Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 52


__ADS_3

Jalan raya kota Malang tepat tengah malam Sebuah Ferrari merah berhenti di pinggir jalan dekat pembatas jalan yang rusak, bagian samping mobil tersebut mengalami kerusakan akibat gesekan dengan pembatas jalan.


"Selamat malam... dengan Polres Malang, ada yang bisa di bantu?" Sisi lain penelpon adalah kepolisian kota malang.


"Pak Polisi... Saya melaporkan ada balapan liar di jalan tugu selamat datang arah barat daya kurang lebih 5 kilometer... " Pengemudi itu berkata sambil menutup hidungnya.


"Terima kasih pak... atas laporannya kami polres Malang akan melakukan penggerebekan"


"Hahaha... " pengemudi mematikan panggil Telpon tertawa dengan keras, pengemudi ini tidak lain adalah Vito.


"Jangan salahkan aku karena kejam Pangeran... tapi salahkan dirimu sendiri karena membuatku malu malam ini, aku sudak muak dengan mu... dan anak baru sialan itu aku akan membuat perhitungan dengan mu..." Vito langsung mengemudikan Mobilnya menuju tempat perkumpulan Geng Ligas.


.....


Lisin yang dengan kecepatan tinggi tanpa pengereman melewati belokan terakhir mengejar Lamborghini yang sudah mencapai batasan kecepatan.


"Bagaimana bisa... apa ini bukan mobil SUV" Pangeran yang mengemudikan Lamborghini sangat keheranan. apa yang dia lihat di luar pemahamannya selama ini.


Jalur finis 2 kilometer track lurus Dalam hitungan detik Mercedes benz yang sebelumnya tertinggal mulai mendekat.


Pangeran sudah menghabiskan Dua tabung Nos miliknya, pertama saat menyalip Ferrari milik Vito kedua setelah dia melewati tugu selamat datang, dan sekarang dia hanya bisa mengandalkan kecepatan maksimal Lamborghini yang sudah di modifikasi.


Pangeran berkeringat dengan deras, kakinya dengan keras menginjak berharap jika laju Lamborghini semakin cepat, melihat ke sebelah kiri Mercedes benz secara perlahan semakin mendahului Lamborghini.


"Tidak mungkin... ini sulit di percaya..." Ini kali pertama Pangeran melihat kemustahilan.


Sedangkan Lisin yang mengemudikan Mercedes benz menekan tombol Nos dan membuatnya memenangkan balapan malam ini.


Semua penonton tidak ada yang bersuara ataupun bergerak, bahkan beberapa orang mengusap kedua matanya berharap jika ini hanya halusinasi, untuk gadis penggoda juga mencubit lengan temannya.


"Sialan kenapa kamu mencubit ku?"


"Aku ingin melihat apa aku sedang bermimpi..."


"Kenapa aku yang kamu cubit..."


Lisin turun dari Mercedes benz GL 400 kemudian berjalan dengan santai.


"Ada apa dengan kalian kenapa kalian semua diam, Sial padahal aku yang menang tapi tidak ada sorakan" Lisin menghela nafas.


Bagaimana semua orang bisa bahagia jika mereka semua kalah taruhan, hanya satu orang yang tersenyum sambil membawa banyak uang yang ada di dalam tas.


"Sebenarnya aku hanya iseng bertaruh atas kemenangan mu, dan tidak berharap jika kamu akan menang balapan..." Gadis ini adalah Kinar.


Sial kenapa kamu tidak bilang jika kamu beruntung, tolong jangan membuat orang lain semakin kesal, jika tahu Mercedes benz yang akan menang aku juga akan bertaruh untuknya. Semua orang mengutuk dalam hati.


"Kinar apakah kamu menang taruhan..." Lisin bertanya.


"Ya... begitulah, aku satu-satunya orang yang bertaruh untukmu jadi aku mendapatkan semua uang dari mereka, Ambilah..." Kinar memberikan uang tersebut ke Lisin.


