
Di dalam toilet pria.
Brian, Alim dan Jo mendekati dinding tipis kemudian menempelkan telinganya untuk mendengar sesuatu yang ada di sisi lain dinding tipis.
"Tidak ada suara!... Apakah mereka diam" Jo berkata dengan bingung.
"Sial... Di saat Kampus mengalami acara perpisahan, pasangan mesum menggunakan kesempatan untuk memuaskan nafsunya..." Alim menambahkan.
"Jiwa detektifku bergejolak, saatnya kita menangkap tersangka..." Brian berkata dengan serius, Kemudian ketiganya saling menatap lalu masing-masing dari mereka mengangguk.
Brian memimpin di depan dengan berjalan mengendap - endap di ikuti Alim dan Jo sambil mengamati situasi di sekitarnya. Ketiganya seperti detektif profesional yang sedang mencari jangkrik.
"Oke, Tim Alpa berada di depan pintu masuk tersangka berada di dalam, menunggu keputusan untuk melakukan penangkapan..." Jo berkata dengan tegas.
"Intruksi diterima... Di ulangi intruksi diterima, Harap utamakan keselamatan..." Alim yang mengikuti Brian dari belakang berkata dengan hati - hati.
"Siap... 26..." Jo berkata dengan menganggukan kepala.
Ketigannya saat ini berada didepan toilet wanita, Alim mengawasi bagian belakang, Sedangkan Brian dan Jo menunduk di depan pintu masuk toilet wanita.
"Sersan Jo... Tolong hati - hati..." Brian menatap Jo.
"Sersan Brian... Mati dalam bertugas adalah semboyan seorang Detektif... Sersan Alim tolong kondisikan bagian belakang..." Jo mengangguk kemudian melihat kearah Alim.
"Intruksi diterima... Sersan Jo Kami mengandalkanmu..." Alim menambahkan.
Dengan cepat Brian membuka pintu toilet wanita, kemudian Jo dengan semangat juang tinggi memasuki toilet wanita yang diduga sebagai tempat pasangan mesum bersenang - senang.
Jo yang masuk lebih awal melihat sekelilingnya dan menemukan sesuatu yang mengejutkan, dirinya tidak berharap jika didalam toilet wanita tidak ada seorangpun.
"Sersan Brian... Target tidak dapat ditemukan... Diulangi target tidak dapat ditemukan..." Jo melihat Brian yang ada di depan pintu.
"Apa!... Target tidak dapat di temukan?..." Untuk memastikannya, Brian memasuki Toilet wanita dan seperti yang di katakan Sersan Jo, target telah melarikan diri.
"Sersan Jo... Sersan Brian... Bagaimana, Apakah target berhasil di tangkap?..." Alim menyusul kedua dari belakang.
"Sial... Sepertinya target berhasil melarikan diri..." Brian menggedor pintu toilet wanita.
Ketiganya mencari pada setiap sudut toilet wanita dan tidak dapat menemukan siapapun.
Sebenarnya apa sih yang ketiganya lakukan?
"Aaaaaa..." Sebuah suara teriakan wanita.
Ketiganya tersadar dari hayalan mereka yang menjadi sorang detektif.
"Kalian bertiga, Mahasiswa - mahasiswa mesum... Apa yang kalian bertiga lakukan didalam toilet wanita?..." Wanita gemuk tersebut adalah salah satu dosen di universitas, namun bukan kecantikan seperti Dosen Mirna melainkan Gajah bengkak karena memiliki postur tubuh gemuk.
"Sial... Apa yang harus kita lakukan..." Jo berkata dengan ketakutan.
__ADS_1
"Mampus kita, jika kita tertangkap..." Alim berkata dengan getir.
"Kalian berdua tenang... Aku punya rencana..." Brian berkata dengan yakin kemudian mendekati Dosen Gemuk tersebut.
"Bu dosen... Tolong jangan salah paham, Kami bertiga adalah Mahasiswa yang lurus tanpa belokan apa lagi tingkungan... jadi kami tidak melakukan hal mesum seperti yang Bu dosen pikirkan" Brian menjelaskan.
"Kalian tidak bermain sabunkan?..." Tanya Dosen gemuk.
"Sabun!... Tentu saja sudah berhenti..." Tentu saja tidak jawab ketiganya dengan bersamaan.
"Lalu apa yang kalian bertiga lakukan di sini?..." Dosen gemuk bertanya lagi.
"Hari ini kami bertiga mendapatkan tugas untuk membersihkan toilet wanita..." Brian berkata dengan senyuman.
"Benarkah?..." Dosen gemuk bertanya.
"Benar seperti itu Bu dosen..." Alim membenarkan perkataan Brian.
"Benar kami bertiga hanya melakukan tugas..." Jo menambahkan.
Di bawah tatapan tajam Dosen gemuk, ketiganya berhasil lolos dengan selamat.
.....
Sedangkan itu Lisin bersama Dosen Mirna berhasil melarikan diri dan sekarang bersembunyi dibalik pohon yang ada di dekat tempat parkir. tepatnya di bawah pohon besar.
Setelah Dosen Mirna berteriak sebelumnya, Lisin memiliki kewaspadaan yang tinggi dan dirinya memprediksikan jika ketiga temannya yang disebrang dinding tipis akan menerobos toilet wanita.
Jadi sebelum kedatangan ketiganya Lisin menggendong Dosen Mirna lalu berlari dengan cepat meninggalkan toilet wanita. Dengan menggendong tubuh matang dosen Mirna, tidak ada beban sama sekali untuk Lisin.
