
Lisin, merasa lucu saat melihat tiga orang yang ada di depannya. Namun tidak ada belas kasihan terhadap orang yang telah melakukan hal salah, Jelas Rizal dan dua temannya ini tidak memikirkan perasaan Sultan.
Jadi mengapa Lisin harus berbelas kasihan kepadanya. Walaupun menggagalkan pernikahan yang saat ini berlangsung akan membuat perasaan Sultan tidak menyenangkan.
Yang namanya kebenaran harus di ungkapkan apapun resikonya. Mungkin kedua keluarga yang akan menjadi tuan rumah resepsi pernikahan akan malu, namun Lisin tidak peduli lagi karena cepat atau lambat Sultan akan mengetahuinya. jadi lebih baik mengungkapkan lebih awal dari pada mengetahuinya di kemudian hari.
Saat ini, karena di kelilingi oleh tiga orang dengan niat buruk Lisin dengan tenang berdiri dengan tegak.
"Kalian bertiga bisa datang bersama - sama, karena aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga untuk meladeni kalian bertiga..." Kata Lisin dengan datar.
"Culun ini mulai sombong..."
Saat salah satu di antara mereka bertiga langsung melancarkan pukulan ke wajah Lisin, Dengan cepat Lisin menghindarinya kemudian pukulan tersebut hanya mengenai udara kosong.
Jelas Lisin yang tidak memiliki ampun langsung memukul lengan tersebut hingga menghasilkan suara ratakan tulang.
"Krak..."
Awalnya tidak merasakan sakit apapun saat tangannya dibengkokkan, namun saat melihat jika tangannya dalam posisi yang salah, Di saat itulah rasa sakit yang luar biasa menjalar kesemua tubuhnya.
"Aaaaa..."
Teriakan memekakkan telinga terjadi, dan Lisin tidak tinggal diam. jadi hal berikutnya Lisin seolah tak bergerak karena kecepatannya yang luar biasa sehingga membuat siapapun yang melihatnya tidak dapat menangkap pergerakan dari Lisin.
"Aaaahhhh..."
Jika sebelumnya adalah tangan bagian kanannya maka sekarang tangan bagian kirinya yang Lisin patahkan. Tak berhenti di sana kedua kakinya langsung di patahkan, dan tidak lupa memecahkan telurnya.
"Aaaaahhhh..."
Sekarang satu orang berhasil di lumpuhkan dan meninggalkan dua orang yang tersisa yaitu Rizal dan teman satunya lagi.
Rizal dan temannya tidak bisa berkata - kata, sekarang dirinya terdiam membisu dan berhenti tertawa kemudian menatap Lisin dengan sedikit ketidakpercayaan di wajah mereka.
"Apakah dia benar - benar sih Culun..." mereka berdua ketakutan setengah mati, rasanya seperti melihat hantu di siang bolong.
Terutama saat telur rekan mereka terinjak, apakah rasanya sakit? Apakah jika telurnya menetas bisa bertelur kembali? ataukah berubah menjadi telur dadar? Tidak ada yang tahu.
Sungguh nasib yang buruk...
__ADS_1
"Mengapa kalian diam, bukannya kalian berniat memberikanku sebuah pemukulan?..." Kata Lisin dengan datar namun bagi keduanya, seperti mendengarkan panggilan Setan.
Vita yang ada di dalam mobil juga tidak bisa tenang, dirinya sangat mengenal Lisin dan memahami jika Lisin sangat kuat namun tidak berharap bisa sampai dalam kondisi seperti yang dirinya Lihat.
Kali ini Vita tidak merekamnya melainkan mengagumi sosok Lisin. Apakah ini orang yang selalu dirinya rindukan, begitu kuat, apa lagi saat di atas ranjang. Vita tanpa sadar merona.
Lisin tidak memahami pola pikir Vita tentang dirinya, karena Lisin sedang menatap dua orang yang tersisa dengan dingin.
"Kamu maju duluan..." Kata Rizal sambil mendorong temannya.
"Bro, kamu saja yang duluan aku bukan tandingannya..." Kata temannya dengan menyedihkan.
Tentu saja dirinya tidak ingin telur miliknya terluka apa lagi jika tidak dapat digunakannya lagi. Lebih baik mengaku kalah dari pada berakhir dengan sia - sia. Apa lagi dirinya jomblo, bagaimana jika setelah ini dirinya memiliki pacar. namun tidak dapat menggunakan bagian bawahnya lagi.
"Bukannya kamu jomblo, dan ingin cepat - cepat memiliki pacar?..." Tanya Rizal dengan lantang.
"Benar bro..." Temannya mengangguk karena sudah lelah dan sudah miskin karena terlalu sering membeli sabun. Kini sudah saatnya dirinya bangkit dari keterpurukan. Jadi alasan dirinya dan teman satunya lagi bertemu dengan Rizal, berniat meminta bantuan dalam mencarikan seorang pacar. Sayang sekali temannya yang lain tidak beruntung seperti dirinya.
Hanya saja, Dia kembali di buat dilema karena kesulitan dalam mengambil keputusan. Jadi bagaimana jika dirinya di bantu oleh Rizal dalam menemukan seorang pacar, namun dirinya kehilangan bagian bawahnya ditangan Lisin.
