
Lisin mengemudikan Mobil Mercedes Benz GL 400 mengikuti Lamborghini yang ada di depan, setelah beberapa belokan Lisin dapat melihat Mobil Ferrari yang di gunakan Vito sebelumnya berada di tengah jalan, sedangkan ratusan anak muda baik itu laki-laki ataupun perempuan berkerumun secara tidak akurat.
Lisin dapat melihat suasana tempat yang mengasikan, banyak mobil sport terparkir secara teratur di pinggiran jalan, sedangkan kap bagasi belakang mobil terbuka memperlihatkan sound sistem yang cukup keren dengan nada musik DJ sedang di putar, Lampu neon segala macam warna terlihat memanjakan mata saat menghiasi beberapa mobil.
Lisin yang keluar dari mobil bisa merasakan kebisingan dari tempat tersebut, Jika kalian pernah melihat Fast and furious ketika Brian yang mengendarai Mobil Nissan Skyland akan melakukan balap liar setidaknya tempat ini tidak jauh berbeda dengan tempat tersebut.
Banyak juga gadis penggoda memamerkan paha dan perutnya, Lisin yang mengikuti Pangeran hanya bisa menggeleng sepertinya saraf gadis-gadis ini telah putus.
"Pangeran... Bisakah kita bermalam bersama?" Salah satu gadis penggoda mendekati Pangeran.
"Tidak... "Jawab Pangeran.
"Bagaimana dengan ku..." gadis penggoda lainnya bertanya, dan hanya di abaikan oleh Pangeran.
Semua orang memandang Lisin yang mengikuti Pangeran dari belakang, dari perkataan Vito sebelumnya semua orang tau jika Pemuda yang mengikuti Pangeran ini adalah orang yang menghentikan jalanya balapan, jika pangeran tidak menghentikan tindakan Vito pasti Pemuda ini akan berakhir mengerikan.
Pikir semua orang... Lisin hanya pemuda yang cukup beruntung, Jelas Lisin tidak tahu apa yang di pikirkan semua orang dia hanya berjalan dengan santai.
"Vito... Dia akan ikut balapan malam ini..." Pangeran berkata dengan ringan.
"Pangeran apa kamu yakin..." Vito jelas tidak senang namun setelah mendengar perkataan Pangeran selanjutnya dia mau tidak mau menerima.
"Kau lihat dia memiliki Mercedes Benz GL 400 jika tidak salah itu senilai 1,5 Miliyar bukankah kita sebelumnya bertaruh tentang Mobil kita..."
"Baiklah... malam ini Kita akan balapan bertiga..." Mendapatkan mobil lain bagaimana Vito tidak senang, kau tau Mobil pihak lain adalah Tipe SUV dan itu sangat besar, tidak cocok untuk balapan jadi dia pasti akan kalah.
"Selamat datang di Geng Ligas kami adalah sekumpulan Anak Orang Kaya yang hanya ingin menghabiskan waktu dengan cara berkumpul seperti ini..."
"Kamu..." Lisin di kejutkan dengan gadis cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka mendekatinya.
"Perkenalkan namaku Kinar kamu pasti bukan anak Malang jadi kamu tidak tahu Tentang Geng Ligas" Kinar yang mendekati Lisin kemudian duduk di atas kap mobil terdekat.
"Namaku Lisin aku dari Banyuwangi..." Lisin tidak bisa mengalihkan pandangan dari Kinar.
"Banyuwangi... Kenapa kamu datang ke malang?" Kinar berkata sambil menatap mata Lisin.
"Aku ingin kuliah di Universitas Negeri Malang"
"Ow... Kalau begitu simpan Nomorku aku juga kuliah di sana Aku ada di Fakultas Sastra..." Keduanya saling bertukar nomor ponsel.
"Aku tidak pernah tau jika seorang Kinar akan berinisiatif memberikan nomornya ke seorang yang baru dia temui... " Pangeran mengejutkan keduanya.
Pangeran sedikit terkejut oleh tindakan Kinar, dirinya dan Kinar sudah kenal sejak kecil keduanya hanya sebatas sahabat namun dia tau tentang kepribadian Kinar jadi terasa aneh baginya tentang apa yang Kinar lakukan.