Keduanya hampir tertangkap basah, jika Lisin tidak langsung menggendongnya dan berlari meninggalkan toilet wanita nama baik Dosen Mirna akan hancur seketika.
Dirinya bisa jadi bahan viral untuk pembuat konten tiktok. Dengan tema seorang dosen memperkosa seorang mahasiswa didalam toilet wanita.
Jelas dirinya tidak ingin memiliki skandal seperti itu. apa lagi orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat konten yang merugikan dirinya.
"Aku baik - baik saja..." Lisin tersenyum, jelas dirinya masih ingin lakukan hal itu dengan Dosen Mirna.
Sial... ini semua gara - gara mereka bertiga...
Dosen Mirna sedikit melirik Lisin dengan malu - malu, Jantung Mirna berdetub kencang. kejadian sebelumnya membuat dirinya sadar jika melakukan itu dengan Lisin bukanlah tindakan terpuji.
Dirinya harus berhenti sebelum terlambat.
Berhenti!... Siapa Lisin, apakah dirinya akan berhenti setelah sahabatnya Joni ngambek tidak mendapat hadiah?
"Lisin apa yang kamu lakukan..." Lisin mendorong Dosen Mirna kearah pohon besar yang sedikit dekat dengan tempat parkir.
"Dosen Mirna... Melakukan sesuatu tidak boleh setengah - setengah dan harus di tuntaskan sampai selesai..." Lisin mengulurkan tangannya untuk meremas dua benjolan lembut.
"Aaaa... Tapi kita..." Dosen Mirna mendesah kemudian merintih, dirinya ingin menjelaskan kepada Lisin namun kembali bimbang.
__ADS_1
Ini semua salah dirinya, Jelas Lisin seorang mahasiswa Jomblo dan dirinya menggoda Lisin, ini seperti PHP dan pasti akan menyakiti perasaan Lisin sebagai seorang Jomblo.
Jelas jika Jomblo seperti Lisin tidak mendapat sesuatu yang nyata, pasti akan melampiaskannya kepada sabun yang tidak bersalah.
Benar, Aku harus meluruskan Lisin dan membuatnya berjalan kearah yang benar.
Benar, ini semua agar Lisin tidak terjerumus ke dunia persabunan.
Dosen Mirna menutup kedua matanya kemudian mencium bibir Lisin yang saat ini dirinya dikuasai oleh pikiran untuk melanggar pihak lain.
Lisin tidak berharap jika dosen Mirna akan sangat berani di tempat sepi yang dekat dengan tempat parkir.
Lebih dari 5 menit keduanya betukar air liur dan Dosen Mirna tidak berharap Mahasiswa Lisin akan membimbing dirinya dalam sebuah ciuman, tentunya itu ciuman pertamanya.
Bukanya Lisin ini Jomblo mengapa begitu lihai bermani Lidah? Benar juga, pasti Lisin ini terlalu banyak melihat film Jav seperti kebanyakan Kaum Jomblo.
Sampai keduanya memisahkan kedua mulut mereka masing - masing dan membentuk benang air liur.
Di sini Lisin begitu agresif dan tanpa sadar meremas kedua benjolan lembut Dosen Mirna dengan keras.
"Aaaaaa..." Dosen Mirna berteriak lagi.
"Lisin sakit... Jangan kasar - kasar" Dosen Mirna merintih.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu, Dosen Mirna..." Lisin berkata dengan jujur.
Sedangkan itu tidak jauh dari tempat mereka berdua berada, dari kejauhan Trio wik wik mendekati tempat parkir.
"Brian... Mengapa kita pergi ke arah tempat parkir?..." Alim bertanya dengan bingung.
"Intuisi Detektif ku mengatakan jika suara wanita mesum sebelumnya bukanlah salah dengar, Aku sangat yakin itu perbuatan pasangan mesum..." Brian berkata sambil memimpin jalan.
"Bukannya kita tidak menemukan apapun di toilet wanita?!..." Jo bertanya.
"Kalian berdua salah... kemungkinan besar pasangan mesum tersebut langsung meninggalkan toilet wanita setelah teriakan mesum sih wanita..." Brian berkata dengan yakin seolah dirinya melihat secara langsung kejadian tersebut.
"Dan sangat mungkin, jika pasangan mesum tersebut pergi menuju ke arah tempat parkir, karena tempat tersebut adalah tempat tersepi kedua saat ini..." Brian menambahkan.
Sungguh intuisi yang menakutkan, ternyata Brian memiliki bakat terpendam yang tidak di kembangkan yaitu Intuisi untuk menemukan pasangan mesum.
"Aaaaa..." Teriakan seorang wanita dapat didengar oleh keduanya.
"Tuhkan, aku bilang apa... Teriakan ini jelas sama dengan yang sebelumnya dan tidak salah lagi... Pasangan mesum ada dibalik pohon itu dan sedang bersenang - senang" Brian berkata dengan menunjuk kerarah pohon yang dekat dengan tempat parkir.
"Apakah kita harus menangkapnya?..." Alim bertanya lagi.
"Tentu saja kita harus menangkapnya karena ini masih kawasan kampus... Walaupun kita tidak tau siapa pihak lain yang jelas mereka melakukannya di tempat yang salah..." Brian menjawab.
"Benar... Kita akan menjadi sosok pahlawan kampus setelah menangkap pasangan mesum yang tidak bertanggung jawab..." Jo yang diam ikut berbicara.
Tentu saja pembicaraan ketiganya dapat Lisin dengar dengan jelas, karena dirinya memiliki pendengaran super.
__ADS_1
"Sial... Mereka lagi... mereka lagi..." Lisin dengan tertekan melihat trio wik wik yang mendekat kearah dirinya.
Bersambung...