"Tidak... itu uang milikmu, aku tidak menginginkan uang hasil dari berjudi... " Lisin memiliki banyak uang kenapa dia harus menerima uang haram.


"Lisin uang ini lebih dari 1 Miliyar kenapa kamu menolaknya..." Kinar hanya berfikir jika uang ini akan membantu Lisin untuk meringankan pembayaran kuliah Kinar tidak berharap jika Lisin akan menolaknya.


"Itu hanya 1 Miliyar... bahkan jika 100 Miliyar aku tidak peduli" Lisin berkata dengan datar.


"Lalu mau di apakan uang ini... Kenapa aku ikutan taruhan sih tadi... kan jadi bingung sekarang... apa harus ku buang saja ya... " Kinar kagum dengan penolakan yang di lakukan Lisin, jika itu orang lain pasti akan menerimanya begitu saja.


Untuk dirinya Kinar tidak terlalu peduli dengan Uang 1 Miliyar itu hanya uang jajan dari orang tuanya selama sebulan, dia ikut judi karena iseng dan tidak berharap Lisin menjadi pemenangnya.


Semua orang yang mendengar percakapan keduanya hanya ingin menangis tanpa air mata, mereka semua jelas ingin mendapatkan untung dari perjudian tapi orang lain yang mendapatkan kesempatan tidak menghargainya sama sekali.


"Judi itu haram, Menjanjikan kemenangan dan kekayaan, itu semua Bohong Kalaupun kau menang Itu awal dari kekalahan, Kalaupun kau kaya Itu awal dari kemiskinan, Judi meracuni kehidupan karena perjudian orang malas dibuai harapan, yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah, yang kaya bisa jadi melarat apalagi yang miskin, yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah, lebih baik di masa depan kamu tidak ikut berjudi" Kinar mendengar ceramah dari Lisin tercengang.


"Ya... aku mengerti... " Kinar menjawab dengan malu.


"Dan juga pakaianmu seperti kurang kain aja, kurangi pakai pakaian seperti ini..."


"Ya..."

__ADS_1


Sedangkan semua orang yang mendengarkan perkataan dari Lisin hanya bisa mengutuk dalam hati.


Kamu kalo ceramah jangan di sini, juga kenapa kita yang judi di salahkan sedangkan kamu ikut balapan, Sial... kamu yang balapan kita juga salah kenapa kamu menyalahkan kita yang berjudi.


"Karena kamu bingung harus di kemana kan uang ini berikan saja ke Hengki karena dia aku bisa mengupgrade Mobil SUV menjadi lebih cepat..." Lisin menyarankan.


"Tidak masalah... " Kinar menyetujui.


"Bro Lisin... aku tidak bisa menerimanya..." Hengki berniat menolak.


"Sudah terima saja... " Lisin memaksanya agar menerima uang tersebut.


Semua orang hanya bisa tertekan tak bisa berkata-kata kemudian Lamborghini mendekati Lisin.


"Aku kalah... ambillah mobilku..." Pangeran mengulurkan tangan dengan kunci di tangan.


"Tidak... aku tidak menginginkan Lamborghini aku punya di rumah... malam ini aku bersenang-senang" Lisin menjawab lalu tersenyum.


Pangeran dan semua orang terkejut, jika sebelumnya Lisin menolak uang 1 Miliyar itu membuat mereka tertekan sekarang melihat Lisin menolak Lamborghini itu membuat mereka ingin membungkam mulut Lisin.


"Kamu... yakin? " Pangeran bertanya untuk memastikan.


"Ya... jika aku menerimanya bukankah aku juga berjudi" semua orang yang mendengar sangat sedih, Sial... aku tidak kuat lagi.


"Kalau begitu kamu bisa meminta apapun dariku di masa depan... " Pangeran tersenyum sambil menyimpan kunci ke sakunya.


"Kamu curang... kamu menabrak mobilku dari belakang sehingga aku kalah dari balapan... " Dengan wajah kurang tampan Vito keluar dari Ferrari lalu memarahi Lisin.


