Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 241


__ADS_3


"Hahaha..."


Dua orang tertawa pada ruang tamu, sedangkan itu di balik pintu tertentu dengan sedikit terbuka, Mei Lan menitihkan air matanya dengan ekspresi suram. jelas dia mendengarkan perbincangan antara keduanya dengan sengaja dan hasilnya membuatnya semakin bersedih.


Dia tinggal di kediaman keluarga Lou hanya untuk melunasi hutang - hutang keluarganya, dan dia sudah siap menjadi istri pria tua yang seharusnya menjadi kakek baginya. Awalnya keluarganya memiliki dua putri yang akan di jadikan pelunasan hutang, namun Lou Ming memilih dirinya tanpa alasan yang jelas.


Sekarang dia mendengarkan jika pria muda yang duduk bersama dengan Lou Ming akan menjadi pemiliknya yang baru. Tentu saja dia tidak bahagia, karena dia tidak mengenal Pria tersebut.


Namun, mau bagaimana lagi yang namanya keadaan sudah membuatnya terjatuh. dan mungkin sudah nasibnya jika harus didekatkan dengan pria yang tidak dirinya kenal.


Belum lagi dirinya tidak memiliki jalan untuk kembali ke keluarganya. Terutama adik perempuannya yang sangat membenci dirinya. hanya karena Lou Ming lebih memilih Mei Lan membuat Mei Ling sang adik tidak lagi menghubungi dirinya.


Sekarang Mei Lan hanya bisa pasrah dengan nasibnya yang tidak tahu akan kemana.


"Mei Lan..."


Lou Ming memanggilnya dari ruang tamu.


Mei Lan berdiri dan merapikan pakainya juga melakukan riasan kecil yang rusak, karena air matanya yang mengalir sebelumnya.


"Tuan Lou..."


"Duduklah, ada sesuatu yang harus aku katakan..."


Lou Ming langsung menceritakan jika Mei Lan bukan tanggung jawabnya lagi. dan hutang keluarganya akan di anggap lunas namun dia harus ikut dengan Lisin mulai sekarang dan seterusnya.


"Saya mengerti..."


Mei Lan duduk di samping Lisin dan dia sangat gugup, walaupun dia sudah siap tidur dengan seorang laki - laki namun tetap saja dia tidak bisa tenang.


"Mei Lan, kamu bisa memanggilku Li Shin baik nama depan atau belakang, setelah ini kamu akan ikut denganku. seperti pesanan dari Saudara Lou..."


Lisin mengangguk berulang kali. sungguh hari keberuntungan hanya bertemu dengan kakek tua saja bisa mendapatkan waktu cantik.


"Tuan Li..."


Mei Lan masih menggunakan panggilan normal.

__ADS_1


"Saudara Li, kamu harus menjaganya baik - baik. belum lama ini ada kasus pembunuh yang mengincarnya, namun belum ditemukan siapa dalangnya, kamu harus memastikan keselamatannya..."


Lou Ming menyarankan, tepatnya satu minggu yang lalu, Mei Lan sedang berjalan dengan dirinya dan berakhir dengan baku tembak. Awalnya Lou Ming menganggap hal tersebut mengacu terhadap dirinya mengingat dia memiliki banyak pesaing, namun siapa yang berharap jika target pembunuhnya adalah Mei Lan.


"Saudara Li, harap tenang selama Mei Lan bersama dengan ku tidak ada bahaya yang mendekat..."


"Hahah... Bagus, aku sangat percaya jika itu kamu..."


Lisin pergi dengan menggunakan mobil milik Lou Ming, namun dia tidak meminjamnya karena Lou Ming memberikannya secara langsung kepada Lisin. Dengan begitu Mobil BMW melaju di jalanan kota Shanghai.


Dalam perjalanan, suasana di dalam mobil menjadi canggung. Lisin tidak tahu harus memulai dari mana.


Mei Lan juga tak bersuara, dengan tatapan wajahnya yang datar. Jelas dia tidak bisa tenang, karena sudah lepas dari kandang harimau sekarang memasuki kandang buaya.


"Apakah kamu memiliki tempat yang ingin kemu kunjungi?..."


Mel Lan menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Ingin mengunjungi tempat makan?..."


Lisin terus menerus menyarankan sesuatu namun Mei Lan akan menjawab dengan sebuah gelengan kepala.


Lisin bingung harus membawa Mei Lan kemana, apakah harus tinggal di hotel? ataukah di Villa pribadi Zhang Fei. Tidak, Mengapa tidak membeli Apartemen saja untuknya.


Hah! Lisin bingung, bukannya jalan ini satu arah dan mengapa banyak pengemudi yang memutuskan untuk kembali.


Aneh!


Apakah ada konstruksi di depan? Mengapa jalanan di tutup, Lisin mengerutkan alisnya dan menunjukkan ekspresi ragu pada wajahnya yang tampan.