"Pangeran... Apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu" Kinar berkata dengan datar.
"Tidak hanya saja... Kamu akan melihat jika orang lain akan kehilangan mobilnya malam ini..."
Pangeran semakin bingung, bukannya kamu bilang pembenci laki-laki karena otaknya ada di bagian bawah, kenapa sekarang kamu dengan mudah dekat dengan Lisin ini.
"Pangeran apa kamu tidak bercanda bukannya Mobilnya tipe SUV jelas ini balapan yang tidak adil" Kinar berkata dengan tidak puas.
Pangeran semakin heran dengan sahabatnya yang satu ini, Sikapnya tidak seperti biasanya, jika itu orang lain Kinar akan mengabaikan pihak lain walaupun seberapa cakap dan kaya orang tersebut.
"Sebagai Leader aku yang memutuskan... Kinar apa kamu suka dengan dia..." Pangeran bertanya.
"Tidak juga... Di pandang dari sudut mana pun jelas Mercedes benz GL 400 akan kalah dengan mobil kalian yang sudah melakukan modifikasi mesin dan sistem injeksi juga ada Nos yang di tambahkan..." Lalu Kinar menatap Lisin.
"Apa..." Tanya Lisin merasa tidak nyaman di tatap oleh pihak lain.
"Kenapa kamu tidak menyerah mungkin aku bisa membantumu lepas dari Geng Ligas..." Kinar melihat ke arah Lisin semakin penasaran.
__ADS_1
"Maaf... hanya saja aku sudah menerima tantangan pihak lain dan juga Yang menentukan pemenang bukanlah mobilnya melainkan Pengemudinya" Lisin berkata dengan menyakinkan.
"Hehehe... entah kenapa aku terpesona dengan perkataan mu..." Kinar harus mengakui kepercayaan diri Lisin.
"Lisin... balapan akan di mulai dalam waktu 10 menit lagi... Hengki bantu dia mengontrol mesin, aku tidak ingin kekalahannya di karenakan kondisi mesinnya yang buruk" Seorang Pemuda dengan potongan rambut pendek datang.
"Bro... ini mobilmu... jelas ini tidak akan mengimbangi kecepatan Ferrari Vito dan Lamborghini Pangeran yang sudah menggunakan Nos" Hengki berkata tidak berdaya.
"Hengki kan... apakah kamu punya peralatan, kurasa dalam waktu 10 menit mobil ini akan memiliki perubahan" Lisin tersenyum.
"Lisin kan... Aku adalah seorang montir Aku ikut Geng Ligas karena pekerjaanku... Mari ku perlihatkan sesuatu..." Hengki membuka pintu belakang mobil box.
Sial... apakah ini Bengkel berjalan... sepertinya Geng Ligas ini tidak main-main dalam balapan, mereka bahkan menyiapkan suku cadang langsung.
Apa yang Lisin lihat adalah perlengkapan bengkel dengan onderdil tertentu terutama dengan Nos Lisin sangat tertarik dengan kecepatan seperti apa yang di hasilnya jika dia ingin memasang Nos di mobilnya.
"Hengki apa ini di jual..." Lisin bertanya tentang Nos.
"Benar... kamu tidak berniat menyuruhku untuk memasang Nos dalam waktu 10 menit kan..." Hengki tidak berdaya, jika Memasang Nos setidaknya membutuhkan waktu beberapa jam belum lagi ini di luar bukan di bengkel.
"Aku tidak menyuruhmu memasangkan... tapi aku yang akan memasangnya sendiri"
"Kamu... Juga Montir... " Hengki berkata dengan semangat.
"Sedikit... ini juga kali pertama aku akan memasang Nos... tapi tenang saja aku akan membayar Tagihan ku" Hengki yang tidak berdaya menyetujuinya.
10 menit berlalu...
"Sial... aku tidak pernah tahu jika pemasangan Nos bisa di lakukan dengan cara ini... Bro Lisin aku sangat mengagumimu" Hengki seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan.
Hanya saja dia tidak yakin dengan kemenangan Lisin mengingat Mobilnya tipe SUV yang terkenal dengan berat mobilnya.
