
Keesokan paginya...
Saat Lisin terbangun, Tina yang menghabiskan malam dengannya talah pergi tanpa meninggalkan sepucuk surat apapun. Lisin menduga jika Tina hanya menganggapnya sebagai pemberhentian dalam sebuah perjalanan.
Lisin tidak berdaya membersihkan diri lalu berniat melakukan joging, Memang benar tubuhnya sehat, kuat, dan tahan lama, karena mama memberi batu baterai ABC. namun Lisin memilih untuk Joging agar seimbang, tidak berat sebelah. karena terlalu sering menghabiskan waktu di ranjang dengan wanita, itu tidak baik untuk tubuh.
Dangan pakaian santai Lisin berlari berkeliling Komplek, karena perumahan mewah di Komplek Pondok indah hanya dihuni oleh orang-orang kaya, seperti pejabat, Artis, pengusaha ternama, Jadi Lisin tidak menemukan orang kumuh di sekeliling Komplek Pondok indah.
"Bang..."
Sungguh adegan klasik di mana karakter utama akan bertabrakan dengan seseorang. di saat jalanan yang begitu lebar kali panjang kali tinggi.
"Kamu baik-baik saja?..." Lisin bertanya dengan khawatir, karena dirinya sangat kuat jadi Lisin takut saja jika pihak yang ditabraknya akan mengalami kepala putus.
"Aw... aku tidak apa-apa..." Orang yang di tabrak Lisin adalah seorang wanita.
Wanita tersebut merintih kesakitan, mengenai jaket hoodie berwana putih sedangkan kacamata hitam yang sebelumnya dikenakannya jatuh kebawah.
"Kaca mataku..."
Saat mengetahui jika kacamatanya terjatuh, wanita tersebut sangat panik.
"Ini... Kaca matamu..."
Lisin melihat kaca mata hitam tidak jauh dari sana lalu mengambilnya dan memberikannya kepada wanita tersebut.
"Kamu tidak mengenaliku?..." Wanita tersebut bertanya dengan heran.
Lisin memandang wanita tersebut dari atas ke bawah dengan heran, mengapa dia berkata jika aku tidak mengenali dirinya.
Siapa kamu?
Apakah kita pernah bertemu?
Apakah aku dengan tidak sengaja tidur denganmu dan membuatmu hamil?
Bukannya ini pertemuan pertama kita jangan bilang kamu ingin aku mengakui anak yang bukan hasil pekerjaanku?
Lisin harus mengakui jika pihak lain keindahan yang luar biasa, namun siapa yang peduli dirinya tidak kekurangan wanita dan tidak ingin menjadi ayah dari anak orang lain.
"Tidak... Aku tidak mengenalmu" Lisin berkata dengan jujur.
"Benarkah?..."
"Mengapa aku berbohong kepadamu... kita juga tidak saling mengenal jadi aku akan pergi..." Lisin berniat meninggalkan wanita tersebut dengan beranjak pergi.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, Apakah kamu juga tinggal di Komplek Pondok indah?..." Wanita tersebut bertanya dengan kesal, orang lain menabrak dirinya kenapa tidak meminta maaf, dan juga begitu cuek.
"Sedikit..." Lisin berhenti lalu berkata.
Lisin tidak tinggal di salah satu rumah yang ada di Komplek Pondok indah, dirinya hanya menginap dalam satu malam jadi belum bisa di katakan menetap.
"Bisakah, aku menginap di rumahmu?" Wanita cantik tersebut mengenakan kacamata hitamnya kembali sambil melihat kebelakang seolah menghindari seseorang.
"Menginap!..." Lisin terdiam, bukannya tidak ingin hanya saja pihak lain sedikit mencurigakan seperti menghindar dari sesuatu.
Sepertinya pihak lain tidak tau tempat aman dan tempat yang benar-benar aman, sedangkan tinggal dengan Lisin adalah tempat paling berbahaya di dunia.
