
Seno dari Keluarga Sasongko telah menjadi jenius di bidang seni beladiri, dengan selalu memenangkan setiap pertandingan.
Seno menjadi kebanggan keluarga Sasongko dengan di prediksi akan membawa ketinggian baru untuk keluarga Sasongko di masa depan.
Demi meningkatkan status keluarga Sasongko di mata keluarga-keluarga terpandang lainya, Seno ingin menjadikan Nagisa Irawan sebagai istrinya. dengan begitu dirinya akan menggabungkan keluarga Sasongko dan keluarga Irawan.
Pemikiran seperti ini banyak dipikirkan oleh keluarga-keluarga lainya. oleh sebab itu, setelah rumor tentang menantu keluarga Irawan di ketahui pihak luar, maka banyak keluarga seniman beladiri mengajukan tantangan pertarungan menantu.
"Siapa namamu?..." Seno bertanya dengan dingin.
"Lisin..."
"Lisin, Persiapkan dirimu, Karena yang memberikan tantangan bukan hanya keluarga Sasongko..." Seno langsung pergi dengan kesal meninggalkan Lisin dan Nagisa.
Setelah berpisah dengan perusak suasana Seno. Lisin yang menghabiskan waktunya menemani Nagisa untuk makan dan tidak menyadari jika banyak keluarga seniman beladiri membenci dirinya.
"Hallo, Ayah..." Nagisa dengan terpaksa menerima panggilan telepon dari ayahnya.
Sebelumnya ada Seno yang merusak suasana, Sekarang Ayahnya yang merusak suasana setelah ini siapa lagi?
"Nagisa, banyak keluarga seniman beladiri yang menghubungi ayah untuk mengadakan pertarungan menantu. Apakah Lisin mengerti tentang ini?..." Kepala Irawan bertanya dengan berat.
Lisin adalah dermawan keluarga irawan dan akan menjadi menantunya, Sebenarnya kepala irawan tidak ingin Lisin mengikuti tradisi kuno tersebut. namun beberapa keluarga mengatakan jika pertarungan menantu telah di terima langsung oleh Lisin. Untuk itu kepala irawan ingin memastikannya sendiri.
Lisin yang meminum tropical float duduk di samping Nagisa dapat mendengarkan perkataan keduanya dengan jelas.
"Iya Ayah, Sebelumnya Nagisa dan Lisin bertemu dengan Seno dari keluarga Sasongko dan Seno ingin merebut Nagisa dengan paksa, untung saja ada Lisin yang sangat mencintai Nagisa. jika tidak, entah nasib Nagisa seperti apa..." Nagisa berpura-pura menangis namun sudut mulutnya terangkat.
"Enggah..." Lisin memuntahkan minuman tropical fload dari mulutnya.
Sial... Ceritanya bukan seperti itu, aku tidak pernah mengatakannya itu, karena kamu sendiri yang memancing Seno untuk membuat tantangan.
"Baiklah, Ayah akan mengurus masalah ini secepatnya dan kamu harus membantu Ayah dengan pekerjaan lain" Sebagai orang tua, Kepala irawan mengetahui dengan jelas jika putrinya berbohong.
Jelas Lisin hanya korban di sini, kepala irawan langsung menghubungi beberapa keluarga yang berniat untuk melakukan pertarungan menantu.
Setelah memuaskan Nagisa dengan melakukan kuliner Es krim, Lisin mengantarkan Nagisa ke bandara karena Nagisa akan kembali ke Bali lebih awal.
Pertarungan menantu Akan di lakukan dalam Tiga hari lagi di Bali kediaman Irawan, jadi Lisin bisa bernafas dengan lega.
Lisin tidak terlalu peduli dengan pertarungan menantu, dirinya sekarang pergi ke Perumahan No. 1 Pondok Indah.
__ADS_1
.....
Keesokan harinya menggunakan taksi untuk pergi ke tempat PT. Mulia yang berada di wilayah jakarta pusat.
"Ada yang bisa di bantu pak?..." Seorang penjaga keamanan menyambut kedatangan Lisin yang baru turun dari taksi.
Ini dia bagaimana penjaga keamanan seharusnya bertindak, tidak mengenal atau mengenal seseorang mereka harus menyapa orang lain dengan sopan.
Lisin sangat senang bukan karena mendapatkan uang, melainkan tidak bertemu dengan hal klasik yang mana harus di hentikan oleh penjaga keamanan.
"Saya ingin bertemu dengan Nadya..." Lisin bertanya secara langsung.
"Ibu Nadya, dia ada di dalam..." Penjaga keamanan langsung memberikan lokasi tepat di mana Nadya berada.
"Lisin, mengapa kamu datang tidak bilang denganku..." Nadia dengan panik merapikan beberapa berkas perusahaan.
Karena bisnis perusahaan sedang menurun, Nadya melakukan berbagai macam cara untuk melakukan perbaikan terhadap produk perusahaan.
"Tidak banyak terkadang aku harus melakukan sesuatu seperti kejutan..." Lisin berbasa-basi.
"Kalau begitu kamu harus membawa hadiah kejutan..." Nadya mencandai Lisin.
