
Lisin sangat tertekan saat melihat Mia tidak pergi mengikuti perkataannya.
Lisin seperti mengikuti sebuah lomba lari, di mana saat dirinya sudah menggunakan seluruh energinya dengan memimpin lomba lari tersebut. tepat sebelum dirinya melalui garis finis untuk menjadi Juara pertama, peserta lain menyalipnya dari belakang.
Kesal... sangat kesal karena dirinya kalah dalam lomba lari tersebut, sebuah peluru menembus kepalanya. ya... benar karena ini adalah permainan squid game.
Lisin berpikir sudah menyelamatkan Mia, membakar jasad agar tidak menjadi sumber kekuatan James, menghabiskan banyak uang untuk membeli kertas jimat dan pil penyembuhan, kemudian menyudutkan James di akhir permainan squid game, saat kematian James di ujung tombak sebuah beban merusak semua usahanya, bagaimana Lisin tidak marah.
Lisin yang melihat sesuatu yang tak terduga yaitu kemunculan Mia hanya bisa mengutuk di dalam hati.
Mia... mengapa kamu begitu bodoh, aku sudah menyuruhmu pergi dan kamu tidak mengikuti perkataan dan lebih memilih untuk melihat jalannya permainan squid game, mengapa kamu tidak sekalian membawa sepanduk untuk mendukungku.
Dasar beban...
Andaikan kamu mengikuti perkataan ku untuk pergi menemui Elena semuanya akan cepat berakhir.
Dasar beban...
Apakah kamu pikir ini serial Anime naruto dan kamu memerankan karakter sakura, yang bisanya menyusahkan karakter utama.
Dasar beban...
Semangka aja dibesarkan namun menyusahkan orang lain. Jadi wanita jangan membesarkan semangka aja, dengan menjadi beban orang lain kamu akan perusak populasi udara.
James menerkam Mia dari belakang dan berniat menghisap darahnya beserta energi kehidupannya.
"Lisin..." Mia memangil Lisin dengan tidak berdaya.
Mia berpikir jika dirinya bisa membantu Lisin saat terdesak. kemudian saat melihat Lisin tersudutkan Mia yang mengintai dari kejauhan berniat memberikan bantuan.
Namun tidak berharap jika Lisin yang memiliki luka dan kekalahan terus menerus dapat berdiri lagi dan lagi. seolah Lisin memiliki regenerasi di mana dan kapanpun Lisin terluka akan dapat sembuh dengan cepat.
"Miaaaa..." Lisin berteriak dengan tidak percaya, mengapa memiliki akhir seperti ini.
"Maaf... jika aku menjadi beban untuk mu... walaupun hanya sebentar aku sangat senang bertemu denganmu, Selamat tinggal... Lisin" Mia meneteskan air mata, karena enggan memiliki perpisahan yang cukup buruk seperti ini.
"Hahaha... Cukup sudah salam perpisahannya..." James tidak bisa menunggu lama lagi karena tubuhnya mulai menguap di sekujur tubuhnya.
"Tidakkkk..."
Sebelum taring gigi James bersentuhan dengan kulit leher Mia yang lembut suara tembakan dapat di dengar.
"Dor..."
"Dor..."
"Dor..."
Lisin terkejut, Mia juga terkejut yang lebih terkejut lagi adalah James karena punggung bagian belakangnya memiliki beberapa peluru yang bersarang.
"Guak..."
James memuntahkan seteguk darah sambil melihat kebelakang di sana ada seseorang wanita cantik berambut pirang dan bergelombang.
"Elena..." Lisin bergumam kecil.
kemudian menyadari jika James saat ini sangat rapuh bahkan beberapa pistol dapat melukainya. di bandingkan dengan sebelumnya jelas memiliki perbedaan yang besar.
Jadi begitu... James sangat rentan terluka saat dia tidak mendapatkan asupan energi kehidupan dari darah manusia. Lisin berpikir dalam hati.
Jika sebelumnya setelah menghisap darah manusia James memiliki ketahan fisik yang luar biasa juga kebal akan tembakan dan tebasan katana dengan energi batin.
__ADS_1
"Blink..."
Lisin tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya. dirinya langsung mengambil pedang bermata dua lalu menebas tangan James.
"Aaaargh..."
James berteriak kesakitan kemudian Lisin menarik Mia dari cengkraman James yang melemah.
"Tidakkkk..."
"Shuut..."
Dalam sekali tebas kepala James terbang ke udara dangan air mancur darah berhamburan kemana-mana.
"Shuut..."
Lisin tidak puas hanya memenggal kepala James, dengan pedang bermata dua dirinya mencincang James menjadi beberapa bagian. setelah itu setiap bagian tubuhnya menguap menjadi asap yang beterbangan.
"Mia... kamu tidak apa-apa?"
Elena tidak peduli dengan mahluk aneh yang dirinya tembak sebelumnya, dia sangat khawatir dengan Mia.
Selama menunggu di luar gedung, Elena tidak bisa berdiam diri saja dia sangat khawatir dengan Mia. walaupun Lisin pergi menolongnya Elena sedikit tidak percaya jika Lisin bisa menyelamatkan Mia.
Selama menunggu di luar Elena dapat mendengarkan kegaduhan yang cukup kacau di dalam gedung, Seperti beberapa getaran yang cukup kuat dan juga suara tembakan pistol.
Karena khawatir Elena mengambil pistol yang ada di dalam mobil kemudian pergi untuk melihat sesuatu yang terjadi di dalam.