Bukannya itu berarti dirinya akan menjadi Sultan berikutnya, di saat sudah punya pacar. bukan dirinya yang menghamilinya melainkan Rizal yang menikung dirinya dari belakang. hanya membayangkannya saja dirinya tidak kuat bagaimana jika menggantikan posisi Sultan.
Temannya hanya diam saja.
"Bagaimana jika aku mengenalmu dengan 5 wanita sekaligus?..." Kata Rizal untuk memancing temannya tersebut.
Diam... Temannya mulai tergiur dengan tawaran dari Rizal, sepertinya aku bisa menghadapi Lisin dan pastinya memiliki hasil yang lebih baik di bandingkan dengan dia. pikirnya sambil melirik teman lainnya yang tergeletak di bawah.
Satu pacar saja sudah bersyukur dalam hidupnya apa lagi jika 5 pacar. bisa bergilir satu persatu nih. Dengan iming - iming 5 pacar dalam khayalannya, Temannya tersebut langsung bersemangat.
Hanya saja dia harus menyesal dalam mengambil keputusan yang salah.
"Krak..."
"Ahhhh..."
"Krak..."
"Aaaaaahhhh..."
Sungguh nasib yang tragis, Sudah memiliki kesempatan untuk meminta maaf dan menyesali perbuatannya, Temannya Rizal yang satu ini lebih memilih kehilangan bagian bawahnya.
__ADS_1
Sungguh pilihan yang sangat bijaksana...
Jikapun meminta maaf, temannya Rizal pasti akan terselamatkan dari dewa kematian seperti Lisin. maksudnya dewa penghancur telur. karena yang Lisin tidak dapat lepaskan adalah Rizal bukan kedua temannya. hanya saja keduanya harus menjadi umpan meriam.
Sekarang bukan hanya tidak akan mendapatkan 5 pacar dia juga kehilangan masa depan miliknya. sangat di sayangkan karena kurang beruntung.
Sekarang menyisakan Rizal seorang diri yang ketakutan, Lisin sangat kejam dan memiliki gelar penghancur telur. jadi sudah sewajarnya Rizal menyerah setidaknya dirinya harus menyelamatkan telur yang dirinya milik, apapun yang terjadi.
"Lisin... Aku salah, aku mengaku kalah dan tidak akan mengacau lagi..." Rizal berlutut dengan ketakutan.
Hanya saja Lisin tidak mungkin memaafkannya, karena Rizal adalah sumber masalahnya. Jika bukan karena Rizal, temannya pasti akan memiliki kebahagiaan saat ini. hanya saja harus di ganti dengan kekecewaan karena perbuatan Rizal.
Lisin mendekati Rizal dengan tegas, Kedua kakinya menginjak marmer dengan penekanan dan aura menakutkan terpancarkan dengan lantang. Sepertinya nasib Rizal sudah tercatat dan harus berakhir dengan kehilangan bagian bawahnya.
"Tolong jangan mendekat, Aku akan mengenalkanmu dengan banyak wanita, Lisin kamu pasti jomblo kan?..." Kata Rizal dengan sangat yakin, hanya saja salah sasaran karena Lisin tidak kekurangan wanita sedikit pun.
"Minta maaflah kepada Sultan bukan kepadaku..." Kata Lisin dengan dingin sebelum mengeksekusi Rizal dengan buruk.
"Krak..."
"Aaaaa..."
"Krak..."
"Aaahhhhhh..."
Rizal yang menyedihkan bernasib sama dengan kedua temannya, Hari ini dia akhirnya memahami apa itu penyesalan dan memang benar, jika penyesalan akan selalu datang terlambat.
Lisin membungkuk lalu menarik satu kaki Rijal kemudian menyeretnya ke tempat acara pernikahan di langsungkan. Vita yang memahami jika Lisin sudah menangkap Rizal langsung keluar dari mobil taksi lalu memeluk lengan kiri Lisin kemudian berjalan berdampingan ke tempat resepsi pernikahan.
Sedangkan Rizal yang menyedihkan, memiliki mulut terpenuhi dengan tanah. karena seretan yang Lisin lakukan belum lagi posisi tubuhnya yang tengkurap. Membuat wajahnya menyentuh tanah secara langsung.
Baiklah saatnya menyerahkan tersangka dan membatalkan acara pernikahan. hanya saja Lisin terlambat karena Sultan tidak menunggu kedatangan Lisin dan akan memulai ucapan sakral pernikahan.
"Saya Nikahkan dan saya kawinkan..." Kata Penghulu yang menggenggam tangan kanan Sultan yang berkeringat, di bawah saksi semua orang baik tamu undangan, saudara dan kedua pihak keluarga.
Lisin yang datang terlambat apakah akan sempat menghentikan pernikahan yang sedang berlangsung.
Bersambung...
*Salam dari Author yang menulis cerita hanya sekedar hiburan. Tidak terasa novel ini sudah hampir 200 chapter dan akan mendekati akhir dari perjalanan Lisin. Juga perlu author tekankan jika tidak ada niatan bertele-tele karena di butuhkan perkembangan cerita, jadi alurnya akan lambat dari awal sampai yang terbaru. Sedangkan untuk yang menggantung juga tidak ada niatan karena jumlah katanya sudah mencapai batas bahkan melebihi. Terima kasih yang sudah memberikan like vote dan komen. karena kalian Author jadi semakin semangat untuk melanjutkan perjalanan Lisin.
__ADS_1