebelumnya dan langsung menyetujuinya.


Sekarang jika dirinya meminta bantuan Lisin pasti akan di tolak pihak lain.


"Aku menyerah..." Seno berkata dengan tertekan.


Semua keluarga lainya seperti Kalpanak, Panadol, Daktarin dan keluarga lain langsung meminta maaf kepada Lisin tanpa memikirkan nasib anaknya di rumah sakit.


Mereka semua adalah orang-orang kaya dan berpengaruh, jelas suatu saat mereka akan mengalami sakit tertentu. Jika mereka menyinggung Dokter ajaib mereka semua akan menyesal.


Bersambung...


*Banyak Reader yang komen jika MCnya penjahat kelamin, Cerita yang tidak jelas, Terlalu banyak unsur komedi dan bla bla bla.


*Untuk itu Novel ini akan author tamatin atau Hiatus dan author akan fokus sama Novel Supreme Kultivasi.


*Sebenarnya dari awal cerita Author itu membuat novel ini hanya untuk hiburan semata mungkin karena terlalu panjang jadinya membosankan untuk beberapa Reader.


*Padahal Arc Wulan belum Author tambahkan mau bagaimana lagi.

__ADS_1


*Terima kasih untuk yang selalu support dengan Like komen dan Vote.


__ADS_2