Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 126


__ADS_3


Perumahan No. 1 Pondok Indah...


Lisin sangat tertekan melihat Nagisa yang tertidur di pangkuannya, terdapat wanita cantik pada pangkuannya. namun, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, Sungguh Lelaki yang tidak berguna.


Lisin membopong tubuh matang Nagisa yang cukup ringan. Setelah itu meletakan Nagisa di atas ranjang kasur kemudian Lisin menutupinya dengan selimut.


Lisin adalah laki-laki dengan perkataan yang pasti akan di tepati, karena dirinya tidak satupun memiliki kemenangan saat bermain PlayStation dengan Nagisa. Jadi dirinya memilih meninggalkan kamar tersebut dengan tenang.


Jika itu kaum Jomblo yang berada di posisi Lisin, pasti Nagisa akan dalam bahaya.


Keluar dari perumahan Pondok Indah, Lisin pergi menggunakan Taksi, sebenarnya ada Mobil milik Nagisa namun Lisin tidak menggunakannya.


"Sepertinya aku harus membeli mobil..." Lisin mendesah saat berada di dalam mobil taksi.


"Ting... Tong..."


"Selamat pagi, Kami dari BRI memberitahukan kepada pemilik Akun dengan nomor 68251783 telah melakukan transaksi transfer pada pukul 08:12 sejumlah 10.000.000.000.000 dan Jumlah Saldo: Rp 17.350.245.754.000"


Lisin yang membuka pesan yang ada di ponselnya sangat bingung, Siapa lagi yang mengirimi dirinya uang 10 Trilyun.


Selang beberapa waktu Lisin menerima telepon dari Nazwa.


"Hallo..." Lisin menjawab.


"Bos... Maaf jika terlambat, Karena banyak hal yang harus dilakukan sebelum mengirimkan Uang Dividen perusahaan" Nazwa menjelaskan dengan hati-hati.


Sial... Jadi kamu yang mengirimkan uang 10 Trilyun, Uang sebelumnya aja belum habis, sekarang di tambah lagi. Bagaimana aku akan menghabiskannya.


"Ya tidak apa-apa... Silakan lanjutkan lagi kepengurusan perusahaan..." Lisin langsung mematikan Telepon.


Di saat orang lain bekerja keras untuk menghasilkan banyak uang, disitu Lisin dengan santainya mendapatkan banyak uang.


Di saat orang lain akan bahagia mendapatkan banyak uang, disitu Lisin sangat kesal karena tidak bisa menghabiskan uang.


Di saat orang lain harus berhemat dalam membelanjakan uang mereka, disitu Lisin sangat tertekan tidak bisa membelanjakan uang yang ada di rekeningnya.


Nama: Amar Lisin


Level: 3 (182/400)


Pesona: 7


Keterampilan: Mekanik Super, Mengemudi Super, Seni Beladiri Kuno, Dukun Kuno, Master Pedang, Master Musik, Master Olahraga, Pengobatan Modern, Peretas Super, Memasak Super.


Inventori: keperluan tuan rumah


Tokoh: akses tingkat 2


Lotre: 4 kali


Saldo: Rp 17.350.245.754.000


Dana: 0

__ADS_1


Tugas: Membantu PT. Mulia agar memiliki produk yang unggul di pasar domestik.


Menyembuhkan penyakit aneh Kepala Sasongko.


Lisin bingung dengan tujuannya saat berada di dalam taksi.


Sial... Ini gara-gara uang masuk 10 Trilyun, aku jadi lupa sampai mana Aku berfikir sebelumnya.


Oh... Benar membeli mobil...


"Ting... tong... ting... tung..."


Sial... Siapa lagi yang meneleponku...


Lisin melihat lagi ponselnya dan akhirnya mengerti pihak lain Adalah Seno, yang menanyakan Kapan Lisin akan memperlakukan Kepala Sasongko.


"Baiklah Aku akan segera ke sana..." Setelah mendapatkan Alamat tentang kediaman keluarga Sasongko, Lisin langsung pergi ke sana.


Dengan cepat Lisin sampai di kediaman Keluarga Sasongko, yang berada cukup dekat dengan bundaran HI Jakarta.


"Lisin ayo masuk kedalam mobil..." Seno menyambut kedatangan Lisin sambil berkata dengan bersemangat.


Lisin sedikit bingung, padahal dirinya baru saja turun dari mobil taksi, mengapa dirinya harus menggunakan Mobil lagi.


"Ok..." Lisin hanya bisa mengikuti.


Setelah mobil berjalan memasuki Gerbang utama, Akhirnya Lisin mengerti. Ternyata rumah Keluarga Sasongko memiliki akses masuk jalan tol atau juga jalur kereta api, karena sangat panjang kemungkinan sekitar 5 kilometer.


Lisin menggeleng dengan heran, mengapa keluarga Sasongko membuat rumah seperti jalan kereta api. bagaimana jika tidak ada mobil, bukannya dirinya harus berjalan sejauh 5 kilometer, belum lagi saat pulang, bukannya Akan menjadi 10 kilometer di setiap perjalanan.


Lisin tidak sanggup membayangkan bagaimana tukang JNE yang mengantarkan paket jika harus berjalan kaki.


"Umm... Baiklah..." Lisin yang baru saja terbangun pergi memasuki kediaman keluarga Sasongko dan dirinya di sambut Beberapa pelayan dan juga Kepala Sasongko di antara mereka.


"Selamat datang... Tuan Lisin, maaf sebelumnya merepotkanmu..." Kepada Sasongko berkata dengan malu.


"Tidak masalah... Paman, kamu tidak perlu sopan Aku akan menyembuhkan paman secepatnya..." Lisin berkata dengan senyuman.


