
Diana dia gadis biasa yang mana setelah mendiang ayahnya tiada dirinya harus menjadi tulang punggung keluarga. Setelah berbagai macam kesulitan yang harus Diana lakukan dia berhasil pendapat pekerjaan sebagai pramugari.
Di mata banyak orang pekerjaan pramugari sangat enak di pandang namun tidak bagi Diana yang melakukannya. hanya untuk mendaftarkan diri saja cukup sulit dalam hal persyaratan dan juga uang untuk pembayaran.
Saat mendiang ayahnya masih hidup banyak uang yang di gunakan untuk bisa menjadi seorang pramugari. seperti jual sawah, jual kebon, jual ternak dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk persyaratan ketat lainya seperti, Lulusan SMA/SMK/Sederajat, Umur minimal 17,5 tahun maksimal 23 tahun, Memiliki bentuk badan proposional, Sehat jasmani dan rohani, Tidak memiliki riwayat penyakit hepatitis dan asma, Berkelakuan baik, Tinggi Minimal 160cm & Maksimal 172cm.
Untuk bisa memenuhi persyaratan ini saja banyak usaha yang harus Diana lakukan, menjadi pramugari tidak seperti semuda yang Diana bayangkan. Dirinya harus jatuh berulang kali untuk bisa sampai ke titik di mana dia menjadi seorang pramugari.
Ambil contoh temanya yang sebagai anak orang kaya, jika bukan karena kekayaan yang di miliki orang tuanya dia pasti tidak dapat di Terima sebagai pramugari.
Sedangkan untuk Diana yang keluarga sedikit mampu karena punya sawah, kebon, dan ternak. keluarganya harus menjual itu semua yang hanya untuk bisa menjadi pramugari. untungnya dia memenuhi semua persyaratan menjadi pramugari namun tetap saja ujung-ujungnya harus mengeluarkan banyak uang. ini adalah aturan tak tertulis yang ada di balik pendaftaran pramugari.
Keluarganya sangat bangga karena Putrinya menjadi seorang pramugari, tanpa harus memikirkan banyaknya uang yang di keluarkan. Apakah semuanya sepadan? mungkin iya dan tidak, mengapa seperti itu? mungkin di mata orang lain banyak namun bagi Diana itu tidaklah banyak.
Gaji pokoknya 2 sampai 3 juta, agar bisa menjadi 5 juta dia harus menjadi senior pramugari, jika di tambah dengan tunjangan lainnya gaji perbulannya 10 sampai 15 juta dan akan bertambah lagi jika menjadi senior.
Orang lain yang mengetahui jika gaji pramugari sebesar itu hanya iri dan cemburu, apakah pendapatan sebesar itu sepadan dengan uang yang di keluarkan keluarganya.
Setelah lebih dari satu tahun menjadi seorang pramugari, Diana tau jika di pesawat saat penerbangan ada aturan tak terucap yang sangat di gemari oleh pramugari lainnya. yah seperti apa yang ada di dalam film tertentu yang jelas bukan sinetron, itu pelayanan khusus untuk penumpang VIP yang di lakukan kebanyakan orang-orang kaya.
Jelas Diana tidak akan melakukan hal yang menurutnya tidak benar dan memilih untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. terkadang banyak penumpang VIP berniat memesan Diana, namun dirinya selalu bisa membuat alasan untuk menolak penumpang tersebut.
Suatu hari Diana mendapatkan kabar duka, yaitu ayahnya meninggal dunia dan itu membuat Diana sangat sedih. karena saat pemakamannya ayahnya, Diana saat itu berada dalam penerbangan ke luar negeri. karena hal tersebut membuat Diana telat dalam mendapatkan informasi tentang waktu kematian ayahnya tersebut.
Siapa yang bisa kuat jika orang tuanya tiada namun dia tidak bisa melihat orang tuanya untuk kali terakhir sebelum di makamkan.
Waktu berikutnya satu-satunya keluarganya yang dia miliki yaitu ibunya terkena penyakit Stroke. Diana tidak berdaya, ibunya jelas banyak pikiran terutama setelah kematian ayahnya. di tambah anak saru-satunya yaitu dirinya jarang ada di rumah, karena itulah Ibunya menderita stroke.
Diana hanya bisa menyalahkan dirinya dan pekerjaannya yang harus bepergian dengan pesawat. Diana menggunakan jasa orang lain untuk merawat ibunya yang sakit, sedangkan dirinya harus bekerja sebagai pramugari.
Waktu berlalu keadaan ibunya semakin memburuk, Diana yang tidak memiliki banyak uang harus meminjam ke sana sini untuk membiayai pengobatan ibunya.
Melihat kembali keluarganya di masa lalu yang sangat hangat, andaikan dirinya tidak menjadi pramugari apakah situasi akan sama. jika dirinya selalu ada untuk kedua orang tuanya itu mungkin lebih baik, sayangnya diana harus menyesali apa yang sudah terjadi karena waktu tidak dapat di putar kembali.
