
"Membuat istrimu hamil..." Lisin bertanya kembali kepada Mimin.
Apakah Lisin tidak salah dengar, mengapa temannya yang memiliki istri cantik memintanya untuk menghamili Juleha.
Aneh... bahkan dari analisa sistem Mimin dan istrinya Juleha tidak memiliki masalah sepertinya sistemnya eror kali!
Dalam analisa sistem Lisin tidak menemukan sesuatu yang aneh terhadap temannya Mimin dan Istrinya juga sehat tidak ada masalah.
Lalu masalahnya di mana?
"Aku akan menjelaskannya setelah kita sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta..." Mimin berkata dengan senyuman.
Lisin yang melihat senyuman temannya tersebut entah kenapa semakin tidak enak hati.
Inikah yang dinamakan teman sejati atau teman makan teman?
Lisin jelas tidak ingin menjadi teman makan taman. namun melihat Mimin yang terlihat sangat siap, Lisin entah kemana sedikit bingung.
Apakah aku sedang di kerjain? sepertinya tidak mungkin, aku tau Mimin orangnya seperti apa, Dulu aku masih ingat dengan jelas di saat aku di ganggu oleh orang lain dia akan berdiri di depanku.
Dalam hal pertemanan aku harus mengakui jika Mimin sangat menjunjung tinggi solidaritas pertemanan.
Pasti ada sesuatu yang salah...
Jangan bilang jika dia kasihan melihat aku jomblo dan berniat memberikan istrinya karena kita teman sejati? Sepertinya tidak seperti itu.
Jika Mimin tidak bertemu dengan Lisin dan bertemu dengan Jo, Alim atau Brian pasti ketiganya tidak akan menolak tawaran ini. apalagi jika bertemu jomblo akut pasti akan seperti berada di gurun pasir gersang dalam keadaan haus, jika di tawarin Air minum pasti tidak akan menolaknya.
Lisin yang tidak kekurangan wanita malahan kelebihan wanita pasti akan menolaknya dan akan memberikan solusi lain untuk masalah yang di hadapi Mimin.
.....
Tanpa sadar waktu berlalu Pesawat udara mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta.
Dalam lamanya penerbangan Lisin tidak tidur sama sekali dirinya terus terpikirkan tentang perkataan Mimin.
Menghamili istri teman apakah salah? Ataukah perbuatan baik dengan niat membantu teman? jelas keduanya salah.
Lisin melihat Mimin yang tertidur pulas dan di bangunkan Juleha istrinya, Kemudian keduanya bersama-sama turun dari pesawat.
Lisin melihat Mimin yang begitu perhatian terhadap istrinya entah mengapa merasakan perasaan tidak mengenakan.
Juleha wanita yang cukup beruntung memiliki suami seperti Mimin, terkadang banyak orang yang tidak peduli dengan pasangan mereka terutama di zaman yang di penuhi ponsel android dan internet.
Banyak wanita ataupun laki-laki lebih peduli dengan sosial media dari pada pasangan mereka, terutama wanita yang kecanduan goyang tiktok.
Wanita dan laki-laki kemana-mana lihat ponsel, bangun tidur lihat ponsel, makan lihat ponsel, masak lihat ponsel, mandi lihat ponsel, apapun yang di lakukan ponsel akan menemani, bahkan sedang bergoyang dengan pasangan mereka tidak lepas dari melihat ponsel.
"Ayo bro ikut ke rumah dulu..." Mimin menawarkan tumpangan.
"Boleh ni..." Lisin dapat melihat mobil Honda jazz milik Mimin.
"Iya..."
Mobil itu jelas bukan beli baru, Entah bisnis apa yang di lakukan Mimin yang jelas beberapa teman mengatakan jika Mimin sukses di jakarta.
Lisin dan Mimin duduk di depan sedangkan Juleha duduk di belakang tanpa bicara.
Honda jazz melaju dengan kencang melalui jalan Thamrin, salah satu jalan utama Jakarta dan juga merupakan pusat bisnis.
"Bro, Di jakarta kamu tinggal di mana?..." Mimin yang mengemudi bertanya dengan santai seolah tidak memiliki beban.
"Sebenarnya ini pertama kalinya aku ke kota jakarta, mungkin aku harus melihat-lihat terlebih dulu..." Lisin menjawab sambil tersenyum.
"Kalau begitu mau bisa tinggal di rumah ku..." Mimin tanpa sadar melihat kearah spion guna melihat istrinya yang buta.
__ADS_1
"Bro... Kita bisa bicara di tempat lain setelah kamu mengantarkan istrimu pulang..." Lisin menyarankan.
