
Di dalam aula perjamuan, pemuda yang sebelumnya dan pacarnya yang memiliki riasan tebal, secara perlahan memasuki ruangan aula perjamuan. kemudian dia menemukan sosok Pak Dani.
"Ayah..." Panggil pemuda tersebut.
"Halo Om..." Kata pacarnya.
"Oh putraku..." Pak Dani melihat anaknya dengan puas, hanya saja sedikit menggeleng saat mengetahui selera anaknya yang rendahan.
Apa ini, memiliki calon mantu kok kayak gini. yang seperti ini pasti dijual tidak bisa dibeli pasti rugi. Seharusnya seperti dirinya yang mencari mama baru dengan bentuk tubuh panas. yang pasti memuaskan saat di atas ranjang. pasti Putraku terkena guna - guna. Sejarah diakan tampan seperti ayahnya. Pikir Pak Dani sambil menatap pacar putranya.
"Ayah, Siapa dia..." Tanya putranya dengan penasaran, kedua matanya tidak dapat lepas dari tubuh Tante Maya.
"Kenalkan, dia Bu Maya kenalan Ayah..." Kata Dani dengan tersenyum cerah dan penuh kemenangan.
Pak Dani yang berdiri dekat putranya langsung berbisik, "Selingkuhan ayah keluaran terbaru..." entahlah orang tua seperti ini kok ada, pamer selingkuhan ke anaknya sungguh orang tua teladan.
Putraku, Jangan lama - lama menatapnya nanti mata kamu tidak bisa di kembalikan. Pikir Pak Dani.
Dalam hatinya Pak Dani berkata, Putraku Gimana Selingkuhan ayah, Cantik bukan? Semangkanya besar bukan? Calon Mama baru. Putraku cari pacar jangan tanggung - tanggung. sekalian cari yang besar, jangan mencari yang datar karena tidak akan terasa.
Putra teraniaya membalas, Ayahku jangan bahagia dulu, siapa tahu jika ayah tertidur pulas di tengah malam? putramu yang berbakti ini menggantikan kamu untuk memuaskan Mama baru jadi ayah jangan kecewa terkena NTR. atau kita tukeran saja gimana?
Sungguh Ayah dan anak yang saling pengertian satu sama lain.
"Halo tante..." Putra Pak Dani dan pacarnya menyapa Maya.
"Juga..."
"Silakan duduk..."
Waktu berlalu, Maya merasa kesal dan merasa jijik saat menyadari tatapan Pak Dani dan putranya terpaku kepada dirinya. sepertinya benar buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Putranya sangat iri dengan keberuntungan ayahnya karena memiliki selingkuhan yang sangat baik, andaikan dirinya juga memiliki yang seperti ini pasti tidak akan kalah dengan ayahnya. namun tenang, jika ayah tidak sanggup putramu ini tidak masalah menggantikanmu Ayah.
__ADS_1
Dari pintu masuk Lisin menggendong Luna dengan santai, walaupun menjadi satu - satunya orang yang membawa anak kecil, beberapa orang tidak menghiraukannya.
Lisin tidak peduli jika kedatangannya ke pesta perusahaan miliknya sendiri tidak ada yang menyambut, kedatangannya murni untuk mempertemukan Luna dengan Mamanya. bukan mencari sanjungan.
Lisin menelusuri di antara keramaian para tamu undangan untuk menemukan keberadaan Tante Maya. akhirnya setelah melihat dari penjuru tempat dan seksama, Lisin menemukan jika tante Maya yang mengenakan pakaian panas sedang duduk bersama dengan beberapa orang.
Dan yang membuat Lisin kesal adalah, diantara beberapa orang yang duduk dengan tante Maya adalah pemuda sombong yang sebelumnya bertemu di pintu masuk utama.
Lisin tadinya ingin memecat dua penjaga keamanan yang ada di depan, namun karena keduanya mengidolakan dirinya, Lisin membatalkan keputusan tersebut.
Lisin hanya bisa bersabar, karena penjahat kelamin sejati harus berpikiran jernih agar tidak mempengaruhi kesehatannya. Saat ini Luna yang berada dalam pelukan Lisin sangat gembira saat bertemu dengan Mamanya.
"Mama..." Luna berteriak.
Lisin berjalan mendekati tante Maya kemudian menurunkan Luna yang di gendongnya. Gadis kecil langsung berlari mendekati Mamanya sambil tersenyum polos.
"Luna dan Lisin bagaimana kalian berdua sampai di sini..." Maya terkejut kemudian langsung menyenangkan Luna yang seperti peri.
"Maaf, Tante aku ingin menyenangkan Luna jadi aku langsung mengantarkannya begitu saja, tanpa meminta persetujuan darimu..." Lisin menjelaskan.
Malam ini dirinya dengan sengaja berpenampilan cemerlang, dan juga berhasil mendapatkan Bu Maya. belum lagi dirinya satu tahun ini tidak bersenggama dengan istrinya yang ada di rumah. tentu saja hanya untuk menghabiskan malam dengan Maya.