"Bro Hengki... balapan belum di mulai kenapa kamu berfikir jika aku akan kalah... Baiklah aku ingin melihat kemampuan seperti apa yang di miliki para pembalap jalanan" Lisin dengan senyuman memasuki mobilnya.
Banyak orang yang ada di sekitar berkerumun dan berteriak, Siapa yang tidak menyukai balapan hanya mereka terbelakang tidak tertarik dengan balapan, gadis-gadis penggoda mengelilingi Ketiga Mobil yang akan ikut balapan.
"Apa kamu siap... " Gadis penggoda yang mengenakan baju berwarna pink bertanya.
"Aku siap... " Vito menjawab sedangkan Pangeran dan Lisin hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu jalur balapan seperti biasa, pembalap harus memutari tugu selamat datang dan akan kembali lagi kemudian berakhir di sini saat Finis"
Lisin yang mendengarkan Gadis penggoda yang menjelaskan hanya mengangguk kemudian mengatur GPS, hanya sekali lihat Lisin sudah memahami Jalurnya, Jalur pertama memiliki 2 Kilometer track lurus kemudian ada belokan pertama, berikutnya 600 meter belokan kedua, lalu 1kilometer belokan ketiga, lalu belokan lampu merah di jalan raya setelah itu 2 kilometer lagi sampai di Tugu di mana Lisin sebelumnya melalui jalan tersebut.
Beberapa anggota Geng Ligas menggunakan ponsel mereka untuk memastikan jika penutupan jalan telah di lakukan dengan aman, di setiap belokan di jaga oleh beberapa pemuda guna untuk memastikan tidak ada pengendara mobil yang melalui tempat tersebut.
"Baiklah saat ini jatuh balapan akan di mulai..." Gadis penggoda meraba-raba pakai dalam yang ada di balik baju pink kemudian Bra warna hitam di tarik keluar.
Sial... wanita tidak berakhlak ini... Lisin mengutuk dalam hati.
Walaupun itu masih tertutupi oleh baju pink namun puncak gunung masih menonjol dengan jelas, hal ini membuat Lisin kurang fokus dalam start awal balapan.
Bra hitam yang terbang ke atas jatuh mengenai jalan aspal dua mobil Ferrari dan Lamborghini melaju secara bersamaan, sedangkan Mercedes benz milik Lisin kalah dalam start awal kemudian mengikuti kedua mobil dari belakang.
"Hahaha... orang ini sangat lucu start awal saja kalah... "
"Benar untung saja aku tidak bertaruh untuk Mercedes benz... "
"Kamu bertaruh ke siapa bro... "
"Tentu saja Lamborghini Pangeran... "
__ADS_1
"Bro sepertinya kita dalam kubu yang berlawanan, aku bertaruh pada Ferrari milik Vito... "
Taruhan seperti ini lah yang membuat anak mudah menggemari adanya balapan. Hanya satu orang yang bertaruh untuk Mercedes benz dalam perjudian tersebut yaitu Kinar.
Kembali ke jalanan di mana Ferrari dan Lamborghini melaju secara bersamaan, Vito yang melihat ke arah samping dapat mengetahui jika Pangeran dengan Lamborghini nya berniat menyalip.
Jalur 2 kilometer sebelum belokan pertama, Vito dengan cepat menggunakan Nos dan Mobilnya melaju dengan cepat mengungguli Lamborghini.
"Hahaha... Kemenangan ini milikku... " Vito tertawa saat melewati belokan yang pertama di ikuti Lamborghini di kejauhan.
"Kamu mudah di tebak Vito... " Pangeran tersenyum kemudian saat belokan kedua Lamborghini melesat melewati Ferrari dengan kecepatan tinggi.
"Sial... apa kamu sudah gila pangeran..." Vito tertekan saat melewati belokan karena Jarak Ferrari dan Lamborghini hanya beberapa centimeter saja, jika terjadi kesalahan itu akan berakhir dengan tabrakan.
Jelas sekali keduanya telah menggunakan Nos dimana menghasilkan kecepatan tinggi.
Vito yang berada di posisi kedua menjadi lebih tertekan saat melihat kaca spion.