Seperti biasa jakarta akan memiliki kemacetan panjang, setelah cukup lama perjalanan Akhirnya Honda jazz berhenti di sebuah komplek perumahan.
"Akhirnya kamu datang, mana uang sewa untuk bulan ini?..." Mimin yang baru saja turun dari mobil langsung dilabrak oleh ibu-ibu yang cukup galak.
"Bu kos... Tolong berikan waktu satu minggu lagi..." Mimin memohon, dia tau jika hari ini adalah jatuh tempo untuk pembayaran uang kos. namun semua tabungan miliknya dirinya habiskan untuk melakukan perjalanan ke Los Angeles.
"Tidak bisa, jika tidak di bayar sekarang juga kamu harus meninggalkan tempat ini" Ibu kos berkata dengan marah.
"Berapa uangnya aku akan membayarnya" Lisin yang melihat jika Mimin kesulitan langsung membantunya.
"5 juta... karena dia menunggak selama 5 bulan..." Ibu kos berkata dengan kesal.
"Ini 5 juta, ambilah..." Lisin tidak peduli dengan uang langsung mengambil uang melalui sistem dengan berpura-pura memasukkan tangan kedalam sakunya.
"Pas... lain kali jangan nunggak lagi!!!..." Ibu kos langsung pergi dengan segenggam uang dari Lisin.
"Bro... maaf ya aku merepotkan kamu, besok aku akan mengembalikan uang mu" Mimin tersenyum kecut.
"Bro... sudahlah jangan memikirkan uang kamu harus bawa masuk istrimu terlebih dulu..." Mendengar perkataan Lisin, Mimin langsung pergi membawa masuk istrinya.
Lisin dapat melihat gerobak jualan di depan rumah kos milik Mimin, yang bertuliskan nasi goreng khas Banyuwangi.
Melalui ini saja Lisin dapat melihat bisnis apa yang Mimin lakukan di jakarta di tambah analisa sistem, Lisin dapat mengetahui semuanya.
Bukankah Mimin tidak punya uang mengapa dia bisa bepergian ke luar negeri.
"Ayo masuk..." Keduanya duduk di lantai dengan beralaskan karpet. sedangkan untuk Juleha Mimin membawanya ke kamarnya.
"Bro, mengapa kamu tidak bilang saja jika tidak memiliki uang, bukannya kamu masih menyimpan nomorku?..." tanya Lisin sambil bersandar ke dinding.
"Ya... hanya saja aku tidak ingin merepotkan temanku..." Mimin menjelaskan dengan malu.
Mimin sedikit terkejut sebelumnya karena Lisin dengan mudahnya mengeluarkan uang 5 juta. Mimin jelas tau kondisi keluarga Lisin di kampung, namun sejak Lisin pergi magang kerja ke Bali dirinya tidak mendapatkan kabarnya lagi.
"Aku tidak bisa berdiri bro..." Mimin berkata dengan malu.
"Bro, jangan bercanda jika kamu tidak bisa berdiri, lalu kamu jalanya ngesot?..." Lisin berkata dengan kesal.
"Bukan itu bro, tapi punyaku yang bawah tidak bisa berdiri..." Mimin menjelaskan dengan singkat.
"Yang itu!..." Lisin sedikit tidak percaya, sistem mendeteksi jika Mimin tidak mengalami impotensi, lalu apa lagi yang menyebabkan itunya tidak bisa berdiri.
"Saat aku melihat tubuh istriku telanjang punyaku tidak bisa berdiri, namun saat aku melihat film jav tante Anri punyaku bisa berdiri" Mimin mengakui dengan malu.
"Alasan aku pergi ke Los Angeles untuk melakukan pengobatan namun, semua dokter baik itu dalam negeri ataupun luar negeri tidak dapat menemukan masalah dari kondisi yang aku miliki, semua dokter mengatakan jika aku normal sekarang aku sudah menghabiskan semua tabungan ku"
Lisin ingin muntah darah karena ingat tentang tante Anri, Lisin juga tidak berharap jika temanya begitu parah.
Pantas saja sistem tidak mendeteksi adanya kelainan terhadap tubuh Mimin karena ternyata masalahnya terdapat pada faktor kebiasaan.
Sangat jelas jika Mimin, sebelum menikah terlalu banyak melakukan dengan sabun sambil melihat film yang tidak benar yaitu film jav tante Anri. jadi saat Mimin melihat tubuh istrinya sendiri bagian bawahnya tidak tertarik lagi.
Sungguh nasib Mimin yang malang...
"Jadi karena itulah kamu menyuruhku untuk menghamili istrimu..."