Sekarang, kedatangan gadis kecil yang dirinya duga sebagai anaknya Maya menjadi penghalang dan merusak moodnya. Bayangkan saja, sekarang dirinya sudah pesan kamar hotel. juga tidak melakukannya selama satu tahun namun tepat saat malam yang dinanti - nantikan akan terjadi. Maya membawa seorang anak kecil yang menghancurkan fantasinya. bagaimana dirinya bisa bersenang - senang dan merasakan kenikmatan?
Kemudian tatapan Pak Dani mengunci Lisin yang terduga dialah yang mengantarkan putri Maya untuk menghadiri pesta malam ini. Pak Dani hanya bisa iri dengan ketampanan yang Lisin miliki begitu juga putranya yang memiliki pemikiran yang sama.
Mungkin ini yang di namakan ikatan batin antara ayah dan putranya.
Putra Pak Dani tidak jauh berbeda, bukannya pemuda ini supir taksi yang ada di depan sebelumnya, mengapa tidak diusir oleh penjaga dan sekarang bisa mengakses masuk ke aula pesta.
"Pak Dani, Tolong pengertiannya, saya akan mengurus masalah ini secepatnya..." Melihat Maya yang memohon sampai segitunya membuat Lisin sakit tak menentu.
Lisin menatap Pak Dani dan juga putranya, lalu mengingat perkataan sombong saat berada di depan pintu utama. Pemuda itu mengatakan jika dia anak orang kaya dan mengakui jika ayahnya kepala pelayanan di perusahaan miliknya sendiri.
Baik, Lisin mulai memahami jika ada yang tidak beres dengan semua yang terjadi.
__ADS_1
"Lakukan secepatnya, jika tidak kesepakatan kita akan batal..." Pak Dani mendengus dingin dan menatap Lisin dengan hinaan, baginya Lisin adalah sumber masalahnya.
Maya menggendong Luna sambil manarik lengan Lisin menuju keluar aula pesta.
"Luna kamu main di sini dulu ya..." Maya menurunkan Luna pada tempat tertentu seperti taman bermain anak - anak.
"Lisin, Kamu sudah mengecewakan ku..." Kata Tante Maya dangan kesal, depresi menjadi satu.
Tanggung jawab yang Maya miliki cukup besar, dulu dirinya tidak harus mengurus perusahaan, tidak memikirkan banyak hal yang harus di tangani. Sebagai seorang ibu rumah tangga jelas perubahan kondisi seperti ini cukup berat bagi Maya.
Satu sisi tidak dapat di tinggalkan, sisi lain harus dia kerjakan. Belum lagi dirinya wanita dengan kelebihan yang membuatnya lelah, di manapun dirinya pergi pasti semua orang akan menatap semangka miliknya.
Seperti kasus saat dirinya pertama kali menangani perusahaan, di mana banyak mitra bisnis akan memanfaatkan kondisinya yang sedang menjanda. salah satunya aturan tak tertulis seperti tidur satu malam. tentu saja Maya menolaknya.
Awalnya Maya tidak peduli dan sangat yakin dengan bakat manajemen yang di miliknya, dirinya akan berhasil tanpa harus mengikuti aturan tak tertulis. namun kenyataan sangat kejam. masalah bukan seberapa baik dirinya menanganinya, melainkan koneksi tertentu dan kekuasaan.
Di dunia bisnis harus mengorbankan sesuatu yang berharga hanya untuk mencapai titik ketinggian. karier, uang dan lain sebagainya. itulah yang berhasil Maya pahami, selama kamu memiliki kekuasaan maka kamu bisa mengambil sesuatu atau memberikan sesuatu. Yang berkuasa akan mempermainkan mereka yang lemah.
Seperti Yang Maya saat ini alami, Maya telah berulang kali bertemu dengan karakter seperti Pak Dani. Hanya karena dirinya wanita di tambah janda dan tidak memiliki kekuasaan maka orang yang lebih berkuasa akan menekannya.
"Tante... Aku-" Lisin ingin membatu Maya namun dia memotongnya.
"Cukup, karena mu aku hampir kehilangan kesepakatan..." Kata Maya dengan tertekan.
Lisin tidak berharap jika Maya akan sedemikian kejam dengan dirinya, apa yang Lisin lakukan hingga membuat Tante Maya marah? Lisin hanya ingin membuat Luna bertemu dengan Mamanya. tidak lebih.
Namun Lisin terlambat menyadari, jika Tante Maya berada dalam kondisi yang harus membuatnya memahami jika Tante Maya sedang dalam kesulitan.
Benar, Kesulitan... Kesulitan untuk memilih dan memutuskan. Lebih tepatnya seseorang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh di atas tante Maya telah menekan dirinya sampai di titik dia harus mengabaikan putri satu - satunya.
Dan orang yang melakukannya adalah Pak Dani, karyawan Lisin sendiri. Lisin menggetarkan gigi dan sangat kesal juga. Tante Maya adalah satu dari korban bagi mereka yang memiliki kekuasaan.
Mungkin tante Maya cukup beruntung karena bertemu dengan Lisin, bagaimana dengan mereka yang tidak bertemu dengan Lisin? Jika Lisin tidak bertemu dengan Tante Maya mungkin dia akan dimanfaatkan dan terus menerus dimanfaatkan. karena yang kuat menindas yang lemah.
Bersambung....
__ADS_1