Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 108


__ADS_3


"Hunter..."


"Hunter..."


"Hunter..."


Lisin secara perlahan melangkah keatas arena pertarungan yang memiliki pembatas di setiap sisi-sisinya.


Saat berdiri di atas arena, penampilan Lisin cukup biasa dengan sebuah topeng putih menutupi sebagian wajahnya.


Mengapa harus mengenakan topeng, itu di karenakan setiap identitas petarung harus di rahasiakan.


"Hunter... kamu harus menang..."


"Benar, hajar Bondon itu..."


"Habisi... dia..."


"Bantai..."


"Jangan kasih kendor..."


"Kalo bisa yang banyakan..."


"Ya... nambah lagi..."


Lisin yang berada di atas arena pertarungan sedikit bingung dengan dukungan yang di lontarkan penonton.


Mereka ini menyuruh untuk apa sih...


Di atas ring pertarungan, Lisin tidak berbicara melainkan diam sambil menunggu kedatangan Yanto.


"Hunter ini... entah kenapa terlihat biasa..."


"Benar, rasanya cukup sulit untuk di percaya jika dia memiliki kekuatan..."


"Bagaimana jika dia kalah..."


"Tidak mungkin, aku sudah menggunakan semua tabunganku untuk bertaruh di bawah kemenangannya..."


"Kalian bisa diam..."


"Jangan menilai buku dari sampulnya, Terkadang orang kuat menyembunyikan dirinya dengan sangat baik..."


"Kamu benar..."


Yanto yang mendengarkan perkataan beberapa penonton, hanya bisa tertawa dalam hatinya. dirinya sangat puas dengan reaksi penonton, sangat jelas penonton akan kehilangan uang mereka.


Apanya yang menyembunyikan dirinya dengan sangat baik, Lisin jelas lemah tidak bisa bertarung dan kalian semua hanya akan memberikan uang kalian kepadaku.


"Ladies and gentleman... mari kita sambut petarung yang akan menjadi lawan Hunter... dia adalah Bondon..." Host mengumumkan dengan lantang.


Yanto mengenakan topeng kain hitam dengan bertelanjang dada, sedangkan bagian bawah hanya memiliki celana pendek. tubuhnya harus di akui sedikit berotot sedangkan lengannya cukup kekar.


Lisin harus mengakui jika Yanto membentuk tubuhnya dengan cukup baik. Namun memiliki tubuh yang cukup baik saja tidak cukup untuk mengalahkan Lisin.


Saat ini keduanya berdiri berhadapan satu sama lain.


"Ku harap kamu siap menjadi bahan kebencian para penonton yang bertaruh untumu..." Yanto berkata dengan pelan namun Lisin dapat mendengar dengan jelas.


Bagaimana penonton tidak marah semua uang yang di milikinya di habiskan untuk taruhan Hunter, jika jagoan mereka yaitu Hunter kalah bukannya uang tersebut akan menghilang.


"Datanglah kapan saja jangan terlalu banyak bicara..." Lisin berkata dengan dingin.


Sebenarnya Lisin tidak ada niatan untuk balas dendam, namun setelah Lisin berdiri di atas Ring pertarungan dirinya dapan melihat dengan jelas, pengaturan yang di buat Yanto dan pengurus arena pertarungan bawah tanah.


"Sialan... sepertinya aku harus mendidik mu dengan benar..." Yanto berkata dengan marah.


"Siapa kamu ingin mendidik ku... kamu saja putus sekolah, apa yang bisa kamu berikan padaku..." Lisin sedikit mengejek.

__ADS_1


"Sepertinya, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu lagi..." Yanto mengepalkan kedua tangannya.


Jelas ini bukan pertarungan gaya bebas seperti MMA karena dalam pertempuran ini tidak ada aturan khusus, bahkan di perbolehkan melakukan tindakan tercela seperti menghancurkan telur lawan.


"Hunter kamu siap?..." atas pertanyaan Host, Lisin hanya mengangguk.


"Bondon kamu siap?..." Host bertanya kearah Yanto.


"Aku siap... untuk menghancurkannya..." Yanto tersenyum.


"Baiklah pertarungan antara Hunter dan Bondon di mulai..." Setelah ucapan Host berakhir semua penonton berteriak.


"Hancurkan..."


"Bantai..."


"Jangan kasih kendor..."


"Lanjutkan..."


Yanto langsung melakukan serangan kearah Lisin, semakin cepat dirinya menyelesaikan pertarungan semakin cepat dirinya mendapatkan uang.


Melihat pukulan menghampiri dirinya Lisin tidak tinggal diam, dirinya langsung menghindar kemudian mengirimkan pukulan telak.


"Ahhh..."


Yanto langsung jatuh kebelakang, dirinya tidak berharap jika Lisin akan bergerak sangat cepat dan memukul balik dirinya.


Yanto yang mendapat sebuah pukulan dari Lisin dan membuatnya terlempar ke belakang seperti layang-layang yang terputus benangnya.


Yanto langsung pingsan di tempat dan membuat Lisin memenangkan pertandingan dengan mudah.


Dia terlalu lemah... ternyata benar tong kosong nyaring bunyinya.


"Yaaa..."


"Menang..."


"Haha... ku bilang apa... rumor itu ternyata benar..."


Beberapa orang yang memasang taruhan untuk Lisin sangat bahagia, awalnya karena menuruti rumor mereka semua memiliki kekhawatiran. sekarang setelah kemenangan tersajikan di depan mata, mereka semua sangat berterima kasih kepada orang yang menyebarkan rumor tersebut.


Dan orang yang menyebarkan rumor tersebut sekarang tergeletak tak sadarkan diri di atas arena.