"Ok, tidak masalah..." Lisin langsung membawanya ke perumahan No.1 yang ada di Komplek Pondok indah.
"Kamu bisa melakukan apa saja sesukamu..." Lisin tidak terlalu peduli dengan pihak lain.
"Um..." Wanita cantik sedikit terdiam.
Dirinya tidak menyangka jika pemuda yang ditemuinya mendiami Komplek perumahan No.1 dirinya sendiri tinggal di Komplek perumahan nomor No.23 dan saat ini Dirinya sedang melarikan diri dari Asisten manajernya.
"Perkenalkan, Namaku Aulia... Apakah kamu benar-benar tidak mengenalku?..." Aulia bertanya sekali lagi.
"Namaku Lisin, Aku benar-benar tidak mengenalmu..." Lisin sedikit kesal, sudah jelas ini pertemuan pertama kita mengapa pihak lain terus bertanya.
Apakah kamu tidak mengenalku!... Jikapun kamu terkenal aku tidak peduli.
Walaupun pihak lain keindahan yang luar biasa, Lisin hanya bisa bersikap cuek.
"Halo, Oh... ya..." Lisin menerima panggilan dari Ningsih.
Dalam panggilan tersebut, Ningsih mengatakan jika malam ini ada ulang tahun salah satu perusahaannya. Karena sekarang Ningsih tidak banyak kesibukan seperti sebelum-sebelumnya dirinya ingin mengajak Lisin karena sudah lama tidak bertemu.
"Malam ini, Baiklah... Aku punya waktu"
Setelah mendapatkan alamat dari perusahaan PT. Island Concepts Indonesia Tbk. Lisin mematikan Telepon.
"Mbak Aulia, Sepertinya aku ada urusan di bali, kamu tidak keberatan jika aku tinggalkan sendiri... kamu bisa tinggal di sini, jika kamu mau..." Lisin berterus terang.
"Aku tidak keberatan, dan aku akan tinggal di sini paling lama dua hari..." Aulia berkata dengan senang, dirinya Sedikit kesulitan jika tinggal dengan orang yang tidak di kenal, apa lagi pihak lain sangat cuek.
Namun, Lisin yang baru di kenalnya sangat baik, dan jelas bukan orang biasa. melihat dari Perumahan no.1 yang ditinggalinya.
Lisin pergi berjalan kaki, setelah melewati gerbang depan dirinya sedikit menyapa Dua penjaga keamanan yang kurang beruntung, setelah itu menggunakan taksi karena di garasi perumahan tidak memiliki mobil sama sekali. tujuannya pergi ke bandara internasional Soekarno-Hatta, mengambil penerbangan ke Bali.
Aulia yang di tinggal sendirian melepaskan jaket Hoodie berwana putih dengan tidak berdaya. Menjadi Artis yang sedang naik daun di kanca perfilman Indonesia, ini pertama kalinya Aulia terabaikan oleh pihak lain.
Jika orang lain pasti akan rela berdesakan demi mendapatkan tanda tangannya. Namun tidak untuk Lisin yang tidak menghabiskan sebagian waktunya dengan ponsel, televisi dan lain sebagainya.
__ADS_1
"Halo, Aku baik-baik saja..." Aulia menerima panggilan telepon dari asisten manajernya.
Setelah melepaskan Jaket hoodie miliknya, Aulia menampilkan keindahan tubuhnya yang matang dan menggoda terutama bagian dua semangka yang sedang berkembang.
"Aulia, Kamu punya jadwal padat mengapa ingin membatalkan semuanya, kamu tau tawaran yang di berikan pihak lain adalah ratusan juta..." Asisten manajernya berkata dengan hati-hati.
"Dua hari, bilang saja aku sedang sakit..." Aulia langsung mematikan ponselnya dan memilih untuk mandi.
Ini momen yang selalu dirindukan, karena menjadi Artis selalu banyak larangan, aturan ketat yang jelas hidupnya selalu dikengkang dan itu kurang menyenangkan.