Seno dan ayahnya merasa sangat bahagia, mereka berdua sangat malu karena Lisin begitu sederhana.


"Tolong masuk kedalam..." Kepala Sasongko dengan bersemangat memimpin jalan.


"Aulia mengapa kamu berdiri bengong di sana?..." Kepala Sasongko bertanya kepada seorang wanita yang sangat cantik, yang sedang berdiri di depan pintu.


"Lisin... Dia putriku Aulia, Biasanya di sibuk dengan syuting yang tidak jelas, Aku sudah menyuruhnya berhenti namun dia melarikan diri dari rumah. Dia datang karena ingin bertemu dengan menantu keluarga irawan..." Kepala Sasongko menjelaskan.


"Aulia kenapa kamu diam saja, bukannya kamu ingin bertemu dengan Lisin?..." Seno yang melihat Aulia terdiam bertanya.


Lisin juga terkejut saat melihat Gadis familiar yang berdiri di depan pintu...


Di mana aku bertemu dengannya? terlalu banyak wanita jadi bingung...


Oh... Aku ingat dia Gadis yang dulu pernah bertabrakan denganku, dan dia juga tinggal di perumahan pondok indah selama dua hari. Nagisa menjelaskan jika dia Artis yang sedang naik daun aku tidak berharap jika dia bagian dari keluarga Sasongko.


"Kamu... Kamu... pemilik perumahan no 1 pondok indah!..." Aulia sangat terkejut.

__ADS_1


Aulia, sebagai sahabat Nagisa berulangkali menjodohkannya dengan Kakaknya yaitu Seno. Hanya saja Nagisa terus menerus menolaknya dan berkata jika dia sudah memiliki calon suami.


Jelas Aulia tidak percaya dengan Nagisa, karena saat Aulia meminta Nagisa untuk membawa calon suaminya tersebut, Nagisa akan selalu beralasan.


Sekarang saat dirinya mendapatkan kabar jika calon suami Nagisa yang bisa melakukan pengobatan akan menyembuhkan penyakit aneh ayahnya. Aulia langsung pulang tanpa peduli jika memiliki jadwal padat.


Sekarang saat dirinya bertemu dengan Calon suami Nagisa, dirinya di kejutkan lagi. Karena teryata Pemuda yang sebelumnya bertabrakan dengan dirinya dan memiliki sikap yang Cuek terhadap dirinya. ternyata Mereka orang yang sama dengan calon suami Nagisa.


"Halo..." Lisin menjawab dengan tidak berdaya.


"Lisin kamu mengenal adikku?..." Seno bertanya dengan heran.


Kepala Sasongko juga terkejut mengetahuinya, namun senang jika Aulia dekat dengan Lisin, karena Lisin Pemuda berbakat di segala bidang.


Setelah kejadian memalukan di kediaman keluarga irawan, Seno Dan Ayahnya mendapatkan semua informasi tentang Lisin,


"Oh... Dia sebelumnya Tidur-" Sebelum Lisin menyelesaikan perkataannya, Aulia menutup mulut Lisin dengan tangan saljunya.


"Kakak... Ayah... Pria ini adalah penggemar ku jadi saat dia melihat Aulia pasti dia sangat terkejut. hahaha..." Aulia tersenyum kecut.


Lisin yang memiliki mulut tertutupi oleh tangan mungil Aulia sangat tertekan.


Sial... Siapa juga yang menjadi penggemarmu, sangat jelas kamu tidur di tempatku dengan gratis mengapa kamu tidak mengakuinya saja.


"Lisin aku tidak berharap jika kamu penggemar Adikku... Jika kamu tidak keberatan kamu bisa melihat Album foto Aulia sejak dirinya kecil" Seno berkata dengan bangga, dirinya juga sangat senang karena Lisin bisa dekat dengan Adiknya.


"Kakak... Apa yang kamu katakan, Jangan memperlihatkan sesuatu yang memalukan..." Aulia berteriak marah.


"Ummm..." Lisin kesulitan bernapas karena Aulia menutup juga Lubang hidung Lisin.


"Maaf... Tidak sengaja..." Aulia berkat dengan khawatir.


Sial... Tidak sengaja, Apakah jika aku mati kehabisan oksigen itu tidak sengaja?


"Tidak... Apa-apa... Bisakah kita masuk kedalam, Aku juga belum sarapan..." Lisin berkata dengan jujur.


"Hahaha... Kesalahan ku..." Kepala Sasongko yang tertawa bahagia langsung terdiam.


"Sial... Penyakit aneh ayahku kambuh..." Seno berkata dengan tertekan.


"Ayah..." Aulia berteriak khawatir.


"Bisakah kalian semua tentang..." Lisin mendekati Kepala Sasongko yang bertingkah seperti anak kecil lalu memegang kepalanya.


Lisin mengirimkan energi batinnya agar Jiwa Kepala Sasongko lebih mendominasi dari pada jiwa anak kecil yang bersemayam di dalam satu tubuh.


"Terima kasih Lisin..." Kepala Sasongko langsung berterimakasih setelah mengambil alih tubuhnya kembali.


"Paman kamu belum tersembuhkan jadi jangan terlalu senang dulu..." Lisin menjelaskan secara singkat.


"Kalau begitu ayo masuk... Pelayan juga sudah menyiapkan hidangan, untuk sarapan... Aulia kamu juga, sudah lama tidak sarapan Bersama-sama" Seno berkata dengan hangat.


Dengan begitu Lisin melakukan sarapan di kediaman keluarga Sasongko.


Bersambung...

__ADS_1


*Dukung juga Novel baru Author "SUPREME KULTIVASI"


* Terima kasih


__ADS_2