
"Paaa... Paaa... Paaa..."
Suara renyah dapat di dengar dari dalam kamar mandi wanita. Walaupun pukulan Lisin tidak menggunakan banyak kekuatan, tetap saja akan membuat siapapun kesakitan.
"Berhenti, Pantatku sakit..." Rong Yue berkata dengan tidak puas. Lisin ini terlalu kejam, dirinya hanya meminta bantuan untuk membelikan pembalut wanita, mengapa Lisin memukuli pantat miliknya!
"Tentu saja aku harus memberikan kamu pelajaran..." Lisin dapat melihat pantat Rong Yue yang awalnya putih salju sekarang menjadi merah tomat, juga terdapat jejak lima jari milik Lisin.
"Aku akan mengingat ini, Setelah aku mengatakan tindakanmu ke ayahku, kamu akan berakhir..." Rong Yue sangat kesal, dia hanya bisa mengancam Lisin untuk sekarang.
"Katakan saja, sesuka hatimu..." Kata Lisin dengan tidak peduli. Menurutnya, Rong Yue tidak mungkin mengatakan tentang masalah dirinya memukul pantatnya.
Lisin juga sudah mengenal kepala Rong dan Jendral Xue. Keduanya tidak mungkin mempersulit Lisin, walaupun dirinya melakukan hal buruk kepada Rong Yue.
"Aku mendengar suara seorang pria!..." Salah satu karyawan wanita departemen naga memasuki kamar mandi wanita. Dia bersama temannya dan mereka mendengarkan perkataan Lisin yang cukup keras.
"Benar, Sepertinya di balik pintu toilet ini..." Teman wanita itu mengangguk setuju.
"Aneh, mengapa tidak terdengar lagi..."
"Mungkinkah kita berdua salah dengar?..."
"Mungkin saja..."
Mendengar pembicaraan kedua wanita yang ada di luar pintu toilet, Membuat Lisin dan Rong Yue ketakutan setengah mati dan keduanya dengan cepat menutup mulut mereka. Mereka tidak berani berbicara, karena takut jika dua karyawan yang ada di luar akan mendengarnya lagi.
Lisin memiliki jantung yang berdetak dengan kencang. Perasaan hampir ketahuan benar - benar memiliki sensasi yang luar biasa.
Tetapi tidak dengan Rong Yue, Dia tahu dua karyawan wanita di luar, dapat membuat gosip yang tidak - tidak begitu mereka tahu dirinya ada di dalam toilet bersama dengan seorang pria.
Setelah keduanya pergi, Lisin dan Rong Yue sama - sama menghela nafas lega. Untungnya, mereka tidak tertangkap.
Karena Lisin yang polos sangat gugup, kedua tangannya secara tidak sadar memegang semangka besar milik Rong Yue. Itu memiliki sensasi lembut dan halus sehingga Lisin keenakan. Dia sekali lagi meraih dan menekan Semangka milik Rong Yue.
__ADS_1
"Cabul, Kemana tanganmu menyentuh? Singkirkan itu..." Rong Yue memutar matanya dengan kesal. Sebelumnya Lisin mengambil ciuman pertamanya, sekarang menampar pantatnya. Tidak ketinggalan meremas semangka lembut miliknya.
Apakah ada kebetulan yang seperti ini?
Rong Yue memiliki firasat, keperawanannya akan hilang tidak lama lagi jika dia terus bersama dengan Lisin. Meminta Lisin membawakan pembalut wanita benar - benar kesalahan fatal.
Pria sialan ini, meskipun dia terlihat tampan, dia terus menerus mengambil keuntungan dariku. Pikir Rong Yue dengan kesal.
Jika orang lain memanfaatkan dirinya, Rong Yue sudah akan menendang bagian bawahnya dan membuatnya menjadi kasim. Namun, Lisin memiliki sesuatu yang membuat Rong Yue selalu dirugikan. Dan itu tidak diketahui alasannya.
Dari awal, dirinya berniat menjaga jarak dengan Lisin, tetapi siapa sangka dirinya akan bertemu dengan Lisin dalam kondisi dirugikan.
"Ancaman tidak berlaku terhadapku..." Lisin tersenyum tipis, dan melepaskan telapak tangannya. Tapi sebelum dia melakukannya, dia meraih dan menggosok semangkanya lagi, dan membuat Rong Yue sangat tertekan.
"Cabul, cepat dan pergi!..." Rong Yue mendapatkan pembalut wanita dari Lisin kemudian dia mengenakannya.
Sebelum Lisin keluar, dia sekali lagi memukul pantat Rong Yue sebagai salam perpisahan.
.....