Dia masih ingat jalanan tidak sibuk sama sekali kemarin, mengapa tiba - tiba ada pengalihan rute perjalanan. Apakah di sana terjadi sesuatu?


Walaupun asing terhadap rute jalan raya kota Shanghai. Jika dia tidak bisa melewatinya, Lisin hanya bisa berbalik dan melewati jalan Lainnya. dalam perjalanan untuk sampai ke tempat pembelian apartemen.


Mobil BMW memasuki jalanan yang terletak di lingkungan lama dan jalanannya sangat sempit dan juga tidak terlalu baik. Daerah itu adalah lingkungan rendah yang penuh dengan orang - orang samar termasuk pengemis, pengganggu, pengutil, dan pencuri. Itu hampir tidak ada polisi yang berpatroli sini


Lisin menghentikan mobilnya saat seorang lelaki tua baru saja datang dan, berhenti di depan mobil BMW. kemudian berbaring di tanah dan mulai berteriak di depan mobil yang di kemudikan Lisin.


"Tolong - tolong, Mobil itu menabrakku! Tolong Mobil itu menabrakku!..."

__ADS_1


Meskipun lelaki tua itu berjanggut putih dan sepertinya usianya di atas 60, dia berbicara dengan suara keras.


Beberapa orang lainnya keluar dari bangunan tua. dan setelah mendengarkan perkataan pria tua tersebut. mereka semua bergegas menyalahkan Lisin lalu mengetahui jika pria tua itu tertabrak mobil.


"Apakah kamu tahu cara mengemudi? Bagaimana kamu bbisa menabrak orang tua itu?..."


"Benar, Jangan mengemudi jika kamu tidak tahu caranya!..."


“Kamu bayarlah kompensasi untuknya sekarang...” beberapa orang menyalahkan Lisin dengan kasar.


Lisin berdiri dengan santai sambil melihat kearah mereka semua, jelas pria tua ini melakukan pemalsuan kecelakaan untuk menipu dan meminta kompensasi.


Sedangkan Mei Lan dia turun dari mobil namun dia benar - benar tidak berguna dalam melakukan sesuatu pada saat kondisi tersebut. Lisin melihat Mei Lan datang tidak berdaya, mengapa dia keluar. sesuatu yang awalnya akan berakhir dengan cepat bisa berakhir dengan panjang.


"Kami tidak menabraknya, dia tersandung sendiri..." Mei Lan berdiri di samping pria tua itu, wajahnya masih datar. dia hanya berusaha membatu agar semuanya berakhir dengan cepat. dengan menjelaskan kepada semua yang ada di sekitar tempat kejadian.


Mobil itu bahkan tidak menyentuh lelaki tua itu, jelas lelaki tua itu tersandung sendiri, agar mendapatkan kompensasi.


Lisin mengerutkan alisnya. Dia tidak ingin masalah terus menerus berlarut, jadi lebih baik selesaikan masalah dengan cepat. saat ini dirinya menatap lengan pria tua itu.


Lisin menemukan lengan lelaki tua itu sangat kuat yang sepertinya bukan milik seorang pria tua dan ketika pria tua mencoba bergerak. Itu lebih mirip lengan pria paruh baya.


Penyamaran!


"Cantik, pacarmu telah menabrakkan mobilnya padaku, aku bisa menunjukkan tulang rusukku yang patah jika kamu tidak percaya padaku..." Lelaki tua itu kemudian berteriak sambil menggerakkan tangannya ke dalam pakaiannya dan pura - pura menunjukkan lukanya. Mungkinkah, dia meraih senjatanya?


Sial!


Lisin tiba - tiba merinding karena dia merasakan niat membunuh yang kuat.


"Awas!..." Lisin berteriak keras sambil mendorong Mei Lan dan jatuh bersama saat berguling - guling di atas tanah.


Dia secara tidak sengaja menyentuh dada besar Mei Lan ketika dia mencoba untuk menyelamatkannya. Lisin tidak mencari kesempatan dalam kesempitan. Juga Semangkanya cukup lunak, Lisin tidak bisa membantu tetapi meremas semangka tersebut sebanyak dua kali.


Mei Lan tiba - tiba memerah wajahnya dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena Lisin menyentuhnya dengan begitu erat. Walaupun Lisin akan menjadi suaminya nanti, namun dia tidak terbiasa jika daging tumbuh miliknya secara sembarangan disentuhnya. Dia sangat marah dan tepat ketika dia akan menunjukkan kemarahannya, dia tiba - tiba mendengar suara tembakan.


"Dorrrr..."


Ada jejak peluru menembus tempat Mei Lan berdiri sedetik yang lalu. Orang yang menembak adalah orang tua tersebut dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2