Semua orang bisa melihat kerusakan yang di miliki Ferrari dan itu membuat mereka semua marah, terutama orang yang bertaruh untuk kemenangan Vito.


"Sial... jadi dia curang... pantas saja Bro Vito tidak bisa menang... "


"Jadi ini tabrakan di sengaja... "


"Wooo... Curang... "


"Curang... "


"Curang... "


"Curang... "


"Untung saja aku bisa mengendalikan Ferrari dengan benar jika tidak aku tidak tau lagi... " Vito berkata dengan sedih.


"Ini tidak bisa di biarkan... "


"Ya... kasihan Bro Vito... "


"Kita harus mendapatkan keadilan untuk Bro Vito... "


"Hukum yang berbuat curang... "


Semua Geng Ligas sangat marah, dalam persahabatan solidaritas sangatlah penting, karena Vito mendapatkan kerugian yang tidak adil maka mereka semua siap untuk menegakkan ke adilan.


Pangeran juga sangat marah namun melihat jika Lisin sangat tenang dia menyadari satu hal, Pangeran mengelilingi Mobil Mercedes benz kemudian mengelilingi mobil Ferrari.


"Berhenti semuanya... Vito bagaimana tabrakan itu terjadi... " Pangeran bertanya dengan dingin.


"Pangeran... kenapa kamu membelahnya kita sudah lama berteman... Kamu meragukan ku karena anak baru seperti dia" Vito berkata tidak puas.


"Aku hanya ingin menilai siapa yang jelas benar dan siapa yang jelas salah, Cepat katakan..." Semua orang terdiam.


"Setelah aku melewati Tugu selamat datang, Mercedes benz menabrak Bagian belakang Ferrari ku dan membuat mobil mengalami pergesekan dengan pembatas jalan" Vito menjelaskan.


"Kamu bohong... Jika ini benar tabrakan dari belakang maka bemper depan Mercedes benz dan bemper belakang Ferrari akan mengalami kerusakan, sedangkan kedua bemper kalian tidak terdapat adanya kerusakan, Vito aku tau orang seperti apa kamu..."


"Pangeran... Aku tidak menyangka persahabatan kita berakhir seperti ini... Malam ini aku keluar dari Geng Ligas, Aku akan membuat Geng sendiri siapapun yang ikut dengan ku kalian boleh datang, Pangeran jangan salahkan aku tentang apa yang terjadi setelah ini... " Vito berniat pergi dengan Ferrari namun di hentikan oleh Pangeran.


"Kalah tetaplah kalah... Ferrari ini bukan lagi milikmu... " Vito menggerakkan gigi kemudian melihat kearah Lisin seolah ada dendam mendalam.

__ADS_1


Vito yang menyerahkan kunci mobil beserta suratnya kepada Pangeran kemudian pergi dengan teman-temanya yang lain.


"Pangeran aku juga berhenti dari Geng Ligas... "


"Aku juga... Aku akan ikut Geng Bro Vito"


"Aku juga... "


"Aku juga... "


Pangeran yang melihat jika Anggota Geng Ligas lainnya pergi hanya bisa diam, Sebenarnya dia sangat tidak senang dengan Vito dan beberapa pengikutnya karena susah di atur apa lagi merugikan orang lain, niatnya mendirikan Ligas adalah untuk berkumpul bersama.


"Jika masih ada yang ingin keluar pintu keluar masih terbuka untuk kalian..."Setidaknya Setengah dari anggota Geng Ligas telah pergi. dan menyisakan 10 anggota inti sedangkan gadis penggoda yang lebih dari 10 tidak termasuk dalam anggota, mereka hanya di boking oleh beberapa orang.


"Lisin Ambillah... jangan bilang kamu punya Ferrari juga di rumah... " Pangeran menyerahkan Kunci beserta surat-surat Ferrari.


