Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 319


__ADS_3


Ini pertama kalinya bagi Lisin untuk bercocok tanam di kamar mandi. Dia tidak mungkin menolaknya, karena dia karakter yang sangat baik. Sulit mengatakan jika Lisin tidak menginginkannya.


Sosok Tante Hana dari belakang terlihat sangatlah luar biasa. Itu tidak kekurangan poin apapun, bisa dibilang sempurna dari segala sisi.


Lisin sangat beruntung dan keberuntungannya telah menentang surga. Orang lain hanya bisa memimpikannya saja, namun Lisin mendapatkannya begitu saja.


"Tante Hana, kamu harus tahu, jika kita tidak bisa kembali lagi..." Lisin mengingatkan. Pikiran polosnya masih mendominasi. Dia bukan binatang buas dengan otak diantara kedua kakinya.


"Bisakah kamu tidak munafik? Aku tahu kamu sangat menginginkan tubuhku juga, aku merasakannya dari tatapan mu. Kamu pasti memiliki banyak pengalaman dengan wanita manapun yang kamu temui..." Wang Hana mengatakan intuisinya setelah melihat Lisin melalui lubang yang ada di dinding.


Diam, Lisin tidak menyangkalnya, dia sedikit terkejut saja. Kemudian dia semakin yakin jika Wang Hana sebelumnya telah mengintipnya.


"Jadi kamu mengintipnya?..." Tanya Lisin.


"Benar, apakah kamu hanya akan Melakukannya dengan keponakanku saja? Mengapa kamu tidak menambahkan diriku juga..." Wang Hana menggigit bibirnya dengan kesal.


Dia hanya ingin merasakan bagaimana rasanya Joni agung ketika berada di dalam tubuhnya. Mengapa terus menerus membicarakan omong kosong?


"Baik aku lakukan..." Jawab Lisin, Walaupun dia sangat menginginkan tubuh Wang Hana, tetapi dia tidak ingin melakukan pemaksaan.


Karena sudah seperti ini, maka langkah selanjutnya adalah menyelesaikannya.


Kedua tangan Lisin menyentuh pantat putih salju milik Wang Hana. Dia dengan perlahan memposisikan dengan benar. Ujung kepala Joni agung menyentuh lembah rahasia milik Wang Hana. Lebih tepatnya pada bagian pintu masuk.


Lisin bisa menemukan cairan basah mengalir dari celah lembah rahasia. Dia dengan perlahan mendorong Joni agung.


Sedikit demi sedikit, pelan - pelan namun pasti. rasakan sensasinya dan hentakan.


"Aaaaaaaaaaa..."


Wang Hana berteriak panjang, Dia bisa merasakan jika Joni agung secara penuh berada di dalam tubuhnya. itu mendorong dan masuk dengan sesak. Bahkan mungkin menyentuh titik terlemahnya, lebih tepatnya pintu rahimnya.


Benar - benar masuk semuanya!


Sensasi ini, sangat luas biasa. Perasaan yang dia rasakan belum pernah terjadi sebelumnya. Penilaiannya terhadap Lisin mulai berubah.


Rasanya sangat tepat dan cocok dengan sempurna, mengisi setiap ruang yang ada di dalam tubuhnya. Ini sangat berbeda saat Wang Hana melakukannya menggunakan mentimun atau jarinya.


Sedangkan dengan mantan pacarnya, Jangan membandingkannya. Mantannya tidak layak dibandingkan dengan Lisin. Selain kecil dan cepat keluar, tidak ada lagi yang bisa di kenang tentang mantan pacarnya.


"Kamu baik - baik saja?..." Tanya Lisin.

__ADS_1


"Lanjutkan..." Jawab Wang Hana.


Apa yang Lisin rasakan sangat berbeda dengan saat dia melakukannya dengan Wang Xia yang perawan. Walaupun Tante Hana sudah tidak perawan lagi, tetapi tidak bagian terdalam dari lembah rahasia yang belum tersentuh.


Jelas milik mantan pacarnya atau menggunakan mentimun hanya berasa di bagian pintu masuk tanpa bisa masuk kedalam dan terdalam.


Lisin dengan cepat menggerakkan pinggulnya saat dia melakukan penetrasi. Tidak lupa kedua tangannya menyentuh semangka kembar menggoda. Langsung dari sumbernya Lisin memeras semangka lembutnya dengan kuat.


"Aaaaaa..."


Tante Hana merintih kesakitan tetapi dia tidak marah atau ingin berhenti, karena dia semakin menginginkannya.


"Lebih kasar lagi..." Pinta Wang Hana dengan menginginkannya.


"Baik..." Lisin semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Dan itu mengeluarkan suara ceplak - ceplok.


"Plakkkk..."


"Plokkkk..."


Tubuh Wang Hana bergetar hebat saat Lisin mendorong, menarik dan dorong lagi pinggul miliknya. Bagaimanapun rasanya sangat luar biasa, tidak mungkin dia bisa berhenti begitu cepat.


Kamar mandi itu tidak hanya bergetar dan bergoyang, tetapi juga mengeluarkan suara pacuan kuda.


"Plakkkk..."


"Plokkkk..."


Lidah keduanya saling terjalin, kedua tidak peduli dengan apapun yang ada di sekitar. Apa yang Wang Hana inginkan adalah sodokan dari Lisin. Dia berharap jika Lisin tidak akan pernah berhenti.


"Kita pindah ke kamarku saja..." Kata Wang Hana setelah keduanya berhenti berciuman.


"Oke..."


Tanpa terasa kedua berakhir dengan ranjang bergoyang dan apartemen bergoyang. Itu benar - benar bergetar hebat.


.....


Keesokan paginya, Lisin benar - benar tersiksa. Awalnya hanya sampai pengaruh Afrodisiaknya menghilang. Tetapi setelah menghilang, Wang Hana seperti akan menangis kapan saja. Dia mengatakan tidak ingin apapun selain sodokan.


Lisin dengan terpaksa membeli afrodisiak dari sistem untuk memperpanjang durasi permainan miliknya.


Peperangan diantara keduanya berakhir hingga sore hari yang bertempat dengan bangunnya Wang Xia dari tidur panjangnya. Lisin sekali lagi menginap dan melakukannya lagi dangan mereka berdua secara bergantian, hal ini membuat Lisin seperti alat yang digunakan sebagai pemuas nafsu.

__ADS_1


Karena suasana canggung, ketiganya sarapan bersama di pagi hari. Tetapi bukan masakan dengan campur Afrodisiak.


"Tante Hana, mengapa kamu begitu baik dengan kakak Li..." Tanya Wang Xia dengan bingung. Bukannya tantenya masih marah karena dia dan Lisin tinggal bersama dalam dua hari malam ini? Sejak kapan Tantenya tidak marah lagi, dan mengapa dia menyuapi Lisin dengan tersenyum.


Apakah tantenya salah minum obat?


Wang Xia juga sedikit baikan setelah bagian bawahnya membengkak. Dia menerima pill penyembuhan dari Lisin, untuk itu dia menjadi sangat baik.


"Xia Xia, Apa yang kamu katakan. Tante menyesal, dan ingin membuka lembaran baru. Bagaimanapun kamu sudah dewasa dan bisa menentukan masa depan kamu sendiri. Tante tidak mungkin mencegah kamu selamanya..." Wang Hana seperti dua orang berbeda dengan yang kemari.


"Terima kasih tante..." Wang Xia tersenyum bahagia. Dia tahu tantenya bukan orang jahat. Tantenya hanya ingin agar dirinya tidak terjerumus dengan pergaulan bebas.


Tetapi Wang Xia tidak seperti itu, dia memiiki hubungan bebas hanya dengan Lisin saja.


"Wang Xia, Kamu tidak bekerja?..." Tanya Wang Hana.


"Oh, Ya... Jika aku tidak cepat - cepat akan terlambat..." Wang Xia dengan cepat menghabiskan makanan miliknya.


"Aku akan mengantarmu..." Lisin menyarankan, dia tidak mungkin tinggal di Apartemen tersebut selamanya.


"Apa yang kamu katakan, Sarapan belum dihabiskan, mengapa kamu akan pergi?..." Wang Hana tersenyum, entah mengapa Lisin mencium suatu kebohongan.


"Kakak Li, Aku akan pergi dulu, kamu bisa menghabiskan sarapan milikmu sebelum pergi..." Wang Xia Langsung pergi begitu saja.


Sekarang hanya menyisakan Wang Hana dan Lisin.


"Duarrrrr..."


Sialan apa yang terjadi?... Pikir Lisin dengan kesal. Dia sangat yakin jika semua masakan yang ada di atas meja tidak memiliki Afrodisiak.


Tetapi mengapa Joni agung secara tiba - tiba bangkit dari tidurnya?


"Tunggu dulu..." Akhirnya Lisin melihat Wang Hana yang melepaskan pakaiannya.


"Gulp..."


Lisin ingat jika Wang Hana adalah orang yang membuatkan Lisin minuman, sedangkan Wang Xian hanya memasak saja.


"Kita bisa melakukannya lagi seharian sampai Xia - Xia kembali..." Kata Wang Hana dengan tersenyum!


Sepertinya hari ini akan sangat melelahkan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2