
(DING...)
(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem untuk melakukan pendaftaran kuliah di universitas negeri malang)
(Mendapatkan 50 poin)
(Mendapatkan Pengetahuan Universitas)
(Mendapatkan Kartu Keterampilan Master Olahraga)
Lisin yang termenung dapat merasakan sakit kepala yang luar biasa, kemudian Segala jenis pengetahuan universitas telah dirinya kuasai.
Hal ini membuat Lisin sangat senang. Lisin sangat tertekan jika harus kuliah di karenakan otaknya yang buntu, sekarang Mendapatkan pengetahuan universitas bagaimana dia tidak bahagia. dengan pengetahuan ini dia merasa tenang karena dirinya miliki keyakinan bisa bersaing dengan Profesor.
Sedangkan Untuk kartu keterampilan Master Olahraga Lisin tidak peduli dia hanya ingin menjalani Kehidupan Universitas dengan santai kenapa dia harus menjadi Master Olahraga.
Lisin memutuskan untuk mendatangi kamar asrama no 102.
Kamar asrama itu cukup besar dengan dua tempat tidur susun, di bagian belakang terdapat dapur ada juga kamar mandi dalam, hal aneh dapat di lihat jika ada tumpukan dus sabun.
Lisin yang memasuki kamar dapat melihat gambar tidak senonoh yang di pasang di dinding, seperti artis jav yang berpakaian kurang kain, Gambar heroin dari anime tertentu dan lain sebagainya, Kembali ke penghuni kamar ada Jo, Alim dan Brian.
Entah Mimpi apa semalam untuk harus memiliki teman satu kamar asrama seperti mereka bertiga, Lisin hanya bisa mendesah kemudian penasaran dengan tawaran Alim.
"Kalian lihat apa sih... " Lisin yang melihat Laptop Alim sedikit bingung, kenapa kalian lihat gituan apa faidahnya lihat hal seperti ini.
"Lisin sini lihat Doujin bersama... " Alim berkata kepada Lisin.
"Tidak aku tidak melihat hal-hal seperti ini... " Jawab Lisin dengan jujur.
"Bagaimana dengan ini... Ini Film jav Tante Anri dan tante Migumi" Brian memutarkan Film yang ada di Laptopnya.
"Ahhh... Yamete Kudasai... " Suara bahasa Jepang dapat terdengar di dalam kamar yang mana memiliki arti tolong berhenti.
Sial... Kenapa juga Brian ini memutar Film tante-tante ini, mengingatkanku saat masa kelam di Jepang. bagaimana reaksi kalian jika tahu aku pernah melakukan itu dengan mereka berdua.
"Alim... Brian... Sepertinya Lisin tidak suka dengan favorit kalian" Jo berkata sambil mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.
Syukurlah ada orang yang normal di antara ketiganya, Lisin sangat senang namun dia melihat jika Jo membuka Laptop miliknya.
"Lisin lihat ini saja... Anime Hentai lebih baik dari Manga Doujin dan Film Jav" Jo dengan bangga tersenyum.
Sial... aku menarik kembali kata-kataku sebelumnya, sepertinya 3 orang ini orang-orang tidak berakhlak.
Melihat Lisin yang diam ketiganya merasa aneh bukannya semua anak laki-laki suka hal beginian kenapa Lisin tidak tertarik, jangan bilang jika Lisin punya genre khusus seperti NTR atau yang bertiga, atau juga sesama jenis.
"Lisin kamu tidak kelainan kan... " Alim bertanya dengan prihatin.
Ketiganya berfikir jika Lisin pasti salah jalan jadi mereka harus meluruskannya agar Lisin bisa berada di jalur yang benar.
Sial... apanya yang kelainan kalian bertiga kelainan, aku tidak sanggup hidup di asrama dengan kalian semua, apa lebih baik beli rumah saja ya... dari pada berkumpul dengan mereka bertiga.
"Kalian bertiga salah faham... aku juga laki-laki normal namun tidak seperti kalian, sekarang kita bayangkan jika kalian melihat begituan, hal yang tidak tersalurkan setelah melihat beginian kalian harus berbuat apa..." Lisin berkata tentang fakta.
"Kenapa repot... tinggal ke kamar mandi aja" Jawab Brian dengan santai.
"Kamar mandi... bro ngapain ke kamar mandi?" Lisin bertanya dengan bingung.