"Dia... dia di belakang ku... sejak kapan... bukannya kami telah meninggalkannya saat strat awal..." Mercedes benz putih berada tepat di belakang Ferrari, itu seperti hantu yang menjadi bayangan Mobil di depannya.
Vito merasa sangat di terhina, bukannya mobil Ferrarinya memiliki harga dua kali lebih mahal dari Mercedes benz GL 400 bagaimana bisa mobil tersebut memiliki Kecepatan hampir menyamai milikinya.
Lamborghini sudah di melewati Tugu selamat datang kemudian di ikuti Ferrari dan Mercedes benz. Lisin mengikuti di belakang kedua mobil di depannya, menurutnya jika sebelumnya tidak melakukan perubahan modifikasi pada mesin Mobil yang dirinya kemudikan akan mustahil untuk mengimbangi kecepatan Ferrari di depannya.
Lisin menghabiskan satu tabung Nos dan masih tersisa satu kesempatan lagi setidaknya Lisin berharap jika Mesin Mercedes benz tidak mogok di jalan.
Lisin berniat menyalip melalui sisi kiri Ferrari, setelah melewati Tugu selamat datang dan sebelum mencapai belokan lampu merah ada track Lurus sejauh 2 kilometer dan di sini Lisin berniat meninggalkan Ferrari dan mengejar Lamborghini Pangeran yang hampir mencapai belokan lampu merah.
"Sialan... jangan bercanda denganku... " Vito yang tidak ingin kalah dari Lisin membanting Kemudi dengan niat mempersempit jarak mobil dengan pembatas jalan.
Lisin yang melihat apa yang di lakukan Vito jelas tau jika situasinya akan sulit, jika Lisin terus menyalip maka akan terjadi tabrakan, jadi demi menghindari tabrakan Lisin mengurangi kecepatan dan mengambil sisi bagian kanan yang terbuka dari belakang Ferrari.
Dalam Waktu sepersekian detik Vito tidak menyangka jika Lisin akan membaca niatnya dengan cepat. Mercedes benz menyalip melalui sisi bagian kanan.
"Sial... kenapa mobil SUV lebih baik dari Ferrari ku yang sudah melakukan banyak modifikasi..." Bagaimana Vito menerima kekalahan jadi dia membanting kemudi ke arah kanan namun berakhir dengan kehilangan keseimbangan.
Ferrari merah yang kehilangan keseimbangan melakukan putaran secara terus menerus hingga Mobil Ferrari berhenti tepat di sisi jalan setelah menerima gesekan dengan pembatas jalan.
"Sialan... " Untungnya Vito melakukan pengereman tepat waktu dan dengan cepat mengambil alih keseimbangan Ferrari, jika tidak Mobilnya akan menabrak pembatas jalan dan akan mengalami kerusakan lebih parah, syukurlah itu hanya beberapa goresan yang cukup dalam, namun biaya perbaikan setidaknya ratusan juta.
Lisin yang melihat jika Ferrari merah berhenti setelah gesekan dengan pembatas jalan tidak peduli, pihak lain tidak peduli dengan keselamatannya kenapa dia harus peduli.
Melewati belokan lampu merah Lisin dapat melihat Lamborghini yang ada di depannya, Dengan jarak yang semakin menyempit Lisin tidak mengurangi kecepatan dalam belokan berikutnya.
Para anggota Geng Ligas yang mendukung Pangeran sangat senang melihat Lamborghini muncul dari belokan, sedangkan Untuk penduduk Vito hanya merasa sedih kemungkinan akan muncul di belokan setelahnya, namun siapa sangka jika yang muncul berikutnya adalah Mercedes benz.
"Sial... apakah ini mimpi"
"Kenapa Mercedes benz... kemana Ferrarinya Vito"
"Apakah ada kendala dengan mesinnya..."
"Pasti bocor bannya..."
"Sial... ini tidak mungkin kan... "
"Bagaimana bisa... "
Apa yang di lihat para penonton berikutnya adalah ketidak percayaan karena Mercedes benz Melaju secara sejajar dengan Lamborghini milik pangeran.
Bukankah itu memiliki kecepatan yang sama tidak tapi lebih cepat.
__ADS_1
Bersambung...