Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 119


__ADS_3


Di sebuah kantor tertentu, Sultan duduk dengan beberapa Arsip perusahaan yang sedang dirinya tangani. Dalam Arsip tersebut terdiri dari kepengurusan perusahaan, pengeluaran dan juga pendapatan.


Sultan sedikit tertekan karena perusahaan dealer yang dirinya tangani tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan, dirinya sudah melakukan banyak hal hanya untuk menarik pelanggan dan hasilnya dia sangat puas dengan antrian yang panjang.


Namun, Sultan juga tidak ingin melihat begitu banyak antrian, dirinya menginginkan agar pelanggan yang datang langsung tertangani dengan benar dengan begitu akan capat terselesaikan.


Sultan bingung, kenapa begitu banyak pelanggan hingga membuat semua karyawan kewalahan, tapi pendapatan perusahaan tidak mengalami peningkatan sama sekali.


Apa yang salah?


Di bandingkan satu bulan yang lalu di mana dirinya secara langsung menjadi kepala bengkel, Sultan bisa membuat pendapatan dealer mengalami peningkatan yang melebihi target. sekarang setelah dirinya lebih fokus ke manajemen, perusahaan mengalami perubahan yang signifikan.


"Halo Bos..." Sultan sangat senang teman sekaligus atasnya yang lebih dari dua bulan tidak bertemu menelpon dirinya.


Sekarang pendapatan Sultan sangat stabil dirinya juga bisa membiayai universitas adiknya dengan mudah, mengirimkan sejumlah uang kepada orang tuanya. juga mendapatkan posisi manajemen perusahaan yang tidak mungkin di dapatkan oleh kebanyakan orang seumur hidup mereka.


Semua itu karena teman sekaligus atasnya yaitu Lisin. Dan sekarang Lisin menelpon dirinya bagaimana dirinya tidak bahagia.


Sultan yang seharusnya bahagia, menjadi termenung setelah menerima panggilan telepon dari Lisin.


Apa yang terjadi, mengapa Lisin berbicara dengan begitu dingin. Apakah ada masalah di bawah?


Saat Sultan melihat apa yang terjadi di depan dealer, dirinya sangat marah. bagaimana tidak itu karena Lisin sebagai pemilik perusahaan di usir oleh pegawainya sendiri.


Siapa Lisin? Jikapun dia bukan seorang bos perusahaan. Lisin dan Sultan adalah teman yang cukup dekat, melihat temannya yang diperlakukan seperti itu bagaimana Sultan tidak marah?


"Hentikan..." Sultan berkata dengan keras hingga menjadi pusat perhatian di antara karyawan dan pelanggan yang ada di perusahaan.


"Pak manajer... Senang bertemu dengan anda..." Kepala bengkel yang mengusir Lisin menyambut kedatangan Sultan.


Dirinya menggantikan Sultan untuk mengurus bagian lapangan sedangkan Sultan sebagai kepala manajer akan mengurus bidang pemasaran seperti iklan dan lain sebagainya.


"Apa yang kamu lakukan?..." Sultan bertanya kepada kepala bengkel dengan dingin.


Kepala bengkel tidak mengerti jika Sultan mengenal Lisin, dirinya dangan tenang membuat kebohongan.


"Jadi seperti ini pak... Kami dan semua karyawan telah melakukan upaya yang terbaik untuk menangani antrian servis yang panjang, dan Masnya ini meminta didahulukan kami mana bisa menyanggupinya, karena Masnya ini memakasa dengan kasar saya harus mengusirnya demi kebaikan bersama" Kepala bengkel berkata dengan fasih seolah mengatakan kebenaran.


Jika itu manajer lain pasti akan langsung percaya, karena pihak lain berkata dengan sangat menyakinkan.


Tentu saja Sultan tidak percaya dan lebih percaya terhadap kesaksian Lisin walaupun dirinya belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Bisakah kamu diam..." Sultan berkata dengan datar.


Saat ini dirinya sangat malu, sudah dipercaya namun mengecewakan Lisin, Jelas Sultan kesulitan untuk menjelaskan karena Lisin sudah melihat kebusukan karyawan kepercayaannya.


Baik atau buruknya seseorang karyawan akan menjadi cermin seorang atasan.


"Bos... Maaf, sepertinya aku salah mempercayai seseorang..." Sultan berkata dengan tidak berdaya.


Bos!!!


Melihat Sultan memanggilnya dengan sebutan Bos, kepala bengkel yang berbohong dan berniat mengusir Lisin sangat ketakutan, belum lagi dirinya meminta uang pelicin kepala bosnya sendiri.


Sial... Dia tidak berbohong, dia benar-benar pemilik dealer ini...


Tidak bisa berbuat apa-apa lagi sepertinya dirinya akan kehilangan pekerjaan sebagai seorang kepala bengkel.


Beberapa karyawan yang mengerti perbuatan buruk kepala bengkel mereka hanya bisa menggelengkan kepala, mereka berjanji jika tidak ingin bernasib sama dengan kepala bengkel dirinya harus bekerja dengan baik dan jujur.


Bekerjalah sebaik mungkin tanpa memikirkan sebuah imbalan uang, karena perbuatan baik disertai usaha dan bekerja akan berakhir dengan hasil yang baik juga. sedangkan untuk uang, dengan sendirinya akan menghampiri hidupmu.


Namun akan berbeda cerita jika berbuat baik disertai menganggur, karena sebaik apapun dirimu jika kamu menganggur uang tidak akan menghampiri hidupmu.


Kesimpulannya bekerjalah jika menginginkan uang...


Sial... Jadi ini yang membuat pendapatan perusahaan tidak mengalami peningkatan.


"Bos... Aku akan memecatnya" Sultan berkata dengan dingin.


