Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 121


__ADS_3


Setelah menyelesaikan masalah perusahaan yang di tangani Sultan, Lisin memutuskan untuk pulang ke apartemen Ningsih.


Dirinya membutuhkan obat penawar untuk perasaannya yang terluka karena tuduhan yang tidak mendasar dari teman baiknya yaitu Sultan.


Siapa yang jomblo?... Sial... Sultan ini menjadi sombong karena akan melangsungkan pernikahan.


Lisin yang mengemudikan Pajero Sport terus terpikirkan perkataan Sultan. sepertinya Lisin harus memperkenalkan semua wanitanya agar Sultan memahami siapa yang lebih unggul.


Dengan cepat kedatangan Lisin di sambut oleh Ningsih dan kemudian melakukan makan malam bersama dan Berakhir dengan bercocok tanam hingga menjelang pagi.


.....


Keesokan paginya...


Lisin yang bangun dari tidurnya dapat melihat Ningsih yang kelelahan tertidur di sampingnya. Lisin tidak langsung membangunkannya melainkan langsung pergi setelah membersihkan dirinya.


Tidak lupa Lisin meninggalkan sebuah catatan kecil di atas meja kemudian pergi meninggalkan apartemen Ningsih.


Di luar apartemen Lisin menunggu sebentar kemudian mobil sedan datang dari kejauhan dan berhenti di depan Lisin.


Mendapat sapaan dari Wolf dirinya langsung memasuki mobil dan pergi menuju kediaman keluarga irawan.


Dalam perjalanan Lisin tidak mengatakan Apapun dan Wolf juga tidak bertanya apapun, Mobil mengikuti arah yang sudah di tentukan dan setelah memasuki perkebunan, dengan Cepat mobil sedan memasuki kediaman keluarga irawan.


Banyak orang yang menunggu kedatangan Lisin, mereka semua adalah orang-orang kaya dan juga berpengaruh, tentunya mereka semua adalah keluarga seni bela diri.


Beberapa orang sangat sombong ada juga yang tersenyum mengejek, diantaranya ada Seno Sasongko yang sebelumnya bertemu dengan.


"Mobil inikah yang kita tunggu sejak pagi?..."


"Sepertinya... Sungguh orang tidak tepat waktu..."


"Nak kamu harus memberinya pelajaran karena membuat semua orang menunggu..."


"Tenang saja ayah... Kekalahannya sudah tertulis dalam novel kemenangan ku..."


"Bagus..."


Banyak orang yang saling berbisik dengan putra mereka untuk mengejek keterlambatan Lisin. Mereka juga sangat yakin akan dapat menyelesaikan tantangan tanpa kesulitan apapun.


"Seno... Kamu adalah kebanggaan keluarga Sasongko oleh sebab itu kamu harus menjadi menantu keluarga Irawan, apapun yang terjadi..." Ayahnya Seno berkata dengan dingin.

__ADS_1


"Ayah... kamu bisa tenang, Sebelumnya aku bertemu dengannya dan aku dapat melihatnya jika dia hanya orang awam..." Seno berkata dengan nada menghina.


Pembicaraan terjadi pada semua titik di sekitar panggung pertarungan. Mereka semua bukan hanya keluarga-keluarga seni bela diri. Banyak juga diantara mereka dari orang-orang yang memiliki perusahan besar.


Untuk yang sudah mengenal Lisin, seperti keluarga irawan dan juga beberapa direktur perusahaan yang berkerja di bawah perusahaan irawan tidak ada yang menanggapi perbincangan mereka.


Mendengarkan ejekan berapa orang, tidak membuat mereka geram ataupun marah melainkan tertawa dalam hati mereka.


Siapa Lisin?... Dia adalah orang yang bisa mengungguli seniman Budidaya Gatra, jelas kemampuan bertarungnya tidak bisa di anggap enteng.


Sepertinya hari ini ada pertunjukan yang menyenangkan untuk di lihat...


Mari kita lihat siapa yang akan menjadi pecundang...


Beberapa orang penting seperti jendral kepolisian juga kepala irawan tidak ada yang menghentikan perbincangan mereka, anggap saja sebagai suara kentut maka akan hilang dengan sendirinya.


Alasan mereka tidak menanggapi karena perbuatan yang sia-sia, dari pada mengatakan sesuatu yang membuat mereka tidak percaya lebih baik membiarkan mereka melihat dengan kepala mereka sendiri, orang seperti apa Lisin ini.


"Kepala irawan... Apakah ambulan sudah di persiapkan?..." Jendral berkata dengan santainya.


"Semuanya sudah beres... Tinggal menunggu mereka semua terluka..." Kepala irawan tersenyum.


Sebenarnya dirinya tidak ingin menerima tantangan menantu karena Lisin sudah memenangkan Sayembara dan juga telah menjadi dermawan keluarga irawan.


Kepala irawan hanya bisa mendesah melihat kelakuan Putrinya tersebut.


Keluarga-keluarga ini dari penjuru Indonesia melakukan perjalanan langsung ke Bali dalam waktu dua hari sebelumnya. Jelas Kepala irawan sangat mengerti apa yang di inginkan pihak lain yang hanya menginginkan koneksi dengan dirinya.