"Mau bagaimana lagi... Hengki kamu bawa Ferrari dan benerin bagian yang rusak... "


"Ok... "


"Wiuuu... Wiuuu... Wiuuu... " Dari kejauhan suara Sirine polisi dapat terdengar.


"Sial... Ada polisi... "


"GO... GO... Go... pergi semua jangan sampai kalian tertangkap... "


"Cepat pergi... "


Semua anggota Geng Ligas melarikan diri secepat yang mereka bisa, Lebih dari 10 mobil sport mengaum, suara kenalpot modifikasi dapat di dengar dari kejauhan.


"Kenapa kita lari... " Lisin bertanya.


"Kamu bodoh... balapan ini ilegal jelas jika kita tertangkap kita akan berakhir di sel penjara... " Kinar menjelaskan dengan kesal.


"Sial... ini ilegal aku tidak tau... Kenapa kamu ikut mobilku?" Lisin bertanya saat melihat Kinar duduk di depan.


"Aku malas membawa mobil jadi aku datang nebeng sama Pangeran..." Jawab Kinar dengan datar.


"Lisin... jangan tertangkap polisi... " Pangeran berkata saat hendak masuk ke Lamborghini.


"Kamu juga... " Kedua mobil pergi melalui jalur yang sama dengan mobil polisi mengejar dari belakang.


"Sial... bagaimana Polisi bisa datang dengan cepat seharusnya polisi itu datang terlambat seperti yang ada di sinetron" Lisin berkata dengan kesal.


"Jarak Kantor polisi dari Tugu selamat datang sekitar 10 kilometer setidaknya 30 menit jika tidak ada kemacetan... kemungkinan besar Polisi mengetahui adanya balap liar saat kalian bertiga balapan sebelumnya... " Kinar menjelaskan.


"Ini karena kalian tidak ijin dulu jika mengadakan balapan..." Lisin menegur.


"Lisin... ku pikir kamu pintar... Mana ada polisi yang mengijinkan penutupan jalan hanya untuk balapan, jelas tidak mungkin... Sedangkan siapa yang menghubungi polisi Hanya satu kemungkinan yaitu saat Vito tertinggal di belakangmu dia pasti orang yang menghubungi polisi"


"Sial... jadi itu dia... pantas saja dia pergi dengan cepat-cepat... "


Lisin yang mengemudikan Mercedes benz mengikuti Lamborghini Pangeran yang ada di depan.


Di kejauhan Ada dua mobil polisi yang menutup jalan sedangkan di belakang ada dua mobil polisi yang mengejar.


"Sial... sepertinya polisi dengan sengaja menutup jalan ini... " Pangeran dengan terpaksa menghentikan Lamborghini.


"Tolong kerjasamanya pengemudi harap turun dari Mobil dan tiarap..." Salah satu polisi berkata dengan menggunakan pengeras suara sambil mengarahkan pistolnya.


Dua mobil polisi dengan jenis Mitsubishi Galant tipe V6 tanpa penumpang menutupi jalan sedangkan polisi dengan siaga di pinggir jalan mulai mendekati Lamborghini.


"Sial... " Pangeran berpikir jika Vito lah yang menghubungi pihak polisi, mengingat perkataan terakhir Vito sebelumnya. 'Pangeran jangan salahkan aku tentang apa yang terjadi setelah ini'


"Lisin... di depan ada polisi kenapa kamu tidak mengurangi kecepatan... " Kinar dapat melihat Lamborghini Pangeran berhenti sedangkan polisi menggunakan dua mobil sebagai penutup jalan.


"Kenapa harus berhenti... kamu lupa ini mobil jenis SUV, jika itu Lamborghini mungkin akan terbalik namun SUV memiliki berat yang cukup besar" Lisin semakin menambah kecepatan.


"Sial... kamu ingin menabrak dua mobil polisi?" Karena akan terjadi tabrakan Kinar dan Lisin memasang sabuk pengaman.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan... "


Bersambung...


__ADS_2