Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 201


__ADS_3


Lisin yang melihat Ratih tertawa dengan orang lain entah mengapa terasa seperti ada batu besar di hatinya.


Cemburu? Siapa yang tidak cemburu saat melihat wanita yang di milikinya akan dekat dengan pria lain, Terutama orang seperti Lisin.


Lisin memiliki banyak wanita, apakah wanita tidak boleh memiliki banyak pria? Apakah Lisin harus egois, jika Ratih tidak lagi mencintai dirinya?


Lisin berada dalam kondisi yang sulit untuk memutuskan. Lisin bisa saja melabrak Ratih yang saat ini bersama dengan pria lain, Tapi bagaimana jika Ratih sudah tidak menyukai dirinya lagi.


Lisin, kamu sudah dewasa jadi tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah. untuk itulah, lebih baik melihat dan menyelidiki hubungan keduanya seperti apa lalu memutuskan tindakan berikutnya.


Kamu kaya dan tampan Lisin, segalanya bisa kamu miliki. Apa yang kamu inginkan akan dengan mudahnya kamu dapatkan. Kehilangan satu akan tubuh seribu. Jika Ratih benar - benar tidak lagi membutuhkanmu maka hancurkan dia bersama dengan pria selingkuhannya.


"Mas Lisin, ada apa? Mengapa tidak masuk?..." Tanya Sindi dengan heran.


"Baiklah, semuanya tolong berkumpul sebentar karena ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kalian semua..." Lisin memanggil mereka semua keluar lalu membentuk lingkaran perkumpulan.


"Bro... Apakah kamu tidak suka tempatnya dan ingin pindah?..." Tanya Sultan.


"Tidak juga... Sebenarnya aku akan membayar tagihan semua makanan yang akan kita makan..." Kata Lisin sambil melihat mereka semua.


"Mas Lisin, itu sudah pasti. kamu kan Orang kaya jadi sudah sewajarnya Kita harus memanfaatkan ATM berjalan..." Kata Sindi sambil tersenyum konyol.


Sungguh kejujuran yang hakiki, orang seperti ini biasanya akan dijauhi oleh temannya. juga akan mudah di manfaatkan orang lain.


"Sepertinya, aku setuju dengan Sindi..." Vita tertawa kecil.


Entah mengapa Lisin merasa bersedih namun tidak peduli dan memilih untuk mengabaikannya.


"Hufff..." Lisin berpura - pura sakit flu.


"Lisin, kamu tidak apa - apa?..." Tanya Vita dengan khawatir.


"Aku tidak apa - apa sepertinya aku sakit flu saja..." Lisin beralasan sambil merasa kedinginan.


"Kalau begitu minum obat..."


"Tidak, Aku sedang mengemudi jadi tidak ingin mengantuk..."


Lisin menerima Masker dari Vita, karena dirinya memiliki banyak penggemar terkadang Vita harus mengenakan Masker dalam bepergian.

__ADS_1


"Terima kasih... Jadi seperti ini, karena aku yang mentraktir makan, maka aku punya aturan yang perlu diterapkan..." Lisin menjelaskan.


"Aturan!..."


"Tenang saja tidak akan merugikan kalian, Pertama tidak boleh menyebutkan namaku jadi kalian bisa memanggilku dengan sebutan Bos. dan aku yang akan memutuskan untuk memilih tempat duduk..." Kata Lisin sambil tersenyum di balik masker.


"Tidak masalah Bos..." kata Sindi.


"Halo Bos..." Kata Jihan.


"Aku juga?..." Tanya Vita dengan bingung.


Entah mengapa Lisin ini sangat aneh, padahal hanya perlu makan - makan di restoran yang berada tepat di depan mereka, mengapa harus menggunakan persyaratan aneh. belum lagi, sakit flu yang di deritanya mengapa begitu tiba - tiba.


"Benar, intinya selama kita makan di dalam. kalian semua tidak boleh memanggil namaku..." Kata Lisin dengan menekankan.


Tujuan Lisin bukan karena ingin di panggil seorang bos, melainkan ingin menyembunyikan identitasnya. Setelah itu melakukan penyamaran saat di dalam restoran agar tidak di kenali oleh Ratih dan pria yang sedang bersamanya, sekaligus dirinya ingin mendengarkan percakapan keduanya.


"Ok, Bos kita sudah lapar nih..." Kata Sultan dengan mengelus perutnya.


"Ayo masuk, kalian bisa memesan apa saja dan aku akan menentukan tempat duduknya..." Kata Lisin.


Lisin menjadi satu - satunya orang yang mengenakan masker yang menutupi sebagai wajahnya. Saat memasuki restoran, Sindi dan Sultan langsung memesan makanan. sedangkan sisanya mengikuti Lisin yang memilih tempat duduk yang bersebrangan dengan Ratih yang duduk dengan pria lain.


"Bu Ratih anda cantik sekali..." Kata pemuda yang duduk dengan Ratih.


"Hehehe... benarkah! Pak Aryo Terlalu banyak memuji..." Kata Ratih dengan tersenyum cerah, seperti biasa Ratih yang polos tidak mengetahui apa itu modus seorang pria.


Lisin yang duduk di dekatnya akhirnya mengetahui nama Aryo kemudian menggunakan analisa sistem yang terbatas hanya mengetahui latar belakang tanpa menentukan hubungan keduanya seperti apa.


Sial... Lisin untuk pertama kalinya cemburu buta saat wanita yang sudah dianggap sebagai miliknya di rayu oleh pria lain tepat di depan matanya.