Andaikan sawah, kebon dan ternak tidak di jual untuk bisa menjadi seorang pramugari. Diana lebih memilih agar uang tersebut untuk pengobatan ibunya. sayangnya kertas terbakar menjadi abu dan tidak dapat kembali menjadi kertas lagi.
Karena rentenir mulai mengejar dirinya dan jika tidak membayar hutang, rentenir tersebut tidak akan meminjamkan uang lagi. Diana hanya bisa menjual tubuh murninya ke orang-orang kaya.
Diana yang mendapatkan bimbingan dari seniornya mulai memahami apa itu pelayanan khusus. Setelah menguatkan hatinya Diana membuat senyum palsu dengan membawa sebuah nampan yang ada segelas air di atasnya.
Menurut ajaran dari seniornya trik tersebut sangat mampu untuk membuat penumpang kaya melangkah ke jalur pelayanan khusus namun siapa sangka orang kaya tersebut menolaknya.
Diana sangat kecewa karena pelayanan khusus lebih sulit untuk pemula seperti dirinya. hal berikutnya membuatnya terkejut, penumpang tersebut tidak menginginkan pelayanan khusus, namun ingin memberinya sejumlah uang.
Setelah bercerita panjang lebar kali tinggi tentang masalah keluarganya dengan jujur, orang kaya tersebut langsung mengirimnya uang 1 Miliyar. Diana yang tidak ingin memakan gaji buta memaksa orang kaya tersebut untuk memberikan pekerjaan.
Setelah penerbangan ke Bali Diana berniat berhenti dari pekerjaannya sebagai pramugari, dan ingin berkerja untuk orang kaya berhati mulia walaupun itu pekerjaan ranjang. dangan begitu dia bisa merawat ibunya yang sakit. namun siapa sangka sebelum itu semua terjadi ada hal buruk menimpa pesawat yang dirinya tunggangi.
Terorisme membajak pesawat dua pilot tak sadarkan diri karena luka tembakan di bagian perut, baik penumpang dan staf penerbangan di kumpulkan menjadi satu. Diana semakin menyalahkan pekerjaannya tersebut, jika dia tidak berkerja sebagai pramugari dia tidak akan berada di dalam situasi ini.
"Kamu harus tenang... semuanya baik-baik saja" Kata-kata itu membuat hati Diana yang gelisah dan ketakutan menjadi sejuk dengan perlahan menjadi tenang.
__ADS_1
Orang itu adalah orang kaya yang memberikan uang 1 Milliar tanpa meminta imbalan apa pun. Namanya Lisin dan lebih mudah dari dirinya, menurutnya laki-laki seperti Lisin ini sosok suami idaman. namun apakah dirinya terlalu tua untuk bisa bersama dengan Lisin.
"Lisin apa kamu akan melawan mereka?" Diana yang menyadari niatan Lisin bertanya.
"Jika aku tidak menjadi pahlawan siapa lagi..." Lisin berkata sambil tersenyum.
Perkataan Lisin di dengar oleh semua penumpang yang ada di sana, terutama seorang pria binaragawan yang ada di sana yang sangat membenci orang sombong seperti Lisin.
"Cih... Kalau kamu mengaku sebagai pahlawan itu berarti Aku Kakeknya pahlawan" Pria binaragawan itu bertubuh besar dengan otot sesak membuat pakai miliknya siap robek kapan saja.
"Siapa kamu..." Jack bertanya.
"Siapa aku... Hahaha..." Pria binaragawan itu membuka kaca mata hitamnya, kemudian melepas jaket dan memperlihatkan tubuh kekarnya.
Lisin yang kalah tinggi hanya bisa melihat ke atas, keduanya seperti pira besar bertemu dengan pria kecil.
"Sial... bukankah ini pegulat dunia..."
"Benar... idolaku ada di sini..."
"Karena ada dia di sini kita bisa tenang, pasti pembajakan pesawat akan teratasi"
"Siapa dia... "
"Bro rumah kamu di pedalaman apa masak pegulat hebat seperti ini tidak tau..."
"Bro biar ku kasih tau dia adalah sosok legendaris di dunia pergulatan nama adalah tuan Materai..."
"Jadi dia tuan Materai... "
"Hahaha... sebenarnya aku tidak ingin menunjukkan otot pemberian tuhan ke depan publik. sayangnya situasi sangat kacau jika aku tidak menjadi pahlawan siapa lagi... "
Lisin tidak bisa berkata-kata saat kata-kata miliknya di curi oleh orang lain.
"Benar... jika tuan Materai tidak menjadi pahlawan, tidak mungkin kan dia yang menjadi pahlawan..."
Salah satu penumpang menunjuk ke arah Lisin.
