Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 182


__ADS_3


Lisin menerima tugas sistem untuk mengantarkan Luna pulang, hanya saja mengapa harus berbelanja.


"Luna... Ingin yang ini... yang itu juga, dan yang ini... juga yang paling ujung..." Luna menunjuk lebih dari selusin boneka beruang.


Lisin tercengang lagi, Dirinya tidak kekurangan uang jadi tidak peduli seberapa banyak yang Luna inginkan pasti akan dirinya belikan. hanya saja boneka - boneka tersebut cukup bervariasi, mulai dari yang kecil, setinggi lutut, setinggi pinggang dan yang terbesar setinggi orang dewasa.


Yang membuat Lisin kesulitan adalah bagaimana cara dirinya membawa pulang semua boneka - boneka ni.


"Tolong bungkus semua boneka yang ditunjuknya..." Lisin langsung menuju tempat pembayaran.


Sedangkan beberapa petugas pembelanjaan sangat heran namun tidak berani bertanya, biasanya orang tua akan membelikan putri mereka satu boneka, namun mengapa Lisin menuruti semua keinginan Luna.


Orang kaya bebas membelanjakan semua uangnya.


"Luna, Ayo kita pulang..." Kata Lisin sambil membuka pintu taksi.


Taksi tersebut tidak memperlihatkan bentuk mobil sepenuhnya, karena hampir pada semua bagian luarnya terpenuhi oleh lusinan boneka yang masih terbungkus.


Semua boneka tersebut, menghabiskan uang sebesar 25 juta, sungguh harga yang fantastis.


"Kakak bilang akan akan menuruti apapun keinginan Luna..." Kata Luna dengan polos.


Lisin terdiam lagi, dirinya menyesal berkata seperti itu, lebih baik menculik Luna dan menghubungi pihak keluarga dan menyuruhnya untuk membayar tebusan. Dari pada menuruti keinginannya yang tidak masuk akal.


Hadeh... Apakah semua anak kecil seperti ini semua?


"Jadi apa yang Luna inginkan selanjutnya?..." Tanya Lisin dengan depresi.


Malam ini terlalu melelahkan...


"Eskrim..." Kata Luna.


"Oke, Tidak masalah..." Lisin langsung menggendong Luna kemudian pergi ke tempat toko eskrim yang cukup besar. yang ada di dalam Mall.


"Luna... ingin yang ini... yang ini... yang ini..." Luna menunjuk, semua eskrim yang ada di dalam menu toko eskrim.


"Luna, Kamu masih kecil, satu saja sudah cukup..." Kata Lisin dengan kesal.


"Kakak sebelumnya bilang akan menuruti keinginan Luna..." Kata Luna.

__ADS_1


"Okey... Terserah kamu... Pelayan, kita pesan semua jenis eskrim yang ada di dalam menu..." Kata Lisin.


"Ok Pak..." tentunya penjaga toko sangat bersemangat dan dengan antusias langsung mengeluarkan semua eskrim yang ada di dalam menu.


Hanya penjual yang bodoh yang menolak banyak pesanan. Malam ini toko eskrim tersebut hampir mengeluarkan semua eskrim yang di miliknya.


Sebuah meja disusun dari beberapa meja yang di kumpulkan, hal ini bertujuan untuk menyediakan semua eskrim untuk pelanggan mereka.


"Luna, Apakah kamu yakin bisa menghabiskan semua eskrim - eskrim ini?..." Tanya Lisin bingung.


"Mama bilang, Luna masih kecil jadi tidak boleh makan eskrim banyak - banyak..." Kata Luna sambil mengambil satu gelas eskrim kesukaannya lalu memakannya.


Sial... Aku tadi sudah bilang seperti itu, mengapa masih memesan banyak eskrim, lalu siapa yang menghabiskan semua eskrim - eskrim ini? tidak mungkin kan di kembalikan ke pihak toko.


"Kakak kan yang memesan, jadi harus menghabiskan semua eskrim yang sudah dibeli, Mama bilang tidak boleh menyia - nyiakan makanan..." Kata Luna sambil memakan eskrim secara perlahan.


"Aku!!!..." Lisin yang frustasi hanya bisa menghabiskan semua eskrim - eskrim yang ada di atas meja.


"Tidak, bisakah aku tidak menghabiskan semua eskrim - eskrim - eskrim ini..."


"Kakak harus menghabiskan semua eskrim - eskrim ini..." Luna mengingatkan.


Lisin dengan tidak berdaya memakan semua eskrim secara satu persatu.


Sial... Sepertinya Luna ini dengan sengaja ingin mengerjai orang yang lebih dewasa.


Rasanya, Lisin ingin mencekik Luna di tempat. Jika Lisin bertemu dengan orang tua Luna, Lisin harus meminta kompensasi.