"Ya... begitulah, istriku sangat ingin mengandung bayi, Dokter memiliki dua saran pertama melakukan program bayi tabung, namun karena istriku lebih tua dariku terpaut 10 tahun maka peluang keberhasilan memiliki seorang anak cukup kecil, di tambah biayanya tidak murah"
"Sedangkan yang kedua, istriku bisa hamil jika meminta bantuan dari pihak ketiga, maka dari itu aku dan istriku sepakat menggunakan jasa darimu..."
"Aku mengerti maksudmu..." Lisin merasa tidak berdaya.
Kondisi Mimin ini cukup rumit, karena kebiasaan yang tertanam sejak lama membuat bagian bawah Mimin hanya merespon melalui film jav tante Anri.
__ADS_1
Untuk membuat Mimin terlepas dari ketergantungan Film jav tante Anri. maka pola pikir Mimin harus di benarkaj terlebih dahulu dengan begitu bagian lain akan merespon dengan benar.
"Bro, sepertinya aku harus menolak permintaanmu..." Lisin berkata dengan jujur.
"Sudah ku duga kamu akan bilang seperti itu..." Mimin tidak berdaya.
"Dengarkan aku dulu, bukan aku yang menghamili istrimu melainkan kamu sendiri..." Lisin memberikan harapan kepada Mimin.
"Lisin, kamu tidak bercanda kan?..." Mimin bertanya dengan tidak percaya.
"Tentu saja, aku akan membuatmu kembali normal, tanpa ketergantungan terhadap Film jav tante Anri..." Lisin berkata dengan yakin.
"Bagaimana caranya?..." Mimin berkata dengan bersemangat.
"Pola pikiranmu bermasalah sehingga memori ingatanmu kacau dan menyebabkan saraf otak yang berhubungan dengan bagian vital mu tidak berfungsi dengan benar..."
"Ini seperti halnya sebuah komputer eror, yang perlu di lakukan adalah me-restart ulang lalu mengembalikan fungsi tubuh dengan benar..."
"Bro, mari kita mulai..."
Walaupun Mimin tidak percaya jika Lisin bisa menyembuhkan dirinya setidaknya apa salahnya memiliki sebuah harapan.
Setelah Mimin terlentang Lisin langsung memukul beberapa titik akupunktur yang berhubungan dengan saraf otak dan beberapa saraf yang terhubung ke bagian vital.
Lisin langsung menyalurkan energi batin miliknya kedalam tubuh Mimin yang saat ini sedang dalam keadaan mati suri.
Waktu berlalu setelah 30 menit lamanya pengobatan Lisin langsung mengakhirinya kemudian membangunkan Mimin.
"Bagaimana?..." Lisin bertanya kepada Mimin yang baru saja bangun.
"Lisin?... Kamu di sini? Dimana ini?..." Seperti halnya komputer yang baru di hidupkan kembali, Mimin mulai mengingat secara perlahan.
"Pikiranku fresh dan tubuhku sedikit rileks, Benar juga... Lisin Terima kasih, sekarang hanya dengan memikirkan istriku telanjang aku bisa merasakan bagian vitalku bergerak-gerak" Mimin berkata dengan bersemangat.
"Lisin, aku tidak berharap jika kamu bisa melakukan pengobatan, Andai saja kamu juga bisa menyembuhkan kebutaan istriku..." Mimin berkata dengan tidak berdaya.
"Mengapa kamu ingin menyembuhkan istrimu yang tidak buta, Benarkan Mbak Juleha?..." Lisin berkata dengan tersenyum sambil melihat kearah pintu kamar karena dari tadi Juleha mengintip segala perbuatan Lisin.
Dari arah pintu kamar sesosok wanita cantik keluar dengan perlahan, kedua matanya yang awalnya tanpa cahaya menjadi mempesona.
"Istriku, Juleha?..." Mimin berkata dengan tidak percaya.
"Sayang, maaf jika selama ini aku berbohong kepadamu..." Juleha berkata dengan lembut.
"Tidak apa-apa..." Mimin berkata dengan bahagia.
"Aku, sengaja melakukannya untuk mencari seseorang yang benar-benar peduli dengan diriku..." Keduanya berpegang tangan.
"Sekarang orang itu ada di sisiku..." keduanya berpelukan.
"Aku cinta kamu..."
"Aku juga..."
Pasangan langit dan bumi berpelukan, jika jomblo melihat ini pasti akan bertanya, dukunnya ampuh sekali.
Lisin yang melihat temannya berpelukan dengan wanita cantik sedikit tidak berdaya.
Sial... sekarang aku mengerti bagaimana perasa seorang jomblo.
Lisin ingin menangis tanpa air mata...
Bersambung...
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN dengan skill ONE PUNCH MAN"
__ADS_1
*Terimakasih.