"Benar... mana mungkin dia bisa berhadapan dengan terorisme"
"Dasar katak dalam sumur... "
Bagi semua orang yang ada di sana jelas lebih percaya terhadap Materai dari pada pemuda yang terlihat biasa walaupun cukup tampan.
"Tunggu dulu... Namamu materai... Materai yang 3000, 6000 atau yang 1000" Lisin bertanya dengan bingung.
"Sialan... Aku Materai pegulat dunia bukan Materai yang di gunakan untuk tanda tangan dokumen..." Pegulat Materai menjadi marah.
"Oooh... seperti itu... aku hanya tidak pernah mengenalmu jadi aku bertanya" Lisin tidak peduli dengan siapa yang menjadi pahlawan. dia berjalan santai dengan Jack dan Diana ke bagian kabin pesawat yang ada di belakang.
.....
Di sebuah bandara internasional Ngurah Rai, Kepolisian yang di pimpin oleh Jendral mendatangi Ruangan komunikasi penerbangan.
__ADS_1
"Bagaimana situasinya..." Jendral tua bertanya.
"Jenderal... situasinya sangat buruk" Kepala staf komunikasi penerbangan berkata dengan panik.
"Apakah ini ulah terorisme dalam negeri ataukah luar negeri..." Jenderal tua bertanya sekali lagi.
"Pesawat terbang dari bandara Kota Malang dalam jalur penerbangan ke Denpasar. dalam kondisi tidak dapat di ketahui, pesawat keluar dari jalur yang di tetapkan dan arahnya menjauh ke timur... kami kehilangan kontak dengan pilot, kemungkinan terburuk pesawat mengalami pembajakan, sedangkan terorisme yang melakukan pembajakan belum bisa di hubungi..." Jelas Kepala staf penerbangan.
"Sial... Kepala staf, berapa banyak penumpang dan Pramugara-pramugari beserta pilotnya?"
"Jumlah penumpang ada 153 kelas ekonomi, 2 kelas VIP, 4 Pramugara, 6 Pramugari dan 2 pilot. Jumlah total ada 167 orang termasuk terorisme, sedangkan berapa jumlah pelaku terorisme belum bisa di pastikan"
"Berapa lama kita kehilangan kontak?"
"Lebih dari 20 menit Jendral..."
"Sial... bagaimana aku menjelaskan ke publik jika seperti ini... Tolong usahakan komunikasi dengan Para terorisme yang membajak pesawat" Alis Jendral tua berkerut.
Bagi Jendral tua... keselamatan penumpang adalah hal yang terpenting, Jendral tua tidak tau jika ada Lisin di dalam pesawat tersebut jika dia tau, hatinya akan damai sejahtera. sekarang dia tidak bisa makan apa lagi bermain ponsel.
.....
Kembali kedalam kabin pesawat tempat semua sandra di kumpulkan. Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi)
"Tuan Materai... tolong selamatkan kami"
"Benar tolong berantas para terorisme... "
"Haha... harap tenang semuanya saya akan berbicara dengan mereka para terorisme" Materai berbicara dengan sangat yakin.
Semua penumpang sangat senang, dengan adanya pegulat Materai mereka semua berpikir pasti akan selamat. sedangkan di bagian kabin lain dua pilot tergeletak tak sadarkan diri.
"Apakah ada di antara kalian seorang dokter?" Pramugara bertanya.
"Saya dokter... " Seorang penumpang tua mengaku.
"Tolong bantu melihat kondisi kedua pilot kami" Pramugara itu memohon.
Dokter tua itu langsung melakukan pemeriksaan darurat terhadap dua pilot yang mengalami luka tembak di bagian perut. setelah beberapa menit dokter itu mendesah karena tidak bisa melakukan apa-apa.
"Aku tidak bisa berbuat banyak, untung saja Peluru tidak mengenai bagian vitalnya. untuk sementara aku telah mengurangi kecepatan darah yang keluar dari luka, jika peluru tidak di ambil dalam waktu 1 jam luka akan mengalami infeksi. maka kedua pilot ini akan mati"
"Sial... walaupun tuan Materai bisa mengalahkan terorisme, apa gunanya jika kita tidak memiliki seseorang yang bisa menerbangkan pesawat" Pramugara itu berbicara dengan keras dan perkataannya dapat Di dengar oleh semua orang.
Melihat semua orang bersedih Materai hanya tersenyum entah apa yang di pikirannya.
Lisin menjauh ke sudut bersama Jack dan Diana, dan tatapan matanya tidak pernah meninggalkan gerak-gerik dari pegulat Materai.
Menurut Lisin ada sesuatu yang aneh dan entah kenapa semuanya terasa kebetulan.
Bersambung...
*Satu aja ya Up nya...
__ADS_1
*Terima kasih untuk yang sudah Like, Vote dan berkomentar.