Lisin keluar lebih awal tanpa menunggu Rong Yue. Dia sudah memberikan polisi wanita ini pelajaran, karena sudah selesai. Dia ingin kembali untuk melanjutkan kehidupan seorang pengangguran banyak acara.
Bagaimana mungkin, dia akan melepaskan kesempatan untuk bertemu lagi dengannya?
"Kepala Rong, Senang bertemu denganmu..." Lisin menjawab dengan sopan.
Sebenarnya Lisin terlalu malas dengan bertemu dengan Sosok penting yang ingin berbicara sesuatu yang tidak penting.
Lisin tidak akan pernah peduli, disaat topik pembicaraan yang dia bahas tidak menarik dimatanya. Akan tetapi, Jika topik pembicaraan tentang Semangka maka Lisin akan berdiri didepan.
Mengikuti undangan Kepala Rong, Lisin duduk tetapi dia tidak mengerti apapun yang kepala Rong sampaikan dari perkataannya.
"Tuan Li, begitulah rencana departemen naga dimasa depan..." Setelah memberikannya penjelasan tujuh keliling, Kepala Rong akhirnya menyelesaikan perkataannya.
"Oh, ya tentu saja..." Lisin yang tidak memahami perkataan Kepala Rong hanya bisa mengangguk terus menerus.
__ADS_1
Walaupun Lisin ada di sana, di saat Kepala Rong memberikan membahas tertentu. Lisin tidak akan mengerti apapun, jika Kepala Rong bertanya tentang inti dan pokok pembahasan yang disampaikannya.
"Ayah..." Dari arah pintu masuk, Rong Yue datang dia sangat sial hari ini. Untuk itu setelah dia bertemu dengan Kepala Rong dia berniat untuk kembali.
"Putriku, Kebetulan sekali Kenalkan ini adalah Tuan Li. yang sebelumnya ayah bicarakan..." Kata Kepala Rong dengan tersenyum.
Rong Yue awalnya setenang air saat dia memasuki ruangan ayahnya. Tetapi siapa sangka jika dia akan bertemu dengan Lisin lagi.
"Ini..." Melihat bagaimana ayahnya memperlakukan Lisin dengan nada hormat. Rong Yue benar - benar terkejut.
Dia tidak pernah tahu jika sosok pria yang selalu mengambil manfaat darinya dan baru saja bersama dengannya di dalam toilet adalah sosok yang sangat penting.
Setelah terkejut sebentar, Rong Yue kembali sadar kemudian menatap Lisin dan berniat menyapanya.
"Tuan Li, Senang bertemu denganmu..." Kata Rong Yue dengan terpaksa.
Membuat ayahnya, yang seorang kepala departemen naga memberikan rasa hormat. Hal ini Membuat Rong Yue bertanya - tanya tentang latarbelakang milik Lisin.
Lisin mengangguk sebagai jawaban.
"Hahaha, Kepala Rong aku tidak menyangka jika kamu memiliki seorang putri yang sangat cantik..." Lisin langsung memberikan pujian. Seolah belum pernah melakukan apapun terhadap Rong Yue.
Kepala Rong sangat heran, sebenarnya disaat dirinya membahas beberapa visi dan misi Departemen naga baru. Lisin tidak tertarik sama sekali. Sekarang disaat putrinya yang cantik keluar, Lisin menjadi orang nya sangat berbeda.
Tentang perkataan Jendral Xue benar, Lisin hanya bisa dimenangkan dengan wanita saja. Bahkan Kepala Rong mendengar tentang Lisin yang menolak Xue Yunran.
Kepala Rong tidak memiliki Apapun selain masa depan putrinya. Sebenarnya Kepala Rong tidak ingin putrinya berkecimpung dengan kepolisian, tetapi Rong Yue memiliki keinginan yang keras.
Hal itu membuat Rong Yue tidak memiliki pasangan hidup. Sekarang karena ada Lisin dan juga sosok yang luar biasa. Mengapa tidak menikahkan saja keduanya.
"Haha... Tuan Li, sepertinya sudah mengenal putriku, Mengapa tuan Li tidak mengenal Yue'er lebih dalam lagi?..." Kepala Rong menyarankan.
Ini terlihat seperti sapi yang menjual anaknya kepada Harimau kelaparan.
Rong Yue memiliki kedua mata terbuka, mengapa ayahnya tega ingin mengenalkannya kepada Lisin. Rong Yue akhirnya menebak pemikiran ayahnya.
__ADS_1
"Ayah, kamu harus tahu. Aku tidak mungkin dekat dengan pria cabul seperti dia..." Rong Yue berkata dengan lantang saat menolak Lisin.
Bersambung...