Nagisa yang duduk di samping ayahnya tidak bisa berhenti tersenyum karena dirinya sangat kesal selalu di abaikan oleh Lisin. untuk itu dirinya dengan sengaja menyebarkan informasi tentang pertarungan menantu.


Dirinya sangat berterimakasih kepada Seno Sasongko jika bukan karena dia menemui dirinya besama dengan Lisin saat di Cafe Mall plaza yang ada di jakarta, dirinya tidak akan pernah memiliki rencana pembalasan terhadap Lisin.


Walaupun dirinya sangat mencintai Lisin dan tidak ingin orang yang di sukainya kenapa-napa. Nagisa sangat yakin jika Lisin akan menjadi pemenangnya.


Nagisa yang tersenyum indah tanpa sadar melihat kearah Seno Sasongko.


Seno yang tatapan matanya bertemu dengan Nagisa membuatnya sangat bersemangat.


Nagisa tersenyum kepadaku?...


Hahaha... pasti dia memiliki perasaan terhadapku namun dirinya tidak ingin mengungkapkannya karena malu. Sedangkan untuk Lisin ini pasti karena di jodohkan oleh kepala irawan.


Sial... mengapa harus dia, mengapa bukan diriku saja... Aku akan menyakinkan kepala irawan jika keputusannya adalah salah.

__ADS_1


Aku... Seno Sasongko adalah calon menantu berpotensi dan sangat pantas bersanding dengan Nagisa.


Setelah melalui gerbang utama, Mobil sedan yang di kendari oleh Wolf Akhirnya berhenti tepat di dekat arena pertarungan, dimana begitu banyak orang yang menyaksikannya.


"Tuan Lisin... Aku akan membukakan pintu untukmu..." Di dalam mobil Wolf berkata dengan tulus.


"Tidak masalah..." Lisin tidak keberatan.


Semua orang mengunci pandangan terhadap mobil sedang yang tidak terlalu murah dan juga tidak terlalu mahal. mobil tersebut adalah milik Wolf yang di gunakan untuk menjemput Lisin.


Dari tempat pengemudi, Wolf turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Lisin. Wolf tidak mengerti jika akan bertemu dengan banyak orang oleh karena itu dirinya tidak menggunakan penyamaran melainkan menggunakan identitas sejatinya.


Diam... Semua orang menjatuhkan rahang mereka ke tanah, saat melihat Wolf seorang pembunuh bayaran tingkat internasional membukakan pintu mobil untuk Lisin.


Jenderal kepolisian dan kepala irawan juga tidak bisa berkata-kata. Jendral berniat menangkap Wolf namun membatalkannya karena Lisin yang membawanya. pasti ada alasan kenapa pembunuh bayaran paling elit bisa bersama dengan Lisin.


Semua orang hanya bisa menelan seteguk ludah, Hampir semua orang sangat mengenal dunia bawah, dan diantara mereka jika pernah menggunakan jasa Wolf.


Mengapa Wolf bisa datang bersama dengan Lisin dan juga dia terlihat seperti seorang pelayan.


Semua orang yang awalnya mengejek Lisin karena terlambat menjadi terdiam, Terutama untuk Seno Sasongko dan ayahnya kepala Sasongko. mereka berdua memiliki raut wajah yang begitu jelek, jelas keduanya kesulitan untuk memahami kedatangan Wolf dan juga Lisin.


Lisin yang turun dari mobil berjalan dengan santai, lalu menyapa jendral kepolisian, Kepala irawan dan juga Beberapa orang yang mengetahui identitas dirinya untuk yang terakhir dengan kesal menyapa Nagisa.


Lisin duduk di kursi yang sudah disediakan oleh keluarga irawan, Saat Lisin memindai sekeliling dirinya bingung mengapa semua orang tercengang melihat dirinya.


Lalu Lisin mulai memahami, semuanya karena keberadaan Wolf yang cukup terkenal di dunia bawah. Lisin tidak berharap jika Wolf begitu terkenal, Karena Wolf sudah menjadi pengikutnya Lisin harus memanfaatkan pihak lain.


"Wolf... pundak ku sedikit pegal... Kamu harus memberikan pijatan..." Lisin berkata dengan santai sambil memegang pundaknya yang tidak sakit sama sekali.


"Mengerti tuan Lisin..." Wolf langsung memijat Pundak Lisin dengan hati-hati.


Semua orang semakin tercengang dibuatnya, Lisin memanggilnya dengan Sebutan Wolf hal ini mengkonfirmasi dugaan mereka. belum lagi Lisin dan Wolf menggunakan bahasa Rusia semua orang semakin yakin jika Wolf yang menjadi pelayan Lisin adalah orang yang sebenarnya.


Sial... Siapa Lisin ini? dan latar belakang apa yang di milikinya.


Seorang pembunuh bayaran setingkat Wolf di jadikan babu, jika itu dirinya sendiri yang menyuruh Wolf untuk memberikan pijatan. kemungkinan besar kepala mereka bisa tebang meninggalkan tubuhnya.


Bersambung...


*Promosi Novel Kultivasi pertama Author.


*Supreme Kultivasi, karakter utama Tang Hu ingat jangan di balik. jadi Hutang nantinya.

__ADS_1


*Terima kasih.


__ADS_2