Saat Elena mendekati tempat kejadian, dirinya di kejutkan dengan lokasi kejadian karena cukup parah. beberapa tempat memiliki abu bekas kebakaran.
Di saat Elena mencari di beberapa tempat dirinya menemukan keberadaan Mia yang masih hidup. namun Mahluk aneh tersebut menangkap Mia.
Elena yang kesal langsung menggunakan pistol yang ada di tangannya kemudian menarik pelatuk pistol beberapa kali kearah mahluk aneh tersebut.
"Ehem... apakah aku tidak mendapatkan pelukan juga..." Lisin yang melihat kedua wanita cantik saling berpelukan hanya bisa mendesah.
Dirinya melakukan banyak hal juga banyak uang yang di habiskan untuk membeli beberapa pil penyembuhan dan kertas jimat.
Mengapa Elena memeluk beban bukan aku...
"Terima kasih Lisin..." Mia sih beban memberikan pelukan hangat.
"Tetap saja aku yang menjadi kunci kemenangan..." Elena berkata dengan enggan lalu memeluk Lisin dengan erat.
Tak lama berselang Robert datang dengan beberapa bawahan yang di milikinya. karena ketiganya terselamatkan Robert merasa lega.
Robert tidak langsung bertanya dia bisa menunggu putrinya untuk menjelaskan semuanya. karena Robert mulai menyadari jika putrinya telah berbohong kepada dirinya.
Dengan beberapa perintah dari Robert tempat kejadian langsung diamankan.
Lisin, Elena dan Mia pergi menuju ke Villa yang sekarang sudah menjadi milik Lisin.
"Mengapa kalian menginap di sini?..."
Lisin dapat melihat Mia dan Elena mulai merapikan beberapa tempat untuk di gunakan sebagai tempat tidur.
"Lisin bukannya kamu bilang kita akan mendapatkan hukuman?..." Elena bertanya dengan senyuman.
"Benar... Kamu sudah berjanji sebelumnya..." Mia yang sekarang memiliki rambut sebahu membenarkan perkataan Elena.
Sial... salahkan mulutku mengapa aku berjanji untuk menghukum kalian.
__ADS_1
"Kalian menginginkan hukuman apa?..."
"Bercocok tanam..."
"Ganti... Aku akan memberikan hadiah bukan hukuman..."
"Kita berdua menginginkan hadiah bercocok tanam..."
"Apakah tidak bisa di ganti dengan sesuatu yang lain..."
"Tidak... hanya bercocok tanam yang kami inginkan..."
Lisin merasa bingung dengan kedua wanita cantik ini, mereka seperti anak kecil yang baru pertama kali merasakan coklat, dan saat di larangan untuk memakannya lagi mereka akan marah atau menangis berguling-guling.
"Baiklah..."
Malam ini entah mengapa bukan Lisin yang memberikan hukuman atau mendapatkan hadiah karena menyelamatkan keindahan. melainkan seperti orang yang harus kerja lembur setelah kerja seharian.
"Joni... Aku mengandalkan kamu lagi kawan..." Joni agung mengangguk seolah berkata, serahkan padaku sobat.
Villa dekat pantai santa monica memiliki gelombang air laut yang lembut, tak lama setelah itu karena ada guncang dengan kekuatan 9,2 skala richter. gelombang air laut yang awalnya lembut menjadi besar seolah marah seperti memiliki dendam pribadi.
.....
Di perairan dangkal dua jomblo yang menghabiskan masa kesepiannya dengan melakukan kegiatan memancing di malam hari menggunakan perahu karet.
"Bro... apakah kamu melihat Villa itu?..." Jomblo senior menunjuk arah di mana Villa yang menjadi milik Lisin berada.
"Ya... bro aku lihat melihatnya..." Jomblo junior mengangguk.
"Apakah kamu percaya jika Villa itu berhantu?..." Jomblo senior berniat mengerjai jomblo junior di kala menunggu umpan pada kail pancing di makan ikan.
"Mana ada hantu... orang barat tidak percaya dengan hantu..." Di atas perahu karet dengan arus ombak lembut keduanya berdebat.
"Kalau begitu kamu bisa mencobanya... Katakan Hantu keluarlah sebanyak tiga kali... tapi dengan wajah di masukan ke dalam air" Jomblo senior tertawa di dalam hati.
"Apakah hantunya akan keluar..." Jomblo junior berkata dengan curiga.
"Jika kamu takut tidak perlu melakukannya..." Tujuan Jomblo senior adalah mendorong jomblo junior kedalam air saat panggilan hantu yang ketiga.
"Orang barat terkenal dengan tindakan ekstremnya... Aku akan melakukannya..." Jomblo junior bertekad mengikuti saran temannya.
Dalam panggilan hantu pertama secara tiba-tiba gelombang air laut menjadi besar, karena cukup besar perahu karet tersebut langsung terbalik menjatuhkan kedua jomblo di atasnya.
"Byuuurrr..."
"Ahh..."
"Tolong... tolong ada hantu..." Jomblo senior berkata dengan ketakutan, dirinya hanya berbohong dan tidak berharap hantunya datang.
"Tolong... tolong... Bro... ini semua gara-gara kamu" Jomblo junior berkata dengan marah.
Bukannya mendapatkan ikan keduanya jatuh ke dalam air laut karena perahu karetnya berguling.
Sungguh sial... jika keduanya tau penyebab gelombang arus menjadi besar karena Pertempuran antara Lisin, Elena dan Mia. kedua jomblo tersebut akan muntah darah.
Bersambung...
*Like dan komentar yang banyak agar bisa up sehari 2kali.
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"
__ADS_1
*Terimakasih.