"Ya... habisin sabun lah..." Jawab Brian.
Sial... ngapain juga aku menggunakan sabun.
"Lisin... tenang saja di sini kamu tidak perlu menghemat sabun, karena stok sabun ada 1000 dus" Alim berkata dengan bangga. Lisin akhirnya mengerti mengapa ada tumpukan dus sabun.
Sial woi... jadi kalian yang menghabiskan stok sabun di indomaret.
"Hm... tolong lupakan untuk sabunnya... emang kalian tidak punya pacar?" Lisin mengalihkan perhatian dengan membahas pacar siapa tau itu membuat mereka berfikir jernih.
"Tolong jangan katakan tentang pacar... itu sangat menyakitkan, kita bertiga Jomblo Akut" secara bergantian baik Jo, Alim dan Brian mengambil tisu untuk mengusap air matanya.
Kenapa kalian bertiga seperti kehilangan orang yang kalian cinta yang mana mereka telah kembali ke sisi Tuhan.
"Pengalaman kita selalu di tolak oleh wanita, dan itu sangat menyakitkan... " Alim mengenang masa kelam saat menyatakan cintanya.
"Benar... aku punya orang yang kucintai namun dia hanya menganggap ku sebagai seorang kakak tidak lebih, sakit... sakit bro" Jo berkata dengan tidak kuasa.
"Aku dulu punya pacar namun ketikung teman sakit bro... siapa yang tidak sakit melihat pacar bersama dengan teman yang paling dekat dengan kita" Brian juga mengusap sudut matanya dengan tisu.
Melihat ketiganya menangis Lisin entah mengapa merasa simpati.
"Sudah... sudah... kalian harus bersabar..."
"kalau kamu gimana bro Lisin..." Ketiganya melihat ke arah Lisin.
__ADS_1
"Aku... kenapa dengan ku..." Lisin bertanya bingung.
"Bro... kamu punya pacar?" Jo bertanya.
"Punya... dikit... " Lisin menjawab dengan bohong.
Jika Lisin mengatakan pengalaman ranjangnya ketiga orang ini pasti akan bunuh diri.
"Sudah pernah melakukan itu?" Brian bertanya.
"Sudah... dikit... " Jawab Lisin.
"Dikit mulu bro... " Alim tidak puas dengan jawaban Lisin.
"Kamu tidak punya banyak pacar kan..." Alim bertanya lagi.
"Dikit bro... tidak banyak" Lisin berbohong lagi.
"Syukurlah jika sedikit... aku tidak bisa bayangkan jika kamu punya banyak bro... " Jo tertawa bersama Alim dan Brian.
"Kalian kenapa tidak melakukan hal yang positif dari pada membuang masa depan kalian dengan bermain sabun" Lisin duduk di atas kasur.
"Bro... kamu benar sepertinya kita harus tobat" Jo mengakui.
"Jo... apa kamu yakin kawan..." mendengar pertanyaan Brian Jo mengangguk.
"Alim... bagaimana dengan mu... "Brian bertanya ke Alim.
"Aku... Doujin sudah menemaniku sejak kecil, mungkin ini saatnya aku harus berpisah dengan mereka yang selalu ada di saat aku sedih" Alim melihat ke arah Laptop dan itu Doujin Loli kesukaan dirinya.
"Brian kamu kan punya banyak koleksi Film Jav apa kamu yakin akan menghapusnya... " Jo bertanya.
"Ini pilihan yang cukup berat, Banyak koleksi edisi terbatas dalam folder rahasia, aku tidak pernah berfikir jika akan menghapusnya" Brian berkata sedih.
"Bagaimana jika seperti ini... kita bisa menyimpan dan kita bisa membukanya lagi saat kita kangen dengan mereka yang kita sayangi... " Jo menyarankan, dirinya sendiri juga memiliki banyak koleksi anime hentai, dan akan sangat di sayangkan jika menghapusnya, apalagi website gituan banyak yang sudah di blokir.
Sial... kalian niat tobat apa enggak sih... Lisin tertekan saat melihat ketiga teman barunya.
"Kalian bertiga dengarkan... terkadang akan sulit untuk melakukan hal baik tapi yakinkan pada diri kalian setelah kalian bertobat kalian bisa menjadi lebih sukses dan buat mereka menyesal, setelah itu kalian bisa mendapatkan seorang pacar yang lebih baik dari pada dia" Mendengarkan ceramah no jutsu dari Lisin ketiganya terdiam.
"pikirkan kembali kedua orang tua kalian... Mereka mencari uang sangat susah demi menyekolahkan kalian, kalian bertiga sangat beruntung bisa kuliah di fakultas kedokteran, pasti banyak uang yang orang tua kalian keluarkan agar kalian bertiga berada di titik ini" Lisin berhenti sejenak.
"Kalian bisa bayangkan, di luar sana ada banyak anak tidak seberuntung kalian... " Lisin menatap mata Jo, Alim dan Brian.
"Tidak ada kata terlambat untuk tobat dan melakukan hal yang baik..." Lisin tersenyum menyakinkan.
"Bro... bro Lisin... kamu... terimakasih"
"Terima kasih, karena perkataan mu... hati dan pikiran kita terbuka... Aku... Alim... dan Brian, akan memformat semua masa-masa kebersamaan dengan mereka semua, mulai sekarang kita harus menjalani hidup sehat tanpa adanya mereka yang hanya menjadi kesenangan sementara"
Dengan begitu tiga sekawan menghapusnya.
Lisin juga senang melihat teman barunya sudah berada dalam jalan yang benar, lalu tatapannya melihat tumpukan dus sabun, Sial... sabun ini jika buat mandi selama satu tahun juga tidak bakalan habis.
"Jadi... hal positif apa yang harus kita lakukan sekarang" Alim bertanya dengan rasa kehilangan.
"Benar juga kita sudah berjanji tidak akan menyentuh hal begituan lagi... " Brian mendesah, merasakan rasa kangen dengan film jav.
"Kalian ini... kalian kan masih tahap kuliah, belajar aja yang giat, Oh ya... kapan mata kuliah berikutnya?" Lisin menyarankan.
"Mata kuliah hanya senin, selasa, rabu, dan kamis, sedangkan jumat, sabtu dan minggu libur" Alim menjelaskan.
"Karena sekarang jumat maka tidak banyak yang harus kita lakukan" Jo dan yang lainya bingung.
"Teman-teman... Kenapa kita tidak jadi Youtuber" Alim menyarankan.
"Youtuber... konten apa yang harus kita video kan, kita bukan selebriti yang akan trending jika menjadi Youtuber" Jo berkata dengan tidak berdaya.
"Kita bisa melakukan Prank seperti berpura-pura menjadi gembel... atau kita bisa Prank Cewek dengan cara berpura-pura menjadi miskin kemudian kita perlihatkan mobil sport di depannya... "
"Tidak... Kita tidak punya mobil sport" Lisin hanya diam mendengarkan.
Berbagai saran telah di kumpulkan dan tidak satupun ada yang cocok dengan mereka.
"Bagaimana jika ekspedisi malam... kan banyak tu yang malam-malam ke kuburan untuk mencari penampakan... " Mendengar saran dari Brian semua terdiam.
"Tunggu... kebanyakan konten seperti ini... banyak yang hoax atau penipuan, gue pernah liat tuh ternyata Kuntilanak dan pocongnya jadi-jadian" Jo memprotes.
"Aku setuju dengan Jo... Menurutku konten ini tidak bisa di andalkan... " Alim berkata.
"Jo... Alim bilang saja kalian takut jika malam-malam datang ke kuburan" Brian mengejek.
"Siapa yang takut dengan hal begituan... " Jo tidak terima di katakan penakut.
__ADS_1
"Aku juga tidak takut... " begitu juga dengan Alim.
"Bilang tidak takut tapi kaki kalian gemetaran... "
"Bro Lisin diam aja bagaimana menurut mu?" Brian bertanya ke arah Lisin.
"Aku... aku harus ikut juga... " Bukannya Lisin takut hanya saja dia terlalu malas.
"Ayolah bro..." Ketiganya memohon, dalam pandangan mereka jelas Lisin terlihat pemberani.
"Ok... Aku ikutan" Lisin dengan tidak berdaya ikutan, Lisin menyesal melakukan ceramah no jutsu, jika tau seperti ini biarkan saja mereka bersenang-senang dengan hobi anehnya yang menghabiskan sabun.
"Brian apa kita menggunakan Penampakan rekayasa?" Alim bertanya.
"Kenapa kita menggunakan rekayasa... Kita harus menemukan penampakan sungguhan..." Brian berkata dengan niat yang kuat, seakan jika itu mahluk apa pun yang akan mereka temui tidak akan membuatnya takut.
.....
Malam harinya...
"Bro Lisin ini mobil mu... " Alim bertanya dengan terpukau, dia pernah melihat di Fast and furious jenis yang di tunggangi Brian o connor yaitu Nissan Skyline.
"Ya begitulah..." Mereka semua berkumpul di depan asrama kampus, sedangkan hanya Lisin yang memiliki Mobil jadi ketiganya mengandalkan Lisin.
"Bro Lisin... kita tidak menyangka jika kamu anak orang kaya... Mobil ini tidak murah, ini kisaran 1 Miliyar lebih" Jo memuji dengan kagum.
"Sudahlah Jangan membahas mobil terus... Brian bagaimana dengan persiapannya?" Lisin mengalihkan pembicaraan Alim dan Jo.
"Aku sudah membuat Chanel YouTube namanya 'Pencari Setan' Bagaimana keren bukan" Brian berkata dengan sombongnya.
"Kita harus berterima kasih kepada Bro Lisin karena telah mensponsori Vlogger pertama kita" Seperti kata Brian Lisin memberikan ponsel untuk melakukan Siaran Langsung dan ponsel itu Oppo Reno 6 5G milik Lisin yang ada di Inventorinya.
Lisin menyimpan banyak persediaan di Inventorinya, Dan Salah satunya Ponsel Oppo tersebut.
"Kenapa namanya pencari Setan... apakah setannya hilang..."
"Benar kenapa tidak di ganti saja Jerit malam... "
"jangan Tali pocong perawan saja... "
"kurasa misteri lebih cocok..."
"Malam jumat Kliwon gimana..."
"Cari tuyul saja..."
"Kenapa harus cari tuyul..."
"Biar dapat uang lah... "
"Sudahlah... Pencari setan sangat cocok, Alim akan menjadi pembawa kamera sedangkan Aku sebagai Host, Jo pemimpin Jalan sedangkan Lisin akan menjaga bagian belakang" Brian seperti seorang pemimpin yang memutuskan.
"Baiklah... aku sudah menghubungi RT di sana untuk mendapatkan ijin... Untuk Vlog pertama kita sebenarnya aku ingin Napak Tilas yang ada Jogja namun terlalu jauh, jadi kita Ngevlog di kuburan terdekat aja yang katanya cukup angker" Brian berbicara dengan kurang puas.
Sombongnya Brian jika ketemu Setan awas saja lari.
Setelah melakukan perjalan Nissan Skyline berhenti di depan pintu masuk desa karena Kuburan umum tidak dapat di akses dengan mobil.
"Brian ini desa kok sepi amat... " Alim yang memegang tripod gemetar.
"Ya iyalah... namanya juga tengah malam... lihat ni jam 11: 57 jika ada yang belum tidur ya itu kita..." Brian menjelaskan.
"Brian apa masih jauh kuburan yang kamu bilang angker..." Jo bertanya dengan ketakutan, entah kenapa bulu kuduknya berdiri.
"Apa kita mulai siaran langsungnya..." Alim bertanya.
Lisin yang terlalu malas menguap sambil mengikuti mereka bertiga dari belakang.
"Tunggu dulu... itu... di sana... ada... ada setan... " Brian yang melihat sosok putih ketakutan dan menjadi yang pertama melarikan diri.
Bukannya kamu orang yang mengusulkan semua ini kenapa kamu menjadi yang pertama lari.
Datangnya belagunya minta ampun sekarang melihat sosok putih dekat rumah warga langsung lari.
"Brian tunggu kamu lihat apa... " Jo kemudian melihat ke arah yang di tunjuk oleh Brian.
"Sial... Kun.. kuntilanak... " Jo melarikan diri juga.
"Se... setan... Jo jangan tinggalkan Aku... " Alim yang paling takut di Antara yang lain Berlari lebih cepat dari pada kangguru.
"Katanya pencari Setan... sekarang belum ketemu setan sungguhan udah ketakutan... Siapa sih yang menjemur mukena malam-malam begini"
Mereka bertiga meninggalkan Lisin seorang diri, Lisin mendekati sosok putih dan ternyata sosok putih tersebut adalah Jemuran mukena milik warga desa.
__ADS_1
Lisin dengan mendesah pergi mengejar mereka bertiga yang berkumpul di pintu masuk desa.
Bersambung...