Hidupnya penuh dengan kepalsuan karena tidak mencerminkan dirinya yang sesungguhnya. Aulia memiliki jiwa yang bebas maka dari itu dirinya sesekali akan pergi melarikan diri.
Awalnya dirinya berniat ke tempat temannya yang ada di perumahan No. 10 namun, temannya pergi entah kemana. untung saja bertemu dengan orang yang cukup menarik yaitu Lisin, sehingga dirinya bisa beristirahat dengan tenang dan bebas melakukan apa yang dirinya suka.
Aulia tanpa mengenakan busana apapun di kamar mandi dan entah kenapa memikirkan wajah ketidak pedulian Lisin.
"Mengapa aku memikirkannya, Dia sangat cuek... kenapa dia tidak menggoda atau melakukan sanjungan saat bertemu dengan wanita..." Aulia berkata dengan kesal.
"Apakah aku kurang cantik?..." Aulia bertanya dengan heran.
Yang perhatian dan penuh kasih sayang terabaikan, namun yang cuek dan tidak peduli di pikirkan. Wanita sungguh mahluk yang sulit di pahami.
Untuk jomblo yang harap bersabar.
Aulia berendam di atas Bathtub, sejenis Bak mandi besar yang ada di kamar mandi rumah besar atau hotel tertentu.
"Halo, Nagisa apakah aku kurang cantik?..." Sambil bermandikan air busa, Aulia menerima panggilan dari Nagisa yang sebelumnya tidak bisa di hubungi.
"Siapa yang bilang Artis yang sedang naik daun tidak cantik..." Nagisa berkata dengan kesal.
"Hahaha... Terima kasih, perkataan mu sangat menghiburku, Nagisa kemana kamu pagi ini?... Aku tadi datang ke perumahan No.10 kamu tidak ada..." Aulia berkata dengan memainkan busa sabun yang ada di sekeliling semangka miliknya.
"Kamu pasti membuat Mbak asisten manajer sakit kepala lagi, Di mana kamu?..." Nagisa dapat melihat keburukan temannya yang suka membuat Asisten manajernya kebingungan.
"Aku saat ini, Ada Di perumahan No.1 kamu bisa datang kesini..." Aulia berkata dengan santai.
"Bukannya Perumahan No.1 yang ada di Komplek Pondok indah tidak di jual, bagaimana kamu bisa tinggal di sana?... Dan siapa yang bilang kamu tidak cantik?..." Nagisa berkata dengan kesal, Sebelumnya dirinya ingin membeli Perumahan No.1 Namun, perumahan tersebut tidak di jual.
"Ceritanya aku tidak sengaja bertemu dengannya tadi pagi, Dia sangat cuek denganku bahkan tidak mengenaliku... Sepertinya aku tidak terlalu terkenal" Aulia berkata dengan cemberut.
"Hadeh... Aulia, bukan karena kamu kurang terkenal. tapi pihak lain yang tinggal di pedalaman, aku akan ke sana aku ingin melihat siapa orang yang bisa membeli perumahan No.1 yang tidak bisa ku beli" Sambil menelpon, Nagisa mempercepat laju kendaraan yang dikemudikannya.
"Hehe... sepertinya kamu akan kecewa karena dia pergi keluar, tapi tenang saja dia cukup tampan, hanya saja terlalu cuek dengan wanita. ya sudah... datang saja kesini, aku sendirian..." Aulia langsung menutup telepon.
Nagisa yang mengemudikan mobil dengan cepat sampai, jika dirinya tau pihak lain yang di bicarakan adalah Lisin yang berhutang janji dengannya, entah apa yang akan menunggu Lisin dari amukan harimau betina.
Lisin yang tidak mengerti jika di kediaman perumahan No.1 terdapat dua keindahan, berada dalam penerbangan ke Bali.
__ADS_1
Karena ini pesta ulang tahun PT. Island Concepts Indonesia Tbk. sepertinya pertemuan Lisin dengan Nengah tidak dapat dihindari.
Bersambung...