"Pecat dia secara langsung terlalu klasik..." Lisin menggelengkan kepala.


Lisin melihat Kepala bengkel yang ketakutan dengan dingin. Sebenarnya Lisin tidak ingin mempersulit orang lain hanya saja orang lain jangan mempersulit dirinya jika tidak auto pecat.


"Kamu taukan apa yang terjadi dalam novel online tentang seorang karyawan seperti dirimu?..." Lisin bertanya dengan datar.


Kepala bengkel memiliki kaki yang bergetar, jelas dirinya sering membaca novel online di saat senggang dan dalam novel tersebut, seorang karyawan memandang rendah atasan mereka dan berakhir dengan di pecat.


"Di pecat..." Kepala bengkel berkata dengan penyesalan, dirinya sangat suka membaca novel online. Mengapa dirinya berakhir seperti karyawan kurang beruntung yang ada di novel online.


Sebelum pergi dirinya berpamitan kepada karyawan lain, dan suasana seperti grup audisi di mana ada seseorang yang tereliminasi kemudian bersedih karena sangat kehilangan.


Berikutnya Sultan menghentikan segala aktifitas karyawan perusahaan, lalu memberikan sebuah Briefing kecil di mana sebagai pekerja kita harus adil terhadap pelanggan dan bla bla bla.


Sultan juga memberitahukan kepada semua karyawan perusahaan jika Lisin adalah pemilik dealer. hal ini membuat setiap karyawan terkejut dan tidak menyangka jika pemilik dealer begitu muda, Setiap karyawan wanita mulai tebar pesona berharap jika Bos muda dan tampan tersebut agar melirik dirinya.

__ADS_1


Tentu saja Lisin tidak tertarik dengan keindahan bedak tebal, Lisin mengabaikan Setiap karyawan wanita yang mendekati dirinya dan lebih memilih pergi ke kantor yang ada di lantai atas guna melakukan pembahasan dengan Sultan.


"Bro Sultan jika kamu memiliki sesuatu yang ingin dikatakan bilang saja..." Lisin duduk bersandar sambil melihat Sultan yang terdiam.


Menurutnya masalah karyawan yang merugikan perusahaan bukan sepenuhnya salah Sultan, terkadang di saat kita mempercayai seseorang mereka akan lupa dengan tanggung jawab dan berbuat sesuai keinginan mereka sendiri.


"Bos... Aku ingin mengundurkan diri..." Sultan yang terdiam secara perlahan mengejutkan Lisin.


Mengundurkan diri?... Apakah aku salah dengar, mengapa Sultan mengatakan ingin mengundurkan diri apakah karena kejadian sebelumnya?


"Bro... Bisakah kamu menjelaskan maksud perkataan mu barusan?..." Jelas Lisin tidak senang dengan perkataan Sultan.


"Aku tidak pantas menjabat sebagai Kepala Manajer perusahaan..." Sultan berkata dengan tidak berdaya.


Lisin terdiam, dirinya sudah menduga jika Sultan akan menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian sebelumnya.


Lisin mengingat kembali hari-hari sebelum dirinya memiliki sistem kekayaan, di saat dirinya belum makan Sultan akan membelikan sesuatu untuk dirinya makan.


Saat dirinya di bully Sultan membelah dirinya, Kebersamaan dalam senang maupun susah. Merantau ke bali besama, jika bukan karena Sultan mungkin Lisin akan berada dalam kondisi yang lebih sulit lagi.


Kembali saat dirinya memiliki seorang pacar LDR yang saat itu dengan Rahayu, jika bukan karena Sultan Mungkin Lisin akan terus menjadi laki-laki bodoh yang percaya dengan kemunafikan seorang wanita. Dirinya tidak akan pernah tau jika pacar LDRnya telah menduakanya.


Hanya satu yang membuat Lisin kesal yaitu saat dirinya menjadi obat nyamuk di saat Sultan berkencan dengan pacarnya. Mengingat itu lagi Lisin sedikit tertawa geli, menjadi Jomblo bukanlah kemalangan melainkan menguji kesabaran.


Sekarang Sultan berniat berhenti dari pekerjaannya yang sudah mapan bagaimana Lisin akan membiarkannya.


"Bro... Laki-laki akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga, Jika kamu memimpin beberapa karyawan sudah menyerah bagaimana kamu akan memimpin keluargamu nanti?..." Lisin berkata sambil tersenyum.


"Dalam butiran beras akan ada beberapa batu kerikil, kamu tinggal memisahkannya kemudian mengambil beras tersebut untuk kamu masak"


"Seperti halnya Karyawan yang kamu pimpin... Selama kamu memilih karyawan yang bagus, dapat di percaya, mengikuti perintah kelak kamu akan berhasil... Memang benar karyawan harus pintar dalam menyelesaikan pekerjaan namun pintar saja tidak cukup"


"Kamu adalah orang paling dekat denganku, orang yang selalu menyemangatiku, kamu selalu dan selalu membantuku jadi sudah sewajarnya aku membalasmu"


"Tidak ada yang tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin... Kekuaranganmu adalah pengalaman, mudah percaya dengan orang lain, sulit mengambil keputusan sendiri..."


"Tidak ada seorang pemimpin yang sempurna, yang ada pemimpin yang belajar selama kamu belajar dari pengalaman burukmu kamu pasti akan menjadi orang yang berhasil"


"Bro Sultan... tolong pikirkan lagi keputusanmu... Teruslah menjadi Kepala Manajer di sini" Tidak seperti dirinya yang biasa entah kenapa Lisin berbicara panjang kali lebar kali tinggi.


Sultan yang mendengarkan Ceramah No Jutsu dari Lisin tidak bisa berkata-kata.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2