Sekarang semua orang sangat senang mengambil uang taruhan yang di gandakan dua kali lipat.


"Sial... kenapa aku tadi tidak percaya dengan rumor..."


"Benar, aku pikir itu hanya hoax, jika kemenangan sudah pasti di tentukan bukankah akan menjadi lebih mudah..."


"Sama bro, aku sangat menyesal kupikir rumor itu dengan sengaja di buat agar kita bertaruh pada sisi yang akan kalah. karena itu aku langsung bertaruh untuk Bondon... jika aku tau rumor sebelumnya tidak hoax aku akan mengganti taruhan ku... sekarang uangku menghilang..."


"Sial... bukannya ini seperti perjudian angka besar dan angka kecil. di saat kita sudah tau angkanya besar atau kecil yang akan kita dapatkan namun kita tidak percaya..."


"Tabungan Ku...."


Banyak orang yang menyesal, andaikan waktu bisa diulang mereka tanpa ragu akan bertaruh untuk Hunter.


Orang yang paling menyesal adalah pengurus pertarungan bawah tanah.


Pria gemuk lebih menyesal dari siapapun karena percaya dengan perkataan Yanto, sekarang bukannya uang yang di dapatkan melainkan kehilangan uang.


"Sial..." Pria gemuk melihat Yanto yang tergeletak hanya bisa mengutuk.


"Ganti petarung... keluarkan Hulk untuk mengalahkan Hunter, dan sebarkan rumor jika Hunter akan menjadi pemenangnya" Pria gemuk tertawa dengan kesal.


Dirinya hanya di percaya untuk mengelola tempat pertarungan bawah tanah, jika dirinya mengalami kerugian besar, penjelasan apa yang harus dirinya katakan kepada orang yang ada di belakang bisnis pertarungan bawah tanah.


"Malam ini... uangku harus kembali, tidak melainkan harus bertambah..." Pria gemuk tersenyum kejam.


Tubuh Yanto yang tak sadarkan diri di bawah pergi oleh petugas penyelenggara pertarungan bawah tanah.

__ADS_1


Saat Lisin berniat pergi dirinya tidak di izinkan karena pertarungan belum selesai.


Baiklah... aku akan melihat penantang seperti apa yang akan datang.


"Ladies and gentleman... Seperti yang di harapkan dari Hunter yang memenangkan pertandingan melawan Bondon dengan sekali pukul..."


Host tidak bersemangat seperti sebelumnya, karena dirinya orang dalam, jadi Host memasang taruhan untuk Bondon atau Yanto dan hasilnya membuatnya kehilangan uang.


Sekarang Untuk mengembalikan uang yang kehilangan sebelumnya, Host hanya bisa percaya dengan Hulk yang menjadi juara bertahan yang ada di pertarungan bawah tanah.


"Apakah kalian ingin Hunter untuk bertarung lagi?..." Kali ini Host bertanya dengan semangat berapi-api.


"Bertarung..."


"Bertarung..."


"Bertarung..."


Bagaimana para penonton tidak bersemangat, Hunter seperti mesin pencetak uang bagi mereka jika mereka tidak bertaruh untuk Hunter, mereka semua akan menyesal seumur hidup.


Lisin tidak berdaya menunggu lawan yang berikutnya datang.


"Ladies and gentleman... Mari kita sambut pria besar... Hulk..." Host berteriak dengan keras.


Langkah kaki bergetar dapat terdengar, sedangkan getaran kecil dapat di rasakan saat Hulk berjalan di atas arena pertarungan.


"Sial... bukannya dia Hulk..."


"Benar, sepertinya tidak ada harapan untuk Hunter..."


"Hulk adalah Juara bertahan yang belum pernah kalah..."


"Hunter akan berakhir..."


Lisin dapat melihat orang besar setinggi lebih dari 2 meter dengan tubuh yang begitu besar.


Bakso yang besar... jadi bagaimana jika dia Besar apakah dia bisa bertahan dari pukulan ku?...


Host di tatap tajam oleh atasannya karena banyak orang yang berniat bertaruh untuk Hulk. jika itu terjadi, bukankah tempat judi pertarungan bawah tanah akan merugi.


Host mengerti jika dirinya harus berbuat apa...


"Ladies and gentleman sepertinya rumor sebelumnya layak kita percayai... Hunter tidak terkalahkan... Selama kamu bertaruh untuk Hunter kamu akan mendapatkan Uang..." Host berkata dengan putus asa.


Dan penonton yang ingin bertaruh untuk Hulk berhenti saat mendengar Host berkata jika bertaruh untuk Hunter akan mendapatkan uang.


"Terima kasih... karena menyadarkan kami..."


"Benar, sekuat apapun Hulk tidak akan bisa mengalahkan Hunter..."


"Hunter tak terkalahkan..."


"Hunter..."


"Hunter..."


"Hunter..."


Mereka yang awalnya bertaruh untuk Hulk langsung beralih ke Hunter.


Pria gemuk yang mengurus arena pertarungan bawah tanah mengangguk dengan puas saat hampir semua orang bertaruh untuk Hunter.


Lisin jelas tidak buta, dirinya sangat mengerti dengan jelas jika ada orang yang melakukan pengaturan di belakang.


Lisin hanya menggelengkan kepala, sepertinya pengurus arena pertarungan bawah tanah benar-benar ingin bangkrut, dengan membuat semua orang bertaruh di bawah kemenangan dirinya.


Karena sangat ingin bangkrut maka jangan menyesal...


Lisin tersenyum di balik topeng dan tertawa di dalam hati...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2