"Sayang sekali aku tidak membawakan hadiah, namun bukankah aku sebelumnya berkata akan memberikan kamu dua produk kecantikan..." Lisin tersenyum.
"Lisin, Aku tidak berharap jika kamu akan bertindak begitu cepat..." Nadya berkata dengan bersemangat.
Selalu menepati janji apanya, Nagisa aja di abaikan sebanyak dua kali. Jika Nagisa melihat Lisin berkata seperti itu pasti dia akan marah hingga berhari-hari.
Pelakor di utamakan sedang istri sah di abaikan inikah yang di namakan laki-laki sejati?
Para Jomblo menangis melihat ini, Karena Lisin bisa beralih dari wanita satu ke wanita lainnya dengan bebas. sedangkan mereka satu saja belum kesampaian apa lagi pelakor idaman.
"Aku ingin melihatnya apakah kamu membawakan sampel produknya?..." Nadya bertanya lagi.
"Tentu saja aku tidak membawakannya karena aku belum membuat kedua produk tersebut..." Lisin berkata dengan jujur.
"Belum membuatnya, lalu mengapa kamu begitu yakin..." Nadya kesulitan untuk mempercayainya.
Jika Lisin memiliki sempel dan menunjukkannya mungkin Nadya akan memiliki harapan, namun Lisin belum membuat kedua produk namun Lisin sangat yakin jika produk tersebut akan laris di pasar domestik.
"Itu karena aku akan membuat kedua produk tersebut di sini, perusahaan milikmu..." Lisin mengaku dengan santai.
"Membuatnya secara langsung!..." Nadya tidak berdaya, krisis perusahaan belum terpecahkan dan Lisin baru akan membuat produk yang tidak pasti memiliki hasil seperti apa.
__ADS_1
Jika hari ini Lisin membuat produk tersebut, mungkin akan membutuhkan waktu berminggu-minggu belum lagi harus melakukan uji klinis BPOM terlebih dahulu jika lulus maka akan bisa diedarkan.
Setidaknya harus memakan waktu satu bulan dan hasil produknya bagus atau tidak belum di ketahui.
"Aku mengerti jika kamu tidak begitu yakin, namun kamu harus tau jika aku adalah laki-laki yang di penuhi dengan keajaiban" Lisin menyakinkan.
"Lisin, bukan aku tidak percaya, hanya saja akan memakan banyak waktu... Mungkin sebelum kamu menyelesaikan semuanya, perusahaan ini akan di tutup karena kebangkrutan" Nadya berkata dengan tidak berdaya.
Lisin perlahan duduk di dekat Nadya, guna melihat data penjualan produk kecantikan yang di miliki PT. Mulia yang ada di pasar domestik.
Lisin yang begitu dekat dengan Nadya dapat merasakan bau badan pihak lain. Di saat momen kesempatan dalam kesempitan Lisin dan Nadya saling menatap.
Kedua titik mata saling bertemu karena Nadya memejamkan kedua Matanya, Lisin yang tidak dapat menahan naluri lelaki miliknya langsung bertukar air liur.
Joni agung yang baru saja sembuh dari demam lebih bersemangat dari biasanya.
Ini seperti buaya lapar di berikan seekor ayam berada tepat di depannya, jika buaya tersebut tidak memakannya berarti buaya tersebut vegetarian.
Setelah selusin menit yang menggairahkan berakhir, Nadya seperti orang yang ketagihan tidak bisa berhenti. di bawah bimbingan dari Lisin kedua menggunakan tangan masing-masing untuk membelai satu sama lain.
"Ah..." Karena itu di ruang kantor Nadya langsung menutup mulutnya dengan ketakutan, Bagaimana jika ada karyawan yang mendengarnya?
"Permisi..."
"Duar..." Kata permisi dari seseorang yang ada di balik pintu seperti suara ledakan yang mengejutkan keduanya.
Sial... Barus saja permainan di mulai ada orang yang datang.
Nadya dan juga Lisin langsung merapikan pakaian masing-masing. Lisin mencari cermin untuk menghilangkan bekas lipstik dan juga gigitan kecil pada bibirnya karena tergigit oleh pihak lain. sedangkan Nadya melakukan riasan kecil dangan cepat.
"Masuk..." Nadya memposisikan tempat duduknya yang berantakan Lalu mempersilahkan pihak lain masuk ke ruangan.
Hampir saja, jika Karyawan di luar secara tiba-tiba masuk bukankah akan menciptakan rumor yang tidak-tidak.
Apa lagi jika karyawan tersebut Jomblo, pasti akan menangis di tempat.
"Permisi, Maaf menggangu...Kamu Mas Lisin..." Karyawan tersebut sangat cantik dan anehnya mengapa dia mengenal Lisin yang duduk di dekat jendela.
"Kamu kenal dengannya?..." Nadya bertanya dengan heran.
"Ya..." Wanita tersebut mengakuinya.
Lisin tidak berharap akan bertemu dengannya di perusahaan PT. Mulia Apakah dia bekerja di sini?
__ADS_1
Bersambung...
*Maaf, Hari minggu Author sedang berlibur dengan seseorang yang spesial agar tidak keliatan menjomblo maka dari itu jadwal Up terganggu.