Sepertinya Pak Aryo ini berumur pendek.


"Bos... Ayo di makan..." Kata Sultan yang sudah menyantap makanannya. begitu juga yang lainnya.


"Kalian makan duluan saja..." Kegaduhan kelompok Lisin dan yang lainnya mengalihkan perhatian Ratih dan pria didepannya.


Ratih yang melihat sosok Lisin jelas tidak mengenalinya jadi dia mengabaikan Lisin yang duduk di sampingnya.


Sedangkan Pak Aryo yang melihat kelompok tersebut, memiliki kedua matanya menyala. Melihat Vita yang cantik, Sindi yang mungil dan Jihan yang tidak kalah cantik. Sungguh keindahan yang sulit untuk di temukan dengan acak.

__ADS_1


Sayangnya Pak Aryo harus fokus dengan Ratih yang polos, sedangkan dua pria pada kelompok tersebut, dirinya tidak peduli. mungkin keduanya pria beruntung yang dekat dengan ketiga keindahan itu.


Pak Aryo adalah pengusaha sukses yang baru - baru ini perusahaan tempat dirinya bekerja diakuisisi oleh PT. Angkasa.


Lagi! Lisin yang mengetahuinya dari analisa sistem di buat bingung, mengapa pihak lain masih karyawannya sendiri. Sepertinya dirinya terlalu meremehkan perkembangan PT. Angkasa miliknya.


"Bu Ratih, tahu kan saya mewakili PT. Angkasa di bidang makanan cepat saji, jadi niat dan tujuan saya hanya untuk melakukan kerja sama dengan Ratih Chicken..." Kata Pak Aryo dengan sopan.


"Aku menerimanya?!..." Kata Ratih dengan tersenyum.


Siapa yang tidak mengenal PT. Angkasa, walaupun Ratih polos dan ketinggalan berita terupdate, lemot, bertele - tele. namun dirinya masih mengetahui tentang perusahaan besar tersebut.


Kehidupan Ratih mulai berubah drastis setelah menjadi pemilik dari rumah makan cepat saji Ratih Chicken, Mulai gaya berpakaian bahkan Ratih sudah mulai merias diri. tentunya hal tersebut membuatnya semakin glowing dan meningkatkan kecantikan yang di miliknya.


Tidak bertemu dengan Lisin, Membuat Ratih hanya fokus dengan rumah makan Ratih Chichen. dan bisnisnya semakin besar, untuk itu telah banyak pebisnis yang berniat melakukan kerja sama namun Ratih selalu menolak mereka.


Hanya untuk kali ini, Ratih menyetujui pertemuan dengan seorang pria yang mewakili PT. Angkasa. Karena iming - iming kerja sama. Dimana Ratih Chicken akan memiliki cabang di berbagai tempat di seluruh indonesia.


Jika Ratih chicken bisa memiliki banyak cabang mungkin Lisin akan bangga dengan kepintaran yang Ratih miliki. Ratih sangat senang dirinya juga ingin mendapatkan pujian dari Lisin yang saat ini seperti Bang Toyib.


Jelas Sebagai, wanita polos Ratih tidak akan melewatkan kesempatan tersebut. Dalam konsep kesepakatan, PT. Angkasa hanya memberikan modal besar dalam pendirian setiap cabang Ratih chicken. tentunya proposal tersebut belum Pak Aryo ajukan ke pusat, jadi dirinya memiliki dua tujuan dalam tindakannya.


Pertama mendapatkan kesepakatan dengan Ratih walaupun hanya secara lisan yang belum tertulis, kemudian meniduri Ratih yang sangat cantik di matanya.


Sebagai Kepala di perusahaan anak cabang PT. Angkasa Pak Aryo jelas sangat yakin, dengan resep makanan yang dimiliki Ratih chicken. dirinya bisa membuat beberapa rumah makan yang serupa dengan Ratih chicken kemudian keluar dari PT. Angkasa dan mengelola cabang rumah makan miliknya seorang Diri.


Dengan kepolosan yang Ratih miliki rencana tersebut pasti akan berjalan lancar tanpa hambatan. Tidak hanya mendapat resep Ratih chicken. dirinya juga mendapat lisensi perijinan atas resep tersebut dan dengan begitu bisa memiliki rumah makan cepat saji yang berpotensi. sedangkan meniduri Ratih akan menjadi bonus tambahan dalam rencananya tersebut.


Membunuh dua burung dengan satu batu, sangat nyaman. Pak Aryo menyeringai tanpa sebab.


"Pak Aryo... Saya tinggal kebelakang sebentar ya..." Kata Ratih dengan tergesa - gesa.


"Silakan..." Kata Pak Aryo dengan sopan.


Setelah Ratih menghilang di kejauhan, Pak Aryo mengambil lipatan kertas dari sakunya kemudian menuangkan bubuk putih kedalam minuman milik Ratih lalu mengaduknya.


Beres, sepertinya tinggal mencari hotel terdekat setelah ini.


Tentu saja setiap tindakan tersebut terpampang jelas di mata Lisin, juga maksud dan tujuan Pak Aryo sudah Lisin ketahui. Bagaimana Lisin akan membiarkannya.


Sekarang Lisin yakin jika Ratih tidak selingkuh di belakangnya, melainkan hanya ingin mendapatkan pujian dari dirinya. Lisin harus menggagalkan Ratih meminum minuman yang tercampur oleh Afrodisiak.

__ADS_1


Entah mengapa Afrodisiak mulai populer akhir - akhir ini.


Bersambung...


__ADS_2