"Luna Ayo pulang..."


"Kita belum menemukan penjual bakso... sate, dan lainnya" Kata Luna.


Dengan begitu, Lisin menuruti semua keinginan Luna lagi dan lagi.


Ujung - ujungnya, Lisin yang harus menghabiskan semuanya, seperti bakso jumbo juga, Sate dan lain sebagainya.


Stop... Berhenti, Mengapa aku yang memakan semuanya padahal aku tidak lapar. bikin kesal saja berurusan dengan anak kecil seperti Luna.


"Luna, kakak anterin pulang sekarang juga oke..." Kata Lisin sambil mengelus perutnya.


"Baiklah, karena Luna sudah cukup bersenang - senang maka Luna harus pulang, hanya saja Mama pasti sedang mencari Luna..." Kata Luna dengan sedih.

__ADS_1


"Bagaimana jika seperti ini, Kakak akan antarkan Luna pulang dan pasti akan bertemu dengan Mama Luna di rumah..." Kata Lisin dengan tersenyum menyedihkan.


Sudah cukup belanjanya, apa lagi membeli makanan. Perut Lisin sudah membuncit karena makan terlalu banyak. bagaimana jika perutnya meledak saat memakan makanan yang Luna pesan lagi.


Lisin sangat - sangat menyesal bertemu dengan Luna, jika tahu seperti ini dirinya tidak akan menerima tugas dari sistem, palingan hadiah sistem hanya beberapa Miliyar. apakah Lisin kekurangan uang? tentu saja tidak.


Lisin sangat kesal setelah menyelesaikan tugas yang sistem berikan, dirinya akan mendapatkan uang. mengapa tidak hadiah lainnya saja.


Jika orang lain bahagia mendapatkan uang maka Lisin akan bersikap sebaliknya. Sungguh orang kaya yang tidak bersyukur.


Malam ini Lisin menghabiskan uang miliknya sebesar 50 juta hanya untuk menyenangkan Luna. hanya saja setiap orang punya batas kesabaran, begitu juga dengan Lisin.


Lisin harus membawa Luna pulang tidak lebih.


"Bukannya Kakak sudah bilang-" Sebelum Luna menyelesaikan perkataannya, Lisin langsung menggendong Luna kedalam pelukan.


"Kita pulang sekarang juga, jika tidak kamu tidak akan bertemu dengan Mama kamu lagi..." Lisin dengan terpaksa mengancam Luna.


"Oke..." Luna mengangguk dengan sedih.


Dari awal sampai sekarang Luna membuat Lisin berputar - putar di sekitar kawasan Mall Roxy Banyuwangi. Luna yang pintar, sebenarnya hanya mengulur waktu sambil menunggu Mamanya kembali. namun hingga kini Mamanya tidak kunjung datang.


Lisin melajukan mobilnya keluar dari kawasan Mall Roxy Banyuwangi. saat di persimpangan jalan mobil taksi yang di penuhi dengan banyak boneka berpapasan dengan mobil milik Mamanya Luna, yaitu Tante Maya.


Karena banyak boneka yang hampir menutupi semua kaca pada mobil taksi, Luna tidak melihat jika Mamanya kembali untuk menjemput dirinya, belum lagi dia sangat kecil dan hanya duduk dengan diam di dalam mobil.


"Putriku... Luna... Luna..." Maya yang baru saja datang langsung berteriak mencari keberadaan Luna.


"Pak... Apakah melihat anak kecil?..." Maya bertanya kepada siapapun yang ada di kawasan lahan parkir.


"Bu... Apakah melihat anak kecil cantik seperti yang ada di dalam foto ini?..." Maya bertanya lagi kepada pejalan kaki acak.


Walaupun sudah menggunakan foto namun beberapa pengunjung lainnya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Terima kasih, Maaf mengganggu..." Maya tidak menyerah, dia terus menerus bertanya tentang siapa yang melihat putrinya.


"Sepertinya, Aku melihatnya di dalam Mall... jika tidak salah gadis kecil ini bersama papanya di dalam mall" Kata pengunjung yang kebetulan melihat Lisin dengan Luna saat di hentikan oleh penjaga keamanan.


"Di dalam... Terima kasih informasinya.." Maya sangat bersemangat, walaupun tidak tahu siapa papa yang di maksudkan yang penting Putrinya aman dan selamat.


Bersambung...

__ADS_1


*Reader yang budiman, author hanya bisa buat alur cerita yang seperti ini. cerita ini hanya untuk hiburan semata, entah itu muter-muter atau banyak karakter wanitanya, author hanya bisa minta maaf tidak bisa memenuhi keinginan kalian satu persatu. Jika tidak suka skip saja atau jika ingin cerita sesuai keinginan kalian bikin saja sendiri. terimakasih.


__ADS_2