
Salak menikmati waktunya sebagai tamu undangan, tidak lupa melihat sekelilingnya dan di buat terpukau. dirinya harus mengakui jika acara resepsi pernikahan Lisin di buat sangat baik setidaknya dalam sejarah desa mungkin ini adalah yang terbaik dan termewah.
Kesampingkan hal tersebut, Saat Salak melihat satu persatu para tamu undangan yang lainnya, kedua kalinya langsung bergetar. dan Hatinya menjadi kacau. itu karena hampir semua tamu undangan pernikahan Lisin. di penuhi oleh orang - orang yang biasanya muncul di Televisi.
Diam... Hal ini saja sangat layak untuk di hadiri. namun keluarga Lisin tidak menyebutkannya di dalam surat undangan. jika situasi ini diketahui oleh warga desa lainnya pasti mereka akan berbondong - bondong untuk datang.
Salak mengambil ponselnya lalu melakukan beberapa pemotretan kecil tidak lupa menunjukan foto selfie dengan senyuman pepsodent. Dengan akun Facebook yang hanya memiliki beberapa pertemanan. Salak langsung mengunggah di media sosial.
Tidak lepas dari sana, Salak melihat penampilan kedelapan istri Lisin dengan kedua matanya menyala, sepertinya kehidupan Lisin akan di penuhi dengan kebahagiaan tak terbatas.
"Ini Sovenirnya Pak..." Kata wanita cantik yang bertugas membagikan sovenir di bagian depan.
"Oh iya terima kasih..." Salak cukup puas menghadiri acara resepsi pernikahan Lisin. Selain banyak makanan, tempat mewah bahkan para tamu undangan di penuhi dengan orang - orang terkenal. sepertinya warga desa yang tidak datang harus menyesali keputusan mereka.
Saat di persiapan jalan, Salak mulai penasaran dengan ini Sovenirnya, karena tidak berat ataupun ringan. Yang jelas bukan berisi gelas cantik ataupun pop mie. Aneh, rasanya karena saat di raba - raba cukup padat namun ringan.
Karena penasaran, Salak membuka sudut kecil pada bungkus Sovenir tersebut lalu mengintipnya. Dan menemukan jika warna dan gambar yang ada di dalamnya cukup familiar. Karena tidak kuat hanya dengan mengintip saja, Salak memutuskan untuk merobek pembungkus Sovenirnya.
Sial... Ternyata didalamnya berisi uang.
Kedua pupil mata Salak melebar, kemudian dia dengan hati - hati menghitungnya dan menemukan jika totalnya sebesar 10 juta.
Diam!
Salak seperti bermimpi saja, dirinya tidak mengharapkan mendapatkan uang seperti warga desa yang lainnya yang mendatangi kediaman Pak Umar. Dirinya hanya murni ingin datang karena masih teman dekat dengan ayahnya Lisin. siapa yang berharap jika dirinya akan mendapatkan 10 juta.
Salak ingat jika dirinya membawa amplop berisikan uang 50 ribu. dan jika dirinya mendapatkan 10 juta sebagai gantinya. Sungguh kelipatan yang fantastis.
Salak kembali mengingat percakapan dirinya dengan Lisin sebelumnya. Sepertinya Lisin ini hanya ingin membantu perekonomian warga desa. mungkin warga desa datang pasti akan mendapatkan Sovenir yang sama. namun banyak warga desa yang terhasut oleh desas - desus Pak Umar.
Salak langsung terharu, sepertinya Lisin ini benar - benar orang dermawan sejati karena tidak ingin mengungkapkannya seperti yang Pak Umar lakukan. saat Salak mengingat jika Lisin menyuruhnya agar tidak membuat kebohongan dan mengatakan kejujuran kepada warga desa lainnya. Jelas dirinya memahami apa yang Lisin inginkan.
__ADS_1
Sebarkan informasi ini dan desas - desus sebanyak mungkin. agar warga desa mengetahuinya dan mendatangi tempat resepsi pernikahan Lisin.
Kedua mata Salak menyala, kemudian dirinya duduk di dekat persimpangan jalan untuk menunggu kedatangan Sepet dan Sikat. karena ketiganya memiliki satu jalan pulang.
"Salak..."
"Bagaimana, pasti membosankan di sana, andaikan kamu ikut dengan kita pasti mendapatkan uang 100 ribu..." Kata Sepet.
"Benar, Pak Umar ini orangnya sangat dermawan. beliau masih peduli dengan warga desa yang memiliki ekonomi kebawah seperti kita..." Kata Sikat dengan tersenyum pepsodent.
Sepet dan Sikat, menunjukkan masing - masing uang tunai 100 ribu yang mereka dapatkan di depan Salak. keduanya menyeringai sambil berkata di dalam hati mereka.
Salak ini memang bodoh, andaikan mengikuti kita berdua pasti, akan mendapatkan uang. setidaknya uangnya bisa digunakan untuk membeli jamu.
Salak yang melihat kedua temannya hanya bisa tertawa di dalam hatinya. Sepet dan Sikat ini benar - benar tidak memahaminya. siapa orang yang benar - benar dermawan dan siapa orang yang sedang mencari pujian. Jelas sekali Pak Umar dan putranya hanya ingin mendapatkan pujian selain itu memiliki tujuan tercela, agar semua warga desa tidak datang ke resepsi pernikahan Lisin.
Syukurlah, Aku tidak mengikuti keduanya. jika tidak, aku tidak akan mendapatkan uang 10 juta. dan juga tidak akan bertemu dengan banyak orang - orang terkenal yang menjadi tamu undangan lainnya, belum lagi makanan jenis Lemper balado yang sebelumnya dirinya nikmati, rasanya bikin ketagihan.
Salak memiliki sudut mulutnya terangkat, tatapan matanya melihat Sepet dan Sikat dengan penghinaan. Kalian berdua mendapatkan 100 ribu saja sudah sombong apalagi 10 juta.
"Entah mengapa malam ini rasanya panas sekali..." Kata Salak dengan mengeluarkan uang 10 juta lalu menggunakannya sebagai kipas lipat untuk mengipasi wajahnya.
Diam!
Sepet Dan Sikat terdiam saat melihat tingkah laku Salak yang seperti jutawan. Keduanya jelas memahami, temanya yang satu ini, karena tidak terlalu memamerkan kekayaannya. Juga dari mana uang tunai sebanyak itu, belum lagi sangat kencang seperti baru selesai di setrika.
"Gila... Gila... Banyak sekali uang kamu, Apakah kamu baru saja menjual anak orang?..." Kata Sikat dengan menduga.
Keduanya sangat yakin jika itu uang sungguhan jadi tidak mungkin salah mengenalinya. Yang membuat keduanya penasaran adalah dari mana Salak mendapatkannya.
"Apa! Siapa yang menjual anak orang, aku bukan mucikari, Mengerti" Kata Salak dengan tidak senang.
"Mungkinkah kamu memelihara tuyul?..." Sepet menduga juga.
__ADS_1
"Ya kamu yang menjadi tuyulnya, Mengapa tidak sekalian ngepet? Kalian berdua mendapatkan uang 100 ribu masing - masing, sudah sangat sombong, mengapa aku yang mendapatkan sovenir 10 juta tidak bisa sombong..." Kata Salak dengan mengejek.
"Apa!..." Keduanya tercengang dengan mulut yang terbuka lebar.
Sovenir 10 juta, apakah keduanya tidak salah dengar. tapi melihat barang bukti yang ada di tangan Salak keduanya langsung percaya.
"Kalian bilang sendiri, jika pergi ke tempat resepsi pernikahan Anaknya Pak Umar kalian akan mendapatkan uang. Mengapa pergi ke tempat resepsi pernikahan Lisin tidak mendapatkan uang. Yang jelas, Keluarga Lisin lebih kaya jadi hal yang wajar memberikan 10 juta hanya untuk sovenir saja..." Kata Salak dengan penuh kemenangan.
"Benar juga, hanya saja mengapa tidak menyebarluaskan informasi ini kesemua penduduk desa..." Kata Sepet dengan iri hati.
"Chi... Kalian sepertinya salah mengerti orang yang dermawan dan tidak dermawan sama sekali..." Salak menggeleng.
"Maksudnya!..."
"Keluarga Lisin Jelas orang dermawan, jadi mereka tidak menyebarluaskan informasi tersebut, dan lebih memilih untuk menunggu orang - orang desa berdatangan. Jika kalian terlambat, mungkin kalian akan kehabisan sovenir 10 juta..." Kata Salak dengan menggoda.
"Sial... Kita tidak boleh melewatkannya... Kita bisa beli jamu dan mencari janda kesepian untuk menghabiskan uang 10 juta..." Kata Sikat dengan tergoda.
"Chi... Mesum kamu, seperti penjahat kelamin saja. Jika aku memiliki uang sebanyak itu ingin beli es cendol dan cilok..." Kata Sepet sambil mengelus Perutnya.
"Hahaha... Sepertinya kalian memiliki wajah setebal dinding... Bukannya kalian baru saja datang ke tempat resepsi pernikahan Anaknya Pak Umar. mengapa kalian masih ingin datang ke tempat resepsi pernikahan Lisin. Apakah kalian tidak malu karena sudah menerima uang 100 ribu?..." Salak mencibir Sepet dan Sikat.
"Sepertinya kita harus mengembalikan uang ini..." Keduanya langsung memutuskan untuk mengembalikan uang 100 ribu yang mereka dapatkan.
Jika bisa mendapatkan sovenir 10 juta, mengapa harus memilih sovenir 100 ribu.
"Sebelum pergi, kalian harus ingat untuk menyampaikan pesan ini sejujurnya dan tidak berlebihan..." Salak mengingatkan sebelum akhirnya pulang.
Sedangkan Sepet dan Sikat, mengartikannya dengan berbeda.
Akhirnya, informasi yang berlebihan semakin tersebar luar, Ada yang bilang mendapatkan Mobil atau motor sebagai sovenir. Ada juga yang bilang 100 juta sebagai sovenir, dan seterusnya.
Malam ini, Kampung halaman Lisin bergejolak dan warga desa mendatangi resepsi pernikahan Anaknya Pak Umar untuk mengembalikan semua uang yang mereka Terima, sebelum akhirnya mendatangi tempat resepsi pernikahan Lisin dengan tersenyum cerah.
__ADS_1
Kondisi menjadi terbalik, di mana di kediaman Pak Umar tidak memiliki tamu seorangpun, sedangkan tamu di kediaman Lisin memenuhi